Pasukan Langit

Rahasia Nasura dan Tuan Malam

Rakuta sangat heran, dia bahkan tak tahu hendak menjawab apa pada pertanyaan mendadak dari pendekar muda anggota dari Pasukan Langit itu. Rakuta sendiri adalah sosok yang sangat mengagumi para pendekar kebenaran.

Namun, dia sendiri adalah orang yang amat mencintai senjata dan membuat senjata. Soal pertanyaan yang cukup mengejutkan baginya adalah, kenapa pemuda ini bisa mengetahui banyak hal soal senjata yang dibuat oleh kantor Blacksmith milik Bangau Emas.

Rakuta sendiri dulu mempunyai kantor Blacksmith sendiri, karena banyak terlilit hutang, maka perguruan Bangau Emas mengajaknya bergabung. Kemampuannya memang luar biasa dalam pembuatan senjata. Dia direkrut Bangau Emas. Sebelumnya, dia tidak diakui orang dia pun membuktikan kemampuannya pada Drakos yang saat itu masih menjadi pemimpin dari perguruan Bangau Emas.

Rakuta dipercaya sebagai kepala Blacksmith dan tugasnya terus membuat senjata dan mengarahkan para pembuat senjata.

Rakuta menceritakan kisahnya itu pada Aji, dia menyebutkan bahwa selama ini dia hanya mendapatkan kertas outline senjata dan seberapa banyak akan diproduksi. Pesanan khusus bangsawan yang memiliki uang banyak pun hanya diberikan gambar padanya, lalu dia membuatnya. Bahkan, dia tidak pernah bertemu para pembeli tersebut.

Akhir-akhir ini, sekitar 6 bulan terakhir ada rahasia tersembunyi yang tidak diketahui Rakuta. Dia hanya diminta membuat senjata yang jumlahnya sangat banyak dengan detail yang sudah digambarkan. Senjata-senjata itu juga dilengkapi dengan artefak sihir. Bahkan, Rakuta sendiri merasa kagum karena mengira senjata-senjata itu akan digunakan pendekar putih untuk melawan pasukan Lord Demon.

Aji mendengarkannya seksama, dan itulah yang diketahui oleh Rakuta. Untuk senjata masal yang dibuat itu beragam, dari mulai senjata jarak dekat hingga senjata jarak jauh. Senjata jarak dekat pun lengkap dan senjata jarak jauh juga terbilang lengkap.

Senjata yang sudah dibuat pasti akan segera diambil dan dipindahkan, Rakuta juga tidak tahu kemana senjata-senjata itu dipindahkan dari kantor Blacksmith.

Aji pun akhirnya berpamitan dan berterimakasih kepada Rakuta, Rakuta sudah dianggap pamannya sendiri oleh Aji. Rakuta berumur 40an tahun, Aji pun memanggilnya paman. Mereka jadi akrab setelah pertemuan itu.

Aji kembali bersama para anggota Pasukan Langit yang lain, semua pesanan sudah dipersiapkan outline-nya. Bahkan, beberapa sudah ada yang dimulai pembuatannya.

”Senjata apa yang kau pesan Aji? Bahkan, kau terlalu lama berada di dalam?” tanya Barsha saat Aji kembali bersama mereka.

”Aku hanya membuat sebuah tongkat saja.”

Aji seperti nostalgia pada sahabatnya, Ganada. Cucunya ini memang tak jauh beda dengannya, serba penasaran dan juga berani. Barsha kini sudah mencapai titik yang cukup besar setelah diarahkan oleh pejuang Jiro. Kecepatan Ghost Speednya sudah hampir sempurna.

Para Pasukan Langit diminta untuk tinggal sementara waktu di kota Linggar Emas dan diberikan kediaman khusus untuk mereka. Permintaan mereka soal senjata tidak akan memakan waktu yang lama. Mereka semua menggunakan waktu yang ada di kota Linggar Emas, untuk berlatih dan juga berkeliling kota. Mereka juga disapa dengan baik oleh penduduk karena baju yang mereka pakai adalah kebanggan seluruh benua.

Malam harinya, sosok wanita tengah berada cukup jauh di pinggir hutan di dekat sebuah sungai. Wanita itu memegang pedangnya dan sedang berlatih beberapa jurus dan ada energi sihir yang mengeliling tiap sabetan pedangnya.

Itu adalah Alicia. Dia merasa berpikir cukup dalam, dan dia harus mencapai ketinggian tertentu untuk mengembalikan kejayaan bagi keluarganya. Nama besar kakeknya hanya tinggal dikenang oleh orang. Perjuangannya seolah dilupakan.

Huffff! Alicia mendesah dan menyarungkan pedangnya kembali. Alicia duduk di samping sebuah batu besar dan bersandar padanya. Alicia melamun dan membayangkan sesuatu.

”Kamu sedang malas berlatih, Alicia?”

Alicia cukup kaget, padahal dia sudah menyembunyikan dirinya dan ingin menyendiri. Namun, ternyata ada yang mengetahuinya. Alicia melihat ke atas, sesosok lelaki duduk santai di atas batu besar itu. Itu adalah Aji.

”Kenapa kamu disini, Aji?” Alicia kembali berbalik dan melihat rumput di bawahnya. Rambutnya yang tergerai ditiup angin sepoi.

”Aku datang kesini untuk mencari ketenangan. Ah! Indah bukan di sini.”

”Kau tidak pintar berbohong, Aji.”

Benar saja, dia memang cucu keturunan dari Yonan. Tidak mudah membohongi Yonan apapun yang terjadi. Aji pun teringat kisahnya dulu dengan Yonan dan masa-masa mereka selalu berjuang bersama-sama. Mereka juga sering berlatih bersama.

Aji melompat turun dan berdiri di dekat Alicia.

”Dengar Alicia, aku mendapatkan amanat khusus dari kakekmu, Yonan.”

Alicia sangat kaget dan segera menatap wajah kokoh Aji yang lurus menatap ke depan. Apakah dirinya tidak salah dengar? Bagaimana bisa ada pesan dari kakeknya kepada Aji dan kapan mereka bertemu

”Apa maksudmu Aji? Bagaimana bisa Kakekku...”

”Aku adalah murid dari Tiga Legenda, aku membawa misi mereka bersamaku,” itulah yang bisa Aji katakan. Lebih mudah menjelaskan hal ini daripada menceritakan hal lainnya yang kurang bisa dipercaya orang lain. Pada akhirnya, dia memang mempelajari semua ilmu bela diri selama pengasingannya di dunia lain selama 20 tahun.

”Kapan mereka menerima murid?”

Aji menghembuskan napasnya perlahan, sulit menjelaskan suatu yang rumit memang. Aji tak banyak bicara, dia mengeluarkan sebuah gulungan yang sudah dipersiapkannya.

”Sudah saatnya kamu mewarisi kekuatan dari saint Yonan. Ini pelajarilah dengan baik, kamu akan segera membutuhkan kekuatan yang besar untuk berhadapan dengan para musuhmu.”

Aji memberikan gulungan yang diikat di tengahnya dengan sebuah benang kecil. Agak ragu, namun Alicia menerimanya. Aji bingung hendak mengatakan apa lagi, dia pun meninggalkan Alicia.

”Oya Alicia,” Aji berhenti sejenak, ”Kamu bisa tak percaya bahwa aku murid tiga legenda. Tapi ingatlah, kakekmu Yonan sangat mencintaimu.”

Aji melangkah meninggalkan Alicia, dan Alicia semakin bingung untuk menanggapi semua hal yang tiba-tiba terjadi padanya. Baru saja dia bersedih dan melamun memikirkan nasibnya, tiba-tiba ada seorang yang mengaku sebagai murid dari kakeknya dan memberikan sebuah gulungan kepadanya. Apalagi, pesan terakhir dari Aji adalah soal kakeknya yang amat mencintainya.

Alicia merasa bahwa itu adalah sebuah kebenaran. Entah kenapa, dia merasa bahwa Aji tidak memiliki kebohongan sama sekali meskipun sikapnya memang kaku.

***

Seorang lelaki nampak masih bersenang-senang di ruangannya, ada dua wanita yang menemaninya. Dia benar-benar menikmati hidupnya.

’Tok! Tok! Tok!’

Suara pintu diketuk dari luar, ”Tuan Nasura, Tuan Malam datang untuk menemui anda.”

Suara dari pelayan itu membuat Nasura sedikit jengkel, tapi apa boleh buat. Tuan Malam bisa marah kalau dia menundanya. Tuan Malam adalah orang yang diminta ditaati oleh Drakos, dan semua keuangan didapatkan dari Tuan Malam tersebut untuk semua hal di perguruan Bangau Emas.

”Kalian pergilah dulu, aku ada tamu,” Nasura lembut meminta dua orang wanita di sampingnya untuk pergi dulu. Mereka pun menurut dan meninggalkan kamar Nasura. Beberapa saat kemudian, Nasura mengenakan pakaian lengkap dan bergegas ke ruang tamu di rumahnya yang besar itu.

Tuan Malam sialan, mengganggu saja. Tapi, dia memang mengerikan sih, dan bahkan Nasura harus menuruti semua perintahnya. Itulah perintah dari Tetua Drakos. Apa lagi yang dia inginkan? Ketus Nasura.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!