Untuk FADHIL
Only You
“Only you?” tebak Anna dengan kerutan di kedua keningnya dia mencoba berpikir keras.
Amel menggelengkan kepalanya sambil tersenyum membuat yang lain merasa penasaran di buatnya.
“Crazy romance?” sahut Ratna.
Amel kembali menggelengkan kepanya, film yang mereka sebutkan adalah film Korea semua, membuat Keyla tertawa mendengarnya begitu pun dengan Amel sendiri
“Film apa sih?” gerutu Bella sambil berdecak sebal.
“Sayang, kapan mau berangkatnya nanti ke buru malam dulu,” tegur Adiba mendengar keributan yang ternyata dari anaknya sendiri dan teman-temannya.
Keyla kaget, “Eh iya Bun, ya udah yuk berangkat!” ujar Keyla.
Semuanya pun bangkit dari duduknya, Anna yang masih merasa haus meraih gelasnya dan meneguk airnya hingga habis sebelum berjalan menghampiri Bundanya Keyla untuk berpamitan.
“Bunda, kita pamit dulu ya!” ujar Anna sambil mencium tangan Adiba dengan sopan.
Diikuti dengan Bella di belakngnya, “Iya Bun, semoga aja kita bisa membuat Keyla ceria kembali kalau diajak pergi ke luar.”
Keyla menyenggol lengan Bella, “Syutt!”
“Tenang aja Bun, Keyla gak akan sedih lagi kok kalau udah bareng kita masalah apapun pasti akan lupa. Iya kan?” sahut Raya sambil tersenyum manis.
Adiba hanya mengangguk dan tersenyum, memang perlu dia akui bahwa Keyla sangat beruntung memiliki banyak teman seperti mereka yang baik dan begitu perhatian.
“Terima kasih ya, kalian udah jadi teman baik Keyla.” Adiba menatap satu persatu teman Keyla.
“Iya Bun, kita juga senang kok bisa jadi teman Keyla dia baik dan gak pelit buat ngasih contekan wkwk,” ujar Anna sambil cengar-cengir.
Perkataan Anna tentu saja membuat semuanya tertawa.
“Iya gak apa-apa kan ya Bun, siapa tahu kita ketularan pintar juga,” celetuk Raya sambil membenarkan tasnya.
“Ya udahlah Bun, gak usah di dengari perkataan mereka mah gak akan ada habisnya, kita pamit pergi dulu ya Bun!” sergah Keyla sambil menarik teman-temannya keluar dari rumahnya.
Adiba hanya terkekeh melihatnya, hari ini mereka berniat untuk pergi ke Kebun Raya Bogor dengan menggunakan mobil Anna.
“Rat, lo aja ya yang bawa mobilnya gue lagi males nanti gantian kok,” ujar Anna sambil memberikan gantungan kunci mobilnya kepada Ratna.
Ratna hanya mengangguk karena memang dia juga terkenal jago membawa mobil hingga dalam waktu singkat bisa langsung sampai tujuan dengan selamat.
“Okey, ya udah buruan masuk semuanya!” seru Ratna sambil berbalik badan untuk masuk ke pintu di mana tempat dia duduk dengan mengendarai mobil.
Anna dan lainnya pun langsung masuk ke dalam mobil, mendengar kota wisata di Bogor sangat bagus mereka langsung search di google dan ketemulah kebun raya Bogor yang mana pemandangannya sangat indah dengan hiasan bunga.
“Eh, gue mau nyalain lagu ya!” ucap Amel sambil memutar lagu kesukaannya yaitu Yovie dan Nuno dengan judul manusia biasa.
*Masih kuingat selalu
Saat kau berjanji padaku*
Semuanya ikut bersenandung melantunkan bait-bait lagu tersebut, Keyla termenung mendengarkan lirik demi lirik yang dia dengar.
“Aku memang manusia biasa, yang tak sempurna dan kadang salah,” seru Anna sambil merangkul bahu Keyla.
Keyla tersenyum dan ikut bersenandung namun, ingatannya akan janji Fadhil membuat dirinya kembali bersedih, air matanya mulai berlinang dengan sekuat mungkin dia mencoba menahannya.
“Duh lagunya mellow banget sebentar lagi pasti ada yang nangis nih,” ejek Raya dengan polosnya karena dia menatap Keyla yang sedang berusaha menutupi air matanya.
Amel menoleh ke bangku belakang dan yang benar saja Keyla sedang mengusap matanya dengan tisu.
“Aduh sorry ya Key, gue tuker deh lagunya,” ujar Amel dengan prihatin lalu memutar lagu dengan lirik korea yang dibawakan oleh girlband blackpink.
“Santai aja kali, ya udahlah mending gue nonton Drakor dulu aaja deh,” tukas Keyla sambil memasang handset di telinganya.
“Iya gue juga mau tidur aja deh nanti kalau udah sampai bangunin okey!” timpal Anna sambil menguap lalu menyandarkan kepalanya.
“Huhf, emang kalau mata yuyu mah gak bisa tahan lama kena angin aja udah langsung tidur,” cibir Bella sambil melirik Anna sinis.
Saat ini Bella memang sibuk teleponan dengan Riko untuk melepas rindunya, karena semalam mereka gak bertukar kabar.
Seketika suasana mobil pun menjadi sepi, Anna sudah tertidur pulas, Keyla sibuk menonton, Raya sibuk main game, Bella sibuk teleponan dengan Riko sedangkan Amel dan Ratna bersenandung dengan happy mengikuti irama musik kesukaannya.
Ketika mereka sampai, Keyla mengajak teman-temannya untuk makan terlebih dahulu lalu mengelilingi Kebun Raya Bogor tersebut dengan puas.
“Subhanullah, bagus banget pemandangannya gak salah banget gue ikut,” ungkap Bella dengan terpukau.
Keyla tersenyum memandang pemandangan di sekelilingnya lalu dia pun menghirup udara yang terasa sangat segar.
“Bagus banget ih, ini pertama kalinya gue ke sini,” ujar Keyla mengakui kebenaran dalam hidupnya.
Mereka tidak pernah lupa untuk mengabadikan setiap pemandangan yang menurutnya bagus untuk berfoto di sana.
Keyla kaget saat mendapat pesan dari Fadhil, hampir saja ponselnya jatuh ke danau saking kagetnya, dengan penasaran dan tangan gemetar dia menampilkan pesan tersebut lalu membalasnya dengan singkat.
“Cie, yang baru saja mendapat pesan dari sang kekasih,” ejek Bella sambil bersiul genit dan menyenggol-nyenggol lengan Keyla.
Hal itu membuat Keyla kesal kepada Bella, “Apaan sih ih, gak usah kaya gitu nanti gue menaruh harap lagi sama dia.”
“Owh gitu, ceritanya mau move on nih!” timpal Anna sambil mengangkat sebelah alisnya.
Keyla merasa malu karena ejekan teman-temannya dia pun memilih untuk menjauh dan mengambil gambar dengan yang lainnya.
“Den, bangun!” ujar Bi Tinah.
Fadhil mengeliat kaget karena dirinya sudah tertidur pulas, mungkin pengaruh obat yang habis dia minum sebelumnya.
“Jam berapa Bi?” tanya Fadhil dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka.
Bi Tinah pun meraih alarm jam yang ada di atas nakas dan memberikannya kepada Fadhil, perlahan cowok itu pun membuka matanya dan terbelalak karena kaget udah jam 16:27 WIB.
“Astaga lama juga ya gue tidur?” tanya pada diri sendiri dengan heran.
Lalu dengan gontai dia beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan munuju kamar mandi dia ingat bahwa nanti malam akan ada makan malam bersama Laura dan Mamahnya.
“Sayang baru bangun?” tanya Laura yang membuat Fadhil kaget karena cewek itu berani masuk ke kamarnya.
“Ngapain masuk ke kamar gue?!” tanya Fadhil dengan emosi.
Laura tersenyum, “Ya nungguin lo lah, lagian juga kita kan bakal jadi tunangan emangnya kenapa kalau gue masuk ke kamar lo, gak boleh?”
Fadhil selalu merasa geram kepada Laura dengan kasar dia pun mengusir Laura untuk meninggalkan kamarnya.
“Ayo pergi dulu ya! Bagi gue kamar itu privasi seseorang jadi jangan sembarangan mencoba masuk ke kamar gue meskipun itu lo sendiri!”
Untung saja Fadhil sedang makai bathrobe bukan handuk biasa, dengan kesal dia mengunci pintu kamarnya.
“Berani-beraninya tuh anak masuk kamar gue, emang dia kira siapa bisa seenaknya gitu,” gerutu Fadhil sambil menyisir rambutnya yang basah.
Makan malam bersama keluarga Laura tentu saja akan terjadi itu membuat Fadhil gugup meskipun mereka sudah saling kenal satu sama lain, Fadhil merasa gak enak hati mengingat kejadian Laura yang kabur dari rumahnya saat cewek itu cemburu dengan Keyla. Permasalahan ini akan terus terjadi jika tidak diatasi dan Fadhil harus segera menyadarkan Laura kalau dihatinya tidak ada cinta untuk dia.