Pasukan Langit

Aku Ingan Bertarung Bersamamu, Meskipun Sekali

Di salah satu sisi, seorang dari anggota Iblis Pemusnah nampak mengamuk dengan sangat gencar. Lelaki bahkan menggunakan pedang yang sangat besar dan pedang itu terlihat seperti hidup. Pedang besar dan seperti ukiran hitam itu adalah pedang milik Draudo. Pedangnya adalah Dragon Ego.

Para pendekar bela diri yang menghadapinya gemetaran, karena saat beberapa orang menghadang serangan pedangnya. Empat pedang yang menghadang itu bahkan dimakan oleh pedang Dragon Ego milik Draudo. Pedang yang memiliki kekuatan ego atau kesadarannya sendiri, Draudo adalah satu-satunya pendekar kegelapan yang memiliki kekuatan senjata dengan egonya sendiri.

Draudo mampu menaklukkan pedang yang memiliki jiwa itu dengan kekuatannya, dan mengejarnya dahulu selama bertahun-tahun. Kini, keduanya antara Draudo dan pedangnya seperti seorang sahabat dan Draudo selalu memberinya makanan. Makanannya adalah senjata umum dan bahkan manusia.

Kekuaan pedang Draudo sangat kuat, bahkan saat menyabetkan pedang itu seperti biasa energi efeknya sungguh luar biasa, karena membuat musuhnya terkena efek slow dan kesulitan bergerak karena berada dalam tekanan kuat pedang itu.

Keempat pedang milik pendekar bela diri dimakan dan ujung pedang itu berubah menjadi seperti naga berkepala, dan memakan empat pedang itu dan pedang itu seperti kerupuk yang dimakan dan pecah berhamburan. Keempat orang itu juga terkena efek slow dan Draudo mengayunkan pedangnya, sehingga empat orang itu tertebas dan pedang Ego bahkan memakan sebagain tubuh mereka.

Pemandangan yang mengerikan itu membuat para pendekar bela diri di sekitarnya mundur dan gemetaran. Draudo semakin bersemangan dan mengalungkan pedangnya ke belakang punggungnya. Dia melangkah mendekati para pendekar yang gemetaran itu. Para pendekar masih memegang pedang-pedang mereka dan bersiap meskipun mereka juga gemetaran.

Ini sungguh mengasyikkan dapat menghabisi banyak orang sekaligus, dan akan menyerap energi sekaligus. Draudo merasa senang dengan pertempuran ini dan dia menikmati itu semua. Dia melangkah semakin cepat dan melompat ke arah kerumunan pada pendekar bela diri. Para pasukan bela diri pun ketakutan dan mereka mengarahkan pedang mereka sebisanya untuk membela diri.

Draudo mengayunkan pedang Dragon Ego itu, dan hendak menebas mereka semua dengan setidaknya sepuluh orang pendekar dalam jangkauan targetnya.

Wuush!

Klang!

Serangan pedang ego milik Draudo ditahan amat kuat, oleh sebuah serangan yang menghadangnya secepat kilat. Dua belati sudah menahan pedang ego milik Draudo dengan baik, belati itu juga bukan belati sembarangan, melainkan ditempa dengan kekuatan besi kuat dan diselimuti dengan energi yang besar. Belati itu menyilang dan menahan serangan dari Draudo.

Sesosok pendekar dengan kecepatan tak terlihat sudah berada di depan Draudo. Dia menahan sekuat tenaga kekuatan dari Draudo.

Lelaki itu adalah Aaman. Dia adalah sosok yang merupakan pengguna dua belati panjang. Dia adalah seorang pengguna pedang, tapi dia suka menggunakan dua belati panjang sekaligus. Biasanya, Aaman hanya menggunakan satu belati. Kali ini, dia merasa harus menggunakan kedua belati panjangnya itu sekaligus.

Keduanya saling mendorong, Aaman menyerap energi alam untuk mempertahankan pertahanannya, karena tekanan dari musuhnya itu sangat kuat dan bahkan hampir membuatnya terpental. Circle energi alam terbuka dan Aaman menyerapnya, penyerapan Heart Dragon sebelumnya juga digunakan sepenuhnya. Aaman menyadari bahwa kekuatan musuhnya kali ini memang luar biasa, dia adalah salah satu dari Sepuluh Iblis Pemusnah.

Draudo meledakkan dirinya dengan kekuatan kegelapan yang lebih besar dan menekan Aaman terus-menerus. Pedang Dragon Ego miliknya juga membentuk sebuah kepala di ujungnya, kepala naga yang mengerikan karena dipenuhi hawa kegelapan. Kepala naga yang terbentuk dari pedang itu bahkan mencoba menyeruak ke kepala Aaman.

Tidak!

Duag!

Kepala dari Dragon Ego yang hampir memakan kepala Aaman tiba-tiba dipukul sangat kuat oleh seorang pendekar yang membantu Aaman. Lelaki itu memukul pedang itu hingga membuat Draudo ikut merasakan pukulan kuat itu, dan dia terpental salto ke belakang karena dia harus tetap bersama pedangnya.

Pukulan sosok itu sangat kuat dan bahkan Draudo terpental cukup jauh. Semakin menarik, Draudo pun berpikir semakin kuat musuh yang dihadapi, maka kesempatan menjadi lebih kuat semakin banyak dengan penyerapan energi mereka setelah mereka dimusnahkan.

Draudo menstabilkan energinya dan menahan posisi pedangnya yang terpental dan menahannya. Pedang itu tenang kembali dan Draudo menatap lelaki yang muncul di sebelah pemuda sebelumnya yang dia lawan.

”Kamu harus hati-hati Aaman, musuh kali ini sangat kuat. Dia hanya setingkat di bawah Lord Demon,” lelaki itu adalah Aji, dia memperingatkan Aaman agar berhati-hati dan tidak boleh lengah.

Pasukan bela diri yang bertarung di seluruh tempat mulai terpojok, karena perbedaan jumlah yang terjadi. Apalagi, musuh-musuh kuat sudah bergabung di depan, delapan dari sepuluh Iblis Pemusnah juga sudah mengacak-acak pasukan bela diri. Aji harus berusaha untuk menyelesaikan para Iblis Pemusnah lebih dulu, agar mereka tak semakin membuat pendekar bela diri terdesak mundur.

”Serahkan dia padaku Aaman, kamu bantu yang lainnya,” kata Aji pada Aaman.

Aaman menggerakkan pedangnya dan mengarah ke samping di depan Aji, ”Tidak Aji, aku ingin sekali-kali bertarung dengamu. Jadi, sekali ini saja, jangan halangi aku bertarung bersamamu.”

Aaman belum pernah bertarung bersama Aji, dia sekali ini ingin bertarung bersamanya. Entah kenapa, dia merasa bahwa keyakinannya untuk bisa bertarung bersama dengan Aji begitu kuat. Itu adalah karena selama ini mereka dekat, tapi mereka tidak pernah bertarung melawan musuh bersama dan Aaman ingin merasakan sensasi tersebut.

”Ha... ha... ha...,” suara tawa dari kejauhan, itu adalah suara tawa Draudo, ”Kalian tidak perlu bertarung berpisah. Aku akan menyelesaikan kalian berdua dengan cepat! Kalian akan mati bersama dan bangga karena telah mati karena kekuatanku!” senyum Draudo menyeringai.

Aji tak mempedulikan tawa dan ejekan dari Draudo itu. Aji malah tersenyum kepada Aaman, ”Baiklah kalau itu maumu, bisa jadi ini adalah pertarungan terakhir kita Aaman.”

Aaman pun mengangguk, dia tidak paham pada masa depan dan pertarungan ini mungkin akan berakhir seperti apapun dia juga tak peduli. Dia hanya berusaha dan kini dia akan bertarung bersama sahabat yang sudah dikenalnya hampir setahun tersebut. Ini akan menjadi pengalaman berharga karena dia tahu, Aji menyimpan kekuatan besarnya selama ini.

”Majulah kalian berdua Bocah!” teriak Draudo dan memegang pedangnya di samping kanan dengan menggenggam erat gagang dengan kedua tangannya.

”Mulai!” Aji berteriak dan melesat, dia mengambil tongkat di punggungnya. Aji memutar tongkat, di sampingnya Aaman memedang kedua belati panjang dan bersiap memberikan damage serangan cepat seperti seorang asasin. Aaman memang bukan spesialis assassin, dia pengguna pedang, tapi dia suka dengan kecepatan assassin sehingga serangan asasin miliknya memiliki energi besar. Dia menggabungkan serangan fisik dan serangan kecepatan sekaligus.

Draudo tak menyangka jika dua pemuda itu teramat bodoh dan langsung masuk perangkapnya. Mereka menyerang dengan frontal dan tak tahu bahwa yang mereka hadapi adalah pemimpin dari pasukan 100 ribu prajurit kegelapan, dan dia adalah satu dari Sepuluh Iblis Pemusnah yang legendaris yang melakukan pelatihan tanpa henti dalam pengasingan mereka.

Benar-benar pemuda yang arogan dan hanya mengantarkan nyawa mereka. Jika itu yang diinginkan mereka. Draudo akan memberikan kematian yang cepat pada mereka dan akan menyerap energi keduanya dengan memurnikan energi mereka itu.

Keduanya semakin dekat dengan kecepatan tinggi, Draudo mengangkat pedang Dragon Egonya ke atas kepalanya. Kedua pemuda semakin dekat, persiapan menggunakan kemampuan kegelapan dan pedang ego akan segera ditunjukkannya. Pelatihan yang sudah dijalaninya harus dipraktekkan saat ini juga untuk melihat sebatas mana efektifitas serangan dari pelatihannya.

Draudo yakin bahwa dia akan menang dengan sekali tebasan dan itu pasti terjadi. Dia bersiap dan menghadang kedua pemuda yang menerjangnya dengan kekuatan penuhnya.

Close Ego Black!

Saat mengayunkan Dragon Ego, pedang itu menyebarkan bayangan seperti sebuah jala yang dilemparkan oleh nelayan dan membentuk jaring kegelapan di sekelilingnya. Pedang itu menyebarkan energi kegelapan dan membuat jaring semakin kuat dan efek jaring kegelapan itu menyebar, menutupi kedua pemuda yang sudah dekat mengarah pada Draudo.

Kena kalian! Keduanya terbungkus dalam gulungan hitam dari Dragon Ego yang sebelumnya menyebar bagai kegelapan malam dan melipat keduanya dalam gulungan. Gulungan hitam nampak cukup besar di hadapan Draudo dan mengambang di udara karena ada semacam tali kegelapan dari pedang Dragon Ego, yang tersambung dengan gulungan hitam yang menelan Aji dan Aaman.

Merasa sudah menang dan mendapatkan kedua pemuda itu, Draudo memajukan pedang dengan tangan kanannya, dan mengayunkannya untuk meledakkan gulungan hitam tersebut.

Blar!

Gulungan seperti selimut kegelapan itu pecah dan jika serangannya berhasil membunuh keduanya di dalam gulungan itu. Maka yang tertinggal dari keduanya hanyalah mayat yang sudah tercabik-cabik oleh kegelapan. Draudo akan segera menyerap kekuatan dari keduanya jika keduanya sudah tak bernyawa.

Pandangan Draudo menajam dan memeriksa setelah gulungan hitam meledak. Namun, kedua mayat yang diharapkannya ada ternyata tidak ada sama sekali di dalam gulungan yang sudah dibentuknya. Gulungan itu adalah untuk memerangkap jiwa dan menyerap tubuh dalam gulungan. Setelah mereka berada di dalam, maka di dalam gulungan itu adalah serangan ribuan pedang dari pecahan ego Dragon pedangnya. Serangan yang menusuk dan menghancurkan semua yang ada di dalam gulungan.

Orang yang sudah terperangkap, seharusnya tidak akan pernah bisa selamat dan mereka akan tercabik-cabik saat penutup gulungan itu diledakkan oleh pemiliknya. Sayangnya, dua pemuda itu bahkan tidak ada sama sekali. Kemana mereka berdua?

Belum berhenti kekagetan dari draudo, sebuah portal dimensi muncul di atasnya dengan hitam melingkar, dan dua orang melesat turun dan menyerang Draudo dengan sangat kuat. Aaman melesat dengan kekuatan yang sudah disimpannya, dan kedua belati panjangnya diayunkan ke arah Draudo. Draudo tanggap karena pedang Dragon Ego bergetar, ada bahaya. Dari atas!

Draudo langsung mengarahkan pedangnya ke atas menghadang serangan dari Aaman. Benturan terjadi, pedang milik Draudo langsung membentuk kepala naga diujungnya dan dengan cepat akan menyerang tubuh Aaman.

”Kena kau! Matilah!” teriak Draudo merasa sudah pasti mengenai lawannya kali ini.

”Pukulan Halilintar!”

Kecepatan, cahaya, efek lambat dan pendar energi pecah dan membuat mata Draudo tak kuasa menahan kekuatan besar itu. Sebuah pukulan tangan yang kuat memukul kepala naga dari ujung pedang Draudo dan membentur pedang Egonya.

Crak! Prang!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!