Pengorbanan Cinta David
Mencari Jati Diri
Penjual ketoprak yang sering dipanggil Pak Ahmad itu datang menghampiri ke tiga anak muda dengan membawa pesanan mereka, tak lama kemudian terdengar adzan magrib berkumandang dengan segera mereka membatalkan puasanya.
"Ketika sampai pada waktu berbuka puasa, Rasulullah SAW menganjurkan kepada orang yang berpuasa segera berbuka. Membatalkan puasa sesegera mungkin dengan makan dan minum merupakan bagian dari kebaikan. Dalam kitab Shahih Bukhari terdapat hadits yang menyatakan tentang anjuran berbuka di awal waktu. Rasulullah SAW bersabda: "La yazalu an-nasu bikhairin ma ajjalu al-fithra," Yang artinya: "Sesorang yang senantiasa berada dalam kebaikan adalah mereka yang menyegerakan waktu berbuka puasanya," tutur Hamdan sembari tersenyum manis.
Alex langsung melirik Hamdan mendengar temannya itu mulai berceramah, "Subhanullah pengetahuan lo bertambah Dan, gue jadi pengen memperdalam ilmu agama sama kaya lo," ungkapnya.
"Hehehe santai sajalah gue dapat pengetahuan ini dari seminar islam di rohis makanya lo ikutan kalau ada acara seminar islam di kampus lo sih keseringan main ke base camp," celetuk Hamdan sembari meraih eh buah miliknya.
Telinga David masih mendengar jelas ucapan Hamdan yang selalu mengatakan apa yang cowok itu ketahui, dia juga menyukai cara Hamdan menyampaikan ilmunya dia akui jika teman satunya ini pandai berbicara.
"Woww segar sekali rasanya gue suka deh minuman ini," ungkap David sembari menikmati es buah yang sangat menghilangkan dahaganya.
Baru kali ini dia meminum es buah yang buah-buahan sedikit tapi ada agar-agar jellynya untuk pelengkap, lidah David lama-lama bisa menyesuaikan dengan makanan khas Jawa.
"Dav, bagaimana ketopraknya lo suka gak, enak bukan rasanya?" kata Alex penuh keyakinan bahwa ketoprak Bang Ahmad sangat enak dan begitu nikmat rasanya.
Saat itu juga David mencoba menikmati ketopraknya yang belum dicicipinya sejak tadi dia hanya menikmati es buah yang dibelikan oleh Hamdan ya baginya berpuasa kali ini dia merasa begitu haus.
"Hemm enak kok rasanya seperti nasi ini sangat pas untuk pengganti makan dan bumbunya sangat pas gue suka makanan ini, apa tadi namanya?" David ragu untuk menyebutkan nama makanan ini yang mungkin lidahnya agak kelibet sehingga kata yang dilafadkan akan salah.
Hamdan langsung meletakan sendok yang sedang dipegangnya setelah berhasil memasukan ketoprak dalam mulutnya, "Ketoprak, lo tahu Dav ini namanya ketupat yang memang terbuat dari beras wkwkwk." Setelah berhasil menelan makanan dalam mulutnya Hamdan langsung menjawab pertanyaan David.
Perkataan David memang terdengar lucu membuat Alex pun ikut tertawa, "Habiskan kau akan merasa kenyang setelahnya!" serunya sembari menunjuk dengan sendok miliknya.
Ketoprak adalah makanan khas yang berasal dari Jawa Tengah, namun lebih terkenal di wilayah Jakarta. Asal mula ketoprak sebenarnya masih menjadi perdebatan Ada yang mengatakan kalau ketoprak berasal dari Jawa Tengah dan ada juga yang mengatakan berasal dari Cirebon. Cita rasa saus kacangnya yang mirip dengan gado-gado membuat ketoprak jadi lebih familiar di lidah masyarakat Jakarta.
"Sudah makan sajalah tanpa banyak bicara!" tegur Hamdan mengingatkan agar diam.
Akhirnya mereka semua menikmati makanan tanpa berbicara, David membuka pesan dari Mamahnya yang menanyakan dirinya sudah buka atau belum begitu khawatirnya Mamahnya terhadap dirinya membuat David merasa seperti anak kecil yang dimanja itu sih wajar ya mungkin karena David anak bungsu di keluarga Nathantion tetapi David kini sudah beranjak dewasa dia ingin mandiri dan tentunya menjadi jati diri yang sebenarnya.
Orang pertama yang menghabiskan ketoprak adalah Alex yang seperti sangat lapar saat itu, "Dan, nyari masjid yuk!" ajaknya sambil bangkit dari duduknya.
"Kayanya tadi gue lihat deh di sebrang sana ada masjid," sahut Hamdan yang telah menghambiskan ketopraknya.
Hamdan mengingat bangunan indah yang menjulang tinggi itu yang diatasnya Kuba masjid terdapat bintangnya, gak susah nyari masjid di Jakarta mah karena sudah banyak dan bahkan ada orang yang memilih membangun musholah di depan rumahnya sendiri.
"Ya sudah kalian pergi ibadah saja dulu gue bakal nunggu di sini kok." David masih sibuk dengan ponsel miliknya dia sedang membaca artikel-artikel yang sering masuk internetnya.
Hamdan pun akhirnya ikut bangkit dari duduknya, "Baiklah gue sama Alex pergi salat dulu ya!" katanya seraya beranjak pergi bersama Alex yang mengikuti dari belakangnya meninggalkan David sendiri di sana.
Saat di perjalanan Alex dan Hamdan berbincang-bincang mengenai David hari ini, "Dan bagaimana menurut lo David?" tanya Alex sambil memegang bahu Hamdan.
"Bagaimana apanya?" sahut Hamdan dengan bingung dia tidak mengerti arah bicara temannya itu.
"Yaa menurut lo kira-kira David bisa gak ya diajak masuk islam?" ujar Alex lirih itu merupakan perkataan yang langsung dari hatinya.
Sebenarnya Hamdan sendiri pernah memikirkan akan hal itu tetapi mengingat bahwa akan ada resiko besar yang mungkin David hadapi setelah itu jadi dia masih ingin mengenal lebih jauh lagi sosok temannya itu, "Doain aja semoga David bisa menemukan jati diri yang sebenarnya, kita gak bisa memaksakan hak seseorang kita berteman dengan David dengan niat yang tulus untuk menjalin pertemanan serta meningkatkan nilai toleransi."
Mendengar penjelasan Hamdan lagi-lagi membuat Alex dapat mengerti dan paham apa yang harus dia lakukan dan perbuat, "Aamiin gue ikut apa kata lo saja lagi pula gue senang punya teman kaya lo dan David," ungkapnya sebelum masuk ke tempat wudhu.
Sedangkan David masih asik membaca artikel tentang menyambut bulan puasa serta kasus bencana lainnya yang sedang terjadi di kota tsunami waktu itu namun tiba-tiba dia ingin buang air kecil sehingga dia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi dulu sebentar.
"Bang saya pergi ke toilet dulu ya sebentar nanti saya balik lagi," kata David ketika sudah berada di dekat tukang ketoprak.
Lantas Bang Ahmad pun menoleh ke arah David, "Oh ya tidak apa-apa," sahutnya sambil tersenyum.
Entah di mana ada toilet umum David tidak tahu dia berjalan ke arah kanan yang terlihat lebih ramai kemungkinan ada toilet di sana namun saat sampai sana ternyata tidak ada akhirnya dia memutuskan untuk bertanya kepada si penjual karak telur yang ada di dekatnya.
"Permisi Pak saya mau nanya toilet di dekat sini di mana ya?" tanya David dengan sesopan mungkin tetapi tidak menghilangkan penampilan coolnya.
Penjual karak telur pun mencoba menerka-nerka letak toilet umum, "Se-pertinya tidak ada toilet umum deh di dekat sini tapi ada masjid di sebrang sana jadi kamu ke sana kalau mau buang air kecil."
Jawaban penjual karak telur itu membuat David kaget, 'Hah masa iya gue ke masjid cuma mau buang air kecil doang?' pekiknya sedikit terkejut dibuatnya.
"Oh gitu ya Pak, ya sudah terima kasih ya!" Pada akhirnya David memutuskan untuk kembali mencarinya dia masih tidak percaya jika tidak ada toilet umum di tempat penjualan seperti ini.
Tentu saja David malu jika harus buang air kecil di masjid dan tidak mungkin juga dia masuk masjid dia takut untuk melangkahkan kakinya ke tempat ibadah orang islam.
Hari ini Hamdan dan Alex memutuskan untuk berdoa yang dikhususkan buat David agar sahabatnya itu segera mendapat hidayah, tidak terasa air mata Hamdan menetes betapa dia begitu menyayangi sahabatnya itu.