The Quest for The Lost Inheritors

Yang Terkuak di Nanduél

Gerbang Kota Nanduél tertutup rapat. Dan keanehan semakin terasa karena suasana kota yang seharusnya ramai, sangat senyap. Sama sekali tidak tampak ada kehidupan di sana. Nanduél seperti kota mati, dan tenggelam di dalam sunyi. Néverlër, Cialla dan Élsus saling berpandangan, seolah ragu untuk memasuki kota, yang mungkin saja menyimpan banyak misteri dan jebakan.

Saat Néverlër menyentuhkan telapak tangannya pada gerbang, tiba-tiba saja pintu tersebut terbuka lebar dengan sendirinya. Néverlër dan Élsus melangkah masuk, dan sepertinya mereka berdua diterima oleh sihir si gerbang, sedangkan Cialla yang turut menemani, sama sekali tidak bisa memasuki kota, karena baru saja ia melangkahkan kakinya memasuki gerbang, tiba-tiba tubuhnya terhempas, dilempar keluar, menjauh dari gerbang. Keberadaan dryad, ditolak oleh kekuatan gaib sang gerbang.

“Tidak salah lagi, ini merupakan sihir Ref Gûr’adór, dia memang ahli menciptakan sihir perlindungan,” ujar Néverlër, pada Élsus. Ia mengalihkan perhatiannya pada Cialla. “Apa kau baik-baik saja, Cialla?”

“Ya,” balas Cialla, ia bangkit dan berdiri dengan tegak, seolah hempasan tadi hanyalah satu cubitan kecil. “Lekaslah kalian masuk ke dalam, aku akan berjaga-jaga di luar. Berhati-hatilah!”

Néverlër mengangguk. Ia dan Élsus pun akhirnya memasuki Kota Nanduél.

Semakin dalam memasuki Nanduél, pemandangan mengerikan pun mulai tampak. Semua centaur diselubungi oleh kristal hitam, mereka terbungkus di dalamnya dengan keadaan tertidur. Para centaur ini adalah, centaur-centaur yang berhijrah dari kota Halrunën. Kini Néverlër dan Élsus mengerti, para centaur ini dimanfaatkan oleh Gûr’adór, akan tetapi entah apa maksud serta tujuannya.

Saat keduanya memasuki balairung utama, sesosok centaur terlihat. Ia dalam keadaan berdiri dengan kedua tangan terlentang. Tangannya terikat pada sebuah rantai yang menggantung dari langit-langit. Di dadanya, sebuah kalung bermata batu hitam menghias. Keadaan si centaur itu begitu mengenaskan, matanya terbuka lebar, dan seluruh bola matanya diselimuti warna hitam.

“Nevêrther!!!” pekik Néverlër. Ia bergegas menghampiri kakaknya, tetapi Élsus langsung saja menarik lengannya.

“Jangan menyentuhnya! Aku merasakan kekuatan jahat bersarang dengan kuat di tubuhnya, Néverlër!” peringat Élsus. “Mundur! Coba kita lihat, apa yang dimiliki kekuatan jahat ini!” Ia pun melemparkan tongkatnya ke arah Nevêrther. Dan benar saja, tongkat milik Élsus terpental begitu saja. Nevêrther dibungkus oleh pelindung tak kasat mata.

“Apa yang harus kita lakukan sekarang, Élsus?”

“Batu itu memiliki tenaga yang melebihi kekuatan centaur, maupun dryad. Bahkan para Takala pun begitu kewalahan untuk mengambilnya dari sumber mata air mereka, meskipun ukurannya jauh lebih kecil. Namun batu yang ini, begitu besar dan … dimantrai.” Élsus pun membuat jeda, dahinya berkerut. Ia sedang berpikir. “Kita memerlukan sesuatu yang dapat mematahkan si sihir juga kekuatan dari batu itu.

“Coba kuingat lagi. Selama ini, sebelum kehancurannya, Lamvorels tetap baik-baik saja. Apabila batu tersebut pernah diletakkan atau mungkin pernah berada di dalam wilayah kota para elf, memungkinkan bahwa ia kehilangan kekuatannya!

“Néverlër, kita memerlukan kekuatan elf untuk menghancurkan sihir batu itu! Apa pun yang memang hanya dimiliki oleh kaum mereka. Tanda kelahiran, seperti gelang, kalung, bandul, bahkan pedang! Sesuatu yang mewakili kekuatan para elf!!”

“Tapi hanya Aldérin dan juga Findarel, elf yang kita lihat, dan selamat dari kehancuran Lamvorels. Di mana kita menemukan yang lain? Pílghym?” keluh Néverlër, putus asa. “Kita akan mati sebelum mencapai ke sana! Sedangkan Aldérin juga Findarel, tentunya sudah sangat jauh dalam perjalanan ke utara!!”

“Tak ada pilihan lain, Néverlër. Aku akan pergi menyusul mereka, sementara itu … kau dan para Takala sebaiknya tinggal di rumahku, dan merawat Wédéal. Berharaplah Aldérin dan Findarel masih berada di Hail.”

“Dan apabila mereka tak ada di sana?”

“Aku akan pergi ke utara. Dan kau harus bersedia untuk menunggu.”

*

Keesokan harinya, Cialla, Élsus, dan Néverlër kembali ke kediaman Élsus. Mereka segera berembuk bersama Can’Eru, Can’Ara juga Wédéal, mengenai langkah selanjutnya. Diputuskan bahwa Néverlër dan yang lain, juga akan mencari cara untuk mematahkan sihir hitam yang menguasai Kota Nanduél, sedangkan Élsus bertolak ke Hail dalam upaya mencari Aldérin, dan apabila Aldérin sudah tak ada di sana, Élsus akan menyusulnya ke utara.

Namun, belum juga mereka menyepakati rencana itu, tiba-tiba saja Cialla, Can’Ara dan Can’Eru merasakan gelagat aneh. Ketiganya melemparkan pandangan keluar. Néverlër pun tak habis pikir, baru saja mereka kembali dari Nanduél, dibarengi rasa lelah dan sedih, kini muncul sesuatu yang mencurigakan.

“Ada apa?” tanya Néverlër.

“Seseorang datang. Ia berada di tepi mata air,” jawab Cialla.

“Apa sebaiknya kita bunuh dia?” tanya Can’Ara.

“Tentu saja tidak!” tolak Élsus, keras. “Aku yang akan menemuinya, dan sebaiknya, kalian menunggu di sini.”

Élsus menghampiri si pria itu—yang sedang berjongkok di tepi mata air, mereguk airnya, dan sama sekali tak bersikap waspada terhadap sekitar, itu membuktikan bahwa pria tersebut bukanlah pemburu, karena sikapnya yang kurang berhati-hati. Menyadari adanya langkah-langkah halus menyapu tanah mendekatinya, pria itu mendongakkan kepala dan menoleh ke arah Élsus.

“Tidak biasanya para pemburu berani menginjakkan kakinya kemari, bahkan sudah tidak ada lagi yang mau memasuki wilayah mata air, mereka mengatakan di sini sangatlah berbahaya, penuh misteri.” Begitu yang dikatakan Élsus saat membuka pembicaraan.

Pria itu bangkit, lalu berdiri menghadap Élsus. “Aku bukanlah pemburu, Tuan,” katanya. “Dan betapa bahayanya daerah mata air ini, aku harus tetap datang, karena ini menyangkut suatu permasalahan yang sangat penting.

“Kedatanganku kemari adalah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, itu pun atas saran dari seorang kawan. Ia menyuruhku untuk menemui sahabat karibnya di tempat ini. Maaf atas kelancanganku ini, Tuan. Lalu … apa ada orang lain selain dirimu yang tinggal di sini?”

Élsus menggeleng. “Tidak, akan tetapi tak kupungkiri kadang-kadang beberapa teman datang mengunjungiku, Tuan.”

“Apa kau pernah bertemu dengan pria bernama Élsus?”

“Tentu saja! Aku yang berdiri di sini adalah dia.”

“Astaga, syukurlah!!” seru si pria itu. Ia membungkukkan badannya rendah sekali, seolah memberi penghormatan yang paling tertinggi, setelah itu ia kembali berdiri tegak dan memperkenalkan diri, “Namaku Keld Fielgreen. Aku datang kemari atas permintaan Tuan Aldérin Varwendil, elf dari Lamvorels. Dan gelang bernama Rünga ini adalah bukti bahwa kami adalah teman baik.” Keld pun menyerahkan gelang milik Aldérin kepada Élsus.

“Tak kusangka Aldérin berani mengambil keputusan membuka penyamarannya di depan para manusia,” gumam Élsus. “Namun, jika itu yang terbaik, maka terberkatilah perbuatannya!”

“Sekarang Tuan Aldérin sudah berangkat ke Ferden’lyf, awalnya kami semua mengalami banyak kesulitan, dan untunglah … sebagian sudah teratasi,” ujar Keld. “Dan kedatanganku karena ingin meminta bantuan kepadamu, Tuan Élsus.”

“Bantuan seperti apa?” tanya Élsus, heran. “Dan tolong, panggil aku Élsus saja.”

“Tuan Aldérin mengatakan, bahwa kau mungkin dapat membantuku untuk meyakinkan para dryad dan centaur untuk melindungi kota kami. Bangsa dëia sudah datang ke Hail, Tuan, meski hanya dua dari mereka. Namun, Tuan Aldérin merasakan bahwa Hail akan menjadi sasaran dëia untuk selanjutnya!”

“Itu kabar yang sangat buruk!!” seru Élsus, tak percaya. “Sebaiknya kau ikut denganku, Tuan Keld. Mungkin pertemuanmu dengan mereka akan membawa keberuntungan bagi kita semua.”

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!