Squad Star Girls Story
Ternyata Anak Geng Motor
Mata Rose ikut menoleh ke arah kucing kecil yang imut itu, "Ya ampun kasihan banget dia, lagian kamu sih ngebut-ngebut bawanya."
"Iya kan aku udah minta tadi udah gak usah dibahas lagi," kata Hanbin seraya melajukan kembali motornya.
Jujur saja tidak sengaja Rose memeluk Hanbin membuat cowok itu ketagihan untuk merasakan pelukan Rose yang berhasil membuatnya nyaman dan bahagia.
"Ros, pegangan yang betul aku takut kamu jatuh, kalau mau meluk pun gak apa-apa kok gak usah malu."
"Ih udah mulai genit yah." Rose mencubit pinggang Hanbin membuat cowok itu mengasuh kesakitan.
"Iya iya ampun jangan dicubit sakit banget cubitan kamu Ros," keluh Hanbin mengiris kesakitan akibat cubitan Rose.
Motor pun sudah sampai di caffe yang bernuansa alami, tempatnya begitu indah sekali ada banyak tanaman dan kolam ikan yang setiap jalan menuju kasir.
"Kamu mau duduk dimana?" tanya Hanbin matanya menyapu seluruh sisi mencari tempat yang kosong dan nyaman. Ke sana aja yuk?" ajaknya sambil menarik tangan Hanbin dengan manjanya.
Lantas Hanbin tersenyum senang mendapat perilaku Rose yang memegangi tangannya layaknya anak kecil yang ketakutan.
Rose yang sadar akan perilakunya yang membuat Hanbin sejak tadi senyum-senyum terus langsung melepaskan genggaman tangannya.
"Gak apa-apa!" kata Hanbin sambil tersenyum hangat. "Yaudah kamu tunggu disini aku mau mesan dulu yah."
"Pelayan," teriak Rose yang tidak mau ditinggal oleh Hanbin, tangannya melambai ke arah pelayan cewek yang sedang memberikan pesanan untuk dua orang pasangan juga.
"Ih kok teriak-teriak gitu sih?" Hanbin mengomel ketika Rose dengan keras memanggil pelayan.
"Biasanya tuh pelayan datang sendiri kita gak perlu ke sana untuk mesan," tunjuk Rose seraya memberikan penjelasan.
"Tapi kan disini rame sayang, gak enak lah kalau teriak-teriak begitu."
Telinga Rose begitu tajam dia tidak mungkin salah mendengar jika barusan Hanbin memanggilnya dengan sebutan 'Sayang' oh tidak jantungnya, tangan Rose memegang dadanya yang sudah berdebar kencang.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan cewek seraya tersenyum hangat.
Rose dan Hanbin menoleh menatap cewek yang berpakaian caffe itu dengan kalung yang semua pelayan memakainya.
"Oh ya saya mau mesan makanan dan minuman Mba," ujar Rose yang sudah memegang menu makanan di caffe ini.
"Baik apa saja yah biar saya catat pesanannya?" ujar pelayan tersebut yang sudah mengeluarkan catatannya.
Hanbin dan Rose sibuk menatap menu makanan dan minuman.
"Kamu mau mesan apa?" tanya Hanbin melihat wajah bingung Rose.
"Bebek sambal hijau aja deh, sama minumannya es teh manis dan oreo milkshake," ujar Rose kepada sang pelayan lalu dia menoleh ke arah Hanbin. "Kamu mau mesan apa?"
"Samain aja deh tapi tambahkan caramel latte yah," sahut Hanbin yang mengikuti menu makanan Rose.
"Baik tunggu sebentar akan kami antarkan pesanannya," kata si Pelayan seraya pergi meninggalkan mereka berdua.
Rose memainkan ponselnya, dia mengirim pesan di grup Squad star girls memberitahu mereka jika dirinya sedang bersama Hanbin saat ini.
"Hanbin, foto yuk!" ajak Rose yang sedari tadi menunggu moment foto ini.
Sayang sekali jika tempat bagus ini tidak diabadikan, bagi seorang Rose yang suka sekali selfi dia harus mengabadikan momen ini apalagi dia sedang bersama Hanbin, lagipula kapan lagi kan dia ke tempat ini.
Akhirnya Hanbin mau diajak Selfi dan gaya favorit Hanbin dengan menunjukkan dua jarinya yaitu jari telunjuk dan jari tengah.
"Kenapa sih kamu selalu foto dengan gaya itu?" komen Rose begitu melihat hasilnya.
"Ya emangnya gak boleh ini tuh gaya favorit aku coba deh lihat Instagram aku pasti rata-rata gayanya begitu jika Selfi kecuali jika difotokan," jelas Hanbin dengan panjang lebar.
Rose menunjukkan hasilnya kepada Hanbin, "Ini bagus gak?" tanyanya.
"Kayaknya kita kaya orang musuhan banget yah, coba ulang sekali lagi," pinta Hanbin begitu melihat jarak di antara dirinya dan Rose.
Rose mengakui jika hasil fotonya kurang bagus akhirnya dia memakai timer dan menyandarkan ponselnya di papan nomor.
"Satu, dua, tiga!" ujar Rose yang sudah siap dengan gayanya.
Tiba-tiba Hanbin merangkul Rose dari belakang membuat Rose menyandarkan kepalanya di bahu cowok itu dan memejamkan matanya.
Pose selanjutnya mereka membentuk love dengan kedua jarinya tangannya, lalu saling tatap satu sama lain dan pose terakhir Hanbin memegang tangan Rose.
"Coba kita lihat hasilnya," seru Rose tidak sabaran dan ternyata hasilnya bagus banget membuat Rose tersenyum senang.
"Keren yah gak salah deh kamu bawa aku ke tempat ini karena pemandangannya sangat cocok," ujar Rose berdecak kagum.
Hanbin pun mengakui jika dirinya begitu serasi bersama Rose membuat dirinya merasa ingin memiliki wanita ini.
"Kita cocok yah," kata Hanbin tanpa ekspresi matanya fokus Melihat foto-foto.
Rose menoleh menatap Hanbin dia begitu senang karena akhirnya menemukan cowok yang pas untuknya setelah lama dia menyukai Eun woo selama ini dan kini dia mengalah untuk Jennie daripada dia harus terus menerus menahan api cemburu melihat kedekatan dan perhatian Eun woo kepada Jennie selama ini.
Sayangnya Hanbin belum menyatakan cintanya kepada Rose membuat cewek itu masih harus menjaga perasaannya takut jika Hanbin hanya akan mempermainkan dirinya saja itu gak boleh terjadi.
Pelayan pun datang dengan membawa menu pesanan mereka berdua. Hanbin dan Rose akhirnya menikmati makanan tersebut, perut mereka sama-sama lapar jadi keduanya fokus makan meski kadang Hanbin mengomentari cara makan Rose yang berantakan.
Hanbin mengambil tisu lalu mengelap sudut bibir Rose yang terdapat sambal, "Pelan-pelan makannya biar gak berantakan," katanya.
"Iya iya," seru Rose dia begitu nyaman berada di dekat Hanbin, tidak salah jika dia mengatakan jika dia sudah jatuh cinta kepada cowok itu.
Keduanya sudah selesai makan tinggal menikmati minuman yang mereka pesan oreo milkshake, obrolan mereka membahas tentang sahabat-sahabatnya keduanya baik dari Eun woo dan kawan-kawan serta Jennie dan kawan-kawan. Rose begitu terbuka dengan Hanbin yang menjadi pendengar setianya.
"Kamu ikutan geng motor juga?" tanya Rose dia mengetahui jika Hanbin dekat dengan Eun woo dan anak-anak geng motor.
Entah harus jawab apa Hanbin berusaha untuk jujur jika dirinya pun menjadi pemandu di geng motor bersama Eun woo yang sekarang menjabat menjadi kapten geng motor.
"Kalau iya memangnya kamu gak suka?" ujar Hanbin begitu takut untuk berkata jujur.
Rose memanyunkan bibirnya, "Ya aku gak akan larang sih lagian aku suka kok sama anak geng motor mereka kedengarannya kayak anak-anak nakal tapi tidak seperti itu nyatanya Eun woo baik dan pendiam di sekolah."
"Iya dia memang sangat pendiam namun bijak dan tegas jika sedang kumpul bersama anak-anak yang lain, makanya waktu Eun woo berantem dengan Baekhyun jujur saja aku kaget dan tidak pernah melihat dia semarah itu." Hanbin kembali mengingat akan kejadian seminggu yang lalu.