Untuk FADHIL

Cewek Pilihan Mamah

Fadhil keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya, melihat ponselnya yang terletak di nakas dia pun meraihnya dan membuka whansttap dan kaget melihat begitu banyak pesan yang masuk namun, dia hanya membuka pesan dari Bella karena terdapat nama Keyla di sana.

“Fadhil, gue minta lo jelasin ke Keyla secepatnya jika memang berita itu hanya settingan dari Laura untuk membuat Keyla patah hati dan menjauh dari lo dan lo juga harus tahu jika Keyla gak berhenti menangis kalau ingat lo.”

Fadhil membaca pesan itu dengan serius, ‘Keyla menangis?’ hati Fadhil kembali merasa perih, tanpa ada balasan Fadhil mengeser lagi layar ponsenya hingga menampilkan pesan dari Papahnya.

“Fadhil, Papah harap kamu bisa pikiri lagi untuk menolak bertunangan dengan Laura, Mamah kamu marah besar saat mendengar penolakan dari kamu dan Papah gak bisa bantu kamu, apa hukuman yang akan Mamah kamu berikan.”

Kali ini emosi Fadhil meledak membaca pesan dari Papahnya itu, bagaimana mungkin Papahnya malah mendukung Mamahnya dalam urusan ini? Fadhil selalu tidak habis pikir dengan keputusan ke dua orang tuanya yang terkadang saling bertentangan namun kali ini pendapat mereka sama hanya karena pertunangan Fadhil dan Laura akan sangat membantu perkembangan perusahaan dan menambah kekayaan.

“Fadhil!” tegur Riko sambil menepuk bahu cowok itu.

Lamunan Fadhil seketika buyar karena alam sadarnya telah kembali oleh sentuhan tangan Riko di bahunya.

“Eh i-ya,” ucapnya gugup sambil menutup ponselnya.

Riko menatap Fadhil dengan penuh curiga, “Ada apa?” tanyanya.

“Gak ada apa-apa kok,” ujar Fadhil sembari tersenyum dan melanjutkan untuk menggunakan pakaiannya yang sempat terhenti.

Riko mengangguk ambigu, “Okey, jika lo udah selesai cepetan ke ruang tengah jangan pakai lama gue tunggu di bawah.”

Fadhil mengangguk paham, Riko pun berlalu pergi meninggalkan Fadhil sendiri di kamar, tidak butuh waktu lama untuk Fadhil merapihkan pakaiannya dia pun memantulkan diri di cermin dan menyisir rambutnya dengan jari-jari tangannya.

“Tarik napas, lalu buang perlahan-lahan,” ujar Fadhil sambil mengikuti apa yang dia katakan.

Lalu Fadhil pun melangkah keluar kamarnya untuk menghampiri Riko, kepalanya masih terasa sakit dan tubuhnya pun masih terasa lemas untuk melangkah.

“Gimana lo udah ingat kejadian semalam?” tanya Riko saat melihat kedatangan Fadhil.

Fadhil menarik bangku untuk dia duduki, “Sedikit,” ujarnya.

Riko yang sejak tadi sedang menonton televisi kini pandangannya beralih menatap nasi goreng dan roti.

“Thanks ya Rik, lo emang baik banget tapi setelah ini gue mau pulang dulu,” ujar Fadhil dengan datar tanpa ekspresi.

“Lo udah bener-bener sembuh?” tanya Riko meyakinkan keadaan Fadhil.

Fadhil mengangguk dan tersenyum, lalu melahap roti yang berlapis coklat di lanjut dengan meminum air putih.

“Owh iya, motor gue mana ya?” Fadhil lupa di mana dia terakhir kali menaruh motornya.

Riko tertawa yang langsung ditatap tajam oleh Fadhil, “Haha, motor lo kan masih di sana, gue semalam nitip sama Adit.”

Mendengar jawaban Riko sontak Fadhil membuka ponselnya dan menghubungi seseorang.

“Hallo Fadh!”

Terdengar sapaan akrab seseorang dari sebrang sana, tanpa basa-basi Fadhil pun langsung mengomel.

“Bawa motor gue ke sini, gue mau pergi cepetan gak makai lama!” ujarnya dan langsung mematikan sambungannya.

Riko tertawa mendengar Fadhil jika sudah berkata seperti itu artinya dia sedang berada di situasi yang penting dan gak nerima penolakan.

“Sabar bro! Rumah Adit kan lumayan jauh dari sini,” seru Riko.

Fadhil kembali membuka ponselnya, “Gue harus ketemu Nyokap dulu, gue yakin sih Nyokap gue tuh baik sebenarnya tapi ya itu saja masalahnya.”

Riko mengangguk-anggukan kepalanya merasa paham apa yang dikatakan oleh Fadhil tentang Mamahnya.

“Ya udah gue dukung lo kok, semoga aja gak ada hukuman yang lebih parah seperti kemarin gue dengar.”

Terdengar suara bunyi motor dari arah depan, Fadhil langsung bangkit karena dia yakin bahwa itulah motornya.

“Gue pergi ya! Thanks bro untuk nolongin gue,” ujar Fadhil lalu menyambar jaketnya yang ada di atas bangku dan belalu pergi.

Riko mengikuti Fadhil dari belakangnya, dan yang benar saja suara motor itu memang milik Fadhil namun yang membawanya seorang laki-laki gagah dan berbadan kekar dia bernama Pak Toni bodyguardnya Adit Prasetya Putra.

“Gue kira si Adit yang bakal nganterin,” celetuk Riko kaget saat melihat siapa yang datang ke rumahnya.

“Boss Adit naik mobil sebentar lagi juga sampai,” ujar Pak Toni sambil terkekeh. “Ini kunci motornya Tuan Fadhil.” Pak Toni melangkah menghampiri Fadhil dan memberikan sebuah kunci motor.

“Okey, Rik gue duluan ya! Nanti jika ada orang yang nanya gue bilang aja guenya lagi ke mars gitu,” tukas Fadhil datar tanpa ekspresi sedikit pun

Riko hanya mengangguk saja sambil tersenyum, Fadhil langsung menaiki motornya dan menyalakan mesinnya lalu mengegas motornya hingga menimbulkan asap hitam dan suara derungan motor.

“Hati-hati Fadh!” teriak Riko dengan sangat keras.

Keadaan Fadhil belum pulih benar hal itu tentu saja membuat sahabatnya ini khawatir akan terjadi sesuatu di jalan namun dia percaya penuh pada Fadhil bahwa dia dapat menjaga dirinya.

Tidak lama kemudian datanglah mobil sport milik Adit, yang langsung di sambut oleh bodyguardnya yang menunduk patuh melihat kedatangan bosnya. Adit membuka jendela mobilnya sambil mengerlingkan sebelah matanya kepada Riko.

“Woy motor gue lo gak anterin?” tanya Riko sambil menatap Adit sinis.

Adit pun turun dari mobilnya dan bertos high five dengan Riko, lalu melekatkan hoodienya dan melepaskan kaca matanya hitam juga.

“Lo tenang aja motor lo aman kok sama gue, khawatir banget nanti kalau hilang gue yang akan menggantinya,” celetuk Adit dengan bercanda.

Sontak Riko langsung menyenggol lengan sahabatnya itu, “Lo enak banget kalau ngomong tapi sayang motor gue gak semudah apa yang lo katakan tadi, enak aja main ganti-ganti itu tuh motor hadiah Bokap gue dari luar Negeri di kirim ke Indo.”

Riko tertawa, “Hahaha santai aja kali bro! Ngegas gitu ngomongnya.”

“Ya udah yuk masuk kita ngobrol di dalam aja,” ujar Riko sambil berbalik badan.

Adit memberikan kunci mobil kepada bodyguardnya lalu mengikuti Riko masuk ke dalam rumahnya.

Fadhil membawa motornya dengan kecepatan yang tinggi mengingat bahwa Mamahnya akan pergi kembali ke Singapura, saat ini dia tidak memikirkan apapun yang akan terjadi yang terpenting dia sudah berusaha untuk membujuk Mamahnya itu.

Ponsel Fadhil tiba-tiba saja bergetar membuatnya refleks menekan tombol hijau tanpa tahu siapa yang meneleponya.

“Fadhil, lo lagi dimana?”

Fadhil mengenal suara itu, suara yang udah membuatnya hancur dengan segala rencananya yang sudah dia rancang hingga berhasil membuatnya jauh dari Keyla.

“Gue mau pulang ke rumah,” sahutnya datar.

“Bagus kalau begitu gue juga lagi ada di rumah lo, ya udah jangan lama-lama ya gue tunggu!” ujarnya lalu memutuskan sambungan secara sepihak.

Fadhil menaruh kembali ponselnya, mendengar bahwa cewek itu ada di rumahnya rasanya dia ingin memutar balik motornya dan pergi ke rumah Keyla tapi tentu saja hal adalah cara orang yang selalu kalah sebelum pertandingan.

Motor Fadhil berjalan dengan cepat melewati bangunan-bangunan tinggi yang entah kenapa selalu membuatnya geram karena semua bangunanya terdiri dari kaca sehingga terjadi pantulan sinar ultra violet di sana

“Selamat pagi Den Fadhil,” ujar Saptam rumahnya sambil membukaan pintu gerbang.

Fadhil hanya mengangguk membalas sapaan sang Saptam yang sudah lama bekerja dengannya.

“Itu dia Fadhilnya Tante,” seru seorang cewek berambut panjang yang lurus dengan poni ala wanita korea.

Fadhil membuka helmnya dan turun dari motornya kini terlihat jelaslah bahwa Mamahnya sudah berdiri di depannya dengan wanita pilihannya yang akan di jodohkan dengan anak tunggalnya.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!