Pasukan Langit

Rahasia di Kantor Blacksmith

Anggota Pasukan Langit sudah mendapatkan layanan dari pencatatan soal senjata mereka. Pada dasarnya, mereka tetap mendapatkan senjata yang sama seperti sebelumnya. Hanya saja, lebih diperkuat untuk bahan, dan juga artefak sihir yang dimasukkan dalam senjata mereka.

Berbeda dengan dua orang yang sejak awal tidak memiliki senjata, yaitu Aji dan juga Gayatri. Gayatri diarahkan oleh pejuang Jiro untuk tetap menggunakan senjata yang sesuai untuknya. Meskipun saat ini dia bisa menciptakan senjata energi, tapi senjata asli bisa jadi membantu saat dirinya kehabisan energi. Senjata unik juga penting, dalam kondisi tertentu yang membutuhkan kemampuan tambahan.

Usulan dari Aji, Gayatri agar membuat senjata berupa jarum besar yang terbuat dari bahan yang kuat dan tajam. Senjata itu disinkronkan dengan sebuah pengendali dari sebuah cincin artefak pengendali. Kenapa demikian, hal itu kata Aji bisa untuk mengalahkan orang-orang dengan kemampuan rendah tanpa harus menghabiskan energi. Senjata itu akan bergerak dengan cepat dan mematikan, bahkan tanpa menggunakan energi.

Gayatri hanya tinggal mengontrolnya dari artefak cincin tersebut. Merasa itu cukup baik, Gayatri pun menyetujuinya.

Rakuta yang dihadapkan pada permintaan dari Gayatri itu pun bisa mengupayakannya. Namun, hal itu cukup memakan waktu dan mungkin lebih lama dari pada rekan-rekannya yang lain.

Gayatri mengucapkan terima kasih dan tak mengapa jika masalah waktu, hal itu bisa ditunggunya.

Aji sendiri mendapatkan giliran. Dia tidak diarahkan apapun oleh orang lain, dia lalu membuat sebuah senjata tongkat panjang namun ada detail yang harus dipenuhi dalam isi tongkat panjang itu.

Di antara para anggota Pasukan Langit, tidak ada satupun yang menggunakan senjata tongkat, ada yang lain yaitu tombak. Tongkat sendiri adalah senjata dengan bentuk tumpul pada semua sisi. Aji memilih tombak, tapi mennggambarkan detail tongkat itu khusus dan diberikan kepada kepala Blacksmith.

Rakuta si kepala Blacksmith pun menerima detail senjata yang ingin dibuatkan oleh Aji. Dia kaget dengan detail senjata tersebut. Ini adalah senjata yang belum pernah dibuat sama sekali oleh siapapun.

Rakuta meminta izin khusus untuk berbicara sendiri dengan Aji, mereka pun masuk ke salah satu ruangan di dalam kantor Blacksmith tersebut.

”Senjata ini...” Rakuta sedikit merasa aneh dengan detail yang digambarkan oleh Aji tersebut. Gambar itu adalah, sebuah tongkat yang berisi pedang panjang dan juga belati yang saling menutup sehingga rapat seolah itu adalah tongkat tumpul. Kedua ujung dari masing-masing tongkat itu adalah gagang dari pedang dan pisau. Kayu di tengah yang menyambungkannya adalah penutup dari pedang dan belati itu.

Sungguh, gambar detail yang menarik. Ini adalah senjata tersembunyi yang bisa menjadi masterpiece.

”Anda sungguh luar biasa pendekar, apakah ada seseorang yang mengajari anda atau anda sendiri yang berpikir untuk membuat senjata seperti ini?”

Aji tersenyum, dia memang ingin membuat senjata itu sekaligus juga mengorek beberapa informasi agar dapat dijadikan sebagai bahan bukti untuk membongkar kebusukan Drakos. Dia tahu bahwa Rakuta juga merupakan seorang yang gila pada pembuatan senjata. Entah dia terlibat atau tidak dalam kasus Mondu. Namun, Rakuta adalah sosok yang tergila-gila pada senjata, dia tak peduli apapun selain itu.

Itu informasi yang didapatkannya dari Aaman.

”Aku sendiri yang memikirkannya Tuan, aku ingin menyembunyikan senjata rahasia dalam sebuah senjata yang tidak akan diterka orang lain. Orang lain akan meremehkan kita, saat itu senjata rahasia kita akan bekerja.”

”Hebat!” wajah Rakuta nampak sumringah, dia begitu antusias. Matanya nampak membulat, ”Senjata ini pasti akan menjadi legenda, aku akan berusaha membuatkannya yang terbaik untuk anda, pendekar.”

Aji merasa mendapatkan perhatian dari Rakuta, ”Oya Tuan, kenapa hari ini banyak sekali pekerja Blacksmith yang libur? Bukankah itu memperlambat kami dalam menunggu senjata selesai untuk Pasukan Langit?”

Asosiasi telah membayar uang besar kepada kepala Blacksmith untuk memberikan yang terbaik dalam pembuatan senjata para anggota Pasukan Langit. Mereka menekankan pembuatan dengan kualitas tertinggi, karena Pasukan Langit akan menjadi legenda bagi dunia bela diri dan menyelelamatkan hajat hidup orang banyak dari pasukan kegelapan.

Tiba-tiba, mata Rakuta nampak berpikir sejenak. Dia menoleh kanan dan kiri, ”Jangan keras-keras tuan Pendekar. Aku bahkan tak berani membantah apapun perintah dari perguruan. Aku hanya orang yang dipercaya untuk pembuatan senjata disini, Pendekar.”

Dari penjelasan tuan Rakuta itu, Aji mengetahui bahwa sepertinya benar bahwa Rakuta tidak mengerti terlalu jauh soal apapun. Dia hanya diminta memimpin pembuatan senjata saja.

”Apakah tuan Rakuta juta tidak mengetahui siapa saja yang memesan senjata dan bagaimana mereka menemui anda?” Aji memasang wajah penasaran dan berusaha menutup kecurigaan dari Rakuta, dan seolah dirinya pendekar yang baru saja keluar dari pelatihannya.

Rakuta nampak sekali lagi menengok kearah pintu masuk, dia pun memelankan suaranya, ”Maafkan aku Pendekar, sungguh, aku hanya diberikan tugas untuk membuat senjata sebaik mungkin. Itu adalah keahlian saya. Namun, saya tidak pernah tahu siapa saja yang memesan senjatanya karena ada bagian khusus yang melayani pembeli.”

Masih memelankan suaranya, Rakuta menambahi, ”Baru kalian saja dari Pasukan Langit yang datang langsung pada saya dan menggambarkan senjata yang kalian inginkan. Aku sangat bahagia bisa bertemu dengan pembeli secara langsung, dan mengetahui senjata apa yang sedang kalian butuhkan.”

Sudah jelas sekarang, ada yang tidak beres dengan Blacksmith milik perguruan Bangau Emas. Tersebut.

”Lalu... Tuan, siapa yang bertanggungjawab penuh pada petugas yang menerima pesanan dari pembeli senjata?” Aji bertanya perlahan.

Rakuta menjawab pelan, ”Aku hanya mengetahui bahwa petugas yang datang kepadaku dan membawa outline senjata yang akan dibuat dari Nasura. Dia adalah utusan dari pemimpin Bangau Emas saat ini.”

Nasura, artinya Aji harus mendapatkan informasi yang tepat dari Nasura tersebut. Dia pasti mengetahui kunci dari senjata-senjata yang diproduksi dan siapa yang memesannya. Hal ini penting, karena ketika pendekar biasa yang memesan senjata tidak dilayani dengan alasan bahwa sedang sibuk dan banyak pesanan.

Hal itu juga diutarakan oleh Aaman, di mana alasan dari tidak dilayani pembuatan senjata karena kesibukan mereka dan padatnya jadwal. Untuk sementara waktu pelayanan pembuatan senjata ditutup. Namun, hari ini, ketika Pasukan Langit hendak membuat senjata tiba-tiba 80 persen lebih para pembuat senjata diliburkan.

Para pembuat senjata tinggal beberapa orang saja, dan itu bisa dihitung dengan jari. Saat ditanyakan oleh ketua Gonan, Rakuta menjawab bahwa hari ini dikhususkan untuk pembuatan senjata bagi Pasukan Langit saja.

Bukankah seharusnya, semakin banyak yang bekerja akan lebih cepat selesai? Jelas ada yang disembunyikan oleh perguruan Bangau Emas.

”Oya tuan Rakuta, kami mendapatkan kabar kalau perguruan Bangau Emas sedang mendapatkan pesanan senjata yang begitu banyak jumlahnya. Bahkan, senjata yang dibuat juga dibarengi dengan artefak sihir. Lalu, kenapa kami tidak melihat senjata-senjata yang dipesan tersebut?”

Itu yang akan menjadi kesimpulan dari penyelidikan Aji. Bagaimana bisa pesanan yang katanya penuh lalu di ruang Blacksmith malah diliburkan, dan tidak ada terlihat senjata dalam jumlah masal?

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!