Pasukan Langit

Waktuku Habis

”Aku sedang menunggu seseorang,” Aji menjelaskan hal itu pada empat orang yang masih duduk di sekitarnya.

”Siapa yang kamu tunggu, Aji?” tanya Gayatri.

Aji pun tersenyum, ”Dia yang memberikan aku kesempatan kedua. Saatnya bagiku untuk memilih, dan aku sudah menjalankan tugasku untuk menghentikan Shura, Lord Demon.”

Mereka semua masih belum bisa memahami apa sebenarnya yang dimaksud oleh Aji. Mungkin, mereka akan segera mengetahuinya di kemudian waktu.

Sesosok lelaki berbaju putih muncul di sana, dia tersenyum pada Aji. Aji berdiri dan menghadap lelaki itu. Sayangnya, empat orang yang bersamanya tidak bisa melihat sosok yang datang tersebut.

”Jadi ..., apa yang akan kamu pilih, manusia?”

Lelaki itu adalah lelaki yang bertemu dengan Aji saat berada di Ujung dunia. Saat itu, dia memberikan air kehidupan yang dijaganya seumur hidup. Aji yang meminum air itu kembali muda, dan tidak bisa terluka melainkan luka itu akan segera sembuh dengan cepat.

”Sebenarnya kamu sudah mati, wahai Manusia,” kata lelaki itu sambil berbalik menghadap pepohonan dan membelakangi Aji, ”Kamu bisa hidup kembali karena kamu bertahan, dan ditanamkan Soul Deep dalam tubuhmu.”

Dua puluh tahun yang lalu, seharusnya Aji meninggal dalam pertempurannya dengan Shura. Namun, rekannya yaitu Yonan memberikan artefak Soul Deep agar dia bertahan. Kemudian, Shura mengirimkan Aji ke Dimensi  Cermin. Aji harus mencari ujung dunia.

Usia Aji semakin menua dan dia berjalan hingga ke ujung dunia selama dua puluh tahun, dan dia terus belakarj bela diri. Saat di ujung dunia, dia bertemu sang penjaga dunia dan memberinya minum yaitu air kehidupan. Dia mendapatkan kehidupannya lagi dan kembali muda. Artinya, Aji sudah mengalami kematian dua kali.

Saat ledakan dan menerima Soul Deep, dan usianya menjadi tua. Kehidupan kedua adalah air kehidupan yang dia minum.

”Air kehidupan itu adalah air yang akan membuatmu abadi jika kamu menerimanya. Namun, jika kamu mengembalikannya padaku. Maka, kamu memilih kematian. Jadi, aku datang untuk menagih janjimu setelah kamu melakukan tugasmu,” Lelaki bercahaya itu masih tetap membelakangi Aji.

”Pilihlah manusia, kamu mau hidup abadi atau aku mengambil air kehidupan itu darimu!”

Aji tak bisa berkata apa-apa lagi. Dia merasa bahwa hidup adalah kebaikan itu sendiri. Dia sudah menjalani hidup dengan menjadi seniman bela diri, dan bertarung dengan ribuan manusia dan pasukan kejahatan.

Dia teringat semua perjuangannya bersama rekan-rekannya, Yonan dan Ganada. Dia pun teringat kehidupannya yang setahun ini berjalan, bersama rekan-rekan mudanya di Pasukan Langit. Jadi, semua hanya akan menjadi kenangan?

”Apa yang terjadi Aji?” Gayatri berdiri dan penasaran karena Aji sedang berbincang dengan seseorang, tapi dia tak bisa melihat sosok yang sedang diajak bicara oleh Aji.

Gayatri merasakan memang ada energi yang datang, tapi dia sama sekali tidak bisa melihat sosok itu. Warna energi itu terlalu murni dan bercahaya. Jadi.., itulah sosok yang tengah berbincang dengan Aji.

”Gayatri,” Aji menoleh ke samping, ”Bimbinglah selalu rekan-rekan kita di Pasukan Langit. Sudah waktunya aku harus pergi. Tugasku sudah selesai, dan aku harus kembali kepada teman-temanku.”

Gayatri tidak memahami apa yang dikatakan oleh Aji. Dia masih bingung dan hendak mencerna perkataan Aji tersebut.

”Jadi ..., apakah kamu sudah membuat pilihan manusia?” tanya lelaki bercahaya yang hanya bisa dilihat oleh Aji tersebut.

”Benar, dan terimakasih sudah membantuku selama ini.”

”Aku tidak pernah membantumu, aku hanya memberimu apa yang kamu butuhkan dan demi kebaikan dunia ini. Kamu sudah menjadi pahlawan bagi duniamu.”

”Kamu benar! Aku memilih untuk menyerahkan keabadian padamu. Aku adalah manusia, dan selayaknya berakhir seperti manusia. Aku memiliki waktu untuk meninggalkan dunia ini, jadi aku akan mengembalikan air kehidupan itu.”

Lelaki bercahaya itu pun tersenyum. Di saat banyak manusia menginginkan kehidupan abadi dengan berbagai cara, tapi sosok di depannya itu menyerahkannya setelah melakukan tugasnya untuk menghentikan pasukan Lord Demon. Jadi, dia menyadari bahwa waktu yang diberikan padanya, adalah sebuah anugerah dan menikmati perjalanannya bersama dengan rekan-rekannya.

Semua kenangan yang pernah dialami Aji di Pasukan Langit, semuanya adalah petualangan baru yang indah untuk dikenang.

Alicia tak paham yang terjadi, dia berdiri dan mendekati Aji. Alicia menyentuh pundak Aji.

”Apakah kamu akan pergi, Aji?” ada nada serak dalam suara wanita berambut panjang dan separuh rambutnya diikat tersebut.

Aji berbalik dan menatap wajah Alicia, lalu dia menatap Gayatri di belakangnya. Keduanya adalah wanita yang sangat cantik dalam pandangan Aji. Bahkan, dalam hidupnya dia tidak pernah mengalami perasaan dekat dengan wanita selama masa mudanya. Aji hanya selalu terobsesi dengan kekuatan dan seni bela diri.

”Terima kasih untuk semuanya, Alicia dan Gayatri. Aku memang harus pergi. Senang bisa mengenal dan bersama kalian. Jika saja waktu kita tepat, mungkin aku akan mencintai salah satu dari kalian,” Aji tersenyum dan ada airmata yang menetes dari pipinya.

Gayatri dan Alicia tahu kesedihan yang diderita Aji, tapi ada apa dengannya? Dan, kenapa dia harus pergi. Bahkan soal mencintai, kenapa tidak dia lakukan saja jika memang itu benar. Itu tentu saja adalah Aji yang sedang bercanda.

”Tapi kenapa kamu harus pergi, Aji?”

Gayatri bertanya dan airmatanya menetes, dia sudah sangat mencintai Aji dengan cinta yang dalam sejak mereka bertemu. Aji adalah sosok pemuda spesial, yang tak pernah memamerkan kekuatannya dan membantunya ketika dirinya selalu dalam masalah.

”Iya..., kenapa kamu harus pergi saat semuanya sudah menang, Aji?” kini giliran Alicia yang ikut menimpali. Jujur saja, Alicia juga mencintai Aji bahkan dia sering merasa cemburu, jika Aji terlalu dekat dengan Barsha maupun Gayatri.

Aji mundur dua langkah dari mereka, dia membelakangi keduanya.

”Kita berbeda rekan-rekanku, Pasukan Langit. Karena aku hanya datang ke dunia ini untuk menghentikan Shura, Lord Demon. Itu adalah tugasku dan setelah tugasku selesai, aku harus pulang kembali.”

Angin bertiup semilir, Gayatri dan Alicia masih terus mencerna perkataan Aji yang mengatakan mereka berbeda. Apa yang dimaksud dengan perkataan itu?

”Titip salamku pada Barsha, salam juga untuk Aaman, untuk Dasatama, untuk Pejuang Jiro, dan seluruh Pasukan Langit. Aku akan selalu merindukan mereka. Setelah aku pergi, aku akan membukakan pintu menuju dunia kalian lagi, sedangkan Jonas dan Marie, mereka tentu lebih suka hidup dan mati disini.”

Aji masih membelakangi mereka, dia menggerakkan tangannya, dan di samping sebelah kirinya muncul portal dimensi yang terlihat seperti cahaya kebiruan untuk masuk ke Dimensi lain.

”Kenapa kamu harus pergi, Aji!” teriak Alicia.

”Siapa sebenarnya kamu, Aji?” pertanyaan berbeda dari Gayatri.

Lelaki bercahaya itu mulai menggerakkan tangannya di depan Aji, ”Waktumu habis manusia, bersiaplah untuk pergi!”

”Baiklah, terimakasih wahai Penunggu Batas Dunia.”

Splash!

Sebuah bentuk cahaya keluar dari tubuh Aji, Aji pun merasakan itu adalah energi dari kehidupan yang ada dalam dirinya. Sudah saatnya untuk bertemu dan meminum minuman bersama dua rekannya. Sudah saatnya pergi.

Aji berbalik ke arah Gayatri dan Alicia, Aji tersenyum dan perlahan tubuhnya membuyar ada percik-percik energi yang perlahan menghilang dari tubuh Aji. Gayatri dan Alicia memahami bahwa tubuh fisik Aji akan segera buyar satu demi satu. Tapi, senyuman Aji masih terlihat indah di pandangan mata kedua wanita itu.

”Aku memang harus pergi! Dan ingatlah satu hal, aku adalah Pemukul Halilintar yang sebenarnya!”

Splash!

Tubuh Aji perlahan buyar dan tertiup angin hingga siluetnya benar-benar hilang, dan cahaya keemasan terbang seperti asap yang bercahaya.

Gayatri dan Alicia tak percaya dengan apa yang menimpa mereka. Jadi, jika kata-kata Aji adalah benar. Maka, Aji Bagaskara adalah saint Pemukul Halilintar, yang merupakan salah satu dari Tiga Saint, Tiga Legenda.

Jadi selama ini ..., dia bukanlah pewaris dari Tiga Legenda. Melainkan, dia adalah legenda itu sendiri, dia yang datang kembali ke dunia untuk menghentikan dan menyelesaikan perang dua puluh tahun yang lalu melawan Lord Demon!

Mereka berdua masih tidak percaya akan hal itu.

”Kembalilah ke dunia kalian! Waktu kalian hampir habis,” Jonas mengingatkan keduanya, portal yang dibentuk terakhir oleh Aji juga mulai menipis.

Alicia dan Gayatri masih bingung, mereka pun berpamitan pada Jonas dan Marie. Mereka memasuki portal dimensi, dengan perasaan bercampur yang masih tak percaya dengan apa yang terjadi pada mereka. Mereka menghilang di dalam portal tersebut dan portal pun pecah. Mereka meninggalkan Jonas dan Marie, hanya berdua di Dunia Cermin tersebut, Mirror World.

***

”Jadi ..., mana Aji?” Barsha penasaran dan bertanya pada Alicia dan Gayatri yang baru saja kembali dari Mirror World. Keduanya tampak seperti sedang melamun dan memikirkan sesuatu. Apa yang sebenarnya terjadi. Barsha pun langsung menanyakan soal Aji. Apakah dia bisa mengalahkan Lord Demon di dunia tersembunyi itu?

”Aji pergi,” jawab Alicia.

”Apa maksudmu dengan pergi?” tanya Barsha lagi.

”Aji harus pergi. Dia menitipkan salamnya padamu dan seluruh anggota Pasukan Langit. Kita harus terus berjuang untuk menegakkan keadilan di seluruh benua,” Gayatri menjelaskan hal itu untuk menenangkan Barsha. Dia tahu, Barsha adalah wanita yang mencintai Aji.

Barsha gemetaran dalam berdirinya, jika kedua wanita itu mengatakan pergi. Maka ..., Aji Sudah meninggal saat menghadapi Lord Demon, Shura. Kedua lutut Barsha terjatuh ke tanah, dia seperti tak percaya dengan apa yang diceritakan Gayatri. Aji harus berjuang sendiri mengalahkan Shura, hal itulah yang dipikirkan oleh Barsha.

Gayatri pergi meninggalkan Barsha dan membiarkan Barsha untuk mencoba menerima kenyataan. Gayatri melihat Aaman yang berdiri jauh dari mereka dan masih membantu membersihkan, dan menggiring sisa pasukan kegelapan yang sudah tertangkap semuanya oleh pasukan bela diri.

”Aaman, apakah kamu sudah tahu sejak lama soal Aji?” tanya Gayatri penasaran, keduanya sangat dekat sejak awal mereka bertemu.

Aaman penasaran, tapi dia tahu kalau Aji sudah pergi. Dia sebelumnya sudah pernah mengatakan bahwa perangnya dengan Shura adalah hari terakhir dirinya.

”Apakah kamu ingin memastikan soal saint Pemukul Halilintar?”

Benar perkiraan Gayatri selama ini, Aaman memang sudah tahu sejak awal.

”Jadi..., selama ini kita tidak menyadari bahwa sang Legenda berada di sekitar kita?” tanya Gayatri.

Aaman tersenyum, ”Benar, tapi dia menikmati saat-saat bersama kita. Namun, dia memiliki tugas dan harus kembali kepada teman-temannya.”

Keduanya kini menyadari, bahwa dalam perjuangan mereka selama ini. Semuanya sudah direncanakan oleh Aji dan dia memahami betul semua pergerakan dari Pasukan Kegelapan. Dia hadir di tengah-tengah pasukan bela diri, untuk membantu mereka menghentikan serangan dari Lord Demon dan kehancuran dunia.

Gayatri menatap langit, dia melihat senyuman Aji di langit tersebut. Gayatri pun tersenyum menatap langit, berharap Aji melihat senyumannya juga. Gayatri, dia merasakan bahwa Aji adalah lelaki terbaik yang pernah dia temui.

Selamat tinggal Legenda ...

 

Alhamdulillah selesai juga

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!