Sang Pelindung Bumi
Energi Artefak Kosmik
Segel kekuatan Gaia membentuk putaran cincin energi dengan empat lingkaran. Masing-masing cincin lingkaran itu membentuk empat sudut. Energi yang kuat, Gaia menggunakan kekuatan maksimalnya. Dia mengontrol semua energi itu. Itu adalah kekuatan terkuatnya.
Ini adalah perjuangan akhirnya untuk bisa menjerat manusia itu. Dia tidak mungkin akan bisa lolos dari cincin energi, empat sekaligus. Gaia mendapatkan seluruh kekuatan energinya, dia menyatukan empat cincin sekaligus untuk mengurung Dinan dengan segenap kekuatannya.
HIIIAAA!
Lima orang komandan khusus sudah mulai menyerang. Mereka akan menyerang sekaligus saat Gaia mengikatkan energinya pada manusia itu. Saat energi Gaia menjadi mengecil dan menjerat Dinan. Maka, mereka berlima akan menyerang dari semua sisi dan menghabisi Dinan.
Itulah rencananya, jika masih gagal. Maka, serangan terakhir dari Nariko akan menyelesaikan dengan finishing ultimatenya.
”Sekarang waktunya! Serang dengan kekuatan kalian semua!” teriakan Nariko, membuat Gaia segera mencengkeram Dinan dengan empat cincin energi pengikat tersebut. Gaia menggerakkan cincin energi itu dengan kekuatan kontrol di tangannya. Jari-jarinya menutup dengan cepat.
Clap!
Empat cincin energi itu mengurung Dinan bersamaan. Kekuatan tekanan yang kuat membuat angin menjadi panas terbakar. Saat energi cincin besar itu mengerucut dan mengurung Dinan. Lima orang Komandan yang sudah bersiap segera menerjang ke arah Dinan dengan serangan terkuat mereka masing-masing.
[Manipulasi kekuatan diaktifkan]
Dinan menahan jeratan dari empat energi segel cincin milik Gaia. Energi cincin itu terus menekan dan mencoba menjerat tubuh Dinan, semakin kuat dan semakin menekan kekuatan Dinan. Dinan tak mau menyerah dan mencoba menghancurkan jeratan segel dari kekuatan segel milik Gaia.
Saat Dinan tengah melawan jerat cincin energi besar Gaia. Serangan dari Minor datang dengan serangan tombaknya. Di arah lain, Saken dengan pedang juga menyabetkan pedangnya untuk membelah tubuh Dinan.
Dinan melihat semua sisi, Rasmun juga memberikan serangan dengan api kosmik yang membara. Barka tidak mau kalah dan melemparkan senjata kuat di ujung rantainya untuk menembus tubuh Dinan. Dan terakhir, cakram yang diselimuti energi penghancur dari serangan Sokia.
Lima serangan yang menuju Dinan. Dinan pun mengerahkan semua kekuatannya. Dia mendorong tubuhnya dan membuka kekuatan Artefak Semesta yaitu Artefak Kosmik.
[Kekuatan Artefak Kosmik di aktifkan. Anda mampu menggunakan kekuatan cahaya dengan level tertinggi untuk menghancurkan apapun yang ada di sekitar anda. Mengontrol energi kosmik membuat anda mampu memiliki kekuatan sihir penghancur yang menggetarkan langit]
Tubuh Dinan berpendar. Energi kosmik dari kekuatan artefak semesta, Artefak Kosmik. Sinkronisasi disematkan ke tubuh Dinan, dia merasakan energi kuat yang ada dalam tubuhnya. Cukup dengan menggunakan energi dari Artefak Kosmik, untuk melawan para prajurit terkuat dari Giganos.
Dinan menggunakan pedangnya, dia memutar dengan kuat dan mencoba menghancurkan empat cincin segel yang menjeratnya.
Srak! Brush!
Empat cincin yang menjeratnya hancur berantakan. Energi meledak dan cincin segel itu menjadi serpihan energi yang buyar seperti cahaya yang pecah. Pecahan energi itu melukai Gaia dari kejauhan, kekuatan yang sudah ditahannya pecah sehingga menimbulkan luka di kacaunya energi yang dikontrolnya.
Serangan yang datang segera disambut oleh Dinan. Tusukan tombak halilintar milik Minor dihempaskan dengan Supreme Pedang Penghancur. Aliran kosmik mengaliri pedang Dinan dan menjadi semakin kuat. Ujung tombak dihadang dengan cepat, Dinan menerjang menghadang Minor.
Srak! Tring!
Tekanan bertemu, tajamnya pedang bertemu dengan ujung tombak Minor. Tekanan saling diberikan. Namun, Minor merasakan energi pedang itu sangat besar. Kekuatan terkuatnya bahkan mampu didorong dengan sangat ketat. Minor yang terdorong hampir tak kuasa menahan tombaknya lagi.
Tombak Minor bisa hancur jika dia tidak segera menarik kekuatannya. Namun, empat komandan perang sudah tahu bahwa Minor terdesak. Mereka mengarahkan serangan terkuat mereka agar Dinan melepaskan Minor.
Api kosmik dari Rasmun datang. Namun, Dinan menggunakan tangannya dan dari tangan itu kekuatan kosmik juga keluar. Serangan kosmik Rasmun bertemu dengan energi kosmik dari Dinan. Ledakan terjadi.
Booom!
Barka, jarum yang dimiliknya saat mencoba menembus tubuh Dinan dari arah belakang. Dinan mampu merasakan sense miliknya bekerja sangat baik. Bahaya yang kecil sekalipun mampu dirasakan oleh Dinan.
Cakram Sokia juga datang. Dinan tersenyum dan mengarahkan pedangnya dengan energi yang mengitarinya. Dia menghantamkan pedangnya dan melepaskan serangannya pada Minor. Dua serangan Rantai dan cakram dihempaskan, bahkan senjata keduanya hancur karena kuatnya serangan pedang dari Dinan.
[Energi artefak Kosmik dialirkan ke Supreme Pedang Penghancur. Kontrol damage pedang menjadi kekuatan tak terukur karena kemampuan Artefak kosmik]
Blaarr!
Barka dan Sokia terpental karena senjata mereka hancur. Lima pasukan kuat Giganos itu kewalahan dan tak bisa meneruskan serangan mereka. Dinan yang melihat hal itu punya punya kesempatan untuk menghancurkan mereka semua.
Dinan mengaktifkan pusaran orb di armornya, putaran itu membuat dirinya mampu menyedot kekuatan energi dan menjadikan satu kekuatan. Kekuatan didapatkan, energi booster. Delapan tangan di punggungnya m embentuk jarum ke belakang dan berputar untuk mendorong energinya sampai batas maksimal.
Saatnya serangan!
Woossh! Dinan melesat ke arah terdorongnya Barka dan Sokia, dari arah lain Nariko kehilangan jejak Dinan yang melewat dengan sangat cepat. Tujuannya adalah Barka dan Sokia. Mereka berdua tak bisa menghindar dan Dinan dengan kecepatan tinggi menggunakan pedangnya. Kedua komandan kuat itu hendak menghindari serangan Dinan. Namun, serangan itu amat cepat.
Barka dan Sokia hanya melihat energi kuat sekilas melewati mereka. Tidak ada rasa sakit. Namun, mereka kehilangan kesadaran dan tak bisa melihat dengan jelas. Tubuh mereka lemas dan keduanya hilang dari dunia.
[Barka dan Sokia, menjadi salah satu kekuatan terkuat yang dimiliki Cyprus. Keduanya hancur dan energi mereka tersebar ke setiap penjuru tempat. Penyerapan energi secara otomatis dilakukan]
Energi booster yang dimiliki Dinan mampu menyedot energi yang pecah di sekitarnya. Hal itu menguntungkan Dinan karena kekuatannya bertambah dengan waktu yang cepat. Energi yang kuat mampu diserap dan dapat digunakan untuk memperkuat kekuatan Dinan.
Rasmun segera menyadari, kedua rekannya sudah menjadi korban kembali. Dia mempersiapkan kekuatan kosmiknya. Dia harus bisa memberikan serangan terkuat dan mampu setidaknya membuat Dinan teralihkan. Saat itu, dia mengharapkan Nariko akan mampu mengalahkan manusia itu dengan ultimatenya.
Hanya itu harapan Rasmun saat ini.
Rasmun mundur dan melayang di udara. Cukup jauh, tangannya terbuka ke atas. Energi kecil muncul di atas kedua tangannya. Awalnya energi yang muncul itu memang kecil, namun secara simultan dan cepat terus membesar. Energi terkuat dari Rasmun dikeluarkan, energi kosmik terus berpendar dan semakin besar. Bahkan, kini terlihat sangat besar dan tubuh Rasmun sendiri terlihat kecil dibandingkan dengan energi kosmik yang dia kumpulkan.
Apakah Rasmun akan melemparkan kekuatan kosmik itu, dan mencoba menyerang Dinan? Hal itulah yang dipikirkan oleh Rasmun. Dia harus bisa mengalihkan Dinan dan memberi kesempatan yang lainnya untuk mengalahkan Dinan.
Syuuungg!
”Terimalah, Manusia Hina!” Rasmun melemparkan energi besar itu. Dia menargetkan Dinan dan mengontrol serangan itu untuk mengarah pada Dinan sepenuhnya.
Dinan melihat energi besar itu, bagaikan matahari yang kecil. Energi di sekitar lingkaran besar itu seperti api yang membara. Serangan datang, Dinan memiliki artefak Kosmik. Dia pun menggunakan kekuatan tangannya dan menciptakan energi yang juga besar di depannya.
Ukuran dari energi Dinan memang hanya sepersepuluh dari energi terkuat Rasmun. Namun, Dinan yakin bahwa kekuatannya akan mampu menahan energi dari Rasmun tersebut.
Brush! Booom!
Benturan energi kosmik pun tak bisa dihindari. Rasmun masih mencoba menekan dengan energi yang tersisa dari kekuatannya. Dia harus bisa mengalahkan manusia itu dengan dorongan enegi yang dia miliki.
Wooshh!
Tekanan terus diberikan. Minor yang sudah mundur mengambil tombaknya kembali. Kesempatan bagus, dia harus bisa menusuk manusia itu, dan dia akan menjadi yang terkuat. Bumi juga harus dikuasai oleh mereka.
Booom!
Ledakan energi pun terjadi. Energi berpendah. Dinan menghancurkan kekuatan serangan dari Rasmun dengan energi kosmiknya. Kabut tebal dari ledakan besar masih tersisa.
Maka, Minor dan Saken mencoba mengambil kesempatan. Mereka yakin, Dinan pasti kelelahan karena menahan serangan kuat dari Rasmun. Mereka menerjang ke arah ledakan dan merasakan kekuatan manusia itu ada pada titik tertentu.
Minor dan Saken melihat bayangan manusia di kabut yang tipis. Mereka berdua mengarahkan senjatanya kepada Dinan dan mengalahkannya.
Brush! Klang!
Crop! Crop! Crop! Crop!
Serangan Minor dan Saken ditahan oleh pedang. Namun, dalam kegelapan kabut mereka tak menyadari bahwa ada senjata pajang yang menembus beberapa bagian di tubuh mereka.
[Eight Nine Shadow aktifkan]
Delapan tangan kuat milik Dinan bekerja dalam kegelapan kabut. Delapan kekuatan tangan itu menembus tubuh kedua monster terkuat milik Giganos. Keduanya tak bisa lagi bergerak. Energi mereka habis karena delapan tangan kuat Dinan menyalurkan energi panas dan keduanya pun terbelah menjadi beberapa bagian. Saat Minor dan Saken mencoba melepaskan diri dari tusukan delapan tangan Dinan.
Dinan mengalirkan energi kosmik dan menghancurkan tubuh mereka.
[Minor dan Saken dikalahkan, penyerapan energi otomatis dilakukan. Sistem Abras, dia telah menanamkan sistem yang mampu menyerap lawan yang mati di sekitarnya]
Tubuh Minor dan Saken sudah hancur, dari arah atas. Serangan datang dan itu adalah ultimate serangan dari Nariko. Nariko sudah tidak tahan melihat satu-persatu rekannya dibunuh. Dia menggunakan ultimate serangan kedua pedangnya. Kekuatan yang mampu meningkatkan kecepatan dan damage secara keseluruhan.
Assasin terkuat yang dimiliki Pasukan Cyprus. Kini, dia menyerang dengan putaran tubuhnya mengikuti putaran pedangnya. Dia terbang dan meliuk, kekuatan penghancur pun menjatuhkan klon jiwa milik Dinan di sekitar serangan Nariko.
Kekuatan yang luar biasa!
Ultimate Nariko menyerang Dinan, Dinan tak peduli tak takut lagi. Dia menghadang serangan dari Nariko dengan pedangnya.
Brush! Booom!