Sang Pelindung Bumi
Permintaan Dinan
Persiapan perang harus segera dipersiapkan oleh Dinan, kedatangan bangsa Cyprus sudah pasti semakin dekat. Ini adalah hari-hari yang menegangkan. Dinan harus menjadi lebih kuat dalam waktu yang cepat.
Dinan sudah banyak mempelajari kemampuan kuat, namun dia harus lebih kuat saat menghadapi kekuatan Giganos. Dia teringat salah satu kemampuan kuat milik Kasa, kemampuan klon jiwa. Bisa menggandakan diri dalam jumlah banyak dan mendapatkan informasi dari tiap klon. Jadi, tiap klon Kasa di setiap lantai menara di seluruh dunia.
Dinan akan meminta Kasa untuk mengajarkan kemampuan klon jiwa itu padanya. Hal itu akan membuat Dinan bisa menyelesaikan semua portal dimensi lebih cepat dan mudah. Jika kemampua klon bisa dikuasai, maka Dinan akan menggabungkannya dengan kemampuan portal teleportasi. Maka, dia akan lebih mudah dalam menyelesaikan banyak portal dimensi yang ada.
Pagi itu, Dinan berlari untuk menguatkan fisiknya. Dia bisa menyerap banyak energi dan berhasil jika tubuhnya juga siap menerima energi yang besar. Melatih diri secara rutin, agar tubuhnya benar-benar sudah siap untuk melakukan penyerapan energi saat menyelesaikan portal dimensi atau energi lainnya yang harus Dinan serap.
Dinan ingin menguasai kekuatan klon yang dimiliki Kasa, namun Dinan tidak akan membunuh Kasa untuk mendapatkannya. Namun, Dinan akan meminta Kasa untuk memberikan pelatihan khusus agar Dinan bisa mengetahui rahasia kekuatan klon jiwa dan berusaha untuk melatihnya.
Kasa juga pasti melatih kekuatan klon itu dari bangsanya di planet asalnya, planet Ahkasa. Dinan akan berusaha untuk menguasai kekuatan itu dengan pemahaman yang selama ini sudah menjadi kekuatannya.
Dinan meminta waktu sebelum bertugas, maka waktu ini akan digunakan oleh Dinan untuk meminta Kasa mengajarinya kemampuan Klon jiwa miliknya. Kekuata pemahaman yang sudah dimiliki Dinan dari kekuatan Abras pasti akan sangat bermanfaat untuk menguasai kekuatan skill baru.
”Brother Dinan!” saura seorang anak kecil, itu pasti adalah Dion yang bersuara di depan pintu.
”Iya, Dion.”
”Ayo makan bersama, Bu Helena sudah membuatkan makanan. Ayo makan bersama.”
”Baiklah, Kakak akan segera turun.”
Dinan bersiap. Bu Helena adalah asisten rumah tangga yang dibayar Dinan. Usianya lima puluh tahun dan dia tak punya keluarga sama sekali karena terjadi pembunuhan saat portal crash terjadi. Bu Helena tinggal sendirian, maka Dinan mengajaknya ke rumah dan wanita tua itu selalu membuatkan makanan untuk Dion dan Dinan.
Dinan akan pergi lagi bertugas, kali ini untuk mempelajari skill baru. Maka, dia akan makan bersama terlebih dahulu dengan Dion. Dion sudah memahami dengan baik, resiko kakak lelakinya menjadi seorang Hunter. Dia harus siap bertugas kapanpun kekuatannya dibutuhkan untuk melindungi masyarakat sipil dari ancaman monster.
”Kakak akan pergi lagi?” Dion menatap Dinan yang sedang makan.
Dinan melihat Dion dan tersenyum, ”Kakak harus pergi, kakak sedang meneliti tentang portal dimensi. Jika hal itu bisa diselesaikan, maka dunia tidak akan ada lagi portal dimensi yang muncul. Jika menutup saluran portal ke bumi. Maka, bumi akan menjadi damai untuk seterusnya.”
Dion mengangguk, dan Dinan sudah melihat bahwa Dion sekarang sudah dewasa. Dia bisa mengerti tentang penjelasan Dinan.
”Baiklah brother Dinan, tapi ingatlah untuk berhati – hati. Sekarang, Dion hanya punya Kakak di dunia ini.”
Dinan pun tersenyum dan mengangkat tangan kirinya, mengelus rambut adik lelakinya itu.
”Tentu saja, Kakak akan selalu kembali kepadamu. Aku janji itu!”
Mereka pun meneruskan makanan mereka. Selesai makan, Dinan bersiap dan sudah memakai jaketnya. Dia membuka portal ruang dan langsung menuju titik koordinat di lantai seratus. Sebelumnya, dia memberitahu Raymond untuk menandatangani perjanjian kontraknya dengan Asosiasi Hunter. Sedangkan, Dinan mengatakan harus pergi untuk urusan penting.
Lantai seratus langsung dimasuki oleh Dinan di salah satu Menara yang paling dekat dari Prancis. Dia harus cepat dan memanfaatkan waktu dengan baik. Dia berharap bahwa kekuatan klon jiwa mampu digunakan dengan baik untuk menyelesaikan portal dimensi dalam waktu yang cepat.
Dinan memasuki sebuah ruangan yang sangat luas, dikelilingi dengan jendela yang berbentuk kaca dan pemandangan awan nampak terlihat. Menara itu menjulang tinggi hingga menembus awan. Dari jendela itu, Dinan dapat melihat awan yang sangat indah dan bergumpal.
Seseorang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Dinan. Dinan juga merasakannya dan dia masih saja melihat ke jendela dan melihat awan yang indah.
”Sudah lama sekali, Dinan. Sepertinya, ada angin yang membawamu harus datang ke sini. Aku akan membuatkanmu minumah. Di bumi, biasanya kalian meminum teh. Maka, akan aku buatkan,” kata Kasa sambil tersenyum.
”Baiklah Kasa ..., sepertiya kali ini, kita akan berbincang cukup lama.”
”Tentu saja, Guardian of Earth. Aku akan menemanimu berbincang,” jawab Kasa.
Kasa menggerakkan tangannya, itu adalah sihir telekinesis yang sudah dipelajari Kasa. Energi magic dan minuman sudah tersedia dengan menuang sendiri, wadah minuman itu dituangkan ke gelas dengan sihir Kasa. Teh yang hangat, baunya sangat wangi. Kasa pun duduk berhadapan dengan Dinan.
”Minumlah, Dinan.”
Dinan mengangguk. Mereka pun terlibat perbincangan hangat. Dinan bertanya soal perkembangan manusia yang melakukan ujian di menara, mereka menjadi Hunter dan apakah ada yang sampai melampaui lantai tertinggi di dalam menara? Pertanyaan itu menjadi pertanyaan penting bagi Dinan, bagaimana juga dia berpikir apakah ada Hunter yang bisa mencapai lantai 100 setelah dirinya? Dan, apakah mereka akan menemukan sesuatu yang unik di lantai 100?
Faktanya, Kasa harus mengatakan bahwa tidak ada Hunter yang bisa tahan hingga lantai tertinggi seperti dirinya. Hunter yang mengikuti ujian bahkan terakhir dengan tingkat maksimal hanya di lantai 51, itupun setelah Dinan menyelesaikan lantai seratusnya. Tidak ada manusia lainnya yang memiliki tekad yang kuat untuk menyelesaikan ujian menara hingga lantai 100 da semuanya menyerah.
Kasa juga menyebutkan jika Hunter yang selama ini melakukan ujian di dalam menara hanya berharap menjadi Hunter dengan bayaran tinggi dan terkenal di dunia ketika sudah kembali. Mereka tidak mengejar hingga lantai tertinggi dan mendapatkab skill yang unik.
Kebanyakan dari mereka yang melakukan ujian di menara hanya sekedar ikut dan pulang dengan membangkitkan kekuatan mereka untuk menjadi Hunter semata. Menjadi Hunter tingkat tinggi itu sangat sulit, maka mereka menyerah pada ujian di menara dan mendapatkan rank Hunter ala kadarnya.
Mereka yang memiliki mimpi besar hanya sedikit saja, mereka biasa menjadi manusia biasa dan bisa mendapatkan uang dengan menjadi Hunter. Karena, hidup di zaman ini hanya menjadi Hunter adalah pekerjaan yang bisa menghasilkan banyak uang. Mereka berharap dengan pekerjaan menjadi Hunter dengan uang yang cukup dan juga menikmati hidup mereka. Biarlah apa yang terjadi dan mereka hidup seperti biasa saja, menjadi Hunter dan menikmati uang mereka.
Dinan memahami tentang hal itu, dia sendiri sudah melihat bermacam-macam Hunter yang bertugas dalam raid selama ini. Dan, kebanyakan mereka hanya mengejar harta, item kekayaan dan juga mencari popularitas agar nilai jual dalam raid mereka semakin tinggi.
Dinan menaruh gelasnya, dia minum kembali, ”Jadi ... Kasa, aku ke sini karena sebuah permintaan penting, sahabatku,” kata Dinan tegas. Dinan tidak bisa menunda waktu lagi. Dia juga harus menyelesaikan semua hal dengan lebih cepat.
”Apa yang sedang kamu butuhkan, Dinan” tanya Kasa yang kebingungan. Kini, Dinan sudah mewarisi kekuatan dari Abras. Tentu saja, kekuatannya sekarang jauh lebih tinggi dari Kasa.
”Ajari aku untuk membuat klon tubuh dan jiwa. Aku harus menyerap banyak kekuatan dan bersiap untuk menghadapi ancaman Giganos. Jadi, aku ingin memiliki skill seperti yang kamu miliki karena itu khusus dimiliki oleh penduduk dari planet Ahkasa.”