Untuk FADHIL

Siapa Laura?

Ketika rapat berlangsung ponsel Fadhil berdering, Keyla menatap layar ponsel Fadhil sebelum si pemilik ponsel itu mengangkatnya, yang mana tertera nama Laura di sana, semua orang yang ada di ruangan itu terpaksa harus berhenti untuk berbicara, dan tak lama kemudian Fadhil memutuskan sambungannya dan kembali dengan raut wajah yang berbeda.

Hati Keyla merasa terbakar, entah kenapa Keyla merasa bahwa perasaannya sedang di uji, haruskah dia kembali berharap? Bahwa cowok itu memang benar-benar mencintainya. Rapat telah selesai, Keyla merasa dia harus kembali bersikap cuek kepada Fadhil, dia tahu bahwa hatinya sangat mudah rapuh dan luluh oleh sikap manis Fadhil selama ini tapi, dia juga tahu jika bukan hanya dirinya yang merasakan rayuan buaya cowok itu.

“Keyla!” seru Fadhil.

Langkah Keyla terhenti, setelah rapat selesai teman-temannya sudah terlebih dahulu pulang di antar dengan cowok-cowoknya, sebenarnya Kevin juga akan menjemputnya namun Keyla melarangnya.

“Pulang bareng gue yuk?” ajak Fadhil.

Keyla terdiam, pikirannya berteriak untuk mau menerimanya tapi hatinya saat ini memaksa untuk menolaknya.

“Gue mau ke toko buku dulu,” jawabnya, sambil terus berjalan.

Fadhil dengan sigap, “Gue antar ya!” Sambil Fadhil mengulurkan helm.

“Maaf Fadh, gue sendiri ajh, terima kasih atas tawarannya.” Keyla pergi setelah mengatakan itu kepada Fadhil.

Fadhil merasa ada yang janggal dengan sikap Keyla kepadanya namun, dia tidak mengerti apa sebabnya, hatinya merasa perih menerima penolakan darinya, selama ini semua cewek tidak ada yang berani menolak ajakannya.

Ada rasa ingin mengejar Keyla tapi Fadhil takut jika Keyla akan tambah menjauhinya sebab dia terlalu memaksa. “Biarlah, dia tidak akan bisa menjauh dari gue,” ucap Fadhil sambil menyeringai.

Dia percaya karena selama 1 minggu ini dia akan selalu dekat dengan cewek itu. Ketika dia ingin menjalankan motornya tiba-tiba ponselnya berdering.

“Fadh, jangan lupa nanti sore ada pertandingan futsal di Jaya Permai, lo harus datang ya!”

“Wahh pasti seru nih, eh Jay! Lo undang cewek-cewek gak? Buat jadi chiliders,” seru Fadhil, sudah lama sekali dia tidak main futtsal, rasanya dia harus ikut nih, sambil berolahraga.

“Lo tenang aja Fadh, ya udah gue tunggu ya!” Telepon pun terputus secara sepihak.

***

Seperti ucapannya tadi siang, Fadhil pun menepati janjinya kepada Jaya untuk datang ke tempatnya, semua anak-anak futtsal sudah berkumpul, Fadhil datang dengan mengunakan baju olahraga dan sepatu kesayangannya.

“Hay Fadh!” seru Adit, Jaya dan Riko.

Semuanya sudah berkumpul di sini, Adit terlihat keren menggunkan bando sport di rambutnya, Riko yang sudah siap menggunakan palm support deker pelindung telapak tangan Futsal kiper anti kram, sedangkan Jaya sendiri sudah siap dalam penampilannya.

“Masuk dulu yuk, gue udah siapin minuman buat lo semua.”

Semuanya masuk ke dalam Jaya coffee, yang memang sudah di sediakan untuk tempat perkumpulan anak muda, Jaya coffee tersebut sengaja di bangun di dekat lapangan futsal, ruangan tersebut dihiasi dengan dekorasi dinding buatan tangan yang kreatif, Fadhil sangat suka nongkong di tempat ini saat ada pertandingan futtsal.

“Hay bro!” seru Ilham, sambil tos High Five bersama Adit, Riko, Jaya dan Fadhil.

Ilham adalah salah satu tim Fadhil yang akan bermain pada sore ini, Ilham paling tua diantara yang lainnya, dia pernah satu sekolah dengan Fadhil saat duduk di bangku SMP, yang akhirnya Fadhil dipindahkan di sekolah milik Papahnya sendiri, meski mereka tidak satu sekolah hubungan pertemanannya tidak akan putus, bahkan Fadhil sudah mengenalkan Ilham kepada teman-temannya yang lain, yang kini mereka semua telah menjadi teman.

Karena semua sudah lengkap, mereka pun memasuki lapangan, permainan futtsal pun berlangsung, dan pada pertandingan ini, mereka akan mempertaruhkan uang senilai 6 juta serta cewek cantik yang boleh di ajak jalan, Adit yang paling bersemangat dalam menyangkut cewek cantik, bahkan dia siap untuk mentraktir lebih dari dua cewek.

Tim Fadhil Alexsander akan disebut dengan Tim Empat Serangkai, sedangkan tim lawan yang berasal dari sekolah ternama juga, yang di ketuai oleh Kevin Agusta Mendra yang disebut dengan Tim Absurd, mereka semua harus bermain dengan sportif, Dimas menjadi wasit dalam pertandingan tersebut, dia memiliki peranan yang begitu penting dalam mengatur dan mengontrol jalannya permainan.

Kecurangan pun terjadi pada Tim Absurd, Dimas memberikan kartu kuning (pelanggaran yang masih ringgan) dan masih diperbolehkan untuk lanjut bermain, semua itu membuat permainan semakin memanas, Fadhil pun berdiri dengan waspada, saat Riko mengumpan bola kepadanya, yang akhirnya Fadhil mampu mengambil alih bola tersebut dan berhasil memasukan bola ke dalam gawang lawan.

Semua penonton pun bersorak ramai, membuat cewek yang menjadi taruhan pertandingan ini tersenyum senang, dia sangat berharap penuh bahwa Fadhil yang akan memenangkan pertandingan Futsal kali ini.

Permainan yang penuh sensasi, bisa menghiburkan diri dan pastinya permainan ini sehat juga bagi kesehatan, pertandingan ini pun berkahir pada jam 05:25 WIB, berarti sudah 20 menit lamanya.

“Woy, selamat ya!” ujar Kevin sambil menepuk bahu Fadhil yang sedang duduk .

Pertandingan ini telah di menangkan oleh Tim empat serangkai, Kevin mengakui kekalahan pada dirinya, meski dia sangat membenci Fadhil, dia masih bersikap ramah pada cowok itu, apalagi dia adalah cowok yang sahabatnya suka.

“Thanks ya Bro, nih minum!” Fadhil memberikan Kevin botol minuman.

Semua teman-teman Fadhil pun merasa sangat senang bisa memenangkan pertandingan ini, para penonton pun sedikit demi sedikit meninggalkan lapangan, hanya tersisa chiliders yang sedang mengganti pakaiannya.

“Fadhil!” seru Jaya, membuat Fadhil menoleh dan menghentikan kegiatannya yang sedang mengusap peluhnya.

“Woy, di dalam ada Laura, dia sedang nunggu lo tuh,” ujar Jaya sambil menunjukan dengan dagunya dan duduk di samping Fadhil.

“Lo suruh Adit aja deh, lagian kenapa sih lo milih dia buat taruhan pertandingan ini?”

Fadhil masih tidak menyangka Laura masih tidak mau berubah, sebenarnya Fadhil kasihan dengan Laura yang masih mengejar cintanya, bahkan cewek itu sudah berani mendekati kedua orang tuanya untuk mengambil hatinya.

“Eh Fadh, Adit takut sama lo, katanya dia gak berani sentuh si Laura, lagian lo tahu kan Laura bagaimana, apalagi dia tahu kalau lo ikut tanding,” celetuk Jaya sambil menggelengkan kepalanya.

“Ya sudah sama lo aja sana, hubungan gue aja sama Keyla sedang tidak baik,” sahut Fadhil, ingat bahwa Keyla sedang mencoba menjauhi dirinya.

“Lo ngaco aja Fadh tapi, gue akui lo memang sedikit berubah semenjak deket dengan Keyla,” ujar Jaya yang menyadari perubahan Fadhil akhir-akhir ini.

Adit saja yang dikenal fuckboy takut untuk mendekati Laura, dan meskipun Jaya pernah berpacaran dengan Laura, dia merasa gak enak buat deketin cewek itu karena memang tahu jika cewek itu naksir dengan temannya sendiri, Jaya masih ingat dulu pernah berantem dengan Fadhil karena dia mengira bahwa Fadhil yang sudah merebut Laura darinya, hal itu membuat Jaya merasa gak enak dengan Fadhil.

“Gue ngerasa Keyla beda banget dari cewek-cewek yang lain, gue gak mau ngelepasin dia, apalagi gue tahu jika dia memang sudah naksir gue dari dulu,” ucap Fadhil, yang ingat akan perkataan Kevin untuk menjaga perasaan Keyla.

“Ya sudah, gue cabut dulu ya! Jangan sia-siain kesempatan!”

Fadhil menepuk bahu Jaya sambil tersenyum, dia mengerti maksud Fadhil, karena sudah larut malam, Adit dan Riko pun berpamitan kepada Jaya untuk pulang, sedangkan Fadhil memang sudah lebih dulu.

Laura mendapat pesan dari Fadhil untuk menepati janjinya namun, Laura merasa marah saat tahu Fadhil sudah pulang duluan dan menitipkannya kepada Jaya, dengan terpaksa Laura diantar pulang dengan Jaya dan memenuhi janjinya yang mau menerima untuk diajak jalan.

"Nyebelin banget sih tuh cowok," gerutu Laura di depan Jaya.

"Sabar, Fadhil lagi buru-buru jadi gak bisa jalan sama Lo mending sama gue aja yuk!" ajak Jaya seraya meraih tangan Laura untuk pergi namun Laura diam terpaku. "Hayu?" ujar Jaya sekali lagi sambil memandang Laura yang sedang cemberut.

Akhirnya Laura menerima ajakan Jaya untuk pergi, jika hubungannya terus begini akan ada cinta lama bersemi kembali, Laura mencoba untuk tidak baper lagi dengan Jaya karena dia hanya ingin menikah dengan Fadhil yang sudah dijodohkan oleh kedua orangtuanya.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!