Aku Datang, Aeera!
Pertarungan Sengit, Shodam Bergerak 29
”Serang! Hancurkan!”
Brush! BOOOM!
Perang tak bisa dihindari, pasukan monster dan iblis yang berjumlah banyak menyerbu sembilan manusia yang menjadi ancaman kekuasaan mereka. Mitos Pedang Halilintar memang terdengar bodoh, tapi hal itu juga membuat monster dan iblis merasakan tekanan yang mengerikan jika pedang itu benar-benar ditemukan.
Kenan melesat dan menghadang serangan para Iblis, empat orang kepercayaan Shodam menghadang Kenan. Kenan menghindari serangan tangan raksasa, dia melesat dan menghantam dengan tendangannya. Salah satu raksasa iblis itu terhempas dengan serangan kuat dari Kenan.
Brush!
Pasukan iblis melewati Shodam, Shodam memerintahkan untuk membunuh Kenan dengan kekuatan penuh. Aeera dari kejauhan membantu dengan mengalirkan kekuatan mana pada makhluk panggilannya. Hal itu dengan bantuan item sihir dari Blacksmith Kai dan juga bantuan dari Ratu Elf. Mereka dapat berbagi mana, Aeera merasakan bahwa tuan Kalandra menggunakan energi mana yang sangat besar untuk menghadapi pasukan iblis dalam jumlah yang sangat banyak.
Aku mohon, menanglah tuan Kalandra. Doa Aeera, ada energi kuat yang melindungi tubuhnya. Itu adalah kekuatan dari Sera yang melindungi Aeera dengan sihirnya, pasukan musuh tak bisa menembus barier yang dibuat untuk melindungi Aeera.
Bagaikan peluru, Kenan menerjang pasukan iblis dan membuat pasukan iblis itu kalang kabut. Beberapa iblis terlempar dan menghantam perbukitan. Kekuatan lemparan dan serangan Kenan membuat pasukan iblis beterbangan. Satu manusia dikepung iblis dalam jumlah banyak, mereka mencari kesempatan dan menyerang dari semua sisi.
Wosh! Brush!
”Majulah!” teriak Kenan sambil menghantam kepala raksasa salah satu musuh.
Booom!
Kenan mengambil senjata musuh, menggunakannya dan menghantam sepuluh iblis dengan kekuatan energi kosmik yang mengisi senjata itu.
BOOOOM!
HIIIAAAAAA!
Mata Kenan menyala, dia merasa bersemangat. Dia tak akan mundur, jika memang dia ditakdirkan mati di dunia ini. Mungkin, itu semua bisa menjadi jawaban atas kehancuran hidupnya di dunia asalnya.
”Rasakan manusia sombong!” Kaiju, satu dari empat orang kepercayaan Shodam menggunakan pedangnya saat melihat Kenan lengah.
Slap!
Mata Aeera kaget, dalam kerumunan perang yang sulit dilihat pedang raksasa itu terlihat mengenai Kenan.
”Matilah ha.. ha.. ha.. Aku berhasil!” Kaiju terlihat sangat bangga karena dia merasa menang.
Saat energi sudah menghilang, Kenan berdiri di atas pedang itu. Kecepatannya mampu menghindari serangan pedang besar yang menghancurkan tanah, Kenan memegang rambutnya dan menyisirnya dengan tangan kirinya penuh gaya.
”Segini saja kemampuanmu? Dasar kuda botak!”
Wosh!
Kaiju kaget, manusia itu melesat bagaikan peluru tak terlihat dan pukulan kuat menghantam kepalanya hingga hancur dan ledakan terjadi.
”Ha.. ha.. ha.. Shodam, aku sudah menghancurkan banyak pasukanmu. Kapan giliranmu turun tangan kerbau botak!”
Sialan! Shodam dihina kembali, kepalanya semakin kencang memegang palu senjatanya yang kuat. Dia hampir saja kehabisan kesabaran, tapi dia harus menunggu hingga mana energi makhluk panggilan itu mulai habis dan dia akan menghabisinya dengan mudah. Itu rencananya, mengorbankan pasukannya tak masalah asalkan dia berhasil membunuh makhluk panggilan itu dan mendapatkan item yang dibawanya.
Di sisi yang lain, pertarungan sengit tak terelakkan. Tujuh orang prajurit hebat yang mengikuti Aeera bertarung dengan berani dengan kemampuan mereka. Makhluk panggilan bermunculan dan menghadang pasukan monster. Tujuh pemimpin monster, tujuh Beast menggunakan kekuatan mereka dan masing-masing dari mereka menghadapi satu orang dari tim Aeera.
Aeera membantu dengan memberikan buff sambil terlindung di balik dinding energi array yang dibuat Sera. Sera secara khusus ditugaskan rajanya, Alex. Apapun taruhannya, lindungi puteri Aeera yang merupakan anak dari rajanya.
Booom! Booom!
Kenan bertarung dengan penuh gaya, tak ada perasaan lebih indah daripada pertarungannya yang heroik seperti ini. Bahkan, pertarungan itu menciptakan fantasi yang sangat memukau. Jauh dari perasaan takut dan tak berdaya di dunianya, dia bisa tersenyum di antara sabetan pedang energi dan dentuman ledakan. Pasukan musuh berjumlah ratusan, atau bahkan ribuan. Kenan menikmatinya meliuk di antara mereka dan menghancurkan mereka satu-persatu.
Apakah dia sedang berfantasi karena perasaan tidak berdayanya selama ini? Namun, kenapa fantasi itu terasa nyata dan dirinya seolah terobati dengan ketidakberdayaan sebelumnya.
Wosh!
Kenan meliuk, kesana dan kemari, di antara para iblis yang terus mencari celah kelemahannya. Memukul dan menghancurkan mereka satu-persatu, menghempaskan mereka semua seperti menerbangkan kapas.
Booom! BRUSH!
Serang!
Hancurkan dia! Dia akan kehabisan mana energi!
Teriakan para iblis saling memotivasi, sayangnya kekuatan Kenan masih terus mengalir dan mementalkan mereka semua. Sudah dua jam pertarungan berlangsung, Kenan belum terlihat lelah hingga para Iblis itu mulai kehabisan energi.
Ini tidak mungkin!
Apakah dia bukan manusia! Apakah dia dewa! Kenapa dia tidak kelelahan!
Kenan melayang di udara dan melihat pertarungan di sisi lain. Delapan orang yang bersamanya masih bertarung dengan baik, tidak ada yang terluka. Kenan bisa tenang menyelesaikan pertarungannya dengan para iblis.
Wosh!
Serangan energi api membara seperti bola raksasa dilepaskan oleh Sarukan, salah satu pemimpin di bawah kepemimpinan Shodam. Sarukan menggunakan kekuatan energi kosmik merah membara dari tangannya dan menembakkan energi itu pada Kenan yang melayang di udara.
BOOOOM!
Ledakan besar terjadi, bumi bergetar. Sarukan tersenyum, setidaknya serangannya cukup berhasil mengenai sosok manusia itu. Dia pasti terluka, asap mengepul di udara dan saat asap sudah mulai menghilang ada energi merah yang menembus awan tipis dan energi itu sangat cepat dan mengenai Sarukan tanpa pengantar.
Bruk!
Tubuh raksasa Sarukan tiba-tiba jatuh dan menimbulkan getaran, kepalanya pecah dan berlubang dan tertembus energi laser merah yang kuat. Energi laser itu bersumber dari atas, dari Kenan yang tangannya memegang sesuatu di tangannya dan memancarkan energi penghancur itu.
Kenan tersenyum. Ada gunanya juga membela mainan laser dari marketplace, dia sudah memesannya waktu itu dan membawanya sekarang. Ini bisa jadi senjata untuk menghancurkan secara total musuh-musuh yang berjumlah banyak.
Kini, para Iblis yang mulai gemetaran melihat Sarukan bahkan dibunuh dari jarak jauh dengan mudahnya.
Shodam melihat pasukannya terkena tekanan mental, jadi dia sendiri maju ke depan.
”Makan pil iblis kalian, kekuatan kita akan meningkat drastis. Jika kita tak bisa menahan kekuatan besar itu, raja kita Helios akan menyembuhkan kita!”
Benar!
Mereka memiliki pil yang sudah dipersiapkan oleh ahli sihir iblis. Jika mereka ingin lebih kuat dalam waktu singkat, maka mereka harus menelan pil iblis yang memicu kekuatan mereka hingga mencapai tingkat tinggi. Namun, pil iblis itu memiliki efek samping dan tidak boleh dimakan sembarangan.
Jika mereka menelan pil itu, maka artinya mereka siap untuk mati karena pembalikan dari efek samping kekuatan yang berlebihan.
Para iblis mengambil pil iblis mereka masing-masing, tapi mereka masih ragu. Di atas, Kenan masih memikirkan apa yang mereka persiapkan. Shodam harus mengambil inisiatif. Dia menelan pil iblis itu untuk dirinya sendiri untuk meyakinkan semua pasukannya.
Dia harus ambil resiko.
Glek!
”Aku sudah memakannya, apakah kalian tidak mempercayai pemimpin kalian!” Shodam mulai terlihat menyala, energi kuat dari dalam tubuhnya menguap dengan energi merah yang membara.
Hal itu menimbulkan semangat baru pada pasukan iblis yang tersisa. Mereka mengikuti pemimpin mereka, meminum pil darah iblis yang mereka simpan.
Setelah itu, masing-masing dari kekuatan mereka tampak meluap, energi merah menyala memenuhi tubuh mereka dan ukuran mereka menjadi lebih kecil.
Ultimate kekuatan mereka mencapai batas terkuatnya.
Kenan menyadari hal itu, kekuatan mereka bertambah besar.
”Tuan Kalandra, hati-hati mereka semua menjadi sangat kuat!” teriak Aeera.
”Tenang saja, Aeera ...!”
BOOOOMMMM!
Mata Aeera terbuka lebar, kecepatan itu sungguh membuatnya tak bisa bergerak dari tempatnya. Shodam yang telah menjadi lebih kecil sudah menghantam Kenan dengan palu energinya dan Kenan terlempar ke bawah dan menimbulkan ledakan besar.
Shodam terlihat sudah melemparkan Kenan dan tersenyum lebar, dia merasa sangat bersemangat menghancurkan Kenan. Dia merasa tubuhnya dipenuhi energi.
Tuan Kalandra ... Tidak mungkin!