Sang Pelindung Bumi
Trik Pertarungan Tim
Serangan pertama dimulai, semburan angin dengan kekuatan ledakan yang kuat membakar rerumputan hijau dan menerjang hingga akan mencapai tim Dinan. Semburan api yang kuat, itu pasti seorang penyihir yang hebat.
”Mundur!” wanita dengan kekuatan perisai itu membuat shield kuat dari perisai yang dipegangnya.
Bang!
Shield kuat tercipta. Serangan kuat dengan elemen api dari penyihir di pihak tim lawan. Dinan melihat itu semua, ini benar-benar seperti nyata. Mereka mampu mengeluarkan kekuatan apapun yang mereka miliki dan penilaian dalam Asosiasi Hunter sungguh canggih.
”Bergerak!” teriak wanita yang merupakan Tank.
Pemanah di pihak Dinan, dia menargetkan panahnya sambil melompat ke atas. Serangan panah melesat, panah itu adalah panah yang berisi anak panah energi. Serangan itu menembus penyihir di pihak lawan. Slash!
Tubuh penyihir di pihak lawan terkena panah. Dan ada sebuah tulisan muncul. Log Out. Satu orang kalah di pihak lawan. Dinan masih diam dan bersiap, dia masih kagum dengan realitas buatan yang diciptakan oleh Prof. Smith.
Serangan datang lagi, dari musuh!
Syuunnggg! Assasin dengan kekuatan cepat, dia menggunakan dua belati dan menerjang ke arah samping kanan. Dinan mengetahui kecepatan itu dengan baik, dia mengincar support di tengah. Dinan mengangkat pedangnya, dia mengontrol pedang itu agar tidak berlebihan dan menangkis serangan Assasin. Menghalangi Assasin musuh dengan pedangnya.
Klang!
Assasin itu kaget karena kecepannya dengan mudah dipatahkan. Namun, dia meliuk dan melempar pisaunya dari arah belakang Dinan. Belati bukan mengincar Support tapi mengincar pemanah.
Log Out!
Dinan membiarkan hal itu, dia ingin melihat pertempuran ini dengan seksama dan mengetahui bagaimana para Hunter tergabung dalam tim dan bertarung. Dinan perlu mempelajari pertarungan tersebut.
Pria besar dari pihak lawan melompat maju dengan kapaknya, dia adala tank di tim lawan. Dia menghantamkan kapaknya ke tanah, ditambah kekuaan support kekuatan efek dari kekuatanya menjadi naik lima puluh persen.
Efek Slow diberikan!
[Anda terkena efek slow untuk tiga detik] Dinan dilingkupi dengan kabut energi yang membuat dirinya susah bergerak. Dinan sebenarnya bisa mematahkan serangan itu dengan mudah. Namun, dia membiarkannya.
Efek slow diberikan ke semua tim Dinan. Serangan menyusul, Fighter dari pihak lawan, dia melompat terbang ke atas. Serangan pedang dengan energi yang besar, menembus ke atas langit. Serangan kuat diberikan dan mengarahkan serangannya itu ke arah tim Dinan.
Bruuusshhh!
Tank di pihak Dinan masih bisa bergerak dan memasang shield untuk menahan serangannya itu. Dia mempertahankan keselamatan tim, meskipun dia merasa timnya sungguh amatir, namun dia akan dinilai dengan klasifikasi sebagai tanker. Jika dia tidak melindung teman setim, nilainya akan buruk. Meski kalah, dia akan tetap mendapatkan nilai baik dengan melindungi teman setimnya.
Shield besar tercipta, serangan kuat datang dari fighter pihak musuh. Pertahanan pun pecah karena tank wanita itu terkena efek slow yang mengikat pergerakannya. Serangan menembus shield dan membelah tubuh tank di pihak Dinan.
”Kalahkan mereka!” teriak tanker wanita sebelum log out. Itu karena dia sudah berkorban dan meski hanya harapan yang kecil. Dia masih menyemangati teman setimnya.
Log Out!
Tim lawan masih empat orang dan di pihak Dinan tersisa tiga orang. Tank di pihak Dinan sudah menghilang.
”Kenapa kamu tidak membantu?” tanya seorang wanita kecil, dia adalah support. Dia bertanya pada Dinan. Dinan pun melihat rekan satunya, dia adalah seorang Assasin, dia begitu gemetaran karena ketakutan dengan pertarungan dahsyat tersebut. Sisa tiga orang dan mereka tidak memiliki tank sama sekali.
”Siapa namamu?” tanya Dinan kepada Assasin yang gemetaran, dia memegang pedang satu dan kakinya terlihat bergetar.
”Namaku, Sam,” lelaki itu masih gemetaran.
Serangan datang lagi, kali ini kali ini, Tank dan Fighter serta Assasin maju sekaligus. Satu orang, support di belakang mereka memberikan kekuatan tambahan. Jadi, mereka mau menyelesaikan pertandingan dengan mudah? Pikir Dinan. Baiklah!
”Hei Support! Bisakah kamu memberikan aku buff?” tanya Dinan.
Apa dia gila! Buff seperti apapun, itu tidak akan berarti jika seorang Fighter menghadapi tiga musuh sekaligus. Musuhnya juga bukan musuh sembarangan, mereka kuat seperti dalam pertarungan sebelumnya. Mereka adalah Tank, Assasin dan juga Fighter. Ditambah, ketiganya sudah memiliki buff dari support di tim mereka.
Memberi seorang buff, itu akan sia-sia.
”Tidak perlu ragu, berikan saja!” kata Dinan.
”Sialan! Baiklah!” kata wanita yang merupakan support tersebut. Wanita itu adalah seorang remaja putri, dia mungkin baru lulus sekolah menengah atas. Dan, dia masuk ke dalam menara dan ingin menjadi seorang Hunter.
Dia adala Nadia, dia pun mengangkat kedua tangannya dan energi keluar dari kedua tangannya. Energi mengalir keluar dan langsung menembus tubuh Dinan. Energi masuk, Dinan merasakannya. Dia akan menggunakan trik, namun seolah-olah dirinya mendapatkan buff. Itu hanya pengalihan. Sebenarnya, Dinan pun tak perlu buff sama sekali.
Dia melihat Assasin yang masih gemetar.
”Apakah kamu bisa menyelesaikan mereka semua jika mereka semua tidak bergerak?” tanya Dinan pada Sam.
”Apa maksudmu teman, jika saja mereka semua diam saja. Maka, aku hanya butuh tiga detik untuk membuat mereka log out! Tapi, bagaimana hal seperti itu bisa terjadi?” Sam melihat ke arah Dinan.
”Tidak usah banyak bertanya. Jika aku memberimu kode, maka habisi mereka semua seperti yang kamu katakan. Tiga detik saja!”
Apa-apaan orang itu, Sam sendiri kaget dan merasa itu semua omong kosong. Bagaimana bisa lelaki yang memegang pedang itu melakukan suatu jurus seperti telekinesis dan menghentikan musuh untuk bergerak? Seorang Fighter yang berhalusinasi, pikir Sam.
”Buff aku dengan sekuat tenaga!”
Serangan datang dan ketiganya mencapai ke arah tim Dinan. Tank melompat dan memutar kapak besarnya. Assasin bergerak bagaikan kilatan halilintar yang bergerak meliuk di kanan dan kiri, kecepatannya sulit dilihat. Dan satu lagi, Fighter melompat dengan pedang yang siap menghunus ke arah tim Dinan dengan pedang yang sudah dialiri energi yang besar.
Si wanita remaja memberikan buff dengan seluruh kekuatannya, biarlah! Mati dan log out tidak masalah. Mereka sudah berjuang dengan baik bukan. Buff mengalir dan Dinan maju menggunakan kepalan tangannya. Dia memukul ke arah tangah yang berada di rerumputan hijau.
Pukulan membentur tanah.
[Telekinesis diaktifkan! Membuat empat orang tidak bergerak dalam lima detik. Kekuatan dilepaskan dengan kontrol minimal]
”Sekarang Sam! Selesaikan dalam 3 detik!”
”Apa!” Sam kaget dengan teriakan dan lompatan pemuda fighter tersebut. Namun, dia melihat empat orang musuh berhenti. Tiga orang berhenti saat sedang mengeluarkan kekuatan untuk menyerang dan satu lagi berhenti di belakang sambil memegang gelang artefaknya.
Satu detik!
Mereka benar-benar berhenti
Dua detik!
Bodoh! Kenapa aku hanya diam saja dan tidak segera bertindak!
Tiga detik!
Sam mempersiapkan diri, melesat dengan segenap kekuatannya. Dia menyabetkan pedangnya dengan cepat. Satu Tank selesai, dan bertolak ke arah Assasin musuh, Assasin selesai.
Lima detik!
Serangan ke arah fighter dan fighter itu mulai bergerak dan lepas dari tekanan efek berhenti. Namun saat dia mulai menggerakkan tubuhnya. Sam sudah melewatinya dan membelah tubuhnya.
Log out!
Log out!
Log out!
Tinggal satu lagi dan itu adalah support. Dia bergerak dan mundur dengan segera. Serangan Sam mendekat ke arahnya. Namun, support itu menahan Sam bergerak dengan efek slow. Sam terperangkap. Support mengeluarkan Divine Moon dari tongkatnya. Serangan seperti sabetan bulan sabit menyerang ke arah Sam yang melambat.
Bruuuussshhh!
Dinan datang lebih cepat, dia mendorong tubuh Sam yang terkena efek slos. Dinan melepaskan kekuatan efek slow pada tubuh Sam sehingga Sam dapat bergerak bebas lagi.
[Melepaskan efek slow pada Hunter, dia akan bergerak dengan normal kembali]
Serangan dari support tim lawan mengarah pada Dinan. Dinan pun menahan serangan itu dengan pedangnya. Defensif dikeluarkan dan Dinan menahan serangan itu. Sam melihat hal itu, dia pun bergerak cepat dan menuju ke arah support musuh dan menebasnya dengan kecepatan tinggi.
Slash!
Log Out!
[Pertandingan selesai, Hunter Dinan, anda memenangkan pertandingan antar tim Hunter. Penilaian akan diberikan]
Berakhir!
Dinan lelah, dan dia membaringkan tubuhnya menatap ke langit. Dinan rindu sesuatu, suasana saat memenangkan lantai di dalam menara. Saat mengalahkan bos monster di tiap lantai menara.
Suasana yang selalu dirasakannnya selama ratusan tahun waktu di menara. Suasana itu kembali membuatnya nostalgia.
[Ujian pertarungan di pengujian tahap kedua berakhir, tekan Finish dan akan akan kembali ke ruangan ujian]
Ah! Sudah berakhir. Padahal, langit cerah di dalam augmented reality ini sungguh indah. Pikir Dinan. Dia pun menekan tanda finish. Dan dia kembali.
Splash!