Squad Star Girls Story
Mengenal Sosok MJ
"Kok Lisa sama Rose gak cerita sih kalau yang bawa gue ke UKS itu Eun woo, malah digendong katanya, ya ampun gue benar-benar kaya orang bodoh kaya gini semua orang membicarakan diri gue yang enggak gue tahu," gerutu Jennie sepanjang perjalanan menuju aula.
Sekolah sudah sangat ramai, anak-anak dari kelas 10-12 memakai baju kompak per kelasnya masing-masing, mata Jennie mengitari semua orang untuk menemukan sosok yang dia cari.
Terdengar suara mic yang menggema di seluruh aula sekolah bertanda acara sudah dimulai, Jennie menghiraukan acara saat ini dia masih sibuk mencari MJ yang entah dimana cowok itu berada.
Terlihat Eun woo naik di atas panggung untuk memberikan sambutan, tiba-tiba hatinya meminta Jennie untuk berhenti melangkah, pandangannya tertuju pada cowok cool di depannya, siapa lagi kalau bukan Eun woo yang style nya tidak ada saingannya.
Jennie mematung di sudut ruangan, tangannya menyilang di depan dada, menunggu Eun woo untuk segera berbicara dia ingin melihat cowok itu berbicara di depan umum layaknya saat pertama kali dia mengagumi Eun woo, yang suka maju ke depan untuk menjelaskan. Dia kangen dengan sosok Eun woo yang cerdas dan tutur katanya yang bagus.
Mungkin Jennie terlalu memuji-muji sosok Eun woo tapi inilah nyatanya, cowok itu nyaris sempurna dimata semua orang sampai dia sendiri malu dengan perasaan yang tumbuh subur di hatinya untuk Eun woo, rasanya susah sekali untuk matanya tidak memandang ke arah Eun woo, agar hatinya berhenti memperdulikan Eun woo, agar pikirannya berhenti memikirkan cowok itu, aneh laginya Eun woo selalu hadir dalam mimpinya.
Jennie pergi ke ruang penampilan untuk melihat Jisso dan nyatanya dia menemukan MJ yang berada di sana juga, "Astaga, gue cariin dari tadi ternyata Lo ada di sini ya!"
MJ tersenyum melihat kedatangan temannya, "Lo nyariin gue?" tanyanya.
"Iya tadi Lisa bilang Lo nyariin gue, kenapa?"
Jennie menoleh ke arah belakang terlihat ada Jisso yang sedang sarapan roti di sana, "Hey Jisso!" sapanya sambil tersenyum lebar dan melambaikan tangannya.
"Eh ada ka Jennie, oh iya ka kemarin gue denger lo sakit yah? Gimana udah mendingan?"
Jennie tersenyum, hampir semua orang menanyakan keadaannya dia hampir bosan untuk menjawabnya. "Alhamdulillah baik kok cuma benjol aja nih jidat," katanya sambil menunjukan jidatnya yang memang menonjol ke depan.
"Ya ampun, sampe benjol begitu ya ternyata?" Jisso memperhatikan luka di jidat Jennie. "Sampe segitunya ka Jennie membela ka Eun woo," lanjutnya dalam hati menyadari pengorbanan Jennie untuk Eun woo.
MJ menghampiri kedua cewek itu, "Perasaan tadi ada yang nanya gue tapi kenapa malah asik ngobrol di sini," sindirnya merasa diabaikan.
"Hehehe maaf gue emang kesini niat bertemu Jisso tapi kebetulan ada Lo juga," ujar Jennie dengan rendah hatinya selalu minta maaf.
MJ duduk di atas meja, "Gue tadi pagi nyariin Lo karena udah setengah delapan Lo belum datang, padahal kan Eun woo udah bilang panitia gak boleh telat."
"Udah karena itu doang Lo nyariin gue? Gue kira gak ada yang bakal nyariin gue kalau datang telat," tukas Jennie dia selalu merasa bahwa dirinya tidak penting.
"Pasti dicariin lah apalagi sama Eun woo," sahut MJ sambil melirik ke arah Jisso dia takut menyinggung perasaan cewek di sampingnya kini.
Jisso tersenyum mendengar perbincangan kedua kakak kelasnya, "Iya pasti ka Eun woo nyariin ka Jennie apalagi kalau sampai gak hadir hari ini."
"Gak mungkin, orang tadi aja dia gak sadar kalau gue telat berarti emang dia gak butuhin gue dong," elak Jennie dia tidak ingin terprovokasi oleh ucapan Jisso dan Mj yang jelas-jelas tidak benar.
Tiba-tiba tangan MJ menyentuh jidat Jennie yang benjol, "Ya ampun cantik-cantik benjol kaya gini," ejeknya.
"Auw, gak usah pegang-pegang deh sakit tahu." Jennie menarik tangan MJ yang menyentuh jidatnya.
"Keren banget Lo Jen, kalau gue ada diposisi Eun woo saat itu, Lo mau gak ya ngelakuin hal yang sama kaya gitu ke gue?" pikir MJ, matanya menatap Jennie yang kini berada di depannya.
Jisso melirik ke arah Mj matanya menyipit dia mencium aroma orang yang sedang cemburu, tapi sejak kapan MJ suka sama ka Jennie? pikir Jisso menebak-nebak.
"Apaan sih Lo, udah deh gak usah bahas kejadian itu lagi pusing gue dengernya, hampir semua orang nanyain gue masalah itu, kan yang gue lakuin juga secara spontan karena kaget tidak pernah melihat orang berantem di sekolah," jelas Jennie sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.
Kejadian kemarin emang viral, pasalnya Eun woo adalah ketua OSIS dan Baekhyun ketua tim basket mereka berdua sama-sama terkenal di sekolah, bahkan keduanya sering beradu basket bersama. Dan apa yang dilakukan Jennie adalah yang mengejutkan semua orang, dia berani meleraikan perkelahian keduanya apalagi sampai kena pukulan Baekhyun.
Jisso merapikan rambut Jennie yang acak-acakan, "Udah kak, sabar berita itu emang lagi viral kakak tutup telinga aja kalau gak mau denger," ucapnya.
"Hahaha, gue aja salut sama Lo Jen, baru kali itu gue lihat Eun woo emosi mukanya merah padam otot-ototnya keluar saking menahan marahnya, makanya gue takut mau memisahkan mereka," ungkap MJ sambil terkekeh menyadari kalau dirinya lemah dibanding dengan Jennie yang berani ambil resiko.
"MJ, bantuin gue yuk!" ajak Mi Ran yang datang tiba-tiba langsung menarik tangan MJ secara paksa.
"Mau ke mana? Gue ditugaskan buat ngatur penampilan loh nanti Eun woo ngomel," jelas MJ menolak secara halus ajakan Mi Ran.
Kedua bola mata Mi Ran menoleh menatap Jisso dan Jennie yang juga ada disana, "Eh ada Jennie gimana udah sehat beb?" tanyanya sambil melepaskan genggaman tangannya dari MJ lalu memegang kedua bahu Jennie. Yang dibalas hanya dengan anggukan kepala saja.
"Gue titip ini sebentar yah Jen, soalnya gue mau pergi ambil nasi kotak dan gak ada yang nganter," lirih Mi Ran memohon kepada Jennie untuk menghandle pekerjaan MJ terlebih dahulu.
"Ya sudah sana pergi," sahut Jennie membuat Mi Ran tersenyum senang tapi tidak dengan MJ yang malah mendengus kelas.
"Gue pergi sama Jennie aja ya, Lo tunggu di sini lagian Lo kan mau tampil juga emang gak butuh persiapan?" MJ mencari alasan untuk tidak pergi dengan Mi Ran.
Mendengar ucapan MJ membuat kedua alis Jennie naik ke atas dia bingung apa yang dimaksud oleh Mj, cowok itu benar-benar membuatnya tidak mengerti.
"Tapi kan Jennie penting di sini, nanti Eun woo nyariin Jennie bagaimana? Pasti gue yang kenal omel," tukas Mi Ran gak mau disalahkan.
"Gak bakal gue tanggung jawab, asal lo mau stay di sini buat mandu penampilan." MJ terus membujuk.
Mi Ran menatap Jennie seakan-akan dia bertanya apakah Jennie bersedia atau tidak untuk pergi, tapi Jennie malah menggelengkan kepalanya.
"Tuh, Jennie aja gak mau udah ayo ah nanti tambah lama." Mi Ran kembali menarik paksa tangan MJ.
Mj mengerucutkan bibirnya menatap Jennie, dia ngambek karena Jennie menolak ajakannya. MJ menjadi salah satu playboy di kelasnya dan Jennie bahkan sahabat-sahabatnya yang lain juga tau itu, MJ juga pernah menembak Jennie waktu kelas 11 namun ditolak karena Jennie saat itu sudah mempunyai cowok dihatinya. Setelah Jennie, MJ juga menembak Rose saat itu mereka juga pernah jalan berdua sampai akhirnya Rose memergoki MJ yang sedang berciuman dengan wanita lain di lorong caffe membuat Rose akhirnya menjauh dan tidak ingin melihat cowok itu lagi. Dari situ Squad star girls menandai cowok-cowok playboy di sekolah ini termasuk Eun woo.
Tapi cinta tidak bisa dibohongi, Eun woo yang mempunyai paras tampan dan pintar di sekolah ini menjadi incaran semua wanita siapapun yang mendapat senyuman Eun woo akan luluh hatinya, makanya Squad star girls selalu berhati-hati dengan Eun woo mereka awalnya benci dengan kesombongan Eun woo kala itu, namun seiring berjalannya waktu Eun woo sering membantu mereka jadi mereka mulai menganggap Eun woo sebagai teman yang baik untuk mereka.
Stop cerita tentang Eun woo yang tidak ada habisnya!
"Gimana persiapan Lo mau tampil hari ini?" Jennie memandang Jisso yang sudah sangat cantik hari ini.
Jisso tersenyum, "Alhamdulillah, Jisso butuh teman untuk temani di panggung cuma gak Nemu orang yang tepat kalau sendiri gugup kak," jujurnya.
"Kenapa gak ajak Lisa aja?" usul Jennie, dia mengenal betul Lisa yang pandai sekali dance bahkan sering berlatih di hari liburnya.
"Takut gak mau kak." Jisso memang belum mengajak tapi dia sudah menduga jika Lisa pasti akan menolaknya.
Jennie mengeluarkan ponselnya, "Bentar gue telpon dulu kayaknya dia lagi sama Rose deh di ruangan."
"Hallo Lis, Lo ke ruang penampilan yah sekarang gue tunggu!" pekik Jennie to the point. Sambungan terputus begitu Lisa mengiyakan ucapannya.