Pasukan Langit

Rakuta Menjadi Target Pembunuhan

Pintu kamar Nasura diketuk oleh seorang pelayannya, ”Tuan... Tuan..., ada seorang wanita yang cantik datang katanya dipesankan untuk anda. Apakah dia boleh masuk?”

Nasura kaget sejenak, bagaimana bisa ada yang memesankannya seorang wanita? Memang dia sudah beberapa hari tidak keluar kemana-mana. Bahkan, dia sendiri ketakutan karena pesan dari Tuan Malam bahwa dirinya tidak boleh keluar menemui siapapun.

Tapi, itu adalah wanita? Apakah mungkin Tuan Malam merasa kasihan sehingga dia mengirimkan wanita agar aku betah dan tidak keluar dari kediaman? Begitu pikiran Nasura.

Dia pun mengintip sedikit dari jendelanya, dia melihat pelayan itu bersama seorang wanita. Tubuhnya yang indah terlihat, sungguh kecantikan yang mempesona ditutupi dengan jaring transparan yang menutupi wajahnya. Tak peduli lagi, Nasura yakin kalau itu adalah wanita yang dikirimkan oleh Tuan Malam sehingga dia betah berada di kediamannya.

Dia pun segera beranjak dan membuka pintu itu, semakin berdebar dadanya melihat bibir manis dan mata yang tertutupi kain benang jaring dari topi bambunya. Sungguh keindahan yang begitu menggiurkan.

”Sudah kamu pergi sana, jangan ganggu aku lagi!” bentak Nasura kepada pelayannya, dia pun segera menatap kembali wanita tersebut. Ini adalah malam yang indah baginya.

Pelayan itu pun sedikit cemberut dan akhirnya berbalik pergi, tak berani mengatakan apapun karena takut pada tuannya itu.

”Cepat masuk wanitaku, cepatlah....” Nasura sudah tak sabar dan menarik lengan wanita itu untuk masuk ke dalam. Sesampainya di dalam kamarnya, Nasura buru-buru menutup pintu itu rapat-rapat dan menguncinya.

Nasura mendekati wanita itu, dan tangannya mulai bergerak ke depan, ”Kemarilah wanita cantikku,” Nasura semakin mendekat, dia sudah kehilangan kesabarannya.

Saat tangan Nasura semakin dekat hendak membuka topi bambu wanita itu...

Wooossshhhh!

Seperti angin mendesau dan menampar wajahnya, topi bambu wanita yang diselimuti dengan jaring transparan itu sudah terbang melambung. Wanita cantik yang berada di depan Nasura sudah menghilang dengan kecepatan penuh seperti menghilang.

Tahu-tahu, sebilah senjata tajam bercahaya sudah berada di lehernya. Wanita itu, sudah berada di belakang Nasura sambil memegang senjata energi dan siap menebasnya.

”Siapa... Siapa kamu?” Nasura pun ketakutan.

”Diamlah..., jika bersuara lagi, maka nyawamu melayang.”

Belum hilang keterkejutan Nasura, sesosok tubuh dari atap rumah turun begitu saja. Sosok itu bukan Tuan Malam melainkan seorang lelaki muda yang langsung mendarat di depan Nasura. Nasura masih berada dalam pengawasan wanita di belakangnya dengan membawa senjata energi di lehernya.

”Jawab pertanyaan kami, atau kamu akan mati!” suara lelaki itu, wajahnya terlihat jelas sekarang setelah mendekati Nasura. Dia adalah Lao, dia memakai pakaian Pasukan Langit.

***

Sosok-sosok gelap berseliweran dan melompat dengan kecepatan tinggi, orang-orang itu terlihat cukup gesit dan mencapai ketinggian tertentu dalam kekuatan kecepatan dan bela diri. Mereka melompat ke sebuah rumah kediaman, itu adalah kantor Blacksmith milik perguruan Bangau Emas.

Sosok itu membungkuk sambil menyembunyikan diri di atas rumah, mereka berada masuk dan mengawasi pelataran tempat Blacksmith.

Sosok lelaki keluar dari ruangan dan meluruskan tangan kanannya ke atas dan tangan kirinya memegangi siku tangan kanan. Dia menggeliat sambil berdiri, sungguh lelah. Lelaki yang baru keluar itu adalah Rakuta yang baru keluar dari melihat bagian dalam Blacksmith.

Sosok-sosok dengan pakaian hitam yang berada di atas genting-genting itu berjumlah lebih dari 10 orang. Mereka memberi kode melalui pandangan mereka, saling mengangguk dan sekejap mereka langsung turun, dan mengepung dengan senjata yang sudah masing-masing terhunus di tangan mereka.

Rakuta menyadari sejak tadi, ada orang-orang yang sedang mengintai kediamannya itu. Dia pun mengambil kuda-kuda siaga. Sudah lama rasanya tidak ada orang yang datang menemuinya untuk beradu kekuatan.

Serangan dimulai, mereka adalah para ahli yang diperintahkan untuk menutup barang bukti. Kepala Blacksmith, Rakuta harus mati malam ini. Mereka sangat kompak dan menyerang dengan membagi posisi pada yang lain. Jumlah para penyerang sekitar 15 orang dan menyerang Rakuta dengan senjata yang sudah siap untuk mengakhiri nyawa sang kepala Blacksmith.

Saat para penyerang masuk menyerang Rakuta, shield pelindung muncul dari lengan tangannya. Itu adalah senjata seperti gelang yang telah diisi dengan artefak tingkat tinggi. Defense-nya sangat kuat sehingga penghalang seperti perisai keluar dari lengan kanan dan kiri, menahan serangan membabi-buta dari para penyerang itu.

Mereka terlalu banyak, Rakuta mundur beberapa langkah untuk mencari celah.

Para penyerang serba hitam menyerbu kembali dan sangat kompak. Saat semuanya sudah mendekati Rakuta, sekelebat bayangan dari sisi kanan dan kiri masuk. Mereka menahan serangan dari para penyerang serba hitam, dan mementalkan beberapa orang dengan serangan cepat mereka.

Dua orang saling berhadapan punggung dan memegang senjata mereka, laki-laki dan perempuan. Keduanya adalah saudara sepupu, mereka adalah Barsha dan Aaman. Mereka ditugaskan oleh Aji untuk mengintai kediaman Blacksmith. Mereka tak menyangka bahwa memang benar ada penyerangan yang terjadi dan mereka akan membunuh kepala Blacksmith.

Keduanya harus melindung Rakuta, bahkan keduanya seperti nostalgia karena sudah lama mereka tidak bertarung bersama. Mereka sewaktu kecil sering berlatih bersama, sudah lama rasanya mereka rindu dengan kondisi di mana mereka bisa bertarung bersama kembali.

Keduanya pun saling menyunggingkan senyuman.

”Serang mereka!” salah satu dari penyerang dengan topeng hitam memerintahkan rekan-rekannya untuk menyerang semuanya, ”Jangan sisakan satupun!”

Para penyerang itu maju, Rakuta tahu dirinya sedang dilindungi. Namun, dia juga tak bisa diam saja. Dia pun ikut bertarung, meskipun dia tahu bahwa dua orang yang melindunginya adalah orang-orang yang kuat.

Klang! Klang! Sraaakk!

Kolaborasi dari Barsha dan Aaman cukup efektif, satunya seorang asasin dan satunya adalah swordman dan baru beberapa saat yang lalu dia mengembangkan kekuatan swordmanshipnya. Pedang dari Aaman bercahaya dan itu adalah kekuatan yang baru saja tumbuh darinya. Kekuatan pedang yang kuat disertai sihir yang mengelilingi senjatanya.

Kekuatan swordmanship itu jauh berbeda dengan seorang swordman biasa. Kekuatan daya tempur swordmanship merupakan sebuah terobosan, di mana daya serang pedang menjadi berlipat ganda dan ada pengaruh dari sihir yang dipelajari dan dialirkan ke pedang tersebut. Itu seperti menguatkan pedang, menyatu dengan pedang, bahkan dirinya adalah pedang itu sendiri.

Serangan datang kembali, dari segala sisi. Namun, Barsha bukanlah Barsha yang dulu. Kecepatannya kini bahkan sudah berada di tahap rank 8 puncak. Pelatihan khususnya dengan pejuang Jiro sudah menunjukkan bahwa Ghost Speed dari kekuatan tertinggi milik kakeknya, Ganada memang sangat luar biasa.

Pejuang Jiro bahkan mengatakan padanya, dulu dia sempat berguru pada Ganada secara khusus. Makanya, jurus tertinggi yang dimiliki oleh kakek dari Ganada diturunkan kembali kepada Ganada.

Ghost Speed tertinggi dalam kekuatan seorang assassin. Barsha dengan cepat mencapai kekuatan yang tinggi dan serangannya sangat kuat. Kecepatannya bahkan mampu menangkis serangan para penyerang, dan sekaligus merobohkannya dengan cepat dan efektif.

Tidak mungkin! Kekuatan apa ini? Pemimpin dari tim penyerang itu kaget melihat kecepatan serangan Barsha, yang bahkan sudah menjatuhkan dua orang dari mereka dengan cukup mudah.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!