3 Duyung Cantik
Mitos Bulan Purnama
Mereka bertiga akhirnya pergi mencari jalan keluar, pulau Arletta terlihat begitu menyeramkan baru saja mereka masuk sudah disambut dengan sekelompok kelelawar membuat mereka serempak berteriak dan saling berpegangan tangan serta memejamkan matanya.
"Duh serem banget sih Rat," gerutu Arabel dengan ketakutan dia terus memegangi tangan sahabatnya itu.
"Iya Strid mending kita balik lagi aja yuk ke sana!" ajak Ratu dengan ketakutan dan sedikit emosi.
"Udah tenang aja kita akan menemukan jalan keluarnya di sana," ujar Astrid yang bersikap lebih tenang dibanding kedua sahabatnya itu.
"Tapi kalau kita kesasar bagaimana?" Arabel panik dia tidak tahu ke mana arah jalan keluarnya.
"Kita akan menemukan jalan keluarnya percaya sama gue ya sudah yuk ikutin gue!" ajak Astrid yang berlalu masuk ke dalam gua tersebut.
"Gue takut!!" rengek Arabel dengan begitu ketakutan. Ratu menyentuh bahu Arabel, "Sudah yuk masuk saja!" katanya merayu Arabel untuk ikut masuk ke dalam gua.
Pada akhirnya Arabel dan Ratu pun mau masuk ke dalam gua kali ini dia menyerahkan semuanya kepada Astrid sehingga mau mengikuti petunjuk yang dia berikan.
"Halloo, apa ada orang?" teriak Astrid dia berjalan paling depan diantara kedua sahabatnya.
"Halloo!!" ujar Arabel ikut bersuara memastikan bahwa di dalam tidak ada orang. Suara mereka menggema di dalam gua yang lagi-lagi mereka diserbu oleh banyaknya kelelawar mereka pun langsung berpegangan tangan sampai kelelawar itu hilang.
Pandangan mereka mengitari gua tersebut takut jika tiba-tiba kelelawar itu akan menyerang mereka kembali, Ratu mulai mengeluh ketakutan mereka pun berjalan mundur untuk menghindari serangan kelelawar namun tiba-tiba batu besar yang ada di belakangnya itu terbuka membuat mereka masuk dan seketika batu itu tertutup kembali.
"Aaaaa!!!" Mereka bertiga berteriak kaget.
"Duh kayanya kita terjebak deh di gua ini bagaimana kalau beneran gak bisa pulang," ujar Ratu bingung karena belum menemukan jalan keluarnya.
Sedangkan Astrid terus berjalan mencari tahu apakah di dalam gua ini ada orang atau tidak.
"Hallo, apa ada orang nggak yah?" teriak Astrid dan berhenti di bawah sinar bulan. Pemandangan Arabel tertuju pada bulan tersebut dia teringat akan legenda yang pernah dia dengar dari orang-orang.
"Nah lihat deh! bulan purnamanya nampak sempurna." Arabel menunjuk kepada bulan purnama yang terlihat jelas.
"Gue pernah dengar legenda gitu sih katanya kalau bulan purnama nampak sempurna kaya gini terus kalau cahayanya jatuh tepat pada orang berenang maka seseorang itu akan berubah menjadi duyung."
"Ra, lo bagaimana sih kok mikir tentang legenda bulan sekarang tuh kita harusnya mikir jalan keluar," kesal Astrid yang nampak tidak percaya akan legenda bulan purnama.
"Au nih Arabel ishh udahlah. Ra," sahut Ratu dia ikut kesal karena situasinya sedang tidak pas untuk memikirkan hal yang mustahil baginya.
Astrid mulai mencari jalan keluar sambil melihat-lihat kanan dan kirinya seketika pandangannya tertuju pada air, "Nah itu ada air gue yakin pasti air ini terhubung dengan laut, ini dia jalan keluarnya ya kita harus nyebur," serunya dengan senang.
"Maksud lo?" Arabel kaget matanya menatap Astrid tidak percaya padahal dia baru saja menceritakan legenda bulan purnama.
"Iya kita harus nyebur Ra, lo mau pulang kan?" kata Astrid, baginya ini adalah jalan satu-satunya untuk bisa keluar dari gua ini.
"Lo gak dengar tadi legendanya?" Arabel masih gigih mempercayai legenda bulan purnama itu.
"Arabel, kita gak ada waktu buat memikirkan itu lo mau pulang kan?" Astrid masih berusaha merayu Arabel untuk mau mengikuti sarannya.
"Mending lo berdua aja deh, gue nggak biar gue cari jalan keluar yang lain," kata Arabel menolak saran Astrid.
"Ayolah Ra, ini tuh zaman modern masa lo masih mikir legenda kaya gituan, ini itu jalan keluar kita satu-satunya." Astrid kembali berseru dia berusaha meyakinkan Arabel bahwa semuanya akan baik-baik saja.
"Tapi gue takut!" sergah Arabel, wajahnya terlihat cemas dan bingung.
"Lo percaya enggak sama gue? kita pegangan tangan kita nyebur bertiga okey!" Astrid mengulurkan tangannya baginya ini adalah jalan satu-satunya yang bisa mengeluarkan dirinya dan sahabat-sahabatnya dari gua ini.
Ratu pun ikut membujuk Arabel agar mau mengikuti saran Astrid, "Iya. Ra, kita pegangan tangan biar gak mencar," sahutnya.
Setelah sekian lama membujuk Arabel akhirnya dia mau dan mengulurkan tangannya kepada Ratu dan Astrid, baginya apapun yang terjadi itu urusan belakangan yang terpenting dia dan kedua sahabatnya bisa keluar dari gua ini.
***
Keesokan harinya Astrid dan Ratu sedang asik telponan sambil tertawa-tawa, namun tiba-tiba tubuh Astrid merasa gerah dan ingin mandi begitupun dengan Ratu sendiri yang akhirnya dia pergi ke kolam renang belakang rumahnya.
Astrid yang merasa ada yang aneh pada dirinya seketika takut untuk menyentuh air, pada saat dia menyentuh air ternyata tidak terjadi apa-apa membuat dirinya senang dan langsung mandi di bathroom.
Ratu dengan asik berenang di kolam renangnya tidak lama kemudian dia berubah menjadi putri duyung dengan sisik berwarna pink membuat dirinya kaget begitu pun dengan Astrid.
Dengan cepat Astrid menghubungi Ratu untuk memberitahu sahabatnya itu. "Ray, gue berubah!" teriak Astrid histeris.
"Sama Strid, gue juga berubah," sahut Ratu sambil memandangi kakinya yang berubah menjadi ekor duyung, "Tuh kan gue bilang apa, legenda yang Arabel bilang itu benar."
"Arabel! coba lo telepon Arabel sekarang," ujar Astrid yang pada akhirnya dia juga yang menghubungi Arabel.
"Hallo Ra, lo di mana?" tanya Astrid sebelumnya Arabel bilang bahwa dia ingin pergi ke suatu tempat. "Dah gue berubah jadi duyung."
"Apa? sebentar Strid." Saat itu juga Ratu menghubungi Arabel dan dia pun langsung menggabungkan sambungan telepon agar bisa berbicara dengan keduanya. "Hallo Rat?"
"Arabel, gue berubah!" ujar Ratu memberitahu.
"Apa?? lo juga berubah." Arabel kaget dia tidak percaya jika kedua sahabatnya bisa berubah menjadi duyung ternyata apa yang dikatakan tentang legenda bulan purnama itu benar.
"Lo sekarang bagaimana?" tanya Astrid dia ingin tahu apakah Arabel juga berubah menjadi duyung atau tidak.
Arabel menatap kedua kakinya, "Eh sebentar," sahutnya dengan berlari masuk ke dalam rumahnya. Tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras membuat Arabel terkena air hujan.
Arabel kembali menempelkan ponselnya di telinga. "Gue gak apa-apa kok," lanjut Arabel santai sambil mengusap tangannya yang basah.
"Kok lo gak apa-apa sih?" teriak Ratu dan Astrid bingung.
Saat itu juga Arabel terjatuh di lantai depan rumahnya dan berubah menjadi putri duyung, "Ahh."
"Ada apa Ra?" tanya Ratu penasaran karena mendengar suara teriakan Arabel.
Arabel masih memandangi kakinya yang berubah lalu kembali mengangkat ponselnya, "Gue juga berubah," katanya lirih.
Pada saat mereka nyebur ke air sinar bulan purnama itu jatuh tepat pada Arabel, Ratu dan Astrid hal itu membuat mereka berubah menjadi putri duyung dan legenda yang dikatakan Arabel pada saat itu benar terjadi.