Pasukan Langit
Pertarungan Akhir dengan Gultron
Beberapa menit sebelum pertempuran berakhir.
Aji melakukan serangan dengan pedang dan belati panjang, yang dicabutnya dari tongkat. Bagian tengah terbuka, dan di dalamnya adalah dua senjata dengan gagang di masing-masing ujung tongkat. Dua senjata yang disembunyikan dalam sebuah tongkat.
Aji melesat dan serangan pedang dan belati itu, dengan banyak kilatan begitu cepat menyerang seluruh tubuh Gultron.
”Bagaimana bisa? Tidak mungkin Pemukul Halilintar masih hidup?” Gultron masih penasaran. Kekuatan kegelapan memang memiliki ciri khas tertentu, yang sangat ditakuti pasukan kebenaran. Hal itu karena ketika tubuh mereka terluka atau terpotong, ada seperti serat-serat darah yang bisa menyambungkan kembali bagian-bagian yang terpotong. Hal itu adalah regenerasi cepat para pengikut kegelapan.
Saat mereka melakukan regenerasi tersebut, mereka membutuhkan banyak energi kembali untuk pulih. Oleh karena itu, mereka telah menyerap energi yang banyak, dari orang-orang yang mungkin mereka bunuh atau pengorbanan dengan membuat tumbal.
Saat melakukan regenerasi pada luka mereka, itu juga akan memakan energi kegelapan mereka. Gultron pun demikian, serabut-serabut merah seperti cacing-cacing besar keluar dari daging yang terluka. Mereka menyatu satu-persatu seperti cacing-cacing berkerumun, dan luka-luka sabetan mulai menyatu kembali.
Anehnya, luka milik Gultron sulit untuk menyatu. Dia merasakan sakit yang sangat, meskipun pengikut iblis, tapi mereka tetap merasakan sakit. Kenapa kekuatannya tidak berfungsi dengan baik? 40 persen lukanya yang membaik dan sisanya sulit menyatu. Butuh waktu yang sangat lama dan tidak seperti biasanya.
”Kamu terkejut Gultron?” Aji menyilangkan kembali pedang dan belatinya, matanya menyala bersiap hendak menyerang kembali.
”Apa yang sebenarnya terjadi? Sihir apa yang kau gunakan?” Gultron tak percaya. Ada kekuatan yang mampu menahan regenerasi kegelapan, sehingga energi gelap sulit untuk mempercepat proses penyatuan tubuh yang terluka.
”Aku mengalirkan sihir pembalik yang sudah diteliti lama oleh Saint Yonan! Tiga bahan untuk mencegah dari regenerasi kegelapan; Bunga Tasmut di ujung utara tempat es berada, air yang diambil dari sumber mata air dari seluruh benua dan Racun Tunik yang merupakan raja dari ular paling berbisa di padang pasir.”
Gultron sendiri bingung apa yang dikatakan oleh Aji, bisakah tiga bahan aneh itu memang mencegah regenerasi dari energi kegelapan? Namun, itu memang membuatnya tak bisa melakukan regenerasi dari luka-lukanya dengan cepat. Penyembuhannya melambat.
”Bagaimana bisa, Yonan melakukan itu, dan kamu mengaku sebagai Pemukul Halilintaar!”
”Percaya atau tidak, kamu akan segera berakhir. Tidak penting apakah aku adalah Pemukul Halilintar atau bukan. Kamu hanya perlu tahu bahwa aku adalah penyatuan dari ketiga saint, aku adalah Tiga Legenda yang menyatu menjadi satu!”
Ledakan energi menyeruak di sekeliling Aji. Pedang dan belati bercahaya dengan menyilang dari kedua tangan Aji. Bola api mengelilingi Aji, ada tujuh bola api yang menyala biru dan merah pekat. Itu benar-benar menyala.
Aji menaruh belatinya di mulutnya, tangan kanannya mengepal dan energi meluap kembali di tangan kanannya.
Ini berbahaya bagi Gultron. Dia menghentikan penyembuhannya, dia mengeluarkan energi gelap dari sekitarnya. Dia memunculkan bola-bola energi kegelapan yang menyala dengan gelap. Dia siap menyerang duluan sehingga dia bisa mengambil celah. Dia bisa mengalahkan musuhnya atau kabur, itu adalah peluang baginya.
”Dragon Demon!”
Gultron mengarahkan tangan kanannya dan membentuk cakar ke depan, bola-bola hitam yang sebelumnya menyala melesat maju dan meliuk. Semua bola itu membentuk naga dengan penuh kegelapan dan kepala yang mengerikan dan memiliki mata gelap kebiruan. Bola-bola itu membentu naga yang meliuk dan mencoba menyerang Aji.
Ketika satu naga gelap dari bola itu menyerang, muncul lagi dari belakangnya bola hitam dan membentuk naga kembali. Jumlahnya ratusan naga energi kegelapan, dan semuanya menyerbu Aji dengan kekuatan kegelapan yang besar dan mengerikan.
Aji berputar dan mencoba membuat defense dengan energi, dia juga melesat ke kanan dan ke kiri dan ledakan terjadi. Dari ledakan itu, Aji menghindarinya dengan cepat. Meledak lagi, tidak kena, Aji melompat dan terbang dengan cepat. Serangan terus bertubi-tubi menyerangnya.
Mungkin ini kesempatan bagi Gultron untuk kabur. Serangannya terhenti, tapi serangan sebelumnya masih tetap menyerbu dengan deras. Saat Gultron berbalik dan hendak melesat untuk menjauh. Saat itulah mata Aji menyala di antara serangan bertubi-tubi naga hitam yang menyerangnya tersebut.
Aji menatap tajam ketika Gultron berniat melarikan diri. Dia menangkat tangan kanannya dan cahaya meledak dan membuat naga energi hitam yang akan menyerangnya hancur binasa seluruhnya. Aji kemudian turun ke tanah, sambil menghantamkan tangan kanannya ke tanah dan ledakan super dahsyat terjadi.
BOOOOM!
Itu adalah kebiasaan Pemukul Halilintar, yang mampu membuat ledakan besar dan membuat areal yang terkena efek dari kekuatan terkena stun area. Benar saja, area sepanjang satu kilo ke depan dan satu kilo ke belakang serta samping kanan dan kiri seperti gempa yang luar biasa. pohon-pohon ambruk dan tanah terguncang.
Hal itu terjadi di atas dan di bawah. Di udara pun oksigen seperti menipis dan bahkan Gultron tak bisa menahan tubuhnya dalam keseimbangan. Lukanya belum sembuh semuanya, tapi dia merasakan keadaan tak terkendali karena ledakan serangan pukulan dari Aji.
Sensasi ini, sama seperti ketika Pemukul Halilintar dahulu menghancurkan pasukan kegelapan sehingga membuat Lord Demon, Shura gagal dalam penyerapan Blood Supreme dan ritualnya belum selesai. Hal itulah yang akhirnya membuat pertempuran Tiga Legenda melawan Shura dan Lima Gerbang terjadi dan mengguncang seluruh dunia.
Kali ini, apakah benar pemuda itu adalah Pemukul Halilintar? Kekuatan pukulannya itu benar-benar membuatnya limbung. Saat kesadaran dari Gultron mulai kembali, saat itulah Aji sudah melesat sangat cepat menerjang kearahnya. Gerakan itu bahkan tak terlihat oleh matanya yang sudah sangat berpengalaman dalam pertarungan.
Sekejap, Tenaga super cepat sudah berada sangat dekat dengannya. Saat itu, Gultron merasakan kilatan yang banyak jumlahnya. Tidak hanya ratusan bahkan ribuan kilatan pedang dan belati, seperti memenuhi seluruh pandangan karena semuanya berisi kilatan serangan penuh energi.
Cliiinggg! Klaaangg! Cliiingggg!
Rasa sakit yang cepat seolah tak terasa oleh Gultron, belum sempat kesadarannya kembali dan kekuatan regenerasi kekuatan hendak dilakukan. Saat itulah, Gultron dikelilingi oleh api biru yang sangat terang dan mengurungnya dalam sebuah lingkaran besar.
Bola-bola api yang berwarna biru dan terang itu adalah sudut lingkarannya. Semuanya membentuk garis yang memblokir semua pergerakannya.
Terakhir, Gultron melihat Aji membuka tangannya, dan memberi isyarat mengepal. Seluruh sudut api berwarna biru terang itu menyatu, dan seluruh penglihatan Gultron hanyalah api yang berkobar-kobar memenuhi seluruh tubuhnya, yang sudah seluruhnya terkena serangan kilat dari ribuan senjata Aji.
Kesadaran Gultron hilang dan tubuhnya menjadi debu kehitaman yang akhirnya lenyap, diterbangkan angin malam di atas hutan yang dimana-mana hancur. Di tempat itu, di salah satu bagian di benua Frost Line. Saksi kematian seorang dari Lima Gerbang.
Aji menarik tongkat bagian tengah dengan kekuatannya. Dia mengembalikan pedang dan belati menjadi satu kembali dan masuk ke dalam penutup tongkat. Senjatanya kini sempurna tak terlihat, dan hanya terlihat seperti tongkat biasa. Aji meletakkan ke punggungnya, ada ikatan di tengah tongkat.
Saatnya pergi! Satu masalah dapat diselesaikan, begitu pikiran Aji.
Saatnya kembali.
Aji membuka tangan kanannya ke depan, tangannya terbuka dan sebuah portal berwarna biru keputihan muncul. Itu adalah portal kembali ke perguruan Bangau Emas. Aji yakin, rekan-rekannya di sana sudah berjuang dengan baik. Pemimpin penyerangan pasukan hitam sudah dibawanya, tentunya mereka akan mampu mengalahkan yang lain.
Aji pun tersenyum, dan memasuki portal yang dibuatnya. Dia pergi, portal pun menghilang dan perang yang barusan terjadi cukup membuat kerusakan yang besar di hutan itu.