Squad Star Girls Story

Jalan Bareng Hanbin

"Denger ya Jennie, Eun woo itu cowok playboy semua cewek di dekati termasuk my queen dan gue tahu Lo lagi dekat dengan dia gue harap Lo bisa jaga perasaannya agar tidak baper." 

Entah kenapa Jennie merasa jika Baekhyun sedang cemburu dengan Eun woo.

"Tapi sebenci-bencinya Lo sama Eun woo gak boleh harus diselesaikan dengan perkelahian begitu, gue gak mau maafin Lo sebelum Lo berjanji untuk tidak benci dengan Eun woo," pinta Jennie dia tahu betul jika caranya ini tidak mungkin berhasil membujuk Baekhyun.

 

"Lagian Lo udah salah Baekhyun, kalau mengira Eun woo suka sama gue!" sahut Lisa yang ikut bersuara selama ini dia dekat dengan Eun woo karena urusan OSIS tidak lebih tapi Baekhyun malah salah mengartikan semuanya.

"Udah deh Sa, Lo gak usah ngelak kaya gitu jelas-jelas gue lihat kalau Eun woo tuh sok perhatian banget sama lo dan terserah Lo deh Jen mau maafin gue atau gak jika itu syaratnya gue gak bisa ngelakuin." Berat memang bagi Baekhyun untuk berbaikan dengan Eun woo. 

 

Lisa dan Jennie saling tatap bingung apa yang harus mereka lakukan agar Eun woo dan Baekhyung tidak musuhan apalagi karena mengira jika Eun woo mendekati Lisa itu hanya salah paham saja.

"Keras kepala banget nih orang yah dibilanginnya," gerutu Lisa mendengar keputusan Baekhyun.

"Nih Sa, biarin udah itu urusan mereka kita gak boleh ikut campur," sergah Jennie menahan Lisa untuk memarahi Baekhyun.

 

"Udah jangan ngambek lagi kan tadi kamu bilang aku suruh minta maaf sama Jennie nah sekarang kan udah tuh." Baekhyun harus lebih bersabar lagi untuk mendekati Lisa dia harus bisa menahan emosinya. 

Jennie beranjak pergi untuk mengeringkan rambutnya dia tidak ingin mengganggu Lisa dan Baekhyun, seketika dia teringat dengan Eun woo yang belum ada kabar dari pagi entah kenapa dia merindukan sosoknya saat ini. 

 

"Hemm." Lisa memang sudah tidak ngambek lagi tapi dia sedikit kesal karena Baekhyun begitu keras kepala. 

"Bye the way besok Lo ada waktu gak?" tanya Baekhyun penuh hati-hati. 

"Memangnya kenapa?" 

 

"Aku ingin ngajak kamu ke suatu tempat, kamu mau kan? Sekaligus kita liburan sebelum ujian."

Lisa memang sedang membutuhkan liburan tapi tidak mungkin dengan Baekhyun, dia masih ragu dengan cowok itu dan gak bisa sepenuhnya percaya jika Baekhyun tulus mencintainya. 

"Udah terima aja Sa, gue yakin Lo butuh liburan kapan lagi coba liburan bareng Baekhyun?" bujuk Jennie agar Lisa mau menerima tawaran Baekhyun. 

 

Sebagai sahabat Jennie hanya ingin memberi dukungan kepada sahabatnya ini, lagipula dia ingin Lisa bisa move on dari Bobby dan bisa membuka hati untuk Baekhyun yang memang akhir-akhir ini selalu ngejar-ngejar Lisa. 

"Ya udah gue mau asal jangan ajak gue ke tempat yang macam-macam yah." 

"Hehehe ya enggaklah kamu khawatir banget sih, udah malam tidur yah! Jangan begadang nanti sakit, ya udah assalamualaikum." 

 

"Waalaikumsalam." Lisa menatap layar ponselnya hatinya merasa berbunga-bunga mendapat perhatian dari laki-laki yang mencintainya. 

Tangan Lisa memegangi dadanya merasakan detak jantungnya yang berirama, perasaan ini sudah pernah dia rasakan saat bersama Bobby namun ini berbeda apa jangan-jangan karena sudah lama Lisa tidak mendapatkan perhatian dari laki-laki? batin Lisa berpikir. 

"Cie yang lagi jatuh cinta," ejek Jennie sambil menggelitik pinggang Lisa 

 

"Ihh stop geli tau Jen, hahaha Jennie berhenti gue balas nih yah!" teriak Lisa dengan terus terkekeh.

"Oke oke gimana rasanya dapat perhatian dari Baekhyun?" Jennie memandang Lisa seperti mengintrogasi sahabatnya itu.

Lisa tersenyum, "Biasa aja kok," jawabnya berbohong.

Tiba-tiba pintu kamar Jennie terbuka menampakkan Jihyo di balik sana. 

"Hay ka Jihyo," sapa Lisa yang langsung menghampiri Jihyo.

 

"Ya ampun Lisa kamu tambah imut aja deh makai ini," ujar Jihyo sambil menunjuk bando kelinci yang dipakai Lisa saat ini.

"Ah makasih, ka Jihyo juga tambah cantik dan sexy," tukas Lisa memandangi penampilan Jihyo yang begitu cantik.

"Ah kamu bisa aja, kalian belum pada makan kan? Yuk turun kita makan bareng-bareng!" ajak Jihyo dengan tersenyum manis.

 

Jennie tersenyum, "Hayuk perut gue udah keroncongan nih cacing-cacing udah pada demo." 

"Iya gue juga dari tadi laper nih belum makan," ungkap Lisa dia ingat terakhir kali dia makan tadi siang pas di rumahnya.

Akhirnya mereka bertiga turun ke bawah untuk makan, Lisa memang orang yang senang bersosialisasi dia mudah akrab dengan orang yang baru dikenalnya sebelumya Lisa juga sudah pernah bertemu dengan Jihyo waktu ada kerja kelompok di taman rumah Jennie. 

Dan sekarang Lisa bertemu kembali dengan Jihyo membuatnya sedikit heboh karena kangen dengan sosok Jihyo yang sama recehnya dengan dirinya. 

 

Rose mendapat kabar dari Hanbin katanya sedang kumpulan di dekat rumah Jennie, dan mau mengajaknya bertemu hingga akhirnya Rose dijemput oleh Hanbin di depan gerbang rumah Jennie. 

"How are you Rose?" tanya Hanbin sambil tersenyum manis sekali. 

Jika kalian melihatnya langsung sudah pasti luluh hatinya begitu pun dengan Rose yang kini ada di depannya.

"I'm fine, and you?" Rose juga ingin tahu bagaimana keadaan Hanbin.

"I do, let's go!" katanya menyuruh Rose untuk naik motornya. 

 

Jujur Rose merasa kesulitan menaiki motor Hanbin yang tinggi, dia heran mengapa Hanbin tidak pernah pergi memakai mobil? Padahal kan orangtuanya punya mobil banyak, tapi sepertinya Hanbin memang lebih senang menaiki motor deh.

"Mau langsung pulang atau mau jalan-jalan dulu?" tanya Hanbin sambil melirik ke arah kaca spion membuat Rose ikut menatap cowok itu dari sana.

"Terserah, aku ikut kamu aja lagipula aku bilang akan pulang agak malam dari rumah Jennie, jadi orangtuaku tidak akan marah." Tangan Rose memegangi jaket kulit Hanbin karena bingung harus megang apa agar tidak jatuh. 

 

Hanbin memang digosipkan dekat dengan Irene karena mereka berhubungan dekat sebagai ketua dan sekretaris di kelas, namun hatinya masih kosong belum ada yang mengisinya. 

"Baiklah aku akan ajak kamu ke suatu tempat oke," ujar Hanbin mempunyai tempat yang pas untuk berdua dengan Rose. 

Sungguh jantung Rose terus berdetak kencang, dia benar-benar merasa telah jatuh cinta kepada pesona Hanbin yang semakin keren dan pastinya telah buat hatinya luluh dengan gaya bicara Hanbin dan wajah tampannya itu.

Perlahan Rose melingkarkan tangannya di pinggang Hanbin membuat cowok itu tersenyum dengan cepat dia melajukan motornya hingga mendadak dia mengeram membuat Rose terdorong ke depan dan memeluk Hanbin.

 

"Aduh Hanbin hati-hati dong bawanya," omel Rose yang langsung kembali memundurkan tubuhnya ke belakang.

"Maaf maaf, itu ada kucing lewat, hampir aja aku mau nabrak dia." Hanbin menunjukan tangannya ke arah kucing yang berjalan pelan menuju pinggir jalan.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!