Pasukan Langit

Batasan Kekuatan

”Siapa namamu pemuda? Aku akui keberanianmu itu!” Jasum menatap Aji yang masih berjalan mendekatinya. Pemuda itu maju dengan tangan kosong dan tanpa senjata, apakah dia seorang warrior?

Aji tersenyum sambil mempersiapkan kekuatan di tangan kanannya, ”Kamu tidak perlu mengetahui namaku. Kamu akan segera menjadi abu, jadi tidak perlu penting kau tahu siapa aku,” Aji sengaja memancing kemarahan Jasum, dan benar saja, Jasum murka.

”Omong kosong!” satu teriakan itu berakhir, secepat itu juga Jasum menghilang dan kecepatannya melaju menyerang kearah Aji. Serangan itu bukanlah serangan yang bisa dihindari oleh pendekar biasa. Awan tipis kegelapan mengikuti arah kecepatan Jasum menyerang Aji.

Klaap!

Serangan deras penuh energi hitam itu ternyata berbenturan dengan kekuatan lengan Aji. Tepat dengan serangan Jasum yang cepat dan dengan cepat pula Aji menyambutnya. Benturan energi yang cepat itu seperti melambat ketika keduanya beradu kekuatan. Saling tolak terjadi dan benturan besar memercikkan kembali kekuatan besar yang bertemu.

Blaaaarrr!

Keduanya sama-sama mundur ke belakang. Jasum merasa kaget karena serangan cepat itu dapat dengan mudah dilihat oleh pemuda itu. Kali ini dia dalam bentuk tertinggi dari kemampuannya sebagai pasukan kegelapan. Dia sudah menggunakan Demon Transform, dan itu adalah kunci terakhir salah satu pasukan kegelapan.

Menggunakan Demon Transform merupakan metode terakhir untuk menghadapi musuh yang kuat. Kasus seperti ini memang menjadi kartu As pasukan kegelapan, di mana kekuatan mereka didorong sampai puncak kemampuan batas tubuh mereka. Menggunakan kemampuan Demon Transform, juga tidak bisa bertahan lama. Resiko memaksakan kekuatan itu juga bisa mengakibatkan meledaknya tubuh secara fisik.

Saat melakukan perubahan bentuk iblis itu, serangan mereka jauh lebih kuat dan cepat. Namun, pemuda itu mampu melihat arah serangannya dan menahannya.

Jasum harus mencoba dan melihat sekali lagi, dia menerjang cepat kembali dan memutar tubuhnya. Saat tubuhnya berputar dan dikelilingi dengan gumpalan awan gelap dia mengayunkan tendangannya yang dilengkapi armor gelap. Dan... tubuhnya seolah menghilang kembali.

Gerakan Jasum sangat cepat, dia sebenarnya tidak menghilang melainkan bergerak meliuk membentuk setengah lingkaran, dan mencapai Aji dari arah belakangnya. Para pendekar yang melihat di sekeliling mereka tak merasakan gerakan cepat Jasum. Namun, berbeda dengan Aji, dia mampu melihat liukan tubuh Jasum meskipun sudah diselubungi dengan aura kegelapan.

Tandangan Jasum sedetik lagi mengenai bagian punggung belakang Aji. Dia muncul tiba-tiba di belakang Aji dengan tendangan dengan energi gelap yang besar.

Shuuuuttt!

Tendangan itu kosong dan dia meluncur ke depan begitu saja. Aji menghindari tendangan itu dan menunduk rendah ke lantai.

Bagaimana bisa! Itulah kekagetan ekspresi dari Jasum. Jasum tak percaya dengan pemuda itu, umurnya memang masih sangat muda. Namun dia terlihat santai, dan seolah tak melihat gerakannya. Namun, saat mendekati dirinya, pemuda itu mampu membaca pergerakannya itu meskipun tanpa menoleh.

Apakah dia seorang master bela diri? Namun, usianya masih sangat muda!

”Cukup main-mainnya antek kegelapan!” Aji berjalan ke samping diambilnya dua pedang di lantai yang terjatuh dari raknya. Dua pedang yang cukup tepat dipilih oleh Aji, dia menyalurkan energi ke setiap pedang dan pedang itu terlihat teraliri energi.

Semua melihat Aji sekarang. Namun di sisi yang jauh, pertarungan beberapa pendekar masih terjadi dengan musuh Mora di sisi yang cukup jauh.

”Menarik! Pemuda yang memegang dua pedang, kita lihat sampai mana kesombonganmu Bocah!” ada kerutan yang muncul di kening bersisik milik Jasum. Dia masih melayang di udara, dia turun dengan tenang dan mengambil sebuah pedang besar. Dia juga mengalirkan energi kegelapan, pedang yang dipegangnya itu juga langsung teraliri energi kegelapan dan seperti asap yang keluar dari setiap bagian pedang itu.

Sedetik kemudian Jasum kembali melesat dan seolah menghilang, orang-orang yang menyaksikan pertarungan mereka mundur. Para pendekar mendekati dinding sehingga tidak terlalu terkena imbas pertarungan itu.

Mereka tak menyangka, bahwa mereka selama ini bersama seorang peserta yang memiliki kemampuan besar dan menyembunyikannya. Pertarungan ini menjadi pelajaran penting bagi mereka, bahwa benar di atas langit masih ada langit. Tidak ada lagi yang perlu disombongkan dengan latihan berat mereka selama ini.

Benturan energi cahaya dan kegelapan terjadi di sisi atas  dan bawah, benturan yang terjadi antara Aji dan Jasum itu berbenturan di semua sisi. Mereka menggunakan kecepatan penuh, sesekali sudah berada di ujung kanan dan sesekali di ujung kiri. Mereka terus berbenturan, para pendekar harus menggunakan indera mereka dengan kuat agar melihat pertarungan cepat merka.

Jasum berputar setelah pedang mereka berbenturan, dia menggunakan kekuatan penuh dan Aji menahan di bawahnya dengan kedua pedangnya.

Blaaammmmm!”

Aji terpental ke bawah di lantai, menciptakan ledakan cukup keras dan lantai rusak. Debu sedikit beterbangan, sehingga beberapa detik seolah tidak terlihat Aji terjatuh disana.

”Mana kesombonganmu itu Bocah! Serahkan saja Heart Dragon itu, dan aku akan mengampunimu!” Jasum tertawa dan masih melayang di atas dengan asap hitam menyertainya, ”Akulah Jasum, orang terpercaya dari Denta yang merupakan salah satu dari Lima Gerbang. Aku membawahi ribuan pasukan kegelapan. Kamu harus bangga bisa berhadapan denganku! Ha.. ha.. ha..” tawa Jasum kembali menggelegar.

”Aji!” Lao merasa khawatir pada keadaan Aji, begitupun yang lain. Monster itu sangat kuat, pasukan gelap memang merupakan ancaman besar bagi pendekar dan dunia ini.

”Tenang saja Kakak, Aji tidak apa-apa. Energinya masih normal,” Gayatri menenangkan kakaknya, Lao.

Serangan kuat itu tidak membuat Aji terluka, itulah yang ingin diungkapkan Gayatri pada kakaknya itu.

Di ujung sana, pertempuran antara Barsha dan Mora juga sangat sengit. Keduanya juga terluka karena benturan yang terjadi diantara mereka. Barsha sendiri ketika menggunakan Role Speed untuk membuka segel kekuatan kecepatannya. Dia bisa menggunakan kemampuan tersebut tidak bisa terlalu lama karena memeras energinya secara cepat.

Barsha mundur dari serangan Mora yang penuh kebencian itu, Barsha mendekati dinding dan kembali memantulkan kakinya dan melesat kembali. Dua belati dan dua pedang kembali berdenting saling bertemu. Ada celah dan Barsha mengangkat kakinya dan menendang punggung belakang Mora.

Bug!

Mora terkena tendangan itu dan terpental, tapi dia segera balik menyerang dengan kecepatan penuh saat Barsha masih belum bisa menstabilkan tubuhnya di udara.

Blaaaaarrrrr!

Ledakan terjadi pada Mora saat serangannya hampir mencapai Barsha. Alicia yang melayang di sisi kiri menggunakan empat energi dari segela penjuru, dan menyatu tepat diarahkan untuk menghadang Mora. Mora kaget karena dia fokus pada Barsha dan ledakan itu menghantamnya.

Serangan Alicia itu cukup kuat, sehingga membuat Mora bereaksi dengan tiba-tiba menangkis dengan barier penahan energi gelapnya. Meskipun begitu, dia mengalami luka pada tubuhnya.

Kekuatan gelap milik Mora mulai berkurang, efek waktu yang digunakan dan kekuatan berlebihan sudah digunakannya.

”Kekuatanku melemah,” Mora merasa Demon Transformnya belum sempurna, dia memaksa menggunakannya dan memaksa mengeluarkan seluruh kekuatannya.

Mora merasa tersudut sekarang, ”Kurang ajar kalian semua!” Mora merasa harus habis-habisan sekarang. Dia mengeluarkan energi besar dari tubuhnya, kedua pedangnya yang agak melengkung ke belakang teraliri energi besar.

”Hati-hati Barsha!” Alicia melihat kearah Barsha, ”Semuanya, beri serangan sekuat kalian pada penjahat itu!”

Mora meluncur dengan cepat kearah Alicia, Alicia pun mengarahkan serangan energi ke arah Mora. Serangan energi Alicia dapat dihindari oleh Mora, dan dia menghindar sambil meluncur kembali dan hendak menyabetkan kedua pedangnya kearah Alicia.

Klang!

Barsha melihat situasi berbahaya Alicia, dia meluncur dan memaksakan kekuatannya lagi. Dia menahan serangan pedang Barsha dengan kedua belatinya. Barsha dapat menahan serangan kuat Mora meskipun terdorong ke belakang.

Alicia melihat celah, dia memajukan kedua tangannya ke punggung Barsha dan menambah kekuatan Barsha. Barsha merasakan kekuatan mengalir dalam dirinya. Barsha pun langsung memberi tekanan besar kepada Mora, dan mementalkannya dengan serangan besar gabungan dengan tenaga Alicia.

Mora terpental, Alicia kehabisan energi begitupun dengan Barsha.

Mora yang terpental ke belakang disambut oleh Nagada dengan pedang yang dialiri energi sihirnya. Mora tak bisa menghindari serangan Nagada dari atas, saat dirinya masih dipentalkan oleh Barsha. Nagada pun menghempaskan pedangnya langsung ke tubuh Mora dari atas.

”HIIIIAAAA!” BOOOOMM! BLAAARRR!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!