Squad Star Girls Story

Jennie Bertemu Mantan

Lisa dan Rose saling tatap begitu selesai menerima panggilan dari Jennie, keduanya sama-sama penasaran akan apa yang ingin Jennie katakan. 

 

"Ada apa Lis?" tanya Rose begitu Lisa menatap ponselnya dan mengetik sesuatu di sana.

Lisa tak menoleh dia fokus memainkan jari-jarinya yang menari-nari di layar ponsel, "Jennie nyuruh gue ke ruang penampilan, mau ikut gak?" tanyanya sambil menoleh. 

 

Dengan cepat Rose menganggukkan kepalanya, "Yuk! Mungkin disana juga ada Jisso," tebaknya langsung mengingat jika salah satu sahabat nya akan tampil. 

 

Sesampainya di ruangan, Rose langsung asik bernyanyi seakan-akan dia sedang tampil di depan semua orang. 

"Dasi kamkamhan igose light up the sky

Ne du nuneul bomyeo I'll kiss you goodbye

Silkeot biuseora kkoljoeunikka

Ije neohui hana dul set¹." Dengan sangat merdunya Rose bernyayi, membuat semua mata tertuju kepadanya. 

"Ha, how you like that? (Woo!)

You gon' like that, that-that-that, that, that-that-that, that²," lanjut Lisa yang ikut menyahut disambut dengan siulan dari para cowok junior nya yang akan tampil. 

Prok … prok … prok 

 

Lisa dan Jennie asik bertepuk tangan sampai Lisa dan Rose ada dihadapannya, mereka berempat melakukan tos high five ala-ala Squad star girls. 

"Yeah, gimana perasaannya yang mau tampil hari ini?" ujar Rose seraya merangkul Jisso. 

Jisso tersenyum, "Sedikit gugup," jawabnya. 

 

"Btw Jungkook bakal nonton Lo tampil gak nih ciahh," tukas Lisa menggoda Jisso sambil mendorong bahu Jisso. 

 

Hari ini Jisso memang belum dapat kabar dari temannya itu yang konon katanya Jungkook naksir kepadanya padahal mah mereka dekat karena hubungan teman sama halnya dengan Eun woo dan Jennie yang sering ditugaskan bersama oleh para Guru, sehingga anak-anak menilainya terlalu berlebihan. 

 

"Owh iya gue jarang banget lihat Jungkook yah," seru Jennie menyadari jika selama seminggu ini tidak melihat sosok cowok itu. 

"Dia gak bakal nonton, orang lagi liburan ke Korea bersama Ibu barunya," celetuk Rose yang mengetahui keberadaan Jungkook. 

 

Semua mata menuju kepada Rose, membuat cewek itu langsung memberikan klarifikasi, "Gue dikabarin karena dia sempat cerita masalah pernikahan orangtuanya, dan sudah dari hari Senin dia pergi ke Korea untuk kunjungan bisnis bokapnya sekaligus honeymoon katanya, terpaksa Jungkook ikut karena dia anak semata wayang yang pasti jadi pewaris perusahaan JK-group."

 

"Kayanya Jungkook sering curhat sama Lo sampai tahu banget kehidupan cowok itu," ujar Jennie penasaran dengan kedekatan Jungkook dan Rose. 

Lisa mengelus-elus punggung Jisso, "Duh kayaknya Lo bakal ditikung deh sama Rose yang sabar yah," katanya. 

 

Jisso hanya tersenyum namun hatinya sedih ternyata Jungkook lebih terbuka dengan Rose dibanding dengan dirinya yang sudah menjadi temannya. 

"Ish kalian nih ya apa-apaan sih. Jisso, gue gak ada hubungan apa-apa kok sama Jungkook gak usah dengerin mereka ya!" seru Rose seraya meraih tangan Jisso untuk tidak mengambil hati tuduhan-tuduhan sahabat-sahabatnya. 

 

"Iya iya kak, lagi pula Jisso juga bukan siapa-siapa Jungkook kok hehe." Jisso tersenyum tipis saat menjelaskan hubungannya dengan Jungkook. 

 

Lisa menarik bangku kosong yang berada tidak jauh dari tempatnya untuk dia duduki, "Btw kenapa Lo nyuruh gue ke sini Jen?" tanyanya setelah bokongnya menempel. 

 

Mata Jennie langsung melirik ke arah Jisso, "Jadi gini Lis, hari ini kan kita tahu kalau Jisso akan tampil di atas panggung nah, dia butuh orang buat temenin dia dance katanya," jelas Jennie menjeda ucapannya membiarkan Lisa menebak arah bicaranya. 

 

"Terus Lo mau minta gue buat temenin dia dance di atas panggung gitu?" pekik Lisa terkejut, setelah menyadari topik pembicaraan Jennie. 

Jennie menganggukkan kepalanya, "Iya lagian kan kapan lagi Lo bisa tunjukkan bakat dance Lo di depan anak-anak? Baekhyun pasti nonton loh tadi gue lihat dia di kantin bersama gengnya." 

 

"Apaan sih bawa-bawa nama Baekhyun lagi, emang gue kesel sama dia gara-gara udah buat jidat Lo benjol kaya gini," tunjuk Lisa ke arah jidat Jennie yang benjol. 

 

Rose membalikan tubuh Jennie agar bisa melihat jelas bekas pukulan Baekhyun, "Kamjagiya², Jennie ini jidat kamu kok bisa gini? Perasaan kemarin sudah diobati deh," teriaknya heboh. 

 

"Gak tau gue juga kaget, mungkin pukulan Baekhyun keras banget buktinya gue sampe pingsan." Jennie tidak merasa sakit hanya saja saat tangan Baekhyun mengenai jidatnya kepalanya langsung pusing dan pandangannya pun menjadi buram. 

"Kasihan banget sih bestie gue," gumam Rose sambil membawa Jennie ke dalam pelukannya. 

 

"Eh guys kemarin waktu gue pulang bareng Eun woo dia cerita kalau dia merasa jika Baekhyun punya dendam sama dia, tapi dia juga lagi nyari tau sih kebenarannya soalnya Baekhyun kelihatan benci banget dan pengen menghabisi Eun woo waktu itu, serem kan?" Jennie bergidik ngeri membayangkan jika Baekhyun melakukan hal yang lebih dari kemarin kepada Eun woo. 

 

"Seriusan Lo? Gue jadi penasaran deh, apa jangan-jangan Baekhyun iri sama Eun woo yah? Secara kan Eun woo lebih keren dan banyak prestasinya dibanding Baekhyun," celetuk Rose sambil menutup mulutnya takut ada yang mendengar pembicaraan mereka.

 

Jennie tidak ingin membahas kedua cowok itu lagi dia pun langsung mengalihkan topik pembicaraan, "Hayo lah Lis, temenin Jisso kasihan dia."

"Iya kak, temenin gue tampil yah," bujuk Jisso seraya memohon dia meraih tangan Lisa dan memasang wajah penuh dramatis. 

Apa yang dilakukan Jisso berhasil mengetuk hati Lisa membuat cewek itu menganggukan kepalanya.

 

"Baiklah, tapi kayaknya lebih seru kalau kita berempat semua tampil," usul Lisa dia memandang satu persatu sahabatnya. 

Sebenarnya usulan Lisa menarik juga karena penampilan dancenya akan lebih seru jika semuanya tampil. 

"Jennie!" teriak Sanha sambil tersenyum dan melambaikan tangannya. 

 

Lisa, Jennie, Rose dan Jisso pun menoleh menatap ke arah suara yang tidak asing bagi mereka dan sangat dikenalnya. Sanha cowok yang paling perhatian kepada semua wanita dan selalu menolong. 

"Hay Sanha," sapa Jennie sambil tersenyum manis. "Gue cariin Lo dari tadi gak ketemu-ketemu," curhatnya. 

 

"Bohong banget, orang dari tadi ka Jennie asik ngerumpi disini hehehe," balas Jisso sambil terkekeh. 

Kedua mata Jennie langsung menoleh ke arah Jisso, "Beneran loh, sebelum gue duduk disini gue habis keliling sekolah nyariin dia." 

 

"Gue dapat informasi dari Eun woo kalau Lo disini, jadi ya udah gue samperin dan ternyata benar." Sanha duduk melingkar bersama keempat cewek itu. 

Setelah stay di parkiran Sanha pergi ke kantin untuk minum kopi dan merokok sambil berkumpul bersama Baekhyun, Chen dan Bobby, lalu dia membuka ponselnya yang ternyata Jennie mencarinya lalu saat dia ke ruang aula dia bertemu dengan Eun woo yang langsung memberitahu keberadaan Jennie.

 

"Kok dia tahu gue disini?" pekik Jennie heran mengapa Eun woo tau posisinya saat ini, dia menatap sahabat-sahabatnya satu persatu mungkin dari mereka ada yang memberitahunya.

Semua kepala menggeleng atas ketidaktahuannya, Jisso akhirnya bersuara. "Gue yang ngasih tahu, soalnya dia nanya gue sama siapa jadi gue jawab sama lo," sahutnya. 

 

Tidak ada yang curiga dengan perkataan Jisso, semuanya menghiraukan setelah tahu jika Jisso lah yang memberitahu Eun woo. 

"Ikut gue yuk ke aula jadi MC untuk hiburan," ajak Sanha kepada Jennie dia bingung harus mengajak siapa selain Jennie. 

"Yahh padahal kan ka Jennie mau ikut dance bareng gue tadinya kalau jadi MC berarti kita berdua doang," ujar Jisso menatap Lisa dengan cemberut. 

 

Lisa menepuk tangan Jisso, "Gak apa-apa kita berdua aja kasihan Sanha gak ada temennya pasti yang lain gak ada yang mau lagi pula 5 menit lagi penampilan dimulai." Lisa melirik arlojinya. 

Jennie merasa tidak enak hati jika menolak permintaan Sanha karena selama ini Sanha juga sering membantunya akhirnya dia menyetujui ajakan cowok itu. 

 

"Oke deh, biar muka gue ada di kamera selama ini kan gue kerja dibalik layar terus." Jennie bangkit dari duduknya untuk pergi persiapan bersama Sanha. 

"Semangat semuanya!!" teriak Rose sambil mengepalkan tangannya ke atas. 

Hari ini Rose sibuk menjadi kameramen, karena semua orang tahu hasil jepretannya bagus makanya Rose ditunjuk jadi kameramen.

Setelah semuanya sepakat dengan tugasnya masing-masing, mereka pun berpencar untuk berlatih dan lanjut bekerja.

 

Begitu Jennie keluar bersama Sanha dia berpapasan dengan Taehyung, cowok ganteng namun sudah memikat hati Jennie selain Eun woo. 

"Kalian mau ke mana berduaan?" tanya Taehyung sambil menatap Jennie tajam.

 

"Bukan urusan Lo, yuk Sanha kita pergi!" sahut Jennie ketus dia menarik tangan Sanha untuk lanjut berjalan. 

Namun, Taehyung malah mencekal tangan Jennie membuat cewek itu berhenti tepat di samping Taehyung, "Jadi cewek cantik jangan galak-galak!" bisiknya tepat di telinga Jennie. 

 

Jantung Jennie berdetak kencang, bulu kuduknya berdiri merespon kelakuan Taehyung kepadanya, telinga terasa geli dibuatnya. "Lepasin!" sentaknya menepis tangan Taehyung yang menggenggamnya. 

"Lo denger gak dia ngomong? Lepasin tangan orang!" Sanha pun langsung melepaskan dengan kasar. 

Sebelum pergi Sanha memberikan tatapan tajam kepada Taehyung, seakan-akan dia sedang memberikan peringatan untuk tidak lagi menyakiti Jennie. 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!