Arina kehilangan kembarannya, sang mama depresi, ayah pun menyusul. Dalam pencarian keadilan, ia temukan fakta. Namun hatinya makin limbung sebab pujaan hati yang ia agungkan, mengaku masih mencintainya. Tapi mamanya yang pulih justru melarang, norma pun menghadang. Setelah lelah berjuang, Arina bertanya lirih, “Kata-Mu takkan membebani hamba melebihi kapasitasnya. Lalu apa ini, Tuhan? Apakah Innallaha ma‘ana masih berlaku untukku?”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelID , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelID sendiri
Daftar Bab Novel Cinta Tertinggal:
Comments