Pasukan Langit

Hadiah dari Lord Demon, Shura

Dukungan Alex sangat berpengaruh pada usulan Aji. Benar, Alex adalah salah satu dari lima penasehat benua yang memiliki kekuatan paling tinggi. Alex yang selalu jarang bicara, kali ini membela Aji dan menyebutkan bahwa pasukan bela diri akan memperoleh keuntungan lebih besar, dengan pertarungan terbuka dibanding sembunyi di kota Prisma.

Alex mengatakan pernah bertarung dengan pasukan kegelapan. Mereka memiliki api kegelapan yang dengan mudah bisa membakar gedung-gedung, dan itu akan merugikan pasukan bela diri jika bersembunyi di rumah dan di dalam kota.

Keputusan pun diambil. Pertarungan di tempat terbuka. Dasatama segera melaporkan hal ini pada ketua Yarko yang berjaga di dalam gerbang. Jadi, ketiga pasukan dan juga pasukan tambahan dari kerajaan dan perguruan di benua Orpris. Semua akan menyerbu dengan tiga serangan.

Di luar gerbang seolah pasukan bela diri menyambut serangan dari pasukan kegelapan, dan di samping sisi keduanya, pasukan yang lain juga bersiap mengepung pasukan kegelapan.

Rapat itu pun dibubarkan dan semuanya diminta bersiap. Dasatama mengangguk pada Aji dan Aji pun segera mengabarkan hal itu pada semua anggota Pasukan Langit. Semua Pasukan Langit dan juga Aaman yang bersama mereka pun bersiap seluruhnya di depan gerbang masuk kota Prisma.

Lapangan yan luas itu akan menjadi pertempuran yang dahsyat dari kedua belah pihak. Pasukan bela diri belum datang sepenuhnya dan mereka masih dalam perjalanan. Ini adalah peperangan penting bagi kedua belah pihak. Pasukan dari benua lainnya tentu saja harus ikut andil. Mereka sadar, jika kota Prisma ditaklukkan maka selanjutnya yang akan dihabiskan adalah benua yang lainnya.

Hal ini yang membuat para pendekar bersatu padu, kini semuanya hanya memiliki satu tujuan pertempuran yang sama yaitu mengalahkan pasukan kegelapan.

Pasukan bela diri bersiaga, dua di sisi kanan dan kiri semuanya masih bersembunyi dan berada di kedua hutan yang memisahkan jalanan luas yang akan menuju ke gerbang kota Prisma. Dari kejauhan, barisan pasukan kegelapan sudah terlihat dan masih seperti semut yang memenuhi seluruh tempat.

Barisan pasukan kegelapan ada yang berjalan kaki, dan ada juga yang menggunakan kuda dan juga kereta. Semuanya telah bersiap dengan senjara-senjata yang mereka pegang seluruhnya. Pasukan bela diri yang melihat dari kejauhan mata memanda, mereka menjadi gemetar apalagi kalau mereka adalah pasukan biasa.

Ahli bela diri saja melihat pasukan sebanyak itu juga bergetar tubuhnya, tangan mereka mencengkeram senjata yang merega pegang. Tak bisa dipungkiri, mereka tetap gemetaran. Pasukan yang selalu ditakuti oleh pasukan bela diri dan selama ini hanya seperti mitos semata. Kini, mereka berhadapan dengan kekuatan besar dengan jumlah yang luar biasa.

Dasatama tahu dengan apa yang dirasakan semua prajurit dari kota Prisma maupun dari asosiasi bela diri dan semua yang berada disana. Pasukan dari pendekar saat itu mencapai dua ratus ribu pasukan, sedangkan di kalangan pasukan kegelapan berjumlah sekitar satu juta pasukan kegelapan.

Tentu saja, dalam jumlah sudah sangat kalah jauh. Apalagi kemampuan dari pasukan kegelapan adalah metode latihan kekuatan yang tak lazim, dan menggunakan cara yang sesat dan bahkan menyerap kekuatan lawannya. Kekuatan Blood Black yang merupakan penyembuhan atau regenerasi dari tubuh mereka juga sangat terkenal.

Artinya, pasukan bela diri kali ini tidak diuntungkan sama sekali.

Mereka hanya punya semangat untuk melindungi.

”Dengarkan semua pasukan bela diri dan seluruh pasukan yang berada di pihak kebaikan!” Dasatama yang berdiri di atas gerbang masuk kota Prisma dan ada pejuang Jiro di sebelahnya. Dia berteriak dan berusaha untuk menyemangai seluruh pasukan bela diri. Ini adalah kewajiban mereka sebagai pembela kebenaran.

Pertarungan membela kebenaran yang tak akan terelakkan lagi. Dulu, sudah ada yang memulai langkah mereka. Mereka adalah Tiga Legenda yang mengorbankan nyawa mereka demi memberikan waktu bagi para pendekar untuk bersatu.

”Kita telah menikmati masa damai yang panjang, Tiga Legenda telah memberikan nyawa mereka pada kita semua dan memberikan kita waktu untuk bersatu dan berjuang bersama. Kali ini, pasukan kegelapan datang lagi. Kita tidak ingin anak dan cucu kita akan menjadi budak bagi pasukan kegelapan. Oleh karena itu, hari ini kita akan berjuang dengan segenap kekuatan kita untuk mengusir pasukan kegelapan.

Pasukan Lord Demon hari ini harus tahu, bahwa kita pasukan bela diri tidak semudah itu dikalahkan! Kita akan bisa menang dengan persatuan dan sebentar lagi pasukan dari benua yang lain sedang dalam perjalanan kesini!

Jika kita bersatu, maka kita akan bisa menahan mereka dan menumpas mereka semua! Demi nama keadilan! Ayo berjuang dan jangan takut pada mereka!”

Pasukan bela diri mendapatkan suntikan semangat dari Dasatama sang God of War dalam banyak pertempuran melawan kejahatan. Kali ini, Dasatama melompat dari atas dan turun dengan kekuatan energi angin. Dia menguasai banyak kekuatan, pejuang Jiro juga mengikuti Dasatama turun dan bersiap untuk bertarung bersama mengalahkan pasukan kegelapan.

Pasukan bela diri pun membulatkan tekad mereka, dan bersiap sedia semuanya. Pasukan kegelapan semakin mendekat, barisan seperti seluruh tempat terisi manusia sudah terlihat. Sungguh mengerikan pasukan sebanyak itu dengan melihatnya saja sudah membuat merinding. Dan, pasukan bela diri baru menyadari bahwa dulu. Dua puluh tahun yang lalu, Tiga Saint berjuang sendirian menghadapi kekuatan pasukan Lord Demon, dan mengorbankan dirinya agar para pendekar bisa hidup dengan damai.

Pejuang Jiro mengangkat pedangnya, ”Wahai para penerus Tiga Legenda, semangat mereka telah mengalir dalam darah kita. Saatnya kita menunjukkan bahwa kita generasi yang bisa membanggakan seperti Tiga Legenda Saint!”

Teriakan Jiro disambut dengan teriakan semangat dari semua pasukan bela diri dan pasukan pertahanan seluruhnya. Semuanya meneriakkan satu kalimat, ”Berjuang demi keadilan!”

Pasukan kegelapan sudah sangat dekat, sekitar satu kilo meter. Pasukan itu sudah terlihat begitu memenuhi daratan seperti air bah di lautan. Pasukan bela diri sudah tidak gentar lagi, mereka bersiap bertarung hidup ataupun mati. Mereka sudah siap dengan segalanya dan perjuangan ini akan membuat generasi mereka nanti bangga, bahwa mereka telah berjuang membela keadilan di seluruh benua.

Pasukan Lord Demon berhenti dan begitupun pasukan bela diri tak ada yang bersuara. Semuanya bersiap dan tak ada yang berkata sama sekali.

Suasana menjadi hening, meskipun mereka sangat ramai bahkan lebih dari satu juta orang yang berada disana. Mereka benar-benar menunggu pergerakan dari musuh atau siapapun yang berani berlagak duluan. Angin semilir mengipasi wajah-wajah pasukan kegelapan dan juga pasukan bela diri. Semuanya masih terdiam dan meraba apa yang akan dilakukan dalam beberapa detik kemudian.

Sesosok manusia dengan tubuh ditutupi armor kuat dan kehitaman terbang ke atas dari tengah-tengah pasukan kegelapan. Tubuhnya diselimuti oleh kegelapan dan ada uap kegelapan yang seperti api di seluruh bagian tubuhnya. Sosok itu terbang sekitar sepuluh meter di atas pasukannya.

Aji langsung paham siapa sosok itu, dia adalah Shura. Lord Demon dan pemimpin seluruh pasukan kegelapan. Sosok itu terus melayang di udara, dan kedua tangannya terangkat dan membuka ke atas dan disejajarkan dengan perutnya.

”Aku puji persatuan dari pasukan bela diri, kalian telah membuatku terkejut karena bisa bersatu dan memiliki kekuatan besar untuk melawan pasukanku!”

Lord Demon berkata dan menggetarkan langit, semua orang mendengarkannya bahkan pasukan bela diri terdiam untuk mendengarkan ucapannya. Ada sesuatu yang pasti akan dilakukan oleh Lord Demon, sosok yang amat ditakuti kengeriannya dari semua pendekar dan selalu menjadi cerita yang menakutkan soal sosok kejamnya.

Kali ini, mereka yang berada disana benar-benar melihat sosok itu di depan mereka, dan membuat mereka gemetaran.

”Untuk memulai perang ini, aku akan memberikan hadiah kepada kalian semua. Hadiah yang akan membuat kalian bisa bahagia karena kalian akan bertemu dengan pahlawan kalian selama ini!”

Pasukan bela diri masih penasaran apa yang dimaksud oleh pemimpin dari pasukan kegelapan itu. Sebuah hadiah yang akan membuat ingat pada pahlawan? Semua pasukan bela diri masih bingung dan menunggu apa yang akan dilakukan oleh Lord Demon. Jika Lord Demon langsung menyerang maka mereka sudah bersiap siaga dengan kekuatan mereka, dan akan menghadang setiap serangan dari pasukan kegelapan.

Nesia sendiri paham dengan maksud dari Lord Demon. Sebelumnya, Lord Demon terbang ke atas dan berkata soal pujian kepada pasukan bela diri. Semua itu adalah sifat asli dari Lord Demon yang suka membuat penasaran orang lain. Lord Demon adalah sosok yang suka dengan tantangan dan juga kesenangan dalam mengalahkan musuhnya. Dia memberi harapan sekaligus memberikan rasa putus asa setelahnya.

Itulah Lord Demon, sosok yang suka mempermainkan orang lain dan dia memang pantas melakukannya karena dia memang memiliki kekuatan yang tak terbatas. Oleh sebab itu, pasukan kegelapan begitu setia kepadanya karena ketakutan mereka pada Lord Demon menjadi salah satu penyebabnya.

”Saatnya untuk melihat hadiah kalian! Ingatlah untuk mengingat dengan baik dan pujilah para pahlawan kalian!”

Lord Demon terlihat tersenyum sinis. Dia menggerakkan kedua tangannya kembali dan dari barisan pasukan kegelapan. Dua sosok energi kegelapan meluncur sangat cepat, bagaikan serangan energi dan kedua energi itu turun dengan cepat di depan pasukan bela diri.

Boom!

Kedua energi tu membentur tanah dan debu asap seolah menutupi pandangan. Dua energi itu adalah dua sosok manusia. Mereka terlihat dari bayangan debu yang tercipta. Dua sosok yang masih belum terlihat dan mereka menyadari itu pasti bagian dari pasukan kegelapan, dan pasukan yang akan mereka hadapi.

Semua pasukan bela diri bersiap-siaga, mereka bersiap karena debu dan asap yang mengepul sebelumnya sudah mulai sirna diterpa angin dan lambat laun. Sosok keduanya mulai terlihat dan nampak semakin jelas.

Kedua sosok itu terlihat jelas sekarang, pakaian mereka seperti pakaian pendekar dan terlihat cukup mencerminkan kalau yang memakainya adalah sosok yang bijak. Keduanya sudah terlihat tua, hanya sorot mata keduanya seperti kehitaman dan bercahaya gelap. Mereka diam saja dan seolah tubuhnya diselimuti dengan aura kegelapan.

Aji, di barisan sebelah kiri dari gerbang kota Prisma. Tangan kanannya gemetaran memegang tongkat yang sudah berada di depannya. Energinya meluap di tangan kanannya, tapi dia menahannya agar tidak mencolok. Gayatri melihat hal itu, benar apa yang dikatakan Aji, pikirnya. Dua Legenda itu ada di antara pasukan kegelapan.

Semua pasukan bela diri, terutama yang sudah tua. Mereka terkejut setelah memastikan dua sosok yang tadi terbang dari arah pasukan kegelapan itu. Itu adalah ...., dua pahlawan bela diri. Saint Ganada dan saint Yonan. Bagaimana bisa?

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!