Untuk FADHIL

Nobar Drakor

Laura merasa sangat kesal kepada Keyla, bisa-bisanya dia berani melanggar peringatan yang sudah dia katakan dengan gusar dan penuh emosi Laura pun mengacak-acak kamarnya membuat Prisly menghampiri putri kesayangannya.

“Ada apa lagi sih?” tanya Mamahnya sambil berdecak pinggang.

Laura berbalik badan saat terdengar suara Mamahnya yang sedang menatapnya, dia sampai berpikir sejak kapan Mamahnya ada di kamarnya.

“Mah, Mamah harusnya ngerti dong gimana perasaan aku sekarang,” rengek Laura sambil berlalu untuk duduk di tepi kasurnya.

Prisly pun menghampiri putrinya meski dia juga merasa kecewa terhadap putranya Riska yang telah sepakat akan mereka jodohkan namun, melihat kejadian tadi membuatnya ingin mengurungkan niatnya.

“Sudahlah kamu lupakan saja Fadhil, Mamah akan carikan cowok yang lebih baik darinya,” sahut Prisly membuat Laura sontak langsung menatap Mamahnya.

“Gak bisa Mah,, Laura mau nikah sama Fadhil bukan yang lain!” tandas Laura sambil berlalu pergi meninggalkan Mamahnya.

“Sayang kamu mau ke mana?” Prisly mencoba menghentikan anaknya yang akan pergi di saat sudah larut malam.

“Laura mau nenangin pikiran dulu Mah,” sahutnya dan menghilang di balik pintu.

"Tapi ini udah malam sayang, berhenti mamah gak izinkan kamu keluar dengan keadaan emosi seperti ini," teriak Prisly dia pun mencoba menghubungi Fadhil untuk menyusul Laura namun cowok itu gak aktif.

Prisly pun gagal menghentikan anaknya yang akan pergi membuatnya begitu khawatir apalagi dia pergi tanpa menggunakan mobilnya namun, dia berharap jika Laura akan pergi ke rumah temannya bukan ke tempat lain yang akan merugikan dirinya dan semoga dia bisa menenangkan hatinya yang sedang sedih.

Di malam yang gelap dengan serayu malam yang berhembus sehingga membuatnya merasakan dinginnya kala di waktu malam dengan pakaiannya yang terbuka, Fadhil memang cowok yang dingin baginya atau mungkin dia cuek agar dirinya bisa menjauh dan menyerah untuk medapatkan hatinya, andai saja dia mampu menjaga perasaannya untuk tidak jatuh hati kepada Fadhil.

Cinta itu begitu rumit, apalagi kita sudah tidak bisa membuka hati lagi untuk orang lain, kini kaki Laura sudah melangkah jauh meninggalkan rumahnya dengan amarah dan emosi yang menyulut hatinya air bening pun keluar dan mengalir deras di pipinya, make up yang dia gunakan pun sudah pudar.

Tinn! Tinn! Tinn!

Terdengar bunyi klakson motor dan cahaya terang yang menyilaukan wajahnya, Laura melindungi wajahnya dari cahaya itu, semakin dekat motor itu menghampirinya dan berhenti di sampingnya.

“Laura!”

Terdengar teriakan seseorang yang memanggil namanya, dengan terkejut dia langsung membuka matanya dan menatap seseorang di hadapannya.

“Jaya,” ujar Laura dengan begitu terkejut.

Dengan gerakan cepat cowok itu langsung membawa Laura ke pelukannya, membuat Laura diam terpaku dengan keadaannya yang sudah rapuh ya kini hatinya sedang rapuh karena terus menerus merasakan luka dari orang yang dia cintai, tidak ada balasan dari Laura, Jaya pun melepaskan pelukannya.

“Ikut aku ya!” ujar Jaya.

Jaya kaget saat pulang dari rumah Fadhil dan melihat seorang wanita yang sedang jalan di malam hari yang ternyata itu Laura mantan kekasihnya, dengan merasa prihatin dia pun ingin membawa Laura ke suatu tempat untuk menenangkan keadaan Laura terlihat sedang rapuh bukan seperti Laura yang biasa dia lihat.

Ketika Laura menyetujui ajakannya Jaya pun langsung membawa Laura ke sebuah caffe, Jaya melirik Laura yang nampak ke dinginan dengan pakaiannya yang terbuka seperti ini.

“Nih pakai,” ujar Jaya sambil memberikan jaketnya untuk Laura.

Laura tanpa berpikir lama langsung mengambilnya, ternyata Jaya tidak berubah meski dia sudah menyakiti perasaannya dengan berselingkuh dengan Fadhil.

***

“Morning Putri Snow White.”

Keyla terbangun saat mendengar dering telepon dari Fadhil dengan pelan Keyla mengucek matanya yang masih terlihat buram karena bangun tidur.

“Morning to.”

“Baru bangun?” tanya Fadhil dengan suara yang terdengar serak.

“Eheem,” sahut Keyla. “Kok suara lo serak gitu, lagi sakit?”

Keyla bangkit dari tidurnya dan menyandarkan punggungnya di kepala kasur.

“Semalam habis konser,” jawab Fadhil.

Keyla mengerutkan keningnya merasa heran dengan jawaban Fadhil tapi, bisa jadi cowok itu pergi konser setelah acara selesai.

“Di mana?”

“Di rumah, di ruang belakang pinggir kolam renang,” jawab Fadhil secara detail.

Keyla terkekeh mendengarnya, ternyata Fadhil cowok yang lucu dan romantis berbeda dari apa yang sebelumnya dia dengar tentangnya, Fadhil pun menceritakan bahwa semalam dia di ajak rapat untuk memulai mengelolah perusahaan Mamahnya.

Fadhil memutuskan sambungannya karena harus mandi dan bersiap-siap untuk bermain futsal dengan yang lainnya di Jaya Permai.

Seperti biasanya Keyla terlihat sibuk jika di hari libur belum lagi bantu ke Bundanya membereskan rumah, mencuci bajunya dan yang pasti menonton drama kesukaannya.

“Bunda, kok mesin cucinya gak jalan ya?” tanya Keyla yang sedang keribetan dengan mesin cucinya.

Adiba pun langsung menghampiri anaknya, Adiba menggelengkan kepalanya saat melihat bahwa kabel mesin cucinya belum di colokan.

“Ya Allah Bun, Keyla kira sudah di colok pantas saja gak jalan-jalan,” ucap Keyla dengan lirih, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum malu kepada Bundanya.

“Ya sudah lanjutkan lagi!” pinta Adiba dan berlalu pergi ke ruang tengah.

Sambil menunggu bajunya Keyla memilih untuk menonton film yang sudah lama dia tunggu yaitu The Legend Of The Blue Sea yang di bintangi oleh Lee Min Ho dan Jun Jin Hyun.

“Hey Keyla!” seru Bella dan Anna.

Keyla sontak kaget saat melihat ke dua temannya yang datang ke rumah tapi gak bilang dulu sebelumnya.

“Kok kalian gitu sih? Main tapi gak kasih tahu gue dulu sebelumnya,” tukas Keyla sambil menampilkan wajahnya yang cemberut.

“Surprise!” teriak Anna dan Bella sambil memeluk Keyla dari sampingnya.

“Tumben kalian main ke rumah?” tanya Keyla menatap temannya satu persatu.

Bella tersenyum, “Gue mau nonton drama bareng lo,” jawabnya.

Bella tahu jika kebiasaan Keyla di hari minggu apa, dia mencoba mengejeknya dengan mengatakan bahwa dia main hanya ingin menonton drama Korea, membuat Keyla tersenyum sambil menatapnya tidak percaya.

“Seriously?” tanya Keyla dengan sebelah alisnya yang terangkat.

Anna dan Bella pun mengangguk, “Iya.”

Dengan antusias Keyla mengajak kedua temannya ke kamar untuk nubar (nonton bersama) drama Korea yang di bintangi oleh Oppa kesayangannya.

“Nih, gue bawa makanan loh.”

Bella pun mengeluarkan makanan yang ada di dalam tasnya yang sengaja dia bawa untuk mengemil di rumah Keyla.

Anna membenarkan posisi duduknya, “Wihh, gue gak kepikiran sebelumnya buat bawa cemilan kaya gini.”

Keyla membenarkan leptop miliknya, “Kan lo tahu Na, Bella gak bisa nonton tanpa cemilan,” sahutnya.

Semuanya terkekeh mengingat kejadian di mana saat Anna, Keyla dan Raya main di rumah Bella pada saat itu Bella menunjukan lemari makanan miliknya yang berada di kamarnya sendiri, begitulah sosok Bella yang suka ngemil apalagi saat menonton sebuah film karena baginya tidak asik jika tidak mengemil saat nonton.

“Sudah, sudah filmnya sudah mulai nih.” Keyla pun menghentikan gelak tawa dari teman-temannya.

“Wahh Lee Min Ho ganteng banget Key,” seru Anna sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan.

“Eh, itu Jun Jin Hyun kan ya?” tanya Bella mengenali wanita yang ada di dalam dramanya.

“Iya, dia kan di sini jadi putri duyung gitu,” jawab Keyla, tangannya bergerak membuka plastik chitato, makanan ringan yang di bawa Bella.

“Hahahaha.”

Bella tertawa saat melihat adegan lucu dalam drama itu, tawanya mengundang ke dua temannya juga untuk ikut tertawa.

“Sumpah lucu banget Key,” seru Anna dengan sisa tawanya.

Waktu itu Lee Min Ho dan Jun Jin Hyun sedang di kejar-kejar musuhnya dan menaiki sepeda yang malu-malu Jun Jin Hyun memeluk Lee Min Ho dari belakang dan tersenyum malu.

“Ihh, so sweet banget.” Mata Bella berbinar-binar saat melihatnya.

“Kenapa ya kok gue cemburu ya lihatnya?” tanya Keyla, merasa bingung dengan dirinya yang sangat mudah cemburu.

Bella menepuk paha Keyla, “Karena lo suka sama Lee Min Ho sama ketika lo lihat Fadhil dekat dengan Laura,” celetuknya.

Keyla sadar akan semua itu dia pun merasa malu dengan sikapnya yang terlalu cemburu, bahkan Keyla pernah nangis saat melihat adegan kiss Lee Mih Ho dengan lawan pemainnya dia juga selalu marah-marah jika melihat adegan ranjang Lee min ho dengan lawan mainnya lalu menyudahi tontonannya dan menggantinya dengan drama yang lain.

"Lo mah Key, cemburunya gak jelas," tukas Anna dia mengerti apa yang Keyla rasakan tapi dia terlalu berlebihan.

"Iya iya udah sih namanya juga fans beratnya wajar kalau posesif kayak gini," ungkap Keyla dengan wajah yang cemberut.

"Terlalu agresif Lo jadi fans," celetuk Bella dengan lebay sambil melirik Keyla.

"Lo juga sama song Jung Ki bukannya begitu yee." Keyla mencubit lengan Bella yang mengaduh kesakitan.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!