3 Duyung Cantik
Terbongkarnya Rahasia
Ketika di sekolahan Arabel berniat untuk menanyakan hal itu kepada Bu Maya setelah semalaman dia berpikir akan jalan keluar dari masalah yang sedang dihadapinya.
"Lo udah gila ya Ra, masa lo bilang gitu ke Bu Maya," kata Astrid kaget mendengar perkataan Arabel.
"Au nih Ra, dekat kolam renang aja gue takut terus sekarang lo mau bilang ke Bu Maya lo mau semua orang tahu tentang kita," timpal Ratu dengan panik.
Arabel menarik nafas dan mengembuskannya perlahan, "Bu Maya itu Guru sejarah yang pengalamannya banyak banget jadi Bu Maya pasti tahulah kalau kita tidak bertindak gimana kita mau dapat solusinya?"
"Gue tahu lo berdua menikmati semua ini kan? tapi paling enggak kita harus tahu apa yang terjadi dengan kita semua gue gak mau ya sekarang kita nikmati tapi akhirnya kita akan menyesal," jelas Arabel berusaha menenangkan kedua sahabatnya.
Ratu dan Astrid masih terlihat tidak yakin dengan perkataan Arabel mereka takut identitasnya akan terbongkar oleh semua orang.
Arabel merangkul kedua sahabatnya. "Gays dan gue yakin Bu Maya pasti tahu solusinya dan gue yakin Bu Maya pasti bisa menjaga rahasia kita, percaya sama gue," ujarnya sembari melirik ke dua sahabatnya dia mencoba meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Setelah pulang sekolah Arabel, Astrid dan Ratu menemui Bu Maya dan menceritakan semua yang terjadi kepada mereka sekaligus mencari solusi atas permasalahan yang terjadi.
"Kalian tuh sebenarnya kenapa sih kok tiba-tiba bertanya soal putri duyung?" ujar Bu Maya masih heran dengan ke tiga anak muridnya yang mendadak menanyakan soal putri duyung.
Mereka berhenti di tangga untuk melanjutkan persoalan dari rasa penasaran ketiga sahabat itu.
"Ya kita cuma penasaran aja gitu Bu," sahut Astrid.
"Iya Bu, benar dan aku dengar-dengar putri duyung itu putri salah satu makhluk tercantik di dunia," timpal Arabel sambil merapikan rambutnya yang tertiup angin.
"Hem ya sudah jadi konon ceritanya seribu tahun yang lalu ada yang berubah menjadi putri duyung nah seribu setahun sekali itu terjadinya gerhana bulan namun ini bukan gerhana bulan biasa dan setelah gerhana bulan selesai bulan kembali menyinari bumi dan mengenai air percikan air itu cahaya itu kena dengan seseorang dia akan berubah menjadi duyung," jelas Bu Maya sambil menatap ke tiga anak muridnya yang nampak serius menyimak.
"Nah bisa aja kan Bu, kalau gerhana bulan yang terjadi seribu setahun itu terjadi sekarang," sergah Ratu sambil menatap Bu Maya. "Ya kan?" ujarnya kepada kedua sahabatnya. Yang langsung dijawab dengan anggukan Astrid dan Arabel.
Namun Bu Maya malah tertawa mendengar omongan Ratu, "Ngaco kalian ini juga namanya legenda kebenarannya juga kita gak tahu benar atau tidak, Ya kan?"
"Jadi gini Bu, sebenarnya itu kita mau cerita, tapi Ibu jujur ya harus bisa jaga rahasia," seru Astrid dengan pelan.
Bu Maya menatap ke tiga muridnya itu mencari tahu kebenarannya, "Baiklah Ibu akan jaga rahasia kalian, mau cerita apa?" sahutnya.
Arabel memberikan kode kepada Astrid agar dia yang menceritakannya karena waktu di gua itu Astridl lah yang mengajak dia dan Ratu untuk berenang.
"Jadi begini Bu, kemarin kita terdampar di sebuah pulau," ujar Astrid memberikan jeda pada ceritanya.
Astrid pun menceritakan asal-usul kenapa mereka bisa terdampar di sebuah pulau itu sehingga masuk ke dalam gua menyeramkan sampai mereka bisa berubah menjadi putri duyung.
Arabel dan Ratu menganggukan kepalanya seakan-akan membenarkan apa yang dikatakan oleh Astrid karena mereka juga mengalami hal tersebut.
"Jadi begitu Bu, ceritanya." Astrid mengakhiri ceritanya sedangkan Bu Maya nampak kaget mendengarnya bahkan nyaris tidak percaya.
Setelah diam sebentar, Kalian ini mau ngerjain saya ya?" ujar Bu Maya tidak percaya dan hendak pergi.
"Bukan Bu!" sergah Astrid dengan kesal, "Kita bisa buktikan kok Bu kalau ini itu beneran," katanya.
"Iya Bu, Ibu harus percaya sama kita," sahut Arabel dengan memandang wajah Bu Maya.
"Iya Bu ini semua benar terjadi kepada kita," timpal Ratu sambil menganggukan kepalanya.
"Okey konon ceritanya jika seseorang berubah menjadi duyung maka dia akan bertemu dengan ratu duyung." Bu Maya kembali menjelaskan, "Nah apa kalian bertemu dengan ratu duyung?" lanjutnya.
Hal itu membuat Arabel, Ratu dan Astrid bingung dan terdiam karena mereka tidak mengalami bertemu dengan ratu duyung sampai saat ini.
"Enggak kan?" Bu Maya kembali bertanya saat ke tiga anak muridnya ini terdiam.
"Ya memang kita nggak bertemu dengan ratu duyung tapi itu benar Bu, kita bisa buktikan sama Ibu," sahut Ratu terlihat kesal karena Bu Maya tidak percaya kepadanya dan para sahabat-sahabatnya.
"Gini aja biar Ibu percaya sama kita mending Ibu ikut kita ke pulau itu bersama kita," ujar Ratu kembali tidak ada yang bisa dia katakan selain menunjukan tempat kejadian itu.
"Iya setuju Bu," timpal Astrid dengan antusias.
Bu Maya nampak berpikir sebentar, "Okey Ibu setuju."
Akhirnya Bu Maya mau ikut ke pulau itu bersama mereka bertiga membuat ke tiga sahabat itu tersenyum senang.
Siang hari itu juga mereka langsung pergi ke pulau Arletta menggunakan jetski Astrid lah yang membawanya sama seperti waktu itu untuk membuktikan kepada Bu Maya kalau apa yang diceritakannya itu adalah benar adanya dan mereka sendiri mengalaminya.
Sesampainya di pulau Astrid kembali memimpin menunjukan kemana mereka harus pergi.
"Anak-anak ini itu namanya jurang kalian yakin 100 %?" seru Bu Maya dengan terkekeh.
Astrid membawa ke tempat di mana Arabel terjatuh waktu itu.
"Iya Bu, ini benar tempatnya," sahut Astrid.
"Sekarang gini kalau kita lompat ke sana terus mati siapa yang mau tanggung jawab?"
"Udah Bu percaya aja, Ra lo duluan deh!" Astrid menyuruh Arabel untuk melompat ke dalam jurang tersebut.
"Okey gue duluan ya." Arabel pun langsung melompat ke dalam jurang itu yang disusul oleh Astrid dan Ratu.
Bu Maya yang menyaksikan itu khawatir, "Anak-anak kalian tidak apa-apa?" teriaknya sambil memegangi topi yang dipakainya.
"Gak apa-apa Bu," sahut Ratu dengan nada tinggi.
"Ayo Bu cepetan lompat!" seru Astrid dan Arabel bersamaan.
Akhirnya Bu Maya pun langsung lompat meski dia takut di dalam sana akan berbahaya.
"Ibu gak apa-apa kan?" ujar Arabel saat Bu Maya berhasil lompat dari atas sana.
"Gak apa-apa," kata Bu Maya sembari merapihkan pakaiannya.
"Yuk Bu, tempatnya di sana!" Ratu menuntun Bu Maya untuk masuk ke dalam.
Ketika mereka masuk ke dalam gua itu mereka kembali diserang oleh sekelompok kelelawar membuat Bu Maya kaget.
"Kalian ngerjain Ibu ya?" ujar Bu Maya yang nampak ragu dengan ketiga anak muridnya ini.
"Ya enggak lah Bu masa kita ngerjain Ibu sih," sahut Arabel meyakinkan Bu Luna.
"Iya Bu ini cuma kelelawar biasa doang kok," timpal Ratu dengan melipat bibi bawahnya ke dalam.
"Kalian yakin?" Bu Maya nampak kurang percaya dan khawatir jika terjadi sesuatu nantinya.
"Iya Bu, ya sudah yuk masuk saja!" ajak Arabel kembali berjalan masuk ke dalam gua itu.