Pasukan Langit

Sampai Di Sini, Aku Akan Ambil Alih

Armor dengan motif kegelapan menyelimuti tubuh Jasum. Tak disangka, energi kegelapan mampu membuat armor kuat seperti armor seorang ksatria. Kegelapan dengan bentuk mengkilat memenuhi tubuh Jasum, tubuhnya juga ikut membesar satu setengah kali. Lewat kekuatan kegelapan yang dibentuk oleh Jasum, kekuatannya naik beberapa kali lipat.

Saat Nora terpental, Alicia dan Lao sudah dekat dengan Jasum. Alicia meledakkan tanah di bawah Jasum dan energi seperti jarum melesat ke atas. Jarum-jarum energi menyelimuti Jasum yang sudah melakukan perubahan wujud itu dengan cepat, seluruh tubuh Jasum nampak ditutupi energi oleh arahan Alicia.

Dari langit Dompai kemudian, datang bertubi-tubi serangan yang terpicu dari jarum-jarum energi yang menjerat Jasum.

Lao pun demikian, dengan kedua cakramnya dia menggabungkan seluruh energi cakram yang dibuat bayangan mengelilingi Jasum. Semuanya terkait seperti ada benang-benang energi. Lao mengarahkan seluruhnya menyerang Jasum dari samping dan berputar, terus berputar dan memperpendek jarak. Serangan itu menghantam seluruhnya pada tubuh penuh kegelapan milik Jasum.

Blaaaaar! Blaaaaaar! Duaarrr!

Serangan dari atas seperti ribuan halilintar terpicu jarum energi yang melekat pada tubuh Jasum. Ditambah, ribuan cakram energi yang menyerang dari sisi samping semuanya menyatu, dan membentuk ledakan super besar hingga semua orang menjadi silau dan menutupi mata mereka.

Para pendekar bahkan mengaliri tubuh mereka dengan energi, agar tak terkena percikan energi dari kedua kakak beradik, Lao dan Gayatri yang besar itu.

Beberapa saat kemudian, Gayatri dan Lao turun ke lantai. Mereka merasa kelelahan, dan berupaya untuk memulihkan energi yang sudah maksimal mereka keluarkan sebelumnya. Mereka nampak kesulitan mengatur napas mereka.

Saat percikan energi mulai menghilang, dan mulai nampak pemandangan di depan mereka, hanya ada gambaran gelap dari sosok Jasum yang masih kurang jelas secara sempurna.

Apakah serangan combo mereka berdua berhasil?

”Ha... ha... ha..., lumayan! Kalian cukup menghiburku! Aku adalah Jasum, seseorang yang dianggap sebagai satu tingkat di bawah Lima Gerbang. Kalian cukup menghiburku!” tawa menyeringai milik Jasum seolah membuat nyali para pendekar semakin turun.

Bagaimana tidak, Jasum masih berdiri tegak dan hanya mengusap beberapa bagian tubuhnya yang terkena sarangan dahsyat Lao dan Gayatri. Namun, dia masih segar dan seolah hanya mendapatkan goresan kecil belaka.

Para pendekar sudah kehabisan energi, mereka sudah mengeluarkan kekuatan terbaik mereka.

”Sekarang giliranku!” teriak Jasum.

Armor megah dengan penuh kegelapan itu tiba-tiba lenyap begitu saja, kecepatannya bahkan sulit diikuti dengan mata secara normal. Kecepatan itu sungguh membuat para pendekar waspada dan siaga di tempatnya.

Slaash!

Sekejap kemudian Jasum sudah berada di dekat Lao dan hanya berjarak dua meter. Pukulan dengan energi kegelepan yang kuat segera menabrak kepala Lao. Lao segera menghindar dengan kekuatan yang tersisa. Namun terlambat, gerakannya hanya sekitar beberapa centi meter namun pukulan milik Jasum seperti sudah sangat dekat dengan kepalanya.

Lao seperti tak bisa lagi menghindar, mungkin ini akhirnya. Apakah demikian berat mengalahkan para pasukan gelap yang sudah membunuh kedua orangtuanya? Dan, apakah ini akhir hidupnya? Lao menutup matanya.

Klaap!

Mata Jasum terbelalak seketika, kecepatan yang sudah digunakannya sulit untuk diikuti para pendekar. Kini, pukulan yang sangat deras itu ditahan oleh genggaman tangan kuat. Seseorang datang dengan kekuatan yang memancar dari genggaman tangannya. Serangan Jasum tak bisa melanjutkan serangannya, energinya diredam oleh kekuatan kuat.

Di samping kanan Jasum, sosok lelaki sederhana nampak menahan pukulannya itu dengan telapak tangan yang membuka, pemuda itu menghentikan serangannya dalam waktu yang sangat cepat. Beberapa saat lalu, Jasum merasa tidak ada yang mendekat. Namun, begitu tangannya hampir mencapai kepala salah satu pendekar itu, tiba-tiba sosok itu seperti begitu saja muncul di samping kanannya.

Dia bukan pendekar biasa!

Wooosshhh!

Jasum menghilang seperti asap kegelapan dan menjauh ke belakang, dia menghilang lagi dengan kecepatan tinggi dan muncul agak jauh dari Lao berada. Lao membuka matanya, Aji sudah berada di sisi kirinya sambil melindunginya dengan tangan kanannya.

”Ka.. Kau.... terima kasih,” Lao kaget dan terbata-bata berbicara, dia tidak menyangka bisa selamat dari pukulan yang sangat cepat itu.

Aji menurunkan tangannya, di ujung sana, Jasum sudah berdiri dengan tubuhnya dikelilingi awan hitam dan gigi-giginya gemerutukan. Matanya menyala merah dan tubuhnya yang diselubungi armor kegelapan nampak berkelip-kelip kehitaman.

Aji menurunkan tangan kanannya, dia menatap Lao dan beralih ke Alicia, ”Mulai dari sini, aku ambil alih. Kalian pulihkan kekuatan kalian dan bantu Barsha.”

Aji melangkah ke depan penuh percaya diri, dan bersiap menghadapi Jasum yang sudah sempurna dalam mode perubahan iblisnya. Rahasia Demon Transform tidak bisa bertahan lama, perubahan itu memaksa tubuh para pengikut Lord Demon mencapai batasnya. Mereka biasanya hanya bisa bertahan dalam waktu dua atau tiga jam saja. Saat mereka berada pada mode perubahan Iblis, maka mereka menjadi lebih kuat beberapa kali lipat.

”Tapi Aji, dia sangat kuat! Kami akan...” Lao masih berusaha ingin membantu Aji.

Gayatri melompat kearah kakaknya itu, ”Cukup Kakak, kita mundur. Kita hanya akan mengganggu Aji jika kita memaksa membantunya. Kali ini, kita percayakan saja musuh itu padanya,” Gayatri mengangguk memberi kepastian pada Lao.

Lao pun akhirnya tak berani protes lagi, Gayatri membantu Lao untuk menyingkir. Lao benar-benar merasa kelelahan sudah mengeluarkan kekuatannya dengan maksimal. Perubahan para pendekar kegelapan untuk menjadi perubahan iblis, memang membuat mereka beberapa kali lebih kuat dari sebelumnya.

Mereka menjauh dari Aji. Aji pun maju dengan kembali dan matanya mengarah pada Jasum, ”Apakah engkau menginginkan Heart Dragon?”

Jasum kaget dengan ucapan berani pemuda itu, dia pun tersenyum, ”Bocah yang baik, serahkan Heart Dragon itu dan aku akan mengampuni nyawamu.”

Aji pun tersenyum, ”Apa kata-kata kalian para pengikut kegelapan bisa dipercaya, setahuku kalian selalu ingkar pada janji kalian.”

”Kurang ajar! Cepat serahkan Heart Dragon itu, sebelum aku mencabik-cabik tubuhmu itu!”

Aji masih nampak tenang, ”Aku akan menyerahkan Heart Dragon itu kepadamu, itupun jika kamu bisa mengalahkanku!” ada ketenangan dalam perkataan Aji, dan dia pun tidak bergeming dan tidak memberikan ekspresi apapun.

”Ha... ha.. ha..,” tawa Jasum semakin menggelegar, ini seperti sebuah lawakan baginya. Bagaimana mungkin pemuda ini dengan berani menantangnya? Bukankah dia baru saja melihat bahwa semua rekannya, hanya seperti nyamuk bagi kekuatan kegelapan yang dimilikinya?

Semua pendekar di sekeliling Aji dan Jasum, tampak masih memulihkan kekuatannya sambil melihat kedua orang itu bercakap-cakap. Apakah Aji demikian berani menantang Jasum yang sudah menggunakan Demon Transform, bahkan mereka semua diterbangkan dengan begitu mudah.

Lao duduk dan memulihkan pernapasannya, ”Apa kamu yakin bahwa Aji bisa menangani Jasum itu sendirian?”

Saat ditanya hal itu, mata Gayatri menyala sejak tadi, ”Kakak tidak usah khawatir, Aji bukanlah seorang yang bisa kau remehkan hanya dengan penampilannya. Dia sangat misterius, dan bahkan energinya tidak terdeteksi. Kita akan tahu dengan melihat pertarungannya langsung.”

Jika Gayatri sudah mengatakan bahwa kemampuan seseorang hebat, maka pasti ada yang unik dengan kekuatan Aji. Lao pun penasaran dengan kemampuan Aji sesungguhnya.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!