Sang Pelindung Bumi
Sarken Menggunakan Ultimate Serangan
Armor di tubuh Dinan menciptakan energi gemerlapan dan bercahaya. Serangan kuat itu menghancurkan apapun di depan Ligra. Semuanya hancur bahkan tanah meledak dan menghamburkan tanah dan batu terbang pecah kemana-mana.
Ledakan berhenti dan semua serangan berhenti. Ligra yakin bahwa tidak ada apapun yang bisa selamat dari serangan kehancuran tersebut. Asap masih tersisa mengepul. Tertiup angin dan perlahan mulai memperlihatkan kehancuran besar dan lubang raksasa sepanjang mata memandang.
Gedung-gedung yang dilewati serangan Ligra tak tersisa. Namun, seorang manusia masih berdiri di udara dengan tegap sambil memegang pedangnya. Dia tidak apa-apa! Bahkan, dia tak terluka dan memakai sebuah armor yang sangat kuat di sekujur tubuhnya.
Makhluk apa dia! Kenapa serangan sekuat itu bahkan tidak berefek padanya sama sekali!
”Siapa kamu sebenarnya, Manusia!” Ligra berteriak dan saat itu, dua rekannya muncul dan keluar dari tempat mereka jatuh sebelumnya. Sarken dan Oson sudah mengembalikan kekuatan mereka. Serangan sebelumnya sudah mulai pulih. Kini, Dinan dikepung oleh tiga monster sekaligus kecuali di bagian belakang yang tidak ada siapapun di sana.
”Aku hanyalah manusia biasa, aku datang untuk mengambil Blue Eyes. Itu saja!”
Ketiga raksasa semakin kesal dengan jawaban manusia sombong tersebut.
”Baiklah,” Sarken yang maju lebih dekat dengan Dinan, baju armornya menutupi seluruh tubuhnya. Armor keemasan yang membuatnya sulit ditembus dengan senjata dan dia mampu menangkis serangan kuat sekalipun. Namun, sebelumnya dia dapat dipukul mundur oleh Dinan karena dilemparkan dengan telekinesis magic.
”Apa yang ingin kamu lakukan setelah mendapatkan Blue Eyes?” tanya Sarken lagi. Selama ini, mereka bertiga sudah menjaga artefak tersebut dengan kekuatan mereka. Mereka menahan artefak semesta itu agar tidak muncul atau terlihat oleh makhluk manapun di seluruh alam semesta ini.
Jadi, ketika ada orang yang ingin mengambilnya. Maka, mereka harus memastikan dua hal; pertama, artefak itu harus digunakan dengan sebaik-baiknya, dan yang kedua orang yang mendapatkan artefek Blue Eyes harus lebih kuat dari mereka bertiga.
Jika dia lebih kuat dari mereka bertiga, maka dia pantas untuk menjaga Blue Eyes dibandingkan mereka.
Mereka bertiga mendapatkan Blue Eyes dari keretakan ruang yang terjadi. Mereka menjaga agar ruang dimensi tiap dimensi di alam semesta tidak rusak. Mereka kemudian dianugerahi Blue Eyes untuk menjaga kestabilan ruang dimensi di alam semesta agar tidak saling bertabrakan.
Inti dari Blue Eyes, dia mampu membentuk ulang kehancuran dengan kekuatan pemiliknya. Namun, selama ini. Tiga raksaa; Ligra, Oson dan Sarken. Ketiganya hanya menggunakan Blue Eyes agar keretakan dimensi dan ruang di alam semesta tidak bertabrakan dan menyebabkan kehancuran.
Blue Eyes menjaga kestabilan dunia dan dimensi.
Jadi, mereka ingin memastikan, untuk apa orang itu menginginkan Blue Eyes tersebut.
”Aku akan melindungi bumi, itu adalah tugasku sebagai Guardian of Earth. Aku diutus Guardian Bumi sebelumnya untuk mengambil Blue Eyes! Selain itu, aku ingin mengumpulkan seluruh artefak semesta untuk menghentikan portal dimensi pecah di seluruh galaksi. Hanya itu satu-satunya jalan menutup setiap keretakan dimensi.”
Tiga raksasa itu mendengarkan penjelasan dari Dinan. mereka tak tahu apapun soal portal dan lainnya. Mereka hanya bertugas untuk melindungi Blue Eyes dan menggunakannya untuk menutup keretakan dan kerusakan dimensi. Tugas ketiganya hanya menjaga agar tidak terjadi tabrakan antar dimensi yang membuat segalanya bisa kacau karena dimensi yang tumpang tindih.
”Kami tidak tahu siapa kamu sebenarnya. Tapi, jika kamu memang ingin mengambil Blue Eyes. Tunjukkan kelayakanmu untuk menjadi tuan bagi Blue Eyes,” Sarken mengatakan itu sambil mengangkat dagu besarnya, dia menantang Kaja tentu saja. Kali ini, Sarken akan menggunakan sepenuh kekuatannya dan beradu kekutan lagi dengan Kaja.
Di sisi lain, Ligra dan Oson juga bersiap. Mereka juga ingin melihat sebatas mana kemampuan manusia itu dalam mengendalikan kekuatannya dan mampu atau tidaknya dia mengalahkan para Raksasa yang melindungi Blue Eyes hingga sekarang.
Sarken kembali melompat ke arah Dinan, kali ini dia mempersiapkan kekuatan dirinya agar tidak bisa dikendalikan dengan telekinesis. Kekuatan tolakan sudah dibuat menyelimuti tubuhnya. Armor di seluruh tubuhnya berdenyut dan memberikan efek tidak bisa dikendalikan.
[Armor kuat Sarken, menonaktifkan pengaruh dari magic dan telekinesis. Telekinesis dan pengendalian sihir padanya akan dinonaktifkan]
Jadi begitu! Dinan menyadari kekuatan telekinesis magic tak lagi mempan pada Sarken. Apalagi, kekuatan Sarken lebih tinggi dari pada kekuatan lainnya soal kekuatan damage serangan.
Jadi, kali ini. Dinan hanya bergantung pada kekuatannya. Pukulan dari Sarken dengan cepat diarahkan pada Dinan. pukulan yang diselumuti energi besar, pukulan itu mengarah pada Dinan dengan kuat. Dari jauh, Ligra dan Oson melihat hal itu. Jika kekuatan Sarken tidak dibendung, maka manusia itu pasti akan binasa dengan kekuatan energi serangan kuat dari Sarken.
Brusshh!
Sedetik sebelum pukulan tangan besar itu mengarah pada Dinan. Dia menggunakan kekuatan teleportasinya sehingga menghincari serangan itu.
Booommm!
[Bullet portal dibuat, tubuh dipindahkan]
Hanya sesaat, tapi Dinan merasakan energi itu masih mengenainya meskipun hanya tekanan serangan dari Sarken. Itu benar-benar luar biasa. Bahkan, ketika Dinan tidak terkena serangan itu dan hanya efek tekanan. Armor di tubuh Dinan bahkan seolah bergetar karena serangan kuat tersebut.
Gedung di belakang Dinan sebelumnya hancur berkeping-keping. Tidak hanya satu, bahkan puluhan gedung di belakangnya rata dan hancur bertebaran ke segala arah. Kekuatan energi pukulan Sarken, itu melebihi imajinasi para Hunter tentunya. Entah apa yang terjadi jika monster kuat seperti Sarken itu keluar dari mengacau di bumi.
Mungkin, kehancuran dan pemberisihan yang akan terjadi.
Dinan muncul dari sebuah portal di tempat lain, dia cukup banyak menghabiskan energi eksternal untuk melakukan teleportasi. Sarken merasakan energi muncul di sisi kiri yang cukup jauh. Dinan, manusia itu muncul di depan sebuah gedung pada jarak yang cukup jauh dari Sarken.
”Jadi ..., kamu mau berlari dan menghindariku, Manusia! Jika kamu melakukan hal itu, maka kamu tidak layak untuk mendapatkan Blue Eyes!” teriak Sarken. Dia tahu, manusia itu memiliki banyak trik sehingga bisa selamat dari serangan buasnya.
Energi di tubuh Dinan berpendar-pendar. Dia mengeluarkan energi dari dalam dirinya, menyatu dengan energi yang sudah banyak diserapnya selama ini. Energi kuat dan juga transfer dari energi Abras. Meskipun, Dinan belum bisa mengendalikan semuanya. Sistem menyesuaikan energi Abras pada ketahanan fisik yang dilatih oleh Dinan.
Setiap fisik yang bertambah, maka Dinan akan bisa menampung energi semakin besar dari kekuatan Abras.
[Kekuatan Guardian of Earth akan disesuaikan dengan kekuatan fisik yang dilatih dengan baik oleh Hunter. Kekuatan itu akan dicerna tubuh fisik dengan bertahan mengingat kesiapan tubuh dalam menggunakannya]
”Aku tidak lari, Sarken. Ingatlah namaku, Dinan! aku hanya mengukur sebatas mana kekuatanmu dalam hal mengeluarkan energi. Jadi! Mulai sekarang, aku tidak akan lari!” Dinan mengepalkan tangannya. Energinya berpendar di kepalan tangan tersebut.
[Membentuk energi, kumpulan dari energi yang sudah didapatkan. Menipulasi kekuatan diaktifkan! Meningkatkan kekuatan fisik dan energi, menyesuaikan dengan kekuatan fisik dan mental]
”Baiklah kalau begitu. Aku akan mengakuimu jika kamu bisa bertahan dari seranganku kali ini. Jadi, lawan dan jangan lari lagi, Dinan!”
”Tentu saja!” Dinan melayang di udara.
Sarken mengeluarkan energi dari tubuhnya, energi kekuatan terkumpul dan dia siap mengeluarkan ultimate serangan terkuatnya. Dinan juga bersiap, dia menyalurkan energi seluruhnya di tangannya.
[Magic Power diaktifkan]
[Pedang Penghancur Semesta ditingkatkan]
Dinan memegang pedangnya dengan kuat. Serangan dari Sarken dengan cepat menyerbu ke arah Dinan.
(Eight Hand Shadow diaktifkan]
Delapan tangan di belakang punggung Dinan keluar, itu adalah tangan besi yang keluar dari orb bulat yang menyala di punggung Dinan. menempel pada armor di punggungnya. Delapan tangan mengarah ke belakang, semua ujungnya bersatu di belakang punggung Dinan.
[Eight Hand Shadow, putaran bayangan mencapai kekuatan maksimal]
Saat serangan Sarken datang, putaran delapan tangan itu berputar sangat kencang dan membentuk bayangan semata. Orb menyala dan mendorong kekuatan Dinan hingga ke titik tertinggi. Dinan melihat arah serangan pukulan dari Sarken.
Bruusshh!
Tak ada waktu yang lain, jika ingin menang maka hari ini adalah waktunya. Dinan melesat dengan kecepatan tinggi menghadang serangan pukulan dari Sarken. Tangan Sarken dibungkus dengan armor keemasan yang kuat dan terlihat megah.
[Stealth Diaktifkan!]
Syuunnggg!
Serangan kuat dari Dinan, pedang yang berpendar-pendar dan mendapatkan energi dari segela penjuru membentuk pusat halilintar yang menyambar-nyambar. Dinan melesat dan mengayunkan pedangnya ke arah pukulan Sarken.
”Selesailah kesombanmu hari ini, Dinan! pulanglah ke dimensimu!”
Brusshh!
Booomm!
Pukulan bertemu dengan pedang Penghancur semesta yang diayunkan Dinan dengan kekuatan penuh. Ledakan terjadi dan saling menekan energi berlangsung dan di sekitar mereka. Gedung-gedung hancur berhamburan.
Blaarrr! Bumi bergoncang dan serpihan dari bumi terangkat. Kekuatan manusia itu sangat hebat, Sarken baru tahu dan dia menyadari bahwa dia seperti sedang memukul sebuah dinding yang tegak dan tak goyah.
Boomm!
Tekanan dari pedang Penghancur semesta memasuki pertahanan Sarken. Armor yang menutupi seluruh tubuh Sarken, dimulai dari tangannya. Semua mengalami retak.
Craakk! Craakk! Craakk!
Tidak mungkin!
Booomm!
Ligra dan Oson tak mempecayai hal itu. Seluruh armor yang dipakai Sarken pecah dan tubuh Sarken terhempas sangat kuat dan ledakan besar menghantam gedung dan tanah.
Brusshh!
Tubuh Sarken menabrak apapun yang ditemuinya. Hingga dia terpental sangat jauh dan tersisa ledakan besar saat terakhir menghantam sebuah menara tinggi yang sangat kokoh.
[Anda mengalahkan Sarken yang memiliki baju zirah tak tertembus. Anda menghancurkan armor kuatnya]