Aku Datang, Aeera!
Dikepung 28
Pasukan Iblis terlihat geram mendengarkan manusia yang tidak tahu diri, mereka berani menghina komandan perang mereka, komandan Shodam.
”Sialan!” teriak Diroth, dia adalah iblis kepercayaan Shodam. Diroth mengangkat pedangnya ke atas, dia sudah tak tahan menunggu. Diroth merasa komandan yang dikaguminya diejek manusia yang selalu mereka injak-injak. Diroth tak terima, dia menerjang melewati Shodam dan melesat dengan pedangnya, dia hendak menerjang manusia kecil berambut panjang itu dan menghancurkan berkeping-keping.
Wosh!
Kecepatan tinggi, dan saat berada di pertengahan jarak antara pasukan iblis dan manusia.
BRUSH!
Benturan hebat terjadi, asap terlihat membesar dan menutupi pandangan semua orang hingga dua detik kemudian debu mulai hilang dan terlihat sosok manusia yang mengarahkan tangan kanannya ke tanah. Di tangan manusia itu, kepala Diroth sudah hancur dan masuk ke tanah, tanah terlihat retak dan Diroth sudah tak lagi bergerak.
Ya! Kenan menerjang lebih dulu dan melewati Diroth lalu menghantamkan kepala Diroth ke tanah dengan energi besar.
Kenan bangun dan berdiri, sosok Diroth sudah mati.
”Aku sedang bicara dengan pemimpinmu, apa kamu tidak punya sopan santun. Ah! Anak sekarang memang jarang diajari orangtuanya sopan santun.”
Kenan menggelengkan kepalanya. Semua mata masih melihat Kenan dan tak paham apa yang digumamkan Kenan barusan. Sepertinya, Kenan sedang bicara sendiri.
Pasukan Iblis baru menyadari kekuatan manusia yang membunuh Regius. Jadi rumornya benar, bahkan pasukan nomor dua yang setara dengan Regius dihancurkan dalam sekali pukulan. Kini, para Iblis itu tidak berani bertindak gegabah.
Saat itulah, putri Kalya dan yang lainnya tersenyum. Mereka baru menyadari bahwa para Iblis yang selama ini arogan bisa merasa tak punya nyali dengan kemampuan makhluk panggilan Aeera. Jadi, sebenarnya Iblis bisa dihancurkan dan ras manusia dan lainnya bisa bebas dari perbudakan.
”Jadi ... apakah kalian masih ingin meneruskan misi kalian untuk mendapatkan Kompas Emas dan Kunci Langit?” Kalya maju ke depan.
Tujuh orang ikut maju, mereka sudah tak takut pada kematian. Pertarungan ini akan menentukan nasib semua ras di masa depan. Jadi, saat ini merekalah pahlawan yang sedang ditunggu untuk pembebasan. Rasya dan Rania saling tersenyum. Perjuangan mereka menghadapi raja Iblis dahulu dikalahkan dan mereka harus menyembuhkan diri cukup lama. Kini, mereka tak punya ketakutan dan ikut maju.
Shodam kaget.
Srak!
Tanpa sadar, satu kakinya mundur ke belakang. Namun, dia segera tegak kembali. Dia teringat dengan Helios, rajanya. Kekuatan Shodam masih jauh di atas Diroth, tentu saja dia akan bisa mengalahkan para manusia itu, ditambah pasukan di belakangnya berjumlah ribuan. Para manusia itu setidaknya akan kehabisan mana dan mereka tetap akan menang.
Ha.. ha.. ha..
Shodam tertawa, benar dan para iblis masih punya kartu truf yang bisa meledakkan kemampuan mereka ke tahap ultimate. Jika memang harus bertarung sampai mati, maka dia bersedia mengorbankan jiwa raganya untuk Raja Helios dan demi kaum Iblis.
”Jangan sombong manusia! Itu hanya kemenangan kecil, pasti Diroth juga sedang lengah. Jadi, kalianlah yang akan menjadi tumbal kebodohan kalian sendiri!”
”Cukup bicaranya kerbau botak! Ayo mulai saja!” teriak Kenan.
Manusia bersiap dan tak takut lagi.
Shodam geram, lagi-lagi dipanggil kerbau botak! Sial, Shodam ingin marah tapi harus menahannya agar seolah terlihat berwibawa di hadapan semua pasukannya. Shodam mengangkat palunya ke atas, pasukan di belakangnya bersiap dan hendak menyerbu dengan kode palu itu turun ke bawah. Saat palu itu mulai bergerak, tiba-tiba bumi berguncang hebat.
Energi kuat datang dari arah selatan, tepat arah samping pertemuan sembilan manusia dan para iblis itu.
Drap! Drap! Wosh!
Apa lagi ini! Pasukan Iblis dan tim Aeera melihat ke arah datangnya suara. Pasukan besar datang dan debu beterbangan. Pasukan itu sangat cepat dan di antara mereka ada yang terbang dan melesat dengan kecepatan tinggi.
Mata Shodam tak percaya, itu adalah pasukan Monster Beast. Jadi, mereka juga sudah mendapatkan informasinya tentang para manusia yang hendak mencari Pedang Halilintar. Ah! Ini pasti sangat menyusahkan. Namun di sisi lain, Shodam juga merasa senang karena mereka bisa menghemat energi dengan melawan para manusia kuat itu.
Setidaknya, jika harus berbagi item maka mereka akan membagi satu item untuk masing-masing ras monster dan ras Iblis.
Pasukan Monster itu berhenti dan melihat manusia serta pasukan Iblis. Mereka mulai menerka apa yang sudah terjadi. Jadi, mereka belum terlambat rupanya. Kini, tiga pasukan itu saling melihat dan bersiaga jika terjadi serangan mendadak.
Di sisi lain, monster dan iblis juga selalu bertarung dan ada beberapa konflik. Mereka berbagi kekuasaan dengan mendapatkan masing-masing satu benua. Seringkali, mereka terlibat masalah sehingga raja monster dan raja iblis harus menyelesaikan masalah di antara mereka. Namun, rumor ratusan tahun lalu, keduanya pernah bertarung untuk memperebutkan kekuasaan seluruh dunia.
Keduanya terluka parah hingga akhir pertarungan, hingga mereka tak berani lagi untuk beradu kekuatan. Keduanya imbang dan memilih berbagi kekuasaan.
”Mau sampai kapan kita hanya berdiam diri!” suara Kenan. Kenan heran, dia sudah mendapatkan informasi tentang monster dan iblis tidak akur, namun mereka berbagi kekuasaan. Kenan duduk dengan santainya.
”Kenapa kalian tidak bertarung saja dan buktikan siapa yang menang, tentu saja yang menang bisa punya kesempatan untuk mendapatkan dua item yang kalian inginkan.”
Tentu, cukup menyenangkan melihat pertarungan mereka. Begitu pikir Kenan.
Shodam melihat pasukan Monster, tujuh beast pemimpin di bawah Horus datang secara keseluruhan. Artinya, mereka mengerahkan pasukan inti dan ingin merebut dua senjata item yang dibawa oleh para manusia itu. Tujuan monster dan iblis sama, dua item yang bisa memperkuat kekuatan mereka untuk bisa mendominasi seluruh dataran di dunia ini.
Secara tidak langsung, setiap ras ingin mendominasi ras lainnya dan ingin menjadi ras terkuat dan menguasai dunia. Omongan manusia itu ada benarnya juga.
Namun ... lagi-lagi Shodam berpikir keras. Jika dia bertarung dengan para monster, maka tim manusia itu akan mendapatkan keuntungan.
Bagaimana ini?
”Hai Shodam!” suaranya wanita, itu adalah Obisia, salah satu dari tujuh beast pemimpin para monster. Beast Rubeh yang memiliki tujuh ekor dengan bentuk seperti kucing raksasa.
”Bagaimana kalau kita bekerjasama dan menghabisi para manusia itu, lalu setelah itu baru kita urus item yang mereka bawa. Kita bisa bernegosiasi setelah mengalahkan para manusia itu.”
Beberapa pasukan dekat Shodam mendekat ke arah Sodam, mereka berdiskusi sebentar. Di saat yang sama, tim Aeera masih bersiaga, lawan yang mereka hadapi bukanlah lawan sederhana. Mereka semua adalah pasukan inti monster dan iblis. Namun, mereka melihat tuan Kalandra masih duduk dengan santai bahkan menguap beberapa kali.
Dia mengantuk? Di saat seperti ini?
Lagi-lagi, mereka harus memaklumi. Hal itu normal karena tuan Kalandra adalah makhluk panggilan dengan kekuatan sihir pemanggil. Artinya, Kalandra adalah makhluk yang menunggu perintah dari Aeera.
Kenan berdiri, diskusi monster dan iblis itu terlihat lama dan masih belum mencapai hasil. Kenan bosan. Pada akhirnya, tetap saja mereka harus bertarung dan kenapa menghabiskan banyak waktu terlalu lama.
”Hei, sudah belum diskusinya!” teriak Kenan.
Tujuh Beast pemimpin tertinggi monster melihat ke arah Kenan, dialah orang yang diceritakan oleh mata-mata mereka. Sosok manusia yang mengalahkan beberapa pasukan mereka dengan mudah.
”Aku sudah mulai bosan, jika kalian semua tidak keberatan silakan bergabung saja dan lawan kami bersama-sama. Hal itu menghemat waktuku, karena aku harus segera makan. Aku sudah lapar sekarang!”
Apa-apaan dia itu? Para monster dan iblis heran. Bahkan, mereka masih membahas untuk bekerjasama lebih dulu dan manusia itu menantang untuk mereka semua bergabung melawannya. Apakah dia memang sehebat itu?
Regas dan Sera yang selama ini menjadi komandan kebanggan kerajaan Haruga dan dari kerajaan Hanmus bahkan tak habis pikir. Mereka baru menyadari bahwa makhluk panggilan Aeera benar-benar berani bertindak sombong di hadapan kekuatan besar para monster dan iblis.
”Apa aku perlu langsung menghancurkan kalian atau kalian yang menyerang lebih dulu!” teriak Kenan kembali. Kenan sedang mempermainkan ketakutan para monster dan iblis tersebut, dia merasa itu akan berhasil membuat mental mereka semua dihancurkan.
Pasukan monster dan iblis masih ragu hendak menyerang. Mereka benar-benar terkena serangan mental karena mendengar rumor tentang kekuatan makhluk panggilan tersebut.
”Anda berhasil membuat mereka ragu, tuan Kalandra.” Yuhas masih memegang pedangnya dengan kuat, bersiap jika para musuh segera menyerang. Dengan banyaknya pasukan musuh, dia berpikir mungkin saja ini adalah akhir dari hidupnya. Belum pernah dalam hidupnya seberani ini dengan menghadapi semua kekuatan besar para monster dan iblis dalam satu tempat.
Tangan Yuhas terlihat gemetar meskipun dia mengatakan bahwa Kenan mampu membuat mereka ragu.
”Jangan takut Yuhas, hari ini adalah hari ditakdirkannya para monster dan iblis itu akan mengalami kekalahan telak. Aku akan menggunakan semua kekuatanku.”
”Ba ... baik tuan Kalandra. Aku mengandalkanmu.”
”Sial! Aku sudah tidak tahan lagi!” suara Ramau, beast dengan badan besar dan cakar tajam di kedua tangannya. Dia mendengus, dia merasa direndahkan sebagai salah satu dari tujuh kekuatan monster terkuat. Kecepatan dan cakarnya mampu menghancurkan gunung dengan satu serangan.
”Ayo, serang saja para manusia itu! Kita hancurkan kesombongan mereka!” suara Ruton, beast yang paling tinggi dan memiliki sisik tebal seperti sisik ular raksasa.
Pemimpin tujuh beast, Cyton, beast dengan taring yang keluar dari mulutnya ke bawah dengan rambut merah dan menyala. Dia mengambil keputusan untuk seluruh pasukan monster yang dikirim oleh Horus. Mereka harus mendapatkan item hebat yang dibawa tujuh manusia itu. Hidup atau mati.
Jadi dia memutuskan.
”Hai Shodam, mari kita bekerjasama lebih dulu dan kita hancurkan para manusia itu. Setelah itu baru kita akan memutuskan tentang item yang dibawa mereka.”
Shodam tak punya pilihan lagi, dia pun mengangguk.
Kenan menggeliat dan mendorong kedua tangannya ke atas, peregangan. Saatnya untuk pertarungan.
”Para pahlawan, kalian hadapi tujuh pemimpin para monster sambil melindungi Aeera. Aku akan bertarung melawan para Iblis.”
Tujuh orang pahlawan tak punya pilihan selain setuju, di belakang mereka Aeera tersenyum dan inilah puncak dari keputusannya untuk melawan para iblis dan monster. Ayo maju, Tuan Kalandra!