Rencana Tuhan itu Pasti, Aruni!

8. BOS YANG AROGAN

 

Ketika Arunika tersadar, bergegas dia kembali ke ruangannya.  Banyak yang harus dia bereskan sebelum menyiapkan diri sepenuhnya sebagai asisten bos yang baru.

Ddrrrttt…. Ddrrrttt… ddrrrrtttt ponselnya bergetar tanda pesan wa masuk.  Arunika segera membacanya.

“Congrats ya Runi!!!!  Be a good assistant!! May love will meet you there. Qiqiqii”, pesan Arum.

“Tencuuu sobat.  There is no more love here”, balas Arunika sambil menambahkan emoicon marah dan meneruskan pekerjaannya yang tertunda. 

Tuuttt tuutttt tuuutttt telepon ruangannya berbunyi.

“Halo, iya pak.  Baik pak, saya sedang kerjakan.  Siap pak. Selesai end of the day”, jawab Arunika sambil menutup telepon dari Pak Anwar.

“Hadeeuuuhh… gegara direktur baru itu, kerjaan yang bisa selesai lusa harus gue selesaiin hari ini juga.  Alamat lembur dah gue”, batin Arunika kesal namun tetap berusaha optimis.

 

Benar saja, sampai jam kerja selesai, Arunika masih harus berkutat dengan banyak berkas dan laporannya.  Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 22.00 WIB.  Perutnya mulai keroncongan, namun Arunika berhasil menyelesaikan semua pekerjaannya.  Suatu usaha yang pantas diacungi jempol.  Segera dia membereskan ruangannya dan bersiap pulang. 

 

“Lebih baik gue naik taxi online ajalah.  Capek juga naik motor malam-malam gini”, batinnya sambil melangkah keluar.  Beberapa karyawan ternyata masih ada yang berkutat di mejanya.  Sambil mengucap salam, Arunika berpamitan dan masuk ke dalam lift.  Ditekan arah turun, namun lift naik ke atas. 

 

“Mungkin ada yang sudah terlanjur memencet lift diatas tadi”, batin Arunika. 

 

Lift berhenti di lantai dua puluh satu, lantai orang nomer satu di perusahaan ini.  Pintu lift terbuka dan masuklah Tara Sadewo.  Untuk kesekian kalinya Arunika terkejut namun secepatnya berusaha menenangkan hatinya dan memberikan salam dan senyum sewajarnya saja.  Tara pun sebenarnya juga terkejut melihat Arunika yang berada di dalam lift.  Dia tak menyangka jika Arunika masih bekerja hingga larut malam seperti ini.

 

“Kerja apa saja sampe malam?”, tanya Tara memecah kesunyian diantara mereka.

“Oh, saya selesaikan berkas dan laporan presentasi pemasaran kemarin, Pak”, jawab Arunika dengan sopan tanpa berani menatap langsung wajah Tara.  Tara tersenyum simpul melihatnya.

“Besok langsung ke ruangan saya begitu kamu datang”, kata Tara lagi. 

“Baik, Pak”, jawab Arunika yang masih menunduk tanpa memandang Tara. 

 

Tiba-tiba Arunika teringat pengalamannya bersama Uman saat lift terhenti.  Tanpa disadarinya, seulas senyum hadir dibibirnya. 

 

“Inget kejadian lift yang mogok?”, tebak Tara membuyarkan lamunan Arunika.

“Hah.. “, karena kaget reflek Arunika memalingkan wajahnya memandang Tara.  Seketika dilihatnya ekspresi Uman yang selama ini dia kenal.  Senyum langsung terkulum dibibirnya.

“Ya Tuhan, ternyata memang dia orang yang sama”, batin Arunika bersyukur namun dia masih belum berani bersikap santai seperti dulu.  Bagaimanapun yang berdiri disampingnya sekarang ini adalah Tara, bukan Uman.

 

Tiba-tiba saja Tara beranjak mendekati Arunika.  Arunika yang terpojok hanya bisa diam saja tanpa berkata-kata.  Tara mendekatkan wajahnya ke wajah Arunika.  Nafasnya yang menderu terasa oleh Arunika yang juga merasakan jantungnya berpacu lebih kencang. Tiba-tiba tangan kekar Tara meraih pingang ramping Arunika dan memeluknya dengan hangat.

 

“I miss you”, lirih suara Tara terdengar di telinga Arunika yang masih terpaku diam ditempatnya. 

 

Berangsur-angsur kesadaran Arunika kembali.  Diapun melepaskan rindu yang selama ini dipendamnya.  Dibalasnya pelukan Tara dan dengan keberaniannya, ditatapnya wajah orang yang selama ini dirindukannya.  Melihat wajah Arunika yang tengadah, Tara pun semakin mendekatkan wajahnya dan mendaratkan sebuah kecupan ringan.  Tanpa sadar, Arunika pun membalas kecupan Tara.  Rasa hangat menjalari tubuh keduanya hingga Arunika tiba-tiba tersadar dan berusaha menghentikannya.  Tara maklum dengan hal ini dan tersenyum melihat Arunika yang gelagapan.

 

Lift berhenti dan mereka pun keluar.  Arunika merasa pipinya masih memerah karena malu sementara Tara masih saja tersenyum melihat tingkah laku Arunika yang seperti orang bingung didepannya.  Mereka berpisah di depan halaman kantor.  Arunika menuju pos security untuk lapor bahwa dia akan memesan taxi online agar nanti taxi itu bisa langsung masuk untuk menjemputnya. 

 

Sedangkan Tara menuju tempat parkir khusus direktur yang berada tepat di depan kantor.  Tara melihat Arunika masih berdiri sibuk dengan ponselnya.  Sepertinya tak ada taxi online yang menerima orderannya, hingga tiba-tiba mobil sport Tara berhenti tepat didepannya.  Tara menurunkan kaca mobilnya dan menawari Arunika untuk ikut dengannya.

 

“Tidak, terima kasih, Pak.  Saya sudah pesan taxi online kok, Pak. Sebentar lagi juga datang”, tolak Arunika sopan.  Tara pun turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri security yang berdiri di samping Arunika.

“Pak, lihat orderannya sudah diterima?”, tanya Tara.

“Siap, Belum Pak”, jawab security itu tegas.

“Oke, terima kasih”, kata Tara lagi dan menoleh kepada Arunika seraya berkata, “Let’s go. I’ll take you home”, katanya tanpa bisa dibantah sambil membuka pintu mobilnya untuk Arunika.  Arunika pun mau tak mau mengangguk dan masuk ke dalam mobil Tara. 

 

Tak ada yang memulai berbicara sepanjang perjalanan pulang hingga akhirnya mobil sport Tara tiba di rumah kos Arunika.  Arunika mengucapkan terima kasih dan bergegas turun dari mobil Tara. Tara dan mobilnya pergi meninggalkan rumah kos Arunika sesaat setelah Arunika memasuki rumah.

 

Tiba di kamarnya, Arunika terduduk lemas.  Dia masih tak menyangka apa yang baru saja terjadi.  Rasanya enggan untuk mandi, Arunika masih ingin merasakan pelukan hangat Tara dan kecupan yang begitu menggelora.

 

“Ah, ngaco banget sih pikiran gue ini”,batin Arunika. 

 

Diam-diam dia tersenyum sendiri sambi mengingat-ingat kejadian itu.  Hingga di kamar mandi, Arunika meraba bibir basahnya dengan pelan-pelan.  Masih terasa olehnya deru nafas Tara dan kecupan lembut yang diterimanya.

 

“Gimana gue besok musti berhadapan dengan bos”, pikir Arunika kalut.

“Apa yang musti gue katakan saat pertama kali bertemu besok ya?”, tanyanya dalam hati.  Hingga akhirnya Arunika tertidur kelelahan.

 

Sementara itu, Tara pun merasakan hal yang sama.  Dia merutuki dirinya sendiri yang tidak bisa menahan gejolak di dadanya.  Ada rasa sedikit rasa sesal namun keceriaan terpancar diwajahnya.  Tara tersenyum senang mengetahui Arunika sebenarnya juga merasakan hal yang dirasakannya.  Balasan kecupan yang diberikan Arunika sungguh diluar dugaan Tara. 

 

“Ternyata dia punya perasaan yang sama”, batin Tara sambil membayangkan wajah Arunika.  Tiba-tiba wajah Tara berubah dengan tatapan penuh misteri.

“Permainan baru akan dimulai besok.  Kita lihat nanti, Aruni”, kata Tara lirih sambil memejamkan matanya.

 

Seperti instruksi Tara, hari ini Arunika langsung menuju ruangan Tara dan menunggu disana hingga Tara datang.  Arunika jarang sekali masuk ke ruangan di lantai dua puluh satu ini.  Hanya sekali dua kali dia diajak Pak Anwar menghadap Pak Basuki untuk membantunya presentasi bisnis kala itu. 

 

Sedangkan ruangan ini adalah ruangan yang didekorasi ulang.  Ruangan dengan design minimalis elegant sangat sesuai dengan kharisma Tara.  Di salah satu sudut terdapat sebuah meja kerja lengkap dengan peralatan tulis dengan corak pastel natural yang sangat cantik sedangkan meja kerja utama terlihat sangat gagah terletak persis di sudut tengah ruangan.  Arunika melihat jam tangannya, waktu menunjukkan pukul 09.00 WIB. 

“Apakah Bos nggak berangkat kerja hari ini?” batin Arunika resah sambil sesekali menatap ke arah pintu.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!