Pengorbanan Cinta David

Berbuat Kebaikan

Motor mereka pun melaju dengan kecepatan standar meninggalkan kediaman kampus dan membelah kota Jakarta, Alex berusaha membalap motor David yang berada di bagian paling depan begitu pun Hamdan yang tidak mau kalah, mereka terus menerus melakukan balapan selama jalanan tidak macet mereka jadi bebas untuk melakukannya.

 

Saat Alex berhasil membalap motor David cowok itu mengacungkan jempolnya ke bawah dan tersenyum penuh kemenangan hal itu membuat Hamdan ikut dalam persaingan dia tidak mau kalah dari ke dua temannya yang akhirnya David kembali menepatkan diri di posisi paling depan sedangkan Hamdan berada di posisi ke dua namun saat Alex ingin mengerjar David cowok itu tiba-tiba berhenti.

 

"Ada apa Dav?" ujar Alex yang berada di belakang David mengerut bingung dengan David yang mengerem dadakan.

 

"Eh gue kasihan lihat tuh kakek-kakek bawa gerobak banyak banget, gak tega gue lihatnya!" kata David yang sudah menepikan motornya di pinggir jalanan.

 

David pun bergegas turun berniat menghampiri kakek-kakek yang sedang susah payah mendorong gerobak yang penuh dengan rongsokan yang telah didapatnya membuat David tidak tega melihatnya.

 

Hamdan menepuk bahu Alex yang masih duduk di atas motornya, "Lex, yuk ikut bantuin kasihan juga gue lihatnya kayanya berat banget loh itu bawanya," katanya dan berjalan mengikuti David yang sudah lebih dulu turun.

 

"Woy gue ikut!" teriak Alex yang dengan cepat meletakan helmnya di atas motor lalu berjalan dengan langkah lebar-lebar mengejar ke dua temannya itu.

 

Dengan sedikit berlari David pun menghampiri sang kakek tua itu, "Kak tunggu sebentar!" teriaknya agar sang kakek itu dapat berhenti.

 

"Kek, maaf boleh saya bantu antarkan gerobak kakek?" ujar David pelan seraya tersenyum.

 

Mendengar perkataan David sang kakek pun kebingungan, "Tidak usah Nak, kakek bawa sendiri saja dekat kok tempatnya di sana," kata sang kakek lemah.

 

Terlihat peluh yang mengalir di pelipis sang kakek tua itu Hamdan ikut mengecek gerobak yang dibawa sang kakek tua itu yang ternyata ada besi, kardus serta barang bekas lainnya.

 

"Biar kami bantu antar ya kek." Hamdan pun mengambil posisi sang kakek dalam membawa gerobak.

 

Sang kakek pun melihat ketulusan dari tiga pemuda ini akhirnya dia pun menerima kebaikan mereka, "Tidak apa-apa Nak? kakek takut merepotkan kalian," ucapnya dengan lirih.

 

"Tidak apa-apa kek, tunjukan ke mana kita akan membawa gerobak ini!" sahut David yang mendorong gerobak yang dibawa oleh Hamdan.

 

Sedangkan Alex membantu untuk menuntun sang kakek itu, "Mari kek saya antar," katanya merangkul sang kakek.

 

Perlahan hati David terketuk ada rasa iba dalam dirinya saat melihat orang kesusahan apalagi kakek-kakek tua, David jadi penasaran bagaimana latar belakang kakek tua itu bagaimana bisa anaknya membiarkan kakek ini bekerja sendirian yang seharusnya sudah istirahat dan mendapatkan pelayanan dengan baik dari anak-anaknya.

 

"Sudah di sini saja Nak," ujar sang kakek sembari menunjuk ke arah gubuk di bawah jembatan.

 

Hamdan pun menuruti perintah sang kakek, "Dav, gila berat banget loh ini, gue aja sampe keringatan gini sumpah sih kasihan banget Dav," seru Hamdan pelan seraya mengelap keringat yang bercucuran dengan tangannya.

 

Hamdan tidak habis pikir dia baru saja bawa gerobak kakek tua itu sudah merasa lelah bagaimana dengan nasib si kakek yang sudah membawanya dari jauh hingga sampai ke tempat ini.

 

"Kek, kita duduk dulu ya sebentar Lex tolong beliin air sama roti di warung sana!" pinta David sambil menunjuk warung kecil yang berada di sebrang jalan.

 

Alex pun langsung bangkit dari duduknya, "Oh siap siap," sahut Alex dan berlalu pergi menuju warung setelah mengambil uang yang David berikan.

 

"Duh, terima kasih banyak ya Nak kalian punya hati yang baik sehingga mau menolong kakek dengan tulus," ujar sang kakek dengan terbata-bata, terlihat jelas sang kakek sedang mengatur napasnya.

 

"Iya kek tidak apa-apa kita ikhlas kok menolong kakek." Hamdan tersenyum dia senang bisa membantu kakek tua itu.

 

David berjalan menghampiri sang kakek, "Iya kek tidak apa-apa sebelumnya kenalkan saya David ini teman saya namanya Hamdan dan yang satu laginya dia ALex kalau boleh tahu apakah kakek tinggal sendiri di gubuk ini?" David mulai mengajukan pertanyaan rasa penasarannya sangat besar akan latar belakang sang kakek.

 

"Kakek tidak tinggal di sini rumah kakek ada di sebrang sana masuk gang kecil, ini hanya tempat kakek menaruh barang-barang rongsokan yang kakek dapat setelah berkeliling kampung, kakek tinggal bersama istri dan tiga anak kakek di rumah," jelas sang masih dengan senyuman yang menghiasi wajahnya yang sudah keriput. "Kalian baru pulang kuliah?" tanyanya melihat almamater yang digunakan Hamdan dan David.

 

"Kek, apakah kakek tidak capek bekerja jadi pemulung kaya gini? dan kenapa anak kakek tidak membantu kakek bekerja?" Hamdan ingin sekali menanyakan akan hal itu setelah mengetahui bahwa kakek masih memiliki keluarga.

 

"Anak kakek masih pada sekolah kadang jika libur mereka menemani berkeliling dan kadang berkeliling sendiri-sendiri agar dapatnya lebih banyak," terang sang kakek.

 

Dengan masih penasaran David dan Hamdan meminta sang kakek untuk bercerita akan kehidupannya agar David bisa mengetahui latar belakang dari sang kakek tua yang begitu memprihatinkan.

 

Efendi nama dari kakek tua itu yang merupakan seorang bapak dari tiga orang anak, rela melawan panas terik matahari dan menempuh jarak puluhan kilo meter untuk mencari barang bekas di pusat kota Jakarta, tuntutan kebutuhan hidup memaksa Efendi untuk mencari nafkah menyusuri sepanjang jalan kota Jakarta sendirian, dia mencari plastik, kardus dan barang bekas lainnya yang masih bisa dijual kembali. Dari pagi hingga sore hari bahkan pulang malam, Efendi hanya menghasilkan uang sebesar 25 ribu hingga 40 ribu.

 

"Kalau bicara cukup dan tidaknya, ya bisa dibilang tidak cukup namun saya tetap bersyukur atas rezeki yang telah diberikan Allah SWT kepada saya," ujar sang kakek.

 

Efendi, punya harapan besar agar bisa menyekolahkan anak-anaknya agar tumbuh menjadi anak yang hebat dan tidak bekerja sebagai pemulung jadi dia bersusah payah mencari nafkah yang dilakoninya setiap hari, semata-mata hanya untuk memenuhi kebutuhan kehidupan anak dan istrinya.

 

"Kalau gerobak ini penuh saya bisa mendapatkan uang sebesar 40 ribu tetapi jika tidak, paling sekitar 25 ribu," imbuh Efendi.

 

David meneteskan air mata mendengar kisah kakek Efendi yang harus berjuang mencari nafkah di usianya yang sudah tua faktor mempunyai anak diumur 40 an hingga akhirnya di masa tuanya Efendi harus menghidupi anak-anaknya itu yang masih sekolah

 

Hamdan mengusap punggung David saat melihat temannya itu meneteskan air matanya, "Subhanullah, kakek sungguh luar biasa berkorban untuk bisa menyekolahkan anak-anaknya terkadang orangtua memutuskan pendidikan anaknya dan menyuruhnya bekerja tetapi kakek adalah bapak yang hebat," ujar Hamdan memuji perngorbanan yang dilakukan Efendi.

 

"Dav nih!" ujar Alex sembari mengulurkan plastik yang di genggamnya ke arah David.

 

David mengambil plastik yang tadi dibeli oleh Alex lalu diberikannya kepada kakek itu, "Nih kek ambil ada minuman serta roti di dalamnya untuk kakek makan," katanya.

 

Hati David tersentuh dengan pengorbanan Efendi dia tidak pernah melihat sosok Efendi selama ini atau mungkin dia baru berjumpa, hidup di Eropa David belum pernah menemukan pemulung seperti Efendi karena dia sibuk dengan hidupnya sendiri tanpa dia sadari banyak yang di luar sana yang hidup dengan susah payah.

 

Teringat dalam benak David saat dulu dia pernah membuang makanan dan menghaburkan uangnya untuk berpesta bersama teman-temannya tanpa berpikir ke dua orangtuanya yang sudah susah payah mencari uang untuk menghidupi dirinya.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!