Pasukan Langit
Perintah Satu, Perang Dimulai!
Bagaimana semua ini bisa terjadi? Bagaimana bisa dua ratus ribu pasukan dan juga kedua Iblis Pemusnah bisa terbunuh? Ini tidak mungkin! Shura nampak menggenggam tangannya dengan kuat, energi kegelapan mengelilingi tangannya tersebut.
Apakah semua rencananya sudah diketahui? Shura tidak pernah menyangka bahwa di saat-saat terakhir sebelum serbuan besar mencapai klimaksnya. Banyak kejadian yang di luar kendalinya, apakah ini berarti ada sosok kuat yang berada di antara pasukan bela diri dan dia memang sudah mengenalnya dengan baik? Tapi, siapa dia?
Shura masih penasaran dan bertanya-tanya tiada henti. Dia merasa sudah kebobolan informasi, dia selalu menganggap bahwa pasukan bela diri hanya memiliki Tiga Legenda yang sudah dikalahkan. Tapi..., apakah mereka memang memiliki seorang penerus dan murid? Jika kabar itu benar, maka bisa jadi semua ini adalah ulah murid dari Tiga Legenda yang pastinya sudah mengetahui banyak hal tentang dirinya.
Benar! Informasi dari bagian intelejen menyebutkan bahwa di antara Pasukan Langit, ada seorang pemuda yang semua percaya kalau dia adalah penerus dari Tiga Legenda. Apakah ini semua ulah dari murid Tiga Legenda itu?
”Nesia!” Shura membuka tangan kanannya ke sampingnya.
”Iya Tuanku!” Nesia yang berada di bawah meletakkan tangan kanannya di dada kirinya. Dia sudah bersiap karena memang perintah peperangan sudah disebarkan kepada semua Iblis Pemusnah. Namun, mendengar bahwa dua dari sepuluh Iblis Pemusnah sudah dikalahkan, mau tidak mau. Lord Demon akan segera melakukan tindakan dan itu pasti adalah penyerbuan. Tidak ada yang lain lagi untuk ditunggu.
”Pagi ini aku umumkan, persiapan perang akan dilakukan mulai pagi ini. Perintah Satu! Kirimkan pasukan khusus untuk membuka semua portal dan kirim ke satu titik yang sudah ditetapkan. Kita akan memulai invasi!”
Perintah satu! Perintah untuk bergerak secepatnya, tidak ada kata menunda lagi. Itu adalah perintah utama dari Lord Demon. Artinya, Lord Demon sudah tak lagi bisa bersabar, karena sebelumnya bahkan dia bersabar menunggu dua puluh tahun untuk menunda serangan demi untuk menyempurnakan penyerapan Blood Supreme, dan penguasaan tertinggi Blood Black.
Dengan perintah satu ini, maka semua kekuatan kegelapan dilepaskan dan akan terjadi perang dunia yang akan menggemparkan dunia. Kali ini, pasukan bela diri tentu belum siap, mereka akan dimusnahkan dalam waktu yang sangat cepat. Nesia pun tersenyum, tidak lama lagi dan dia akan menjadi penguasa seluruh dunia di sisi Lord Demon.
”Baik Tuanku.”
Nesia mengangkat kepalanya dan dia melesat dengan cepat. Menghilang dari tempatnya dan sudah bergerak menuju seratus pasukan yang khusus belajar sejak dulu, untuk hanya fokus dengan kemampuan bullet portal.
Seratus orang pembuat dimensi portal. Nesia memencet tanda di gelang artefak komunikasinya. Panggilan kepada orang khusus, respon yang sangat cepat ditunjukkan. Dalam hitungan detik, seratus orang dengan kekuatan khusus yang ditugaskan oleh Lord Demon itu sudah berada di depan Nesia.
Mereka datang dari semua penjuru tempat, mereka muncul tiba-tiba dengan bullet portal yang mereka buat. Titik pertemuan itu merupakan titik tujuan yang sudah dikirimkan koordinatnya oleh Nesia. Mereka langsung datang dan membuka portal mereka dan menemui satu dari Lima Gerbang, Nesia.
”Kami menunggu perintah!” seratus orang pasukan khusus dengan label jubah yang menutupi separuh pundak kanan mereka. Jubah hitam yang sama antara satu pasukan khusus dengan pasukan khusus lainnya. Mereka semua mengenakan seragam yang sama dan memiliki kemampuan yang mirip, yaitu manipulasi ruang dimensi.
Kemampuan yang puluhan tahun mereka pelajari adalah kekuatan pengendalian portal dimensi. Mereka dapat memindahkan barang, orang dan bahkan sesuatu yang besar dengan portal dimensi yang mereka ciptakan. Mereka mampu dengan baik memindahkan ribuan bahkan puluhan ribu dalam satu kesempatan dan mempertahankan portal dimensi itu menyala.
Ada banyak pendekar bela diri dan juga yang belajar portal dimensi. Mereka mampu membuat bullet portal untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Namun, mereka sulit mempertahankan bullet portal itu dalam waktu yang lama.
Biasanya, mereka juga hanya mampu sekali saja melakukan hal itu, dan butuh waktu cukup lama untuk mempersiapkan bullet portal baru kembali. Hal ini karena kemampuan bullet portal memang sangat rumit untuk dikuasai.
Lord Demon telah mempersiapkan mereka dan dipilih dari pasukan khusus atau orang yang mampu menguasai portal dimensi. Mereka semua diberikan sumber daya melimpah, untuk membuat portal dimensi dan menguasainya dengan baik.
Lord Demon mensupport mereka dengan apapun keinginan mereka. Mereka diberi kehidupan yang layak dan bayaran besar. Bahkan, mereka juga diberikan kekuatan untuk bisa lebih mudah menguasai kekuatan bullet portal tersebut.
Mereka pun berjanji setia pada Lord Demon, dan siap ketika Lord Demon membutuhkan kekuatan mereka kapanpun juga. Kali ini, mereka dipanggil oleh Nesia. Mereka yakin ini adalah saat dimana mereka dibutuhkan untuk mengirimkan semua pasukan dari Lord Demon dari semua tempat, untuk berkumpul dan melakukan invasi pada para pendekar bela diri.
Mereka, 100 orang khusus yang menguasai bullet portal itu merasa senang. Sudah sejak lama mereka menunggu momen ini. Jika dunia bisa dikuasai oleh Lord Demon, maka mereka juga akan bisa keluar dengan bebas ke dunia nyata, karena selama ini mereka hanya bersembunyi dan terus berlatih penguasaan portal teleportasi.
Jika pasukan kegelapan menang, mereka semua kan bebas kemanapun mereka pergi dan juga akan menjadi penguasa dan semua orang akan takut dan segan pada mereka.
”Saatnya sudah tiba bagi kalian untuk berkontribusi dengan kemampuan kalian dan menunjukkan kemampuan kalian pada tuan Lord Demon. Aku sudah mengirimkan detail tugas kalian di pesan komunikasi. Kalian akan dibagi menjadi delapan tim dan mereka semua harus dikirim dalam waktu secepatnya ke titik koordinat yang sudah saya kirimkan.”
Penjelasan dari Nesia membuat mereka semakin bersemangat. Para pasukan khusus yang berjumlah seratus itu sedikit heran, dalam penjelasan beberapa waktu yang lalu. Mereka diminta bersiap dan tugas mereka memindahkan Sepuluh Iblis Pemusnah beserta seluruh pasukannya ke satu titik untuk memulai invasi.
Namun, kenapa kali ini hanya ada delapan tim? Mereka semua hanya bisa menebak, pasti terjadi sesuatu pada pasukan kegelapan sehingga perang ini seolah dipercepat dan juga banyak pasukan yang sepertinya menghilang. Jika Iblis Pemusnah hanya tinggal delapan dengan pasukannya masing-masing. Maka bisa jadi, anggota dari Sepuluh Iblis Pemusnah sudah dikalahkan.
Dikalahkan oleh para pasukan bela diri, sehingga mereka benar-benar menghilang.
”Baiklah Nyonya Nesia. Kami akan menjalankan perintah dari Lord Demon sekarang juga!”
Nesia pun mengangguk pada seratus pasukan khusus yang berdiri di depannya dengan berbaris yang rapi. Semuanya sudah dilakukan, tinggal hasil peperangan yang ditunggu sehingga pihak yang menang, akan mendapatkan penghormatan yang tinggi dan akan menjadi penguasa dan raja dunia.
Seratus pasukan khusus itu bergerak dengan cepat. Mereka bukannya terbang dan menghilang. Mereka berkumpul menjadi delapan tim dengan anggota yang berjumlah tiap tim menjadi sekitar dua belas dan tiga belas pasukan tiap timnya.
Mereka membuat gerakan sihir dan menciptakan bullet portal menuju titik, di mana mereka mendapatkan tugas dari Nesia untuk menemui Sepuluh Iblis Pemusnah, pada masing-masing tempat yang mereka bagi secara acak. Mereka memubat portal itu dan nampak di depannya setinggi dua meter seperti pintu tanpa ada celah yang terang.
Nyala dari portal itu penuh warna seperti kehitaman saat langit gelap. Ada cahaya kebiruan di tiap pinggir dari bullet portal. Mereka pun bergegas dan masuk ke dalam portal untuk tiap-tiap tim menuju tempat target yang sudah ditetapkan.
Mereka semua menghilang dan menuju tempat lokasi dimana tempat persembunyian Iblis Pemusnah, yang menjadi target untuk dilayani masing-masing tim dan akan dibuatkan bullet portal, untuk berkumpul di satu titik koordinat yang diberikan Nesia. Nesia sendiri hanya mendapatkan titik koordinat pertemuan itu dari Lord Demon.
100 orang pasukan itu sudah menghilang seluruhnya dan masuk dalam portal bersama tim mereka masing-masing. Nesia ditinggal sendirian, dia memikirkan soal perintah target pertemuan dari seluruh pasukan kegelapan menuju sebuah tempat yang akan dihancurkan pertama kali oleh Lord Demon.
Itu adalah benua Orpris, di mana benua itu adalah pusat dari aliansi bela diri. Artinya, mungkin saja Lord Demon ingin membuat mental para pendekar bela diri dari seluruh dunia akan ketakutan dengan serangan dari Lord Demon. Mereka semua akan menyerah secara cepat jika kota utama yaitu kota Prisma dihancurkan terlebih dahulu.
Mental para pendekar di seluruh benua akan menjadi kendur, karena mereka melihat tempat harapan bagi persatuan bela diri dapat dihancurkan dengan mudah oleh pasukan Lord Demon. Mereka akhirnya akan terbagi menjadi dua keompok; satu kelompok dari pasukan bela diri akan memilih menyerah dan mengabdikan diri pada Lore Demon, dan satunya lagi berperang sampai titik darah penghabisan.
Nesia pun harus bersiap. Kekuatan pada pendekar bela diri tidak lemah seperti dulu, mereka kini seolah kompak dan mampu mengendalikan pertempuran dari anggota mereka sendiri. Selain itu, kekuatan mereka bahkan sudah bisa mencapai ketinggian dimana mereka bisa mengalahkan Lima Gerbang lainnya selain Nesia.
Saatnya bagi Nesia untuk membalas dendam atas kematian rekan-rekannya.
Nesia kembali ke ruangan dimana Lord Demon berada. Dia melaporkan bahwa sekarang pasukan khusus yang menguasai bullet portal sudah pergi seluruhnya kepada masing-masing dari Iblis Pemusnah, untuk dibuatkan bullet portal dan membuat mereka berkumpul dalam satu titik koordinat yang sudah diberikan Nesia.
Mereka semua akan berkumpul dan menjadi pion utama bagi Lord Demon untuk memulai invasi.
Lord Demon menerima laporan dari Nesia. Dia berdiri dari tempat duduknya dan kembali memberikan perintah pada Nesia.
”Sekarang, siapkan semua pasukan yang berada dalam pengawasan kita Nesia. Kita juga akan berangkat.”
”Siap Tuanku!” jawab Nesia.
Nesia pun memberikan perintah, dan memencet warna merah pada gelang artefak komunikasinya. Itu adalah panggilan semua pasukan kegelapan di bawah Lima Gerbang. Dia memberi sinyal merah bahwa semuanya harus berkumpul sekarang juga karena ini adalah ’Perintah Satu.’ Perintah khusus dari Lord Demon, untuk membuat mereka semua berkumpul tanpa terkecuali.
Sepuluh menit kemudian. Pasukan yang banyak jumlahnya di bawah kekuatan dari Lima Gerbang berkumpul. Nesia melihat mereka semua, lautan pasukan kegelapan. Lord Demon muncul dan melayang di hadapan pasukannya, dan Lord Demon melihat pasukannya itu sudah bersiap dan memiliki mata tajam sebagai bentuk dari keinginan mereka, untuk memusnahkan dan menguasai para pendekar bela diri.