Sang Pelindung Bumi

Fire Dragon Sword

Prajurit Norman menyadari bahwa sosok di depannya itu bukan Hunter biasa. Norman pun mundur, lukanya masih terasa sakit. Dia belum menemukan Healer atau penyembuh. Dia berusaha menjauh dan mundur, mencari tempat aman sementara. Dia sempat melihat sosok Hunter tersebut menerjang ke arah pasukan Kadal raksasa itu.

Teriakan para monster terdengar memekakkan telinga, mereka semua berhamburan menerjang ke arah sosok manusia yang menerjang ke arah mereka.

Benturan energi terjadi. Dinan melompat dan menerjang, para Kadal raksasa sebesar gajah menyerbu dirinya. Dinan melewati dan menghindari serangan-serangan mereka sambil menghantamkan pukulannya.

Bruuusshhh! Boooommm!

Dinan tidak menggunakan pedangnya, sepertinya dengan tangan kosong dia mampu mengatasi monster-monster tersebut. Dia memukul salah satu monster kadal, monster itu terpental dan menabrak gedung.

Booommm!

Dinan menolak dengan kakinya, dia menolak menggunakan tubuh salah satu kadal dan dia menggunakan kedua tangannya untuk memukul para monster  tersebut. Dia melesat dengan kecepatan tinggi dan memukul satu demi satu, mementalkan para prajurit dari Linon dan seolah semua beterbangan satu-persatu.

Dinan melesat dan para monster yang dilewatinya terlempar dengan cepat. Prajurit Norman bahkan membuka mulutnya, dia tak percaya bahwa sosok itu kemungkinan, dia adalah seorang Hunter kelas nasional di negara Prancis. Minimal, pemuda itu adalah Hunter dengan Rank A.

Pertempuran dengan monster, biasanya saat melawan monster mereka akan menggunakan tim. Dalam tim itu lengkap, ada warrior dan juga ada seorang mage dan juga tank. Kali ini, Norman hanya melihat satu orang dan dia melawan para monster kuat itu seorang diri. Tidak ada tim.

Hanya Hunter rank tinggi yang mampu melakukannya.

Dinan terus menggunakan kepalan tangan dan kakinya, dia menghempaskan para prajurit Lino yang menyerbunya. Hanya tinggal beberapa  prajurit Kadal dari Linon, Dinan seorang diri menghabisi musuh-musuhnya.

Prajurit Norman bahkan merinding melihat pertempuran tak imbang, satu melawan banyak monster tersebut.

Dinan tidak mau berlama-lama dalam pertempuran tersebut. Dinan menerka bahwa para prajurit monster itu sama seperti monster-monster dalam menara di lantai kelima. Mereka masih bisa dihancurkan tanpa menggunakan skill.

Tinggal sepuluh prajurit dari bos monster Linon. Mereka menyerang dari berbagai arah, mereka menerjang dengan keempat kaki mereka. Mereka melompat dan menerjang.

Dinan pun ingin mencoba menggunakan kemampuannya yang telah didapatkannya di dalam ujian menara. Dia harus terbiasa menggunakannya dalam dunia sebenarnya.

[Mengaktifkan Skill, Telekinesis Magic diaktifkan!]

Dinan berkonsentrasi dan memajukan kedua tangannya, dia melihat para pasukan Linon itu yang mencoba menyerangnya. Dia mendapatkan tubuh mereka dan fokus mengikat mereka dengan kekuatan.

Ini pertama kalinya bagi Dinan melakukan skill telekinesis di dunia nyata. Saatnya menggunakannya dan membiasakannya. Dia yakin bisa melakukannya. Dia mengangkat tangannya, menggunakan kekuatan telekinesis dan menggerakkan beberapa monster yang ditargetkan.

Dapat!

Dinan menyatukan dua monster dengan kekuatannya. Dia membenturkan kedua monster itu dengan sangat keras.

Bruuussshhh!

Tubuh dua monster hancur karena kecepatan tabrakan di antara mereka. Itu adalah kekuatan yang luar biasa dalam mengendalikan suatu benda. Dinan dapat mengontrol dan memanipulasi benda atau makhluk dalam perintahnya. Itu adalah kekuatan dalam mengendalikan suatu bentuk fisik.

Delapan monster tersisa, itu adalah prajurit dari Linon yang terakhir. Sudah puluhan yang dijatuhkan oleh Dinan. Delapan orang, dan dia akan segera berhadapan dengan bos monster.

Tidak ada waktu lagi, selesaikan dengan cepat!

 [Telekinesis Magic – menggerakkan benda kecil atau besar dengan kehendak sang Hunter]

Dinan berkonsentrasi dan mendapatkan titik delapan monster yang bergerak menuju ke arahnya. Mereka menerjang dan melompat. Dinan mendapatkan titik koordinat semua monster kadal besar tersebut.

Splash!

Dinan menghentikan pergerakan semua monster kadal, delapan monster berhenti di tempat mereka. Ada yang di udara dan ada yang di tanah. Mereka semua tidak bisa menggerakkan tubuh mereka dan mereka semua tak bisa berbuat apa-apa. Ada energi yang mengelilingi dan mengikat mereka semua.

Para monster kadal berusaha lepas dari jeratan kekuatan telekinesis Dinan, tapi mereka semua tidak berdaya dan akhirnya menyerah.

Energi yang kuat menyelimuti tangan kanan Dinan, dia yang mengendalikan para monster itu dengan tangan kanannya. Dinan mencengkeram mereka semua, mereka meronta-ronta dan merasa tubuh mereka seperti ditekan dengan sangat kuat. Mereka terlihat kesakitan.

Dinan mengontrol mereka semua, dia mulai menggerakkan delapan prajurit Linon yang tersisa. Delapan pasukan Linon itu mulai bergerak, mereka terangkat ke udara sedikit demi sedikit. Dinan tak punya banyak waktu, dia harus mendapatkan kabar dari adik lelakinya, Dion.

Dia menggerakkan tangannya, dari membuka jarinya dan akhirnya mengepalkan jari-jarinya. Itu isyarat dengan memaksa delapan monster sebesar Gajah itu saling tarik-menarik dan mereka semua bergerak dengan cepat di udara. Mereka semua bertabrakan dengan kecepatan tinggi.

Braak! Praak!

Benturan itu mengakibatkan percikan air lendir di mana-mana. Ledakan terjadi dan mereka semua hancur berkeping-keping karena tubuh mereka dikontrol dengan kuat. Para monster itu ditabrakkan dengan kekuatan telekinesis dengan kekuatan yang penuh dengan damage dan semuanya hancur dalam satu kali serangan.

Tubuh para prajurit Linon berserakan, dan yang pecah dari tubuh mereka berhamburan. Pecahan tubuh mereka seperti kaca yang pecah hingga ke atas dan jatuh kembali.

Melihat semua prajuritnya hancur dan tidak ada lagi yang tersisa. Bos Monster, Linon. Dia begitu marah dan menggerak-gerakkan kepalanya, dia tak bisa lagi memaafkan manusia. Dia terlihat ganas dan bersiap melumat apa saja yang dia lihat. Dia mengamuk.

”ROOAARRRR!”

Monster Linon mengaum keras dan dia menggerakkan kepalanya, gigi-giginya terlihat tajam dan saling beradu. Dia begitu marah karena semua prajuritnya, bahkan semua dimusnahkan.

Manusia itu sangat kuat, dia sendiri hanya menggunakan kekuatan kontrol saja dan bisa membunuh begitu banyak monster. Dari jauh, prajurit Norman hal itu dan mengira bahwa bisa jadi. Lelaki itu, adalah seorang Hunter kelas internasional. Kekuatannya luar biasa.

Linon menerjang dengan cepat, dia melompat dan berlari dan tak sabar ingin melumat manusia itu. Kedua kaki Linon maju di depan tubuhnya, kaki depannya itu lebih pendek. Dia membuka mulutunya, gerakannya cepat dan ekornya bahkan menghancurkan gedung di sekitarnya.

Linon menerjang ke depan. Dinan bersiap dan memanggil salah satu pedangnya, cukup pedang kuat saat ujian awal di menara. Pedang Fire Dragon. Dinan mencoba memanggil pedangnya untuk pertama kali di dunia.

[Pedang Fire Dragon diaktifkan! Pedang yang mampu menghancurkan pertahanan yang kuat dan mampu menembus pertahanan tingkat tinggi sekalipun]

Tangan Dinan dinaikkan ke atas, dan sebuah cahaya berpendar di tangan kanannya tersebut. Sebuah pedang muncul di genggaman tangan Dinan, itu adalah pedang yang sudah digunakannya di dalam ujian menara lebih dari seratus tahun lamanya dalam dimensi menara.

Dinan rindu dengan pedang itu, pedang yang mampu mengantarkan Dinan hingga mencapai lantai ujian menara ke lantai 99. Saatnya untuk menggunakannya lagi, dan kini digunakannya di dunia nyata.

Apakah pedangnya itu akan menjadi pedang yang lebih kuat ketika di dunia? Dinan pun penasaran untuk mencobanya.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!