Sang Pelindung Bumi
Pilihan dari Gilser
Raymond tahu apa yang dipikirkan oleh hunter Dinan. semua Hunter sudah berlari dan menjauh. Mereka mencari tempat aman tak akan akan berani melihat ke arah Monster Gilser.
Jadi, itu adalah kesempatan bagi Dinan dan Raymond.
”Raymond, kamu disini dan bantu sebisamu untuk membuatnya kehilangan fokus. Sisanya. Serahkan padaku!”
”Siap brother Dinan!”
Gilser mengamuk dan menghancurkan apapun, dia sangat besar dan bahkan mungkin tingginya adalah sekitar dua puluh meter. Dia juga sangat besar dan panjang, kakinya empat dan tanduk di keningnya besar meruncing ke dapan.
[Gilser, Tanduk di kepalanya. Itu adalah bahan kuat untuk membuat senjata. Senjata itu akan mampu menghancurkan kekuatan besar dan bahkan menghancurkan planet sekalipun!]
Benar-benar kekuatan yang luar biasa. Dinan harus bertarung dan berusaha mendapatkan item langka untuk membuat senjata tersebut. Dia maju ke depan dan keluar dari batu besar. Gilser melihat ke arahnya. Dia merasa heran karena ada manusia kecil yang berani menghadap padanya tanpa ketakutan.
”Siapa kamu wahai makhluk kecil! Kenapa kamu tidak takut padaku!” tanya Gilser besar itu, sesekali lidahnya menjulur dan kepalanya bergerak ke kanan dan ke kiri. Sungguh, itu adalah sebuah pertanyaan yang sangat meremehkan bagi manusia.
”Ingatlah aku Gilser. Aku adalah penjaga di dunia, aku makhluk yang akan mencabut nyawamu!” Dinan masih terus melangkah. Pedangnya keluar dari genggaman tangan kanannya.
[Pedang Penghancur Semesta diaktifkan!]
Pedang di tangan kirinya juga muncul Dinan merasakan kalau Gilser adalah makhluk yang sangat kuat. Jadi, dia harus bertarung dengan kekuatan penuh. Pedang satunya muncul, Dinan akan bertarung dengan menggunakan kedua pedang.
[Pedang Fire Dragon diaktifkan]
Dinan maju dan kedua pedangnya menyamping ke bawah. Pedang yang sangat kuat, dua-duanya akan digunakan untuk mengalahkan Monster kadal Gilser.
”Makhluk yang sombong! Kamu telah memasuki daerah kekuasaanku. Jadi, terimalah hari paling hancur dalam hidupmu. Kamu akan mati, wahai makhluk kecil!”
Teriakan Gilsar dibarengi dengan kekuatan ekornya yang membubung tinggi dan menghentak ke arah Dinan.
Dor! Dor! Dor!
Suara tembakan berkali-kali mencoba menembak ke arah ekor yang hendak menghantam Dinan. dia ingin membantu dan menghentikan serangan dari ekor Gilser yang mampu menghancurkan tebing tersebut.
Ekor itu tertembak dengan serangan kecil dari Raymond. Sayangnya, itu tak berimbas apapun. Namun, hal itu masih mampu membuat sedikit rasa sakit, mungkin hanya gatal saja yang dirasakan oleh Gilsar. Dia menghantam ekornya ke arah Dinan dan bergesekan dengan dinding tebing
Bruusshh!
Batu berjatuhan dan tanah longsong. Suara air yang bergemuruh karena bebatuan ada yang jatuh di air. Bumi bergetar sangat kuat. Dari arah kepala Gilser. Tanduknya bercahaya. Setiap kali dia mengeluarkan energi, maka tanduk itu menyala.
Ekor menyambar ke arah Dinan, Dinan pun menahan dengan kedua pedang kuatnya yang maju ke depan. Energi defensif tercipta dan ekor yang menghantam ke arah Dinan ditahan dengan array penghalang energi.
Bang!
Serangan ekor itu mampu ditahan dengan baik. Gilsar terlihat kaget, makhluk kecil itu teryata memiliki kemampuan yang kuat. Dia pun maju dan menyemburkan api yang sangat kuat ke arah Dinan.
Brusshh!
”Brother Dinan!” teriakan dari Raymond. Dia melihat tubuh Dinan seolah terbakar oleh semburan api dahsyat dari Gilsar.
[Supreme Defense Armor diaktifkan!]
Armor kuat melingkupi tubuh Dinan, serangan api membakar dirinya. Namun, itu sama sekali tidak bisa melukai Dinan.
[Anda menahan serangan api yang kuat, kekuatan Supreme Defense Armor tidak bisa ditembus dengan api dari Gilser!]
Raymond dapat bernapas dengan lega. Dinan terus maju, dia menerjang dan melompat ke arak kepala Gilser.
Gilser tak mau tinggal diam. Dia membuat energi tekanan yang kuat. Dinan kesulitan menembus tekanan yang meledak dari tubuh monster Gilser. Namun, Dinan tak mau menyerah dengan terus mendesak dengan kedua pedangnya.
Crak! Crak! Prang!
Penghalang energi yang dibuat oleh Girsel pecah dan berhamburan. Energi pedang milik Dinan bergerak kembali. Dinan menggunakan kekuatan penuh dari kedua pedangnya dan sambaran kedua pedang kuatnya menghantam tubuh Girsel dengan sangat kuat.
Bruusshh! Booom!
Dinan mampu menembus pertahanan Girsel. Dia mampu menembus kulit Girsel. Serangan kuat dan itu mendorong tubuh Girlse dengan cukup baik. Girsel terlempar ke dalam air luatan yang luas.
Byurr!
Gelombang air tercipta sangat tinggi akibat Girsel yang terjaduh dalam lautan dan menghempaskan air hingga menjulang seperti tsunami. Dinan melayang di udara dan melihat Girsel terjatuh ke air. Serangan kuatnya itu dengan energi yang besar dan mampu mendorong Girsel dan terpental ke belakang.
Portal dimensi ganda belum terbuka. Artinya, bos monster belum dikalahkan. Jadi, Girsel belum mati teryata. Padahal, tubuhnya sudah terhempas dengan serangan kuat dari Dinan dan jatuh ke lautan.
Belum sempat berpikir soal portal tanda yang belum terbuka dan mayat Girsel membentang. Ledakan besar terjadi dan menghancurkan tubuh Girsel hingga berkeping-keping
Jadi, apakah dia dikalahkan dengan semudah itu? Pikir Dinan dan juga Raymond. Di dalam tubuh Girsel yang meledak. Sebuah bayangan hitam keluar dari dalam tubuh Girsel yang meledak.
Sosok bayangan hitam yang kini terlihat melayang. Dia memiliki tongkat trisula yang sangat kuat. Di kepalanya, ada tanduk yang cukup panjang. Berkisar setengah hingga satu meter menjulang tajam ke depan.
[Girsel telah membentuk ulang tubuhnya hingga ke titik maksimal. Dia adalah monster yang menguasai portal ganda ini. Kalahkan dia untuk bisa keluar dari portal ganda ini, biarkan Girsel membuka porta ganda ini untuk anda]
Girsel yang kini berbentuk manusia dengan empat tangan mendekat ke arah Dinan. dia berupa bayangan hitam namun memiliki armor yang lengkap memenuhi tubuhnya. Girsel telah berubah menjadi wujuh makhluk dengan kecepatan dan juga damage yang lebih besar ketimbang saat berbentuk raksasa kadal yang besar.
Jadi, kini dia menghadang Dinan yang masih memegang kedua pedangnya. Mereka bertatapan. Armor kuat menutupi tubuh Dinan dan juga armor hitam menutupi tubuh Girsel.
”Jadi ..., apakah kamu akan mempersilakan aku untuk keluar dari portal ganda ini?” tanya Dinan pada Girsel.
Girsel tertawa, ”Ha.. ha.. ha.., kamu makhluk kecil yang menarik. Baiklah, aku punya pilihan yang baik untukmu. Pertama, aku akan membebaskanmu dan membuka portal ini untukmu keluar. Namun, kamu sendirian. Kamu akan selamat dan rekan-rekanmu akan mati semuanya!
Jika tidak! Maka, aku akan membunuh kalian semua di dalam portal ganda ini!”
Dinan paham, itu artinya sosok di depannya tidak memiliki negoasiasi. Jadi, dia harus bertarung habis-habisan untuk bisa membebaskan para rekan Hunternya. Baiklah, Dinan akan melawan musuhnya dengan serius.
”Aku memilih untuk membunuhmu dan keluar dari portal ganda ini bersama dengan rekan-rekanku!”
”Makhluk rendahan! Matilah kamu sekarang!”