Sang Pelindung Bumi
Menilai Rank dan Class Hunter
Dinan diminta Hunter Carol untuk mengganti pakaiannya. Pakaian yang akan digunakan adalah pakaian yang memiliki defensif yang cukup kuat. Itu adalah baju dasar sebagai seorang Hunter pertama. Kekuatan defensifnya kuat. Hal itu juga untuk menyesuaikan dengan kekuatan Hunter.
Asosiasi Hunter menyediakan untuk para Hunter agar tetap aman. Apapun bisa terjadi selama pengujian dan pengukuran lisensi Hunter.
Dinan diantar ke ruang pertama pengujian. Beberapa orang sudah ada di ruangan tersebut. Namun ada pembatas yang ada. Ruangan yang panjang. Ada sepuluh tempat yang memiliki ruangan cukup besar. Satu ruangan tanpa pembatas itu berkisar 5 x 5 meter persegi. Ada alat di tengah yang digantung dengan sebuah tembaga dari atas. Sebuah helm.
Carol meminta Dinan mendekat.
”Prof Smith telah mengembangkan pengukuran Hunter dengan baik, jadi kamu tinggal memakainya dan kamu akan menjalani tes pertama. Mesin akan mencatat apapun yang anda lakukan di dalam dunia reality buatan!”
Hunter Carol membantu Dinan memasangkan helm tersebut. Dinan menurut saja. Carol mundur dan menanyakan lagi soal kesiapan Dinan. Dinan pun mengatakan siap. Saat itu, Hunter Carol menekan tombol ON yang ada di pinggir ruangan milik Dinan.
[Selamat datang di pengujian tahap pertama Hunter, anda akan dialihkan dengan teknologi reality buatan]
Splash!
[Kalahkan monster dan bunuh Bos monster. Durasi waktu dan kemampuan tempur akan dinilai dengan kondisi pertempuran Hunter]
Dinan berpindah tempat. Itu benar-benar kemampuan yang luar biasa. Dinan berada di sebuah tempat yang dipenuhi dengan padang rumput yang luas. Ini tidak berbeda dengan apa yang terjadi di dalam pengujian menara.
Lima harimau muncul dari kejauhan, mereka seperti nyata.
[Pilih senjata anda dan Kalahkan lima harimau dan Monster akan keluar]
Di depan Dinan terdapat beberapa senjata yang melayang. Benar-benar seperti nyata. Dinan memilih pedang dan perisai. Sama seperti waktu di dalam ujian menara. Namun kali ini, Dinan tidak ingin menunjukkan kekuatannya berlebihan. Dia akan menjadi pusat perhatian.
Dinan menekan kekuatannya. Dia bersiap bertarung. Lima harimau menyerang sekaligus. Dinan maju dan berguling di bawah, menghindari serangan harimau yang melompat ke arahnya. Dinan bisa saja menghancurkan mereka semua, namun hal itu akan menimbulkan kecurigaan lagi.
Dia pun menghindari serangan dan cakaran dari harimau, dia menghantamkan pedangnya dan membuat dua harimau terkena serangan pedangnya. Saat terkena serangan, harimau itu pecah dan buyar seperti hilang dan pecah.
Dinan membunuh lima harimau sepenuhnya, namun durasi waktunya cukup lama. Hingga bos monster keluar. Orc besar muncul dan keluar begitu saja seperti dalam sebuah game. Orc besar muncul dengan dua pedang di tangan kanan dan kirinya.
Permainan yang menarik.
Orc besar itu menerjang dan menyerang dengan pedangnya.
Bruuussshhh!
Dinan menangkis serangan pedang itu, sebenarnya sekali serangan juga akan mengakhiri Orc tersebut. Tapi, Dinan sekaligus ingin bermain sebentar dan melihar kemampuan alat yang diciptakan oleh ilmuwan di bumi. Realitas yang muncul dan dilihat oleh Dinan seperti nyata, bahkan gerakan yang dikerahkan Dinan benar-benar seperti sedang bergerak dan menyerang.
Klang! Klang! Klang!
Senjata senjata beradu dan ditekan monster. Itu benar-benar nyata, profesor Smith! Dinan bahkan penasaran ingin bertemu dengan penemu tersebut. Dia mungkin memiliki banyak hal untuk didiskusikan dalam membentuk teori untuk menghentikan portal dimensi yang muncul.
Jadi, Dinan akan menemuinya suatu hari nanti. Dinan akan mendapatkan banyak informasi penting nantinya dari Prof Smith.
Cukup lama Dinan bermain, dia menerjang ke arah Orc raksasa. Pedang berbenturan dan Dinan melompat salto di atas Orc dan menusuk dari atas.
[Anda mengalahkan Bos monster, nilai dan kekuatan akan dihitung. Akhiri tes pertama ini dengan menekan tombol Finish!]
Di depan Dinan, ada dua tombol antara Finish dan No. No bagi mereka yang ingin mencoba lagi dan ingin mendapatkan nilai lebih tinggi. Finish untuk berakhir. Dinan menekan tombol Finish. Dan dia pun membuka matanya dan melihat ruangan biasa dan semua pemandangan di padang rumput mulai buyar dan hilang.
Luar biasa! Benar-benar seperti nyata!
Dari kejauhan, Hunter Carol datang dan melihat ada tanda peserta Hunter menekan finish. Dia mendekati Dinan dan membantu melepaskan helm untuk tes pertama. Pertarungan nyata dengan beberapa monster dan hewan buas.
”Anda sudah selesai, Hunter Dinan?” tanya nona Carol.
”Saya sudah selesai, nona Carol. Lalu, ujian apa lagi yang harus saya selesaikan?” tanya Dinan.
”Ikuti saya!” kata Carol.
Dinan pun mengikuti Hunter Carol dan meninggalkan ruangan panjang itu. Dia melihat beberapa orang masih terlihat memakai helm dan bergerak kesana kemari. Mereka seperti sedang bertarung namun ternyata mereka bergerak sendiri, baik menyerang dan menghindar.
Gambaran monster itu hanya berada dalam pandangan mereka saja. Pantas saja Dinan merasa bahwa dia benar-benar sedang menyerang dan memegang senjata. Ternyata itu semua adalah ilusi dari teknologi canggih.
Dinan terus mengikuti Hunter Carol, tidak begitu jauh. Mereka sampai di suatu ruang lagi di sisi yang lain. Ada beberapa penguji, juga ada ruangan yang berjumlah 10 ruangan dengan sekat seperti tembok yang transparan.
Dinan dipersilakan memasuki salah satu ruangan yang kosong dan di dalamnya ada satu penguji. Carol meninggalkan Dinan dan berhadapan dengan seorang penguji, dia lelaki yang cukup tua, sekitar empat puluhan tahun. Carol berpesan pada Dinan agar biasa saja dan tidak grogi. Dinan mengucapkan terima kasih.
”Silakan duduk!” kata penguji tersebut. Dia memakai kacamata dan melihat Dinan seksama dari rambut hingga baju jaketnya yang terlihat sudah sangat tua. Benar saja, sekarang untuk menjadi seorang Hunter, semua orang terpaksa harus memasuki menara ujian. Mereka akan segeral melakukan pengujian lisensi rank Hunter mereka.
Mereka ingin segera mendapatkan pekerjaan yang layak dan menghasilkan uang banyak. Namun yang terjadi, semua hanya mendapatkan kekuatan rendah dan kurang berarti saat menghadapi monster. Sungguh memprihatinkan.
”Namamu ..., Dinan!” Dinan mengangguk, penguji itu melihat urutan data yang diberikan Hunter Carol. Dia sendiri adalah James yang memiliki kekuatan rank Hunter B. Sama dengan Carol. Memiliki kekuatan Hunter rank B, adalah suatu kebanggan dan mendapatkan pekerjaan dengan mudah.
”Jadi ..., apa kemampuanmu?” tanya Hunter James sambil memegang pena dan kertas biodata pengajuan level rank Hunter milik Dinan.
”Apa maksud Anda?” Dinan masih bingung, dia ditanya kemampuannya apa. Tentu saja kemampuannya adalah bertarung melawan Huner.
”Baiklah, baiklah! Mungkin kamu sedikit bingung karena ini pertama kalinya bagimu bukan?” tanya James lagi.
”Benar, ini pertama kalinya bagi saya.”
Petugas itu menjelaskan pada Dinan, bagaimana cara Dinan bertarung dan apakah dia memiliki kemampuan sihir. Maka dari itu, jika Dinan mampu mengeluarkan kemampuannya dan fokus pada kekuatan terkuatnya. Maka Dinan akan menjadi Hunter dengan lisensi Class tertentu.
Contohnya penyihir dengan kemampuan Necromancer atau sihir pembangkitan, dia bisa melakukan pertarungan dengan memanggil makhluk kuat. Contoh yang lain adalah seorang warrior yang bertarung tangan kosong namun serangan damage pukulannya sangat kuat. Atau seorang Assasin yang bertarung dengan pertarungan super cepat dan pembunuh seperti bayangan.
Bisa juga seorang Hunter dengan Class seorang swordman yang menggunakan pedang atau seorang Fighter dengan senjata tongkat. Hal itu juga berlaku untuk support atau serangan jarak jauh, atau bahkan seorang Tank yang memiliki kemampuan bertahan yang kuat.
Dinan mengerti sekarang, penjelasan dari James sangat jelas dan detail.
”Jadi ..., apa kemampuanmu?”
Dinan berpikir sejenak, dia bisa saja mengatakan bahwa kemampuannya bisa menggunakan telekinesis. Maka, dia akan menjadi seorang Class penyihir. Namun, Dinan juga memiliki kemampuan bertahan yang kuat. Dia bisa disebut tank. Selain itu, dia juga petarung jarak dekat dengan pedang, maka Dinan akan diklasifikasi dengan seorang Fighter.
”Saya menggunakan pedang,” kata Dinan menjawab pertanyaan dari petugas itu. Petugas itu pun langsung menilai bahwa Dinan adalah seorang Fighter yang menggunakan pedang. Dinan juga mengatakan kalau dia berperang dengan jarak dekat.
”Baiklah, silakan ikuti saya.”
Lelaki itu pergi dan mengantar Dinan ke suatu tempat terbuka. Disana ada ruangan besar. Dinan masuk dan diarahkan ke sisi sebelah kiri. Di depan Dinan agak jauh, ada empat orang yang sudah berada di sana. Di sisi Dinan, ada tiga orang bersama Dinan. Beberapa oran datang lagi dan akhirnya genap lima di sisi kanan dan di sisi kiri juga lima orang.
Ada helm Augment Reality lagi. Semua diminta memakai helm tersebut.
Satu orang pemandu berada di tengah dan menjelaskan bahwa tes kedua adalah pertarungan antar tim. Mereka boleh membunuh lawannya dalam pertandingan di dunia realitas buatan. Mereka tidak akan mati dan hanya marasakan rasa sakit yang kecil.
Tes untuk Hunter selanjutnya adalah mengajarkan tentang pertarungan tim. Hal ini penting karena mereka akan masuk ke portal dimensi dan menjadi tim untuk bekerjasama melawan monster dan mengalahkan bos monster.
Jadi, petugas bertanya lagi. Apakah semuanya siap? Mereka menjawab siap. Dinan belum mengenal rekan-rekan di sisi timnya. Namun, itu tak penting, kombinasi mereka sudah ditetapkan. Setiap tim yang dibentuk memiliki Class yang sempurna untuk berjuang sebagai tim.
Petugas menekan tombol ON, Ready!
Splash!
Sebuah lapangan yang luas, tanaman hijau rumput pendek muncul di sekitar kaki mereka. Setiap Class yang dimasukkan memilih senjata melayang di depan mereka. Di tengah antara dua tim, ada angka yang bergerak mulai dari angka sepuluh dan menurun.
Mereka semua bersiap. Dinan memegang pedang, dia maju sebagai seorang Hunter pada Class Fighter. Di dekat Dinan, ada seorang wanita dengan tameng dan kapak besar. Dia adalah Tank.
Wanita itu melihat Dinan dan menganguk!
Saatnya bertempur!
Pasukan tim lawan dari Dinan menyerbu. Dinan dan rekan setim juga menerjang. Perang dalam pertarungan uji coba tim dimulai!
Bruuussshhh! Klang! Booommmm!