Untuk FADHIL

Ke Toko Buku

Keyla sadar akan semua itu dia pun merasa malu dengan sikapnya yang terlalu cemburu, bahkan Keyla pernah nangis saat melihat adegan kiss Lee Mih Ho dengan lawan pemainnya.

“Keyla!”

Teriakan Mamahnya mengadarkannya bahwa dia belum menyelesaikan tugasnya, Keyla menepuk jidatnya dan langsung bergegas menghampiri Mamahnya.

“Eh gue ke dapur dulu ya, lupa lagi nyuci baju,” ujar Keyla kepada teman-temannya dan beranjak pergi.

“Okey Key!” sahut Anna dengan tersenyum.

Keyla pun langsung melakukan pekerjaannya dengan antusias dia takut ketinggalan menonton dengan ke dua temannya.

“Keyla, jika sudah selesai nanti langsung di jemur ya!” ujar Adiba.

Di luar sudah terlihat terik matahari yang begitu menyengatkan dengan gerakan cepat Keyla mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik.

“Sudah beres Bunda.” Keyla melaporkan pekerjaannya yang sudah dia selesaikan.

Adiba menghampiri anaknya dengan tersenyum, “Nih pisang goreng, kamu bawa sana dan makan bareng teman-teman kamu,” ujarnya sambil memberikan satu piring pisang goreng.

Keyla pun langsung meraih piring yang Bundanya kasih, “Okey Bunda, Thanks you.”

Keyla merasa beruntung memiliki Bunda yang begitu pengertian kepada Bundanyalah dia berbagi cerita.

“ih, makan gays! Mumpung masih anget loh,” ujar Keyla yang membuat teman-temannya kaget dengan kedatangannya yang tiba-tiba.

Anna yang sedang tiduran langsung bangkit, “Wahh, enak banget nih pastinya.”

“Buatan Bunda Key?” tanya Bella yang memang suka dengan masakan Bundanya Keyla.

“Iya Bunda yang bikin masa gue kan dari tadi gue nonton bareng lo pada,” sahut Keyla sambil terkekeh.

“Eh habis ini anterin gue ke toko buku yuk?” ajak Keyla.

Bella dan Anna pun menyetujui ajakan Keyla, sudah lama juga mereka tidak main ke toko buku karena kesibukannya di masa sekolah dan acara di saat semuanya sedang berbincang ponsel Anna pun berdering.

“Hallo,” ucap Anna setelah menekan tombol hijau

Keyla menatap Anna dengan penasaran, “Siapa Na?” tanyanya.

Anna pun yang sedang makan gorengan langsung meletakannya di atas piring, “Si Raya.”

“Coba vidio call aja Na,” pinta Bella sambil mendekat ke arah Anna.

Anna pun langsung mengabulkan permintaan sahabatnya ini terdengar teriakan Raya dari sebrang saat melihat ke tiga temannya sedang bersama.

“Aaaa, kalian mah jahat guenya gak di ajak,” omel Raya dengan mengerutkan bibirnya, semuanya tertawa melihat Raya yang terlihat lucu.

“Hahaha, gue kira lo lagi sibuk ngurusin percintaan lo,” tukas Bella dengan mengangkat sebelah alisnya, dia mengoda Raya yang sedang falling in love.

“Ihh, apaan sih Bella awas aja ya kalau ketemu,” ancam Raya dengan nada kesal.

“Gimana Ra? Mau pilih Arka atau Jaya?” ujar Keyla dengan gemas.

Raya pun merengek mendengar godaan dari teman-temannya, “Please deh, kalian tuh ya jangan bikin gosip yang aneh-aneh.”

“Hahaha.”

Lagi-lagi semuanya pun tertawa, Raya yang masih terlihat polos telah di sukai oleh Jaya si tukang rusuh dan play boy membuatnya takut untuk menjalin hubungan dengan cowok itu.

***

Seperti biasa, lapangan futsal milik Jaya selalu ramai dengan hadirnya para pencinta futsal tapi kali ini dia sedang merasa bingung bagaimana cara menyampaikannya kepada Fadhil tentang kejadian semalam, Jaya pun mencari waktu yang tepat untuk menceritakannya di saat semuanya sedang asik bermain futsal.

“Nih Fadh, minum dulu lo pasti haus kan dari tadi,” ujar Jaya sambil memberikan sebotol sprite ke arah lawan bicaranya.

“Thans ya bro!” ucap Fadhil sambil mengangkat minumannya.

“Stop dulu ya mainnya gue sudah capek nih,” tukas Riko dengan keringat yang mengucur di pelipisnya.

“Ya sudahlah, gue juga udah lelah nih,” timpal Adit dengan dramanya.

“Ya sudah ganti baju sana! Biar gak bau keringat!” seru Ilham dengan handuk yang melingkar di lehernya.

Karena hari sudah sore mereka pun menghentikan permainannya, mereka memang sering mengahabiskan waktu bersama jika di hari libur. Kini Adit sudah mengganti pakaiannya dengan sweater hitam, Riko kini memakai baju kaos putih yang cocok di tubuhnya, Ilham terlihat keren dengan kaos hitam yang melekat pada tubuhnya sedangkan Fadhil dengan gayanya yang selalu memakai kaos hitam berlapis jaket kulit.

“Eh lo semua sudah tahu kan kalau Pak Rafi mau nikah sama Bidan?” ujar Adit terlihat heboh membicarakan berita tentang Guru yang keren di sekolahnya.

“Baguslah, biar cewek gue gak ngejar-ngejar Guru itu lagi,” sahut Riko yang merasa kesal setiap kali Bella menggoda Pak Rafi.

Fadhil tertawa melihat kecemburuan Riko selama ini, “Lo menang bakal bro kali ini,” ujarnya sambil menepuk bahu Riko.

“Lo tahu gak sih? Bella tuh sampai nangis di kelas waktu denger bahwa Pak Rafi  tunangan dengan Bidan,” ujar Riko yang masing mengingat tangisan Bella beberapa hari lalu.

Semuanya pun tertawa mendengarnya, selembut itukah hati wanita hingga air matanya mampu keluar saat mendengar orang yang dia sayangi bersama orang lain.

“Eh Fadh, gue denger kabar dari Cintya semalam Nyokapnya Laura nelepon nanyain keberadaan Laura katanya dia semalam gak tidur di rumah gara-gara sakit hati sama lo,” jelas Adit sambil menatap temannya itu.

“Gue gak tahu tuh,” ucap Fadhil sambil menggelengkan kepalanya dia mencoba mengingat kembali sikapnya dengan Laura kemarin.

“Lo parah banget Fadh, anak orang di bikin nangis gitu nambah dosa aja sih lo,” celetuk Ilham yang merasa kecewa dengan kelakuan sahabatnya ini.

“Sorry banget nih ya Fadh, waktu semalam gue pulang dari rumah lo gue lihat Laura di jalan dengan wajahnya yang membuat gue merasa gak tega terus gue coba deh ajak dia ke caffe dan mengantarkannya ke rumah Tiara,” jelas Jaya

Riko menepuk bahu Fadhil, “Kayanya lo harus selesain dulu deh masalah lo dengan Laura, gue juga kasihan kalau lihat dia gak mau pulang sebelum lo yang ngater.

"Gue bingung sama tuh cewek maunya apa sih?" ujar Fadhil sambil menyandarkan kepalanya di bangku.

"Mending lo ngomong langsung ada deh sama dia apalagi kan katanya dia sudah berani nyakiti Keyla," timpal Adit

Dengan gusar Fadhil meninggalkan teman-temannya membuat mereka menatap kepergian Fadhil yang tanpa kalimat apapun yang keluar dari mulutnya sebelum pergi.

“Sudah biarkan saja, gue yakin dia bisa kok nyelesain masalahnya dengan Laura,” ujar Ilham menghentikan Jaya yang mencoba mengejarnya.

Sedangkan Keyla dan teman-temannya sedang sibuk memilih buku di bookstore, karena mendengar sedang ada promo mereka bersemangat untuk membeli buku yang mereka sukai yang ceritanya sudah banyak di baca.

“Eh, fotoin gue dong!” ujar Bella sambil memegang novel BTS.

Keyla yang sedang bersamanya terpaksa harus menuruti permintaan temannya ini yang ingin berfoto dengan novel fan-fic yang menurut Keyla belum tentu dia akan membelinya.

“Satu, dua, tiga, ciss!” teriak Keyla sambil ikut tersenyum. “Nih!” ucapnya sambil menyerahkan ponsel milik Bella.

“Thanks ya Key, potretan lo bagus banget kayanya lo cocok deh jadi photographer.” Bella memuji hasil jepretan Keyla yang membuatnya senang

Keyla yang tidak tertarik dengan pujian Bella hanya melipatkan bibirnya lebih tepatnya senyum yang di paksa.

“Key, lo sudah nemu bukunya?” tanya Anna dengan dua buku yang sudah di genggamnya.

Keyla merasa bingung jika berhadapan dengan buku-buku yang selalu menarik perhatiannya, rasanya dia ingin membeli semuanya dan menaruhnya di kamar untuk selalu di baca ketika mau tidur atau di waktu santai.

“Gak tahu nih, gue masih bingung mau lihat-lihat bukunya dulu.” Keyla berlalu sambil menatap judul novel karya penulis kesayangannya.

“Kalau lo sudah Bell?” tanya Anna kepada Bella yang sedang membaca sinopsis buku.

Bella menggeleng merasa bingung juga mana buku yang harus dia beli, melihat ke dua temannya yang belum sama sekali menemukan buku yang akan di beli membuat Anna heran.

“Gak usah lihat harganya kalau bagus ya sudah ambil,” celetuk Anna.

Karena Anna sudah berkata seperti itu membuat Keyla langsung mengambil dua buku yang akan dia beli begitu juga dengan Bella yang sudah mengambil dua buku dengan genre action dan romance.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!