Squad Star Girls Story

Eunwoo di Mata Ayah Suho

Cuaca hari ini tampaknya sangat bagus, air pun terasa sangat dingin sekali sampai Jennie begitu menggigil meski telah dibaluti seragam OSIS. 

"Ayah, apa hari ini kerja?" tanya Jennie begitu sudah ada di hadapan kedua orangtuanya. 

 

Suho memandang Jennie yang sudah cantik di matanya, penampilan anaknya itu selalu membuat Suho bangga. 

"Hari ini Ayah libur sayang jadi hari ini Ayah akan antar kamu ke sekolah oke," sahut Suho begitu perhatian. 

Jennie duduk di ruang makan yang selalu kosong hanya ada dirinya, Ayah dan Bundanya saja namun selalu hidup karena sang Ayah banyak sekali berbicara tentang bisnis dan masalah di perusahaannya. 

 

"Ya sudah yuk berangkat Jennie buru-buru karena ini pun sudah telat sebenarnya Yah," ungkap Jennie setelah menghabiskan susu coklat hangat buatan Bundanya.

"Sayang, kamu gak sarapan dulu?" tanya Vera baru saja putrinya duduk namun langsung bergegas pergi. 

"Nggak Bun, lihat! Jennie sudah kesiangan pasti yang lain nyariin." Entah ini kebiasaan buruknya atau memang hal yang gak disengaja, dia sudah berusaha untuk bangun pagi tapi nyatanya tetap sama selalu telat. 

 

"Ayo Yah, Jennie buru-buru karena panitia harus datang lebih awal," tukas Jennie sambil menarik tangan sang Ayah. 

Suho pun langsung bangkit dari duduknya untuk mengantarkan putrinya ke sekolah, Jennie merasa senang akhirnya dia bisa berangkat ke sekolah bareng sang Ayah. 

"Sayang, ini dibawa bekalnya untuk sarapan di sekolah." Vera berlari ke luar memberikan dua buah roti yang sudah dioleskan selai strawberry dan coklat kesukaan Jennie. 

"Makasih Mah, Jennie pamit yah!" Tidak lupa Jennie selalu bersalaman dengan kedua orangtuanya. 

 

Vera mencium pipi Jennie penuh kasih sayang, akhir-akhir ini Jennie jarang sekali berada di rumah dia sibuk sekolah dan rapat dengan anak OSIS. 

"Hati-hati sayang," saran Vera kepada suaminya yang membawa mobilnya. 

Kini mobil yang Suho kendarai sudah berjalan meninggalkan kediamannya. 

Pagi ini Jennie sengaja tidak memainkan ponselnya dia menyimpannya di dalam tas, rasanya akan sangat menyebalkan jika dia harus kena omel, waktu masih 5 menit lagi untuk Jennie bisa sampai di sekolah.

 

"Yah, bawa mobilnya agak cepat yah!" pinta Jennie cemas.

"Ada acara apa emang di sekolahnya, Nak?" tanya Suho penasaran dengan kegiatan putrinya. 

"Sekolah sedang ulang tahun Yah, anak OSIS yang mengadakan acara ini jadi kita jadi panitia yang super sibuk mengatur berjalannya acara ini," jelas Jennie panjang lebar. 

"Oh gitu, apa wali murid gak diundang dalam acara ini, Nak?" Suho menoleh ke arah putrinya yang duduk di sampingnya. 

 

"Tidak Yah, hanya anak muridnya saja beserta tamu penting sekolah tapi kalau Ayah mau hadir juga gak apa-apa," ujar Jennie sambil tersenyum, dia tahu betul jika Ayahnya sangat sibuk dengan pekerjaannya bahkan jarang sekali dia mengobrol seperti ini dengan Ayahnya. 

"Owh anak cowok yang waktu itu datang ke rumah katanya dia ketua OSISnya yah?" tanya Suho memastikan ucapan Eun woo. 

 

Ya ampun, ini kenapa Ayah masih ingat sama Eun woo yang datang ke rumah sih? batin Jennie menggerutu kesal, dia hanya menganggukan kepalanya saja untuk menjawab pertanyaan sang Ayah. 

"Kok Ayah tahu emang dia bilang kalau ketua OSIS gitu?" Jennie penasaran apakah Eun woo mengatakan hal itu kepada Ayahnya. 

Suho tersenyum, "Bukan dia yang bilang Ayah bertanya karena kamu anggota OSIS jadi ayah ingin tahu siapa ketua OSIS nya eh ternyata anak muda itu," jelasnya sambil tersenyum. 

 

Jennie kira Eun woo sendiri yang bercerita ternyata Ayahnya yang memang suka pengen tahu, "Oh gitu kirain aku dia yang langsung bilang gitu, sombong banget kayanya," celetuk Jennie sambil mengalihkan pandangannya ke luar jendela. 

"Dia ganteng loh, Nak, apa kamu tidak menyukainya?" pekik Suho mencoba menggoda sang putri yang mungkin dugaannya bisa saja benar. 

Khuk … khukk ….

Seketika tenggorokan Jennie terasa gatal, dia batuk-batuk setelah mendengar coletehan Ayahnya. 

 

"Ish Ayah kenapa bahas Eun woo terus sih?" Omel Jennie begitu batuknya sudah reda.

"Memangnya kenapa? Kamu tidak menyukainya? Yang Ayah lihat sih dia baik, tapi memang Ayah tidak akan pernah mengizinkan kamu untuk berpacaran!" tukas Suho sambil sesekali menoleh memandang putrinya. 

 

"Ya sudah kalau begitu berhenti membahas tentang Eun woo lagi," tegas Jennie merasa kesal. "Lagi pula suka gak suka itu urusan Jennie," gumamnya pelan. 

Suho memang selalu ingin yang terbaik untuk anak-anak, di usia Jennie sekarang masih harus diperhatikan jangan sampai dia salah arah yang akhirnya menghancurkan semua cita-citanya bahkan pendidikannya. 

 

Tidak terasa mobil pun sudah sampai di depan sekolah Jennie, membuat gadis itu turun dari mobil dan berpamitan dengan Ayahnya. 

"Yah, Jennie masuk ke dalam dulu ya." Jennie paling patuh dan takut dengan Ayahnya dibanding Bunda, karena dia mengenal Suho adalah sosok Ayah yang tegas dan bijaksana. 

 

"Belajar yang benar di sekolahnya jangan bercanda terus!" teriak Suho kepada Jennie yang masih bisa mendengarnya dan membalas ucapannya dengan tersenyum sambil mengacungkan jari jempolnya.

 

Di sekolah sudah tampak ramai Jennie menghidupkan kembali ponselnya yang sejak berangkat tadi dia matikan, dia tersenyum tatkala mengingat perkataan sang Ayah tadi di mobil yang mengatakan jika Eun woo ganteng, membuat Jennie berandai-andai jika suatu saat nanti bisa memiliki Eun woo seutuhnya. 

Squad Star Girls

*Lisa 

"Gaes kalian sudah di sekolah?" 

*Rose 

"Gue baru mau jalan nih." 

*Jisso

"Masih dijalan, doain yah gue mau tampil dance hari ini semoga lancar." 

*Lisa

"Wihh gila Lo mau dance nanti Jisso?" 

*Rose 

"Sendiri apa sama teman kelas Lo Jisso?" 

*Jisso 

"Sendiri gue perwakilan dari teman kelas kan katanya satu kelas wajib memberikan 1 tampilan pada acara ini, karena teman kelas gue pada ogah-ogahan jadi gue yang ditunjuk Pak Taehyun (wali kelas) untuk dance." 

*Rose 

"Hwaiting!!" 

*Lisa 

"Eh Jennie ke mana sih? Kok gak nongol-nongol yah?" 

*Jisso

"Coba telpon aja ka, siapa tau diangkat."

*Rose 

"Lo udah sampe Sa?" 

*Lisa 

"Udah, nih gue lagi sama Mj terus dia nyariin si Jennie."

Jennie berhenti membaca chatting teman-temannya di grup, dia langsung berlari menuju Aula tempat acara untuk mengikuti rapat terlebih dahulu. 

Jennie menaiki tangga dengan sedikit berlari sampai dia tidak sadar jika telah menabrak seseorang dan hampir jatuh karena kurang seimbang dengan injakan kakinya pada lantai tangga tersebut. 

 

"Aaaaa!!" teriak Jennie merasakan takut jika dirinya jatuh di tangga.

Untung saja seseorang yang menabrak Jennie langsung menarik Jennie hingga tubuh Jennie terhempas di dinding tangga itu. 

"Kebiasaan banget gak hati-hati!" pekik seorang yang menabrak Jennie.

"Astaga kenapa gue harus ketemu dia sih?" batin Jennie menggerutu kesal. 

 

"Maaf gue buru-buru mau ke Aula jadi gak lihat ada orang yang turun," sahut Jennie bagaimanapun dia tetap salah karena saat menaiki tangga tadi pandangan fokus ke bawah. 

"Untung aja Lo nabrak gue coba kalau cowok lain," katanya sambil melepaskan cekalan tangannya dari tangan Jennie. 

 

"Apanya yang untung, gue gak merasa beruntung baru datang dan sudah ketemu Lo lagi," pekik Jennie sambil menyilangkan kedua tangannya ke depan dada.

Disentilnya jidat Jennie, "Ya bisa pegang tangan lo, itu kan yang Lo mau juga?" katanya sambil tersenyum puas. 

"Apaan sih gak jelas banget lo, gue mau ke aula dulu bye," tukas Jennie meninggalkan cowok itu begitu saja. 

 

Sepanjang perjalanan menuju ruang aula pikiran Jennie masih tidak lepas dari kejadian tadi, menyebalkan sekali, gerutunya dalam hati. 

Sesampainya di ruang aula, dia melihat rapat masih berjalan dengan cepat dia masuk dan duduk untuk mendengarkan Bu Shin berbicara.

 

Lisa dan Rose melambaikan tangannya kepada Jennie agar sahabatnya itu duduk di samping mereka, untung saja arah bola mata Jennie langsung menemukan sahabatnya dan duduk di samping mereka. 

"Belum selesai?" tanya Jennie sambil menatap jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 07:50 WIB. 

 

"Belum, Bu Shin tadi membagikan id card panitia Lo sih telat nanti minta sama Eun woo katanya yang belum kebagian," tutur Rose sembari membetulkan posisi duduknya yang kurang nyaman. 

"Owh iya yang jaga absen di depan siapa sekarang?" tanya Bu Shin menatap anak-anak muridnya.

 

"Ada Chanu sama Karina yang sudah bertugas di depan Bu, tadi Eun woo mengizinkan mereka untuk tidak ikut rapat karena para tamu dan siswa lainnya pasti sudah ada yang berdatangan," jelas Eun woo sebagai ketua. 

"Bagus kalau begitu, untuk yang lainnya saling bantu jika pekerjaan kalian sudah selesai, sepertinya itu saja yang ingin Ibu sampaikan, semoga acaranya berjalan dengan lancar yah Ibu mohon kerjasamanya kalian untuk mensukseskan acara ultah sekolah ini karena kepala sekolah akan sangat senang jika acaranya berjalan dengan lancar." Ibu Shin akhirnya menutup rapat setelah memberikan arahan terakhir kepada para panitia OSIS, karena sejak kemarin dia gak bisa hadir dalam rapat. 

 

Semua panitia pun bergegas menuju aula dan lapangan untuk stay di sana, karena setelah sambutan-sambutan dan acara dibuka akan ada penampilan-penampilan yang seru dan menarik pastinya. 

"Anterin gue ambil id card sama Eun woo yukk," ajak Jennie sambil menarik tangan Rose. 

"Sendiri aja lah," sahut Rose dia sangat malas jika berhadapan dengan Eun woo yang ada hatinya bakal sakit lagi karena sudah terlalu berharap lebih.

"Ayo temenin gue!" rengek Jennie sambil terus menarik tangan Rose sampai sahabatnya itu mau dan ikut bersamanya.

 

"Eun woo!" teriak Jennie untuk menghentikan langkah cowok itu, "Id card gue mana?" pintanya setelah sudah berada di hadapannya.

 

"Jangan bilang Lo tadi datang telat yah?" tebak Eun woo dia dari pagi memang tidak melihat batang hidung Ibu bendahara sampai dia harus menalangi terlebih dahulu untuk membeli minuman Aqua. 

Jennie tersenyum tanpa dosa, "Iya sorry gue kesiangan bangunnya." Meminta maaf adalah cara ampuh untuk menyelesaikan perdebatan. 

 

"Nih, jangan sampai hilang gue minta tolong bantu back up anak-anak yang lain yah," titah Eun woo dia khawatir jika ada teman-teman OSIS yang tidak bisa hadir di acara ini. 

 

"Siap aman, sama kita mah ya gak Jen?" sahut Rose sambil menunjukkan jari jempolnya dan tersenyum.

"Oke, gue mau kesana dulu yah sebentar lagi acara dimulai," ujar Eun woo sambil menatap arloji sebelum berlalu pergi.

Jennie dan Rose berjalan menghampiri Lisa yang sedang duduk cantik sebagai penonton. 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!