Untuk FADHIL
Naksir Guru Baru
“Kenapa disaat dia mulai suka, hati gue malah menolaknya.”
“Hay gays,” ujar Bella, menyapa teman-temannya yang sedang asik bercerita.
“Dari mana aja lo, baru datang?” tanya Raya heran, biasanya Bella dan Anna selalu datang bersamaan untuk memesan bakso.
“Biasa, gue habis ketemu Ayang gue dulu,” jawab Bella dengan ceria, dia ingat bahwa ada sesuatu yang akan diceritakan kepada Keyla, dia rasa Keyla harus tahu soal ini. Anna dan Keyla terlihat sibuk dengan layar leptop di pangkuan Keyla.
“Hey Key, lo tahu gak?”
Keyla menggeleng tanpa menoleh, cewek itu memang terlihat pokus dengan tugas-tugasnya, bahkan dia ke kantin hanya untuk minum es saja.
“Key, semalam kan Fadhil kabur dari rumah,” ujar Bella dengan sangat pelan.
“Apaan sih, orang tadi gue ketemu dia kok. Ra, Fadhil sekolah kan ya?” tanya Keyla, tidak merasa ada sesuatu apapun yang terjadi dengan Fadhil.
“Iya dia ada kok, bahkan tadi dia sempat berbuat ulah dengan Laura,” ujar Raya.
Laura adalah cewek yang sedang mengejar-ngejar cintanya Fadhil, Mamahnya Fadhil juga merestui hubungan Laura dengan Fadhil, mengingat nama Laura, membuat Keyla selalu ingin tahu bagaimana dan sejauh mana hubungannya dengan Fadhil.
“Maksudnya Ra?” Keyla mengalihkan pandangannya dari layar leptop, sakit sih jika harus tahu kenyataanya bahwa Laura dan Fadhil memang sudah di restui oleh kedua pihak orangtuanya.
“Iya tadi, dia bertengkar gitu saat ada pelajarannya Pak Eza, gue sih samar-samar denger katanya semalam Fadhil tidur di mana?”
“Pasti Laura tahu dari orangtuanya Fadhil,” sahut Anna.
Keyla nampak kaget, dia meletakan leptopnya di atas meja, Anna yang melihat kecemasan Keyla memberikannya minuman.
“Dan tadi Riko bilang sama gue Key, jika semalam Fadhil menginap di rumahnya,” jelas Bella yang ingin dia sampaikan sejak tadi, “Tapi, Riko tidak memberitahu gue sebabnya apa, memangnya Fadhil tidak cerita sama lo Key?” lanjut Bella.
“Enggak, bahkan untuk memberitahu gue pun pasti Fadhil mikir dulu, emang gue siapanya dia?” sahut Keyla sambil tersenyum.
“Tapi, kan Key,” sergah Raya, dia mengerti bahwa Keyla sedang tidak percaya diri.
Keyla sedang mencoba menyembunyikan perasaannya dari teman-temannya. Sedetik kemudian Keyla terdiam, dia sangat ingin tahu apa yang telah terjadi dengan Fadhil namun, dia merasa tidak berhak untuk ikut campur urusan pribadi orang.
“Bell, tadi gue sama Fadhil sudah menghadap Bu Fatimah, nanti pulang sekolah akan ada rapat panitia Event, lo bilangin yang lain ya!” ujar Keyla.
Bel masuk pun berbunyi, Keyla kaget saat Fadhil mengirim pesan berupa semangat untuk dirinya, cowok itu memang selalu menyebalkan, Keyla merasa cemburu dengan Laura yang mungkin tahu segalanya menyangkut cowok itu, dengan sengaja Keyla tidak membalas pesan Fadhil dia takut akan terjadi masalah pada dirinya. Mencegah lebih baik dari pada mengobati, sebelum hatinya terluka dia lebih baik mencegah Fadhil untuk masuk ke hatinya.
***
Saat ini kelas Keyla sedang belajar Indonesia, Pak Rafi lah Gurunya, membahas tentang laporan kegiatan, dan Pak Rafi pun membuat kelompok yang terdiri dari 5 kelompok yang mana setiap kelompok harus membuat satu contoh laporan dengan tema yang berbeda-beda.
“Pak, kok kelompok saya cuma 4 orang doang, sedangkan yang lain 5 orang,” ujar Bella kesal.
“Ya elah Bell, namanya juga kelompok terakhir, terima aja udah.” celetuk Joko.
“Eh, biarin aja udah, lagian percuma ada orang banyak tapi, yang kerja cuma 2 orang,” sahut Adit, yang di setujui oleh teman-temannya yang lain.
“Eh, perasaan gue ngomong sama Pak Rafi, tapi yang jawab banyak banget ya? Lo semua ganti nama, hah?” tandas Bella saking sebalnya.
Keyla dan Anna hanya tertawa kecil melihat tingkah laku sahabatnya ini, Keyla pun mengelus-elus punggung Bella, agar emosinya dapat di kendalikan.
“Sudah, sudah, gak usah bertengkar, Bella mengapa saya memberikan kamu 4 teman saja dalam tugas ini, karena saya yakin kamu bisa,” ujar Pak Rafi membuat semua muridnya bersorak ramai.
“Duh, si Bapak bisa-bisanya berkata seperti itu kepada Bella,” sahut Anna sinis, tidak tahu mungkin jika perkataannya akan membuat Bella terbang dibuatnya.
“Eh, Bella gue aduin lo sama si Riko,” seru Jaya yang memang tukang adu domba.
Bella menoleh manatap sinis Jaya, “Eh, awas aja loh kalau sampai Riko tahu, gue jadiin oncom lo, mau?”
Jaya jadi berseru mendengar ancaman Bella, yang kemudian langsung dihentikan oleh ketukan penggaris papan tulis.
“Sudah diam semuanya! Kerjakan dengan benar.”
Mendengar Pak Rafi yang sudah marah semua murid pun langsung diam dan kembali mengerjakan tugasnya.
“Eh Key, Pak Rafi kalau lagi marah nambah keren ya?” ujar Bella sambil terpukau.
Keyla hanya menggelengkan kepalanya ambigu, bukan hanya Bella yang mengagumi Pak Rafi namun ada juga salah satu Guru yang memang selalu tebar pesona di depan Pak Rafi. Bel istirahat pun berbunyi dengan sangat nyaring. Tugas masih belum selesai, Pak Rafi memberikan tambahan waktu sampai besok, semuanya harus sudah selesai dan dikumpulkan kepada Arka.
Semua murid pun meninggalkan kelas, hanya tersisa Arka, Jaya, Adit, Raya, Ratna, Bella dan Keyla. Mereka adalah para panitia yang akan mengurus event sekolah nanti.
“Eh Arka, nanti buku anak-anak gue yang megang aja ya!” ujar Bella sambil senyum-senyum.
“Baiklah tapi, lo harus tepat waktu ngasih tuh buku agar Pak Rafi tidak marah dan memberikan tugas tambahan.” Arka yang paham langsung mensetujui permintaan Bella.
“Okey.” sahut Bella sambil melingkarkan jari jempol dan penunjuknya.
“Key, telepon Fadhil geh, dia lama banget datangnya.”
Keyla yang memang sedang menunggu cowok itu dengan cepat dia mencoba menghubungi Fadhil namun tidak dapat dihubungi, hingga tangan Keyla dihentikan oleh seseorang membuat Keyla menoleh yang ternyata dia adalah orang yang ingin Keyla hubungi.
“Jangan hubungi gue, untuk bertanya ada di mana, karena gue akan selalu ada di dekat lo." Dengan santai Fadhil berkata, lalu duduk di hadapan Keyla.
Semua orang yang ada di sana hanya menggelengkan kepala, Keyla dengan kesal menaruh kembali ponselnya ke dalam saku baju, perkataan cowok itu berhasil membuat dirinya kembali merasa bahwa Fadhil akan selalu bersamanya.
“Gombal terus, kasihan sahabat gue dibuat terbang tanpa arah yang jelas,” tandas Raya yang memang ada disamping Keyla.
“Eh lo Ray, kalau gak tahu Fadhil mending gak usah bicara seperti itu!” sergah Riko, membuat Raya mencibir.
“Sudah-sudah, karena ketua Event sudah datang, rapatnya akan kita mulai.”
Keyla yang merasa canggung dengan keadaan ini segera mengalihkan topik pembicaraan yang lebih serius, Fadhil dengan tegas berbicara dan mengatur semua Event ulang tahun sekolah, yang mana akan di adakan pada tanggal 30 Oktober, yang berarti masih ada waktu 1 minggu untuk para panitia menyiapkannya, dan sesuai rencana akan ada bazar food, untuk Eventnya akan dimeriahkan oleh tarian daerah, musikalisasi puisi, dancer dan pembagian hadiah.