3 Duyung Cantik
Punya Kekuatan Baru
Pada sore hari Arabel, Ratu dan Astrid pergi ke tepi laut tempat mereka biasa bersantai mencari udara segar.
"Duh bagaimana nih, masa jadi kaya gini kalau terkena air berubah jadi duyung terus kalau kering berubah jadi normal lagi jadi manusia biasa lagi hiks gue gak mau kaya gini gue gak mau," rengek Arabel sulit baginya menerima kenyataan ini.
"Lo kok gak mau sih Ra, kan seru tahu ya kan?" sahut Astrid dengan dua alisnya yang terangkat sambil memandang Ratu.
"Bisa-bisanya lo ngomong seru kita tuh gak normal Astrid, bagaimana sih lo." Arabel semakin tidak percaya bahwa kedua sahabatnya ternyata menerima kenyataan ini dengan mudah.
"Ya kita nikmati aja dan sekarang gue mau berenang," kata Astrid dengan antusias.
"Apa? lo jangan gila deh Strid! mending lo pikirin bagaimana caranya kita jadi normal lagi." Arabel mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.
"Udahlah Ra, mending kita berenang asik tahu." Astrid kembali merayu Arabel agar bisa berenang bersama-sama.
"Gak mau gue mau pulang!" Arabel bangkit dari duduknya untuk pergi.
Astrid dan Ratu pun ikut bangun dari duduknya menyusul Arabel. "Arabel!" teriak Ratu membuat Arabel berhenti sejenak saat Ratu memanggilnya.
"Kalau lo nolak gue siram, lo pilih mana mau berubah jadi duyung di sini atau berenang sama kita." Kini Astrid malah mengancam Arabel sahabat yang satunya ini memang agak susah dibilangin.
"Apaan sih Strid, gak gue mau pulang!" teriak Arabel yang terus menerus menolak ajakan Astrid.
Astrid pun langsung menyiram Arabel dengan air minumnya namun Arabel berusaha menghindar dan ternyata air itu melayang di depan Arabel sebab tangan Arabel yang berhasil menahannya. Sedangkan mereka semua terkejut melihat air yang melayang itu.
"Arabel lo punya kekuatan?" tanya Astrid tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Arabel menggelengkan kepalanya dia sendiri tidak tahu apa yang terjadi kenapa tangannya bisa menahan air, seketika dia berusaha mengendalikan air tersebut dan menjatuhkannya.
"Berarti kita punya juga dong, coba lo siram gue!" ujar Astrid dengan antusias dia ingin tahu apakah dia juga mempunyai kekuatan seperti Arabel atau tidak.
Arabel yang masih bingung menuruti apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu dia menyiramkan air tersebut kepada Astrid namun Astrid langsung berubah jadi duyung.
"Yah kok gue berubah sih?" Astrid merasa kesal ternyata dia tidak mempunyai kekuatan yang sama dengan Arabel.
Ratu pun kaget melihat Astrid yang berubah, "Lo salah kali Strid, gunain kekuatan lo," ujarnya. "Coba Ra, lo siram ke gue!" katanya lagi kepada Arabel dia sendiri pun ingin mencobanya.
"Okey okey." Arabel pun menyiramkan air tersebut kepada Ratu yang ternyata kembali gagal Ratu terjatuh dan berubah menjadi duyung. Astrid dan Arabel menatap Ratu heran.
"Yah kok gue juga berubah sih," ujar Ratu saat melihat dirinya yang berubah menjadi duyung.
"Berarti cuma lo doang dong yang punya kekuatan," seru Astrid sambil menunjuk ke arah Arabel.
Saat itu juga Arabel panik dan bingung, "Gue juga gak tahu kenapa bisa begini duh apa sih yang sebenarnya terjadi sama kita."
Seketika dia mempunyai ide untuk menanyakan semua ini kepada orang, "Kayanya gue harus menanyakan ini kepada seseorang," serunya.
Arabel pun langsung menemui seseorang yang menurutnya paham akan sejarah dia adalah Doni sahabat Arabel, sore itu Arabel mengajak Doni janjian untuk menemuinya di tepi laut.
"Ada apa Ra, kok tumben ngajak ketemuan?" tanya Doni bingung karena tidak biasanya Arabel selalu tidak mau kalau diajak ketemuan namun saat ini Arabellah yang justru mengajak dirinya ketemuan.
Doni adalah sahabat cowok yang Arabel punya, entah mengapa Doni begitu perhatian dengan Arabel dan selalu menolong Arabel jika ada tugas sekolah, Doni adalah cowok culun yang selalu memakai kacamata dan berlagak orang bodoh sehingga dia selalu menerima bullyan dari Andi dan kawan-kawannya.
"Gini Don." Arabel menepuk bahu Doni membuat cowok itu berbunga-bunga karena sentuhan Arabel, "Lo kan orang yang jenius ya gue mau nanya sesuatu tentang putri duyung," ujar Arabel dengan hati-hati agar Doni tidak curiga.
"Hemm aku gak tahu, Ra. Tapi kok tiba-tiba kamu nanya putri duyung Ra, kan itu cuma dogeng," sahut Doni yang menanggapi pertanyaan Arabel adalah sesuatu yang lucu.
Arabel menarik kembali tangannya dia bingung harus jawab apa ketika Doni bertanya tujuan dari pertanyaannya, "Ya enggak gue nanya aja sih cuma pengen tahu aja gitu," katanya sedikit kikuk.
"Kalau gitu kenapa gak tanya langsung aja sama Bu Maya dia kan Guru sejarah pasti tahu," sahut Doni santai sambil tersenyum.
"Hah? Bu Maya?" Arabel kaget mendengar nama yang disebutkan Doni.
"Iya Bu Maya setahu aku dia pinter banget, pengalaman ngajarnya aja banyak pasti tahu tentang duyung," kata Doni dengan antusias menceritakan tentang Guru barunya itu.
"Ehem enggak kali Don, makasih ya atas infonya." Arabel langsung bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Doni yang masih bingung.
Di saat Arabel sedang berjalan pulang tiba-tiba dia dihadang oleh Andi cowok yang sudah lama mengincar Arabel namun selalu ditolak olehnya.
"Arabel kalau kamu gak balas pesan aku, teman kamu yang culun itu aku akan ceburin!" Andi mulai mengancam Arabel kembali.
"Maksud kamu?"
"Kamu putar balik deh lihat tuh!" Andi menunjukan dimana Doni ditahan oleh temannya Andi dan akan didorong ke laut.
Arabel yang melihatnya panik, "Doni!!" teriaknya, Arabel langsung berlari untuk mendekat.
Andi lagi-lagi menahan Arabel, "Ettss tunggu dulu! gak segampang itu Arabel, padahal ini hal terkecil loh kamu tinggal balas pesan aku aja kok, sekarang kamu pilih mana balas pesan aku atau sahabat kamu itu aku ceburin."
Menyebalkan sekali, Arabel terlihat bingung saat itu juga jika dia balas pesan Andi cowok itu akan merasa kegeeran dan bilang ke semua temannya kalau Arabel adalah pacarannya Arabel sangat tahu bagaimana Andi.
Karena tidak ada respon dari Arabel cowok itu pun langsung menghampiri temannya, "Sebentar," katanya sambil berlari dan mengambil alih Doni dari temannya.
"Don!" teriak Arabel kebingungan.
"Arabel tolong aku!" Doni yang merasa ketakutan berusaha melepaskan dirinya dari cekalan tangan Andi namun cekalan tangan Andi begitu kuat.
Sedangkan Arabel semakin bingung tidak tahu apa yang harus dilakukannya, di sekitar sana tidak ada orang memang cafe di tepi laut ini sedang sepi akhir-akhir ini.
"Aaa," teriak Doni saat tubuhnya terdorong ke belakang dan hampir jatuh ke laut. Seketika Arabel menggunakan kekuatannya sehingga membuat Andi dan temannya terdorong ke laut saat itu juga Arabel tidak menyangka berhasil menggunakan kekuatannya dengan baik.
Ketika itu juga Ratu dan Astrid yang memang berada di dekat sana kaget melihat itu dan langsung menghampiri Arabel dan Doni.
"Hahaha." Semuanya tertawa senang melihat Andi dan temannya yang malah jatuh ke laut.
"Yah basah ya rasain tuh hahaha," ejek Ratu sambil mengulurkan lidahnya kepada Andi dan temannya.