Sang Pelindung Bumi

Adu Kecepatan, Speed Fight

Dinan tidak mau meremehkan kekuatan seorang Hunter Rank A, apalagi hunter Nami adalah seorang Hunter yang sudah berpegalaman dan senior.

”Mari bertarug bersama, nyonya Nami. Kita akan mengalahkan mereka.”

Keduanya pun melesat ke arah Libris dan pasukannya, mereka memegang senjata masing-masing dan menghadang pasukan Libris yang menghadang mereka. Pertempuran pun terjadi dan seranngan energi kuat saling beradu.

Libris merasakan bahwa pertarungan ini cukup berat. Mengingat, manusia itu bahkan bisa membunuh Rasi dan Morgan dengan mudah. Mungkin, mereka akan kesulitan menghadapi keduanya, namun mereka juga memiliki kekuatan tersembunyi yang belum dikeluarkan.

Libris juga harus mempersiapkan kedatangan Raja Giganos ke bumi. Mereka harus bisa membuka portal penghalang yang ada di bumi. Entah harus menghancurka penghalang tersebut. Selama ini, bangsa Cyprus bahkan terhalangi untuk bisa menembus dimensi bumi. Ada yang melindungi bumi dengan sangat baik, kemungkinan itu adalah artefak semesta yang kuat.

”Manusia, katakan siapa namamu! Aku akan mengingatnya dalam seluruh hidupku bahwa kamu memang layak untuk melawan pasukanku. Aku juga akan mengabarkan pada Raja Giganos tentang kekuatanmu!”

Dinan tersenyum mendengar teriakan dari Libris itu, ”Ingatlah Libris! Kami manusia, tidak akan pernah menyerah pada musuh apapun yang mengancam bumi dan datang ke bumi. Kami adalah makhluk yang akan berjuang sampai mati, sampaikan hal itu kepada Rajamu sekarang, Giganos. Karena ..., sebentar lagi kamu akan kehilangan nyawamu di sini. Katakan, aku adalah Dinan, Guardian of Earth!”

Dinan menjawab dengan memancing emosi Libris. Hal itu penting karena jika seorang telekinesis terpancing emosinya, kontrol pada kekuatannya akan sulit difokuskan. Dinan dan hunter Nami masih bertarung dengan pasukan Libris, mereka menghindari serangan dan terus menghantam para prajurit itu dan menumbangkan mereka satu-persatu.

Libris melotot sekaligus heran dan marah, bagaimana manusia yang mengaku Guardian of Earth itu juga mengetahui namanya dan juga berani sesumbar untuk mengakhiri nyawanya di sini! Bagaimana manusia itu tahu banyak hal padahal mereka baru saja bertemu? Hal ini menunjukkan bahwa benar, dialah yang membunuh pasukan Cyprus sebelumnya; Hernet, Andalf.

Guardian of Earth, manusia itu tahu banyak hal. Seolah-olah dia sudah mendapatkan kabar tentang bangsa Cyprus yang sudah menjelajah antar galaksi dan menguasai planet-planet yang mereka jajah dan mereka kuasai.

Artinya, mungkin ada mata – mata yang didapatkan penduduk bumi. Atau mereka memang sudah bersiap untuk serangan kejutan tersebut. Dan, untuk membunuh dirinya yaitu Libris. Apakah dia tidak tahu kekuatan tersembunyi dirinya!

”Kamu memang sombong Dinan, aku harap kamu memang Guardian of Earth! Dan, mungkin itu menjadi layak dengan kesombonganmu. Bahkan, kamu sudah membunuh dua pasukan terkuat yang aku miliki. Namun, kekuatanku sendiri belum kamu ketahui. Jadi, jika kamu tahu kekuatanku. Maka, kamu akan menemui ajalmu di sini, Dinan!”

Energi meledak dari tubuh Libris. Dia sudah menargetkan Dinan dan memerintahkan semua prajurit kuatnya untuk menyerang dua manusia itu bersama-sama. Gelombang serangan prajurit Libris datang, termasuk Videl yang sebelumnya diselamatkan Libris.

”Hati-hati nyonya Nami, musuh dalam jumlah banyak. Jadi, lawan musuh yang bisa anda lawan dan jangan pedulikan aku,” Dinan memperingatkan nyonya Nami karena melihat seranngan musuh yang begitu deras dan banyak. Bentuk tubuh prajurit Libris berbeda-beda sesuai dengan kemampuan mereka.

[Pasukan Libris, mereka terdiri dari bangsa Cyprus dan pasukan planet lain yang bergabung menjadi pengikut setia bangsa Cyprus. Mereka tidak punya belas kasihan dan menjadi prajurit yang kejam]

Hunter Nami pun paham, ”Mari hancurkan mereka, hunter Dinan!” kini, Nami sudah tidak lagi ragu. Dia akan berjuang bersama dengan Dinan sekuat tenaga. Tombak dipersiapkan dan serangan monster-monster kuat itu datang. Mereka berlari dan juga terbang, menghambur ke arah mereka.

Energi dikumpulkan oleh hunter Nami, pasukan musuh datang. Hunter Nami melompat ke depan dan mengayunkan tombaknya. Dia turun pada pasukan musuh yang menerjang. Nami menghempaskan tubuhnya ke tanah, bebatua meledak pada area berdiameter 20 meter membentuk lingkaran. Energi yang besar!

Dalam radius efek diameter 20. Efek slow dikeluarkan hunter Nami. Dia menggunakan tusukan tombak dan memutarnya dengan cepat.

”Rotation Blast!”

Putaran tombaknya menghancurkan prajurit Libris. Bahkan puluhan yang terkena efek slow dalam area serangan hunter Nami meledak dan hancur. Mata hunter Nami bercahaya.

Di sisi lain, hunter Nami melihat Dinan melesat melewatinya dan mengayunkan pedangnya. Dinan menggunakan kecepatan penuh, menangkis serangan musuh dan lima orang ditebas dalam sekali serangan. Dinan melompat dan membelah pasukan musuh dalam radius yang panjang dan bebatuan meledak sepanjang puluhan meter.

[Stealth diaktifkan maksimal]

[Manipulasi kekuatan diaktifkan]

Kali ini, hunter Nami bahkan seperti melihat pembantaian. Dinan seolah bayangan tak terlihat dan Nami melihat banyak pasukan Libris yang terbelah di udara, terbelah di tanah dan terpental dengan energi serangan tak terlihat. Dinan menembus semua pasuka Libris dan dia mencapai tempat dimana Libris berada.

Dinan hanya menyisakan sedikit pasukan musuh di belakangnya. Dan, itu menjadikan hunter Nami paham bahwa itu adalah bagiannya. Sungguh pemandangan yang aneh bagi hunter Nami. Dia hanya melihat serangan seperti itu dari mereka yang merupakan Hunter Rank S. Bahkan, mungkin jika Dinan masuk dalam ranking global Hunter. Dia bisa mencapai rank hunter tertentu dan masuk rank top global.

Ini sungguh nyata bagi Nami, dia melihat sendiri kemampuan dahsyat yang ditunjukkan Dinan. Nami kemudian menyerang pasukan yang tersisa dari serangan Dinan. Sementara, Dinan menerjang ke arah pasukan yang mengikuti Libris.

Energi meluap, Dinan menyambut mereka. Kekuatan Pedang Penghancur Semesta disiapkan. Dinan menarik tangan kanannya dan melempar pedang itu ke depan dan dengan energi telekinesis menyerang pasukan yang berada di depan Libris. Pedang berputar dan diiringi energi yang kuat dan saling terhubung. Pedang yang dilempar itu berputar kencang dan menjatuhkan Libris dan menjatuhkan banyak pasukan Libris.

Wusshh!

Bruushh!

Pedang Penghancur Semesta masih dalam kontrol kekuatan Dinan, pedang terus berputar dan menghancurkan tubuh para pengikut Libris. Pedang melintas dengan kuat dan menerang para penyerang Dinan, energi kuat masih terpancar dan Libris mengakui kekuatan manusia itu. Pasukan yang dibawa Libris sudah hampir habis dan dihabisi oleh kekuatan manusia itu.

Pedang Dinan juga sekaligus meledakkan energi kuat dan membuat celah yang terbuka dan Libris pun terlihat dengan jelas.

Kesempatan ini tidak dibiarkan oleh Dinan, celah terbuka dan Libris terlihat dengan jelas. Dinan melompat dengan kekuatannya, dia menarik pedangnya dengan kontrol magic. Pedang menghilang dan sudah muncul di tangan Dinan. Dia menuju ke arah dimana Libris berada dan mengayunkan pedangnya pada Libris.

Boomm!

Kecepatan Stealth dimaksimalkan dan dengan cepat Dinan langsung menerjang tubuh Libris.

Dinan kaget, tubuh dari pasukan Libris semuanya terangkat dan menghadang serangan Dinan dan ledakan besar tiba-tiba terjadi. Ledakan yang sangat besar, hal itu karena Libris menggunakan kekuatan telekinesis dan mengangkat pasukannya sendiri untuk menghadang serangan Libris.

Boom!

Dinan kaget dan hendak mundur, Libris keluar dari ledakan itu tanpa diduga oleh Dinan. Dinan belum sepeuhnya siap. Serangan itu sangat cepat dan Dinan menghadang serangan pedang tersebut.

Klang! Brush!

Seorang pemimpin yang mengorbankan pasukannya untuk menjadi umpan, benar-benar kejam!

Dinan hanya bisa menangkis dengan defesif dari armornya. Energi shield muncul. Namun, serangan dari Libris disertai kekuatan telekinesis yang kuat da mendorong tubuh Dinan. Serangan itu mengenai Dinan dan membuatnya terpental cukup jauh dan membentur tanah dan meledak.

Boom!

Hunter Nami kaget melihat itu, tapi dia yakin kalau hunter Dinan masih bisa bangun. Nami melawan para penyerang yang masih mengepungnya. Kemampuan tombaknya menciptakan energi kipas yang mampu menghempaskan dan menjatuhkan pasukan Libris yang mengepungnya.

Pasukan Libris tinggal sedikit, dari arah jatuhnya Dinan asap menghilang dan Dinan masih berdiri memegang pedangnya. Dia telah siap bertarung lagi. Libris juga paham bahwa manusia itu tidak akan jatuh semudah itu.

Dinan mendekat ke arah pasukan musuh lagi, dia melayang di udara.

”Tidak pantas seorang pemimpin bahkan mengorbankan pasukannya! Hari ini, aku yang akan mengakhiri nyawamu, Libris!”

Libris tidak peduli, semua prajuritnya dikerahkan kembali. Pertempura dimulai kembali. Dinan dikepung dan diserang dari segala arah. Dinan menggunakan kekuatan Eight Hand Shadow. Tangan tajam di belakang punggungnya muncul, dia memutar orb di punggungnya. Delapan tangan itu berputar dan memperkuat kekuatan Dinan. Dia menghancurka pasukan yang mengelilinginya, mengurangi jumlah mereka dan menghabisi mereka. Kecepatan tinggi digunakan, puluhan pasukan Libris terkena sabetan pedang dan juga tusukan dari delapan tangan di punggung Dinan.

Srak! Crop! Brush!

[Manipulasi waktu diaktifkan]

Dalam lintasan serangan yang dikeluarkan Dinan, pasukan Libris yang mengepungnya terkena efek slow dan bagaikan berhenti. Kekuatan energi pedang Dinan pun menghancurkan mereka semua. Dinan terus melesat dan menebas mereka semua ditambah dengan kekuatan dari delapan tangan tajam di punggungnya.

Klang! Tring! Brush!

Prajurit Libris bahkan hampir habis, setiap prajurit dalam jangkauan Dinan dan dilewatinya maka mereka akan dihancurkan. Dinan terus melesat, menghempaska setiap pasukan yang tersisa dan terus berputar di udara. Kecepatan Dinan seperti halilintar yang menyambar, ada aliran listrik yang mengitari setiap pergerakannya.

Saatnya untuk menghancurka Libris. Dinan menguatkan energi pedang dan menuju ke arah Libris. Dia melesat dan mengarahkan pedangnya, serangat yang kuat diberikan dan Libris pun bersemangat menghadang pedang tersebut.

Klang!

Keduanya adalah tipe petarung, mereka menggunakan energi dan menyalurkannya pada pedang. Mereka saling memberikan tekanan dan mendorong lawan dengan kekuatan energi. Keduanya terpental dan saling menyerang kembali untuk mencari celah musuhnya. Pedang berbenturan dengan pedang, energi meledak. Ledakan dari energi pedang mereka menciptakan efek tekanan dan membuat areal di sekitar mereka seperti dihantam gelombang angin topan.

Batu-batu besar di sekitar pertarunga itu bagaikan kapas yang meledak dan diterbangkan angin. Pertarungan yang menggetarkan semua tempat dan bumi seolah bergetar.

Libris menguatkan kembali energinya, pedangnya seperti membara dan berkobar. Dia menggunakan energi terkuatnya. Dia mampu menekan kekuatan Dinan dan mendorongnya hingga mundur ke belakang. Dinan terus bertahan dan juga membuat tekanan balik. Saat Dinan mundur, Libris mengambil peluang dengan menyabetkan pedangnya, mengarah pada kepala Dinan.

Dinan paham serangan kuat dan cepat itu, dia pun menurunkan kepalanya ke arah belakang sehingga serangan pedang cepat itu hanya melewati di atas kepala Dinan. Serangan kosong, namun efek serangan itu tetap dirasakan sangat kuat.

Dinan lepas dari serangan itu dan mundur ke belakang. Serangan yang dahsyat. Kedua tangan Dinan segera menggenggam pedangnya lagi dengan kuat. Menyiapkan energi, dia mengangkat kepalanya dan kedua pedangnya disilangkan ke arah tubuh Libris. Ada celah yang terbuka, dan Dinan melesat menyerang.

Brush!

Seranngan balasan dari Dinan itu cepat dan efisien, musuh tak akan menyangka serangan tersebut merupakan serangan balasan yang sudah dipersiapkan dengan baik.

Srangan itu juga ternyata mengenai tempat kosong. Tubuh Libris sepertinya masih terlihat ada, tapi serangan dari Dinan seolah mengenai tempat kosong. Tubuh Libris seperti transparan dan pedang Dinan melewati tubuh itu begitu saja. Dinan yakin kalau tubuh Libris sepertinya terkena pedangnya. Dinan cukup bingung sejenak dengan kekuatan Libris yang kuat.

Kecepatan yang tinggi atau kekuatan apa lagi yang dimiliki oleh Libris? Mata Dinan segera kembali fokus dan berkonsentrasi. Dia harus memperkuat sense dan indera dalam tubuhnya.

Dinan mendapatkannya, ini seperti sebuah bayangan atau ilusi. Itu pasti! Dia terpengaruh oleh ilusi atau bayangan!

Kekuatan seorang pasukan rank tinggi nomor 55 pada pasukan inti Giganos memang sangat kuat. Tidak semudah itu mengalahkannya.

[Libris memiliki kemampuan bayangan, mata biasa akan tertipu dengan kemampuan bayangan. Hal itu karena Libris menguasai kecepatan yang tinggi. Anda harus mengikuti kecepatan lawan untuk bisa mengalahkannya]

Pemberitahuan sistem, dan firasat Dinan memeang benar tentang kekuatan bayangan atau ilusi yang diciptakan dengan kecepatan yang tinggi milik Libris.

Dinan tidak mau tertipu lagi, dia fokus dan memperhatikan semua detail gerakan Libris. Dia mencari dimana keberadaan Libris saat ini. Dalam sekejap, Libris sudah berada di atas Dinan dan sudah  menyabetkan pedangnya ke arah Dinan dari atas. Leher belakang Dinan terbuka dari amornya, dan itulah yang ditargetkan oleh Libris dengan serangan kuat dari pedangnya.

Brush!

Apa ini?

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!