Pasukan Langit
Keserakahan dan Kekuasaan
Keberadaan kekuatan memang selalu menjadi suatu hal yang diperebutkan. Kekuatan akan menjadikan seseorang menjadi seorang raja dan dihormati. Di dunia bela diri, kekuatan adalah segalanya. Kekuatan adalah mimpi setiap pendekar, menjadi kuat adalah sesuatu yang harus mereka perjuangkan. Bahkan, dengan taruhan nyawa sekalipun.
Sejak zaman purba hingga zaman dimana perkembangan dunia sudah sangat pesat. Kekuatan akan selalu menjadi suatu hal yang diperebutkan, selama mereka masih memiliki nyawa. Di dunia, hidup, kekuatan adalah hal yang mutlak untuk saling berebut, itu adalah sifat asli dari manusia, keserakahan.
Tak terkecuali pada saat ini, Aji menyadari satu hal. Jika itu adalah artefak langit dan memancarkan energi besar. Maka, manusia akan dibuat silau dan mata mereka akan menjadi berubah. Manusia suci pun akan berubah menjadi iblis manakala di goda dengan kekuatan besar. Itu adalah sesuatu yang ditakuti oleh Aji terjadi pada ahli bela diri.
Benar saja, mata para pendekar dari berbagai tempat dan perguruan seolah terbuai oleh keindahan yang ditawarkan oleh artefak Bunga Bulan tersebut. Energi yang dipancarkannya sangat besar, sehingga mampu membuat imajinasi dan pengaruh ilusi. Semua artefak langit memang memiliki ciri yang sama. Mereka yang tidak memiliki mental yang kuat akan terbawa pada ilusi yang diciptakan oleh artefak tersebut.
Hari ini, Aji melihatnya kembali dimana para pendekar seperti sudah melihat, dan terpukau pada kekuatan yang keluar dari energi artefak tersebut. Ketenangan tercipta sejenak, itu semua karena mereka fokus dan memikirkan rencana masing-masing orang. Ilusi mulai membuat mereka tak lagi rasional.
Dan, di antara mereka sudah mulai memikirkan untuk memiliki sendiri artefak tersebut. Apalagi murid suatu perguruan tertentu. Mereka sudah memikirkan jika mereka memiliki artefak langit tersebut. Maka, kekuatan perguruan bela diri mereka akan diperhitungkan dan dapat menjadi salah satu perguruan terkuat.
Jika mereka mampu menguasai dan menyerap energi dari artefak tersebut, mereka bisa sekuat Lord Demon dan menjadi raja bagi dunia dan mendapatkan penghormatan dari semua pendekar. Itu adalah ilusi yang sangat kuat mempengaruhi jiwa mereka, mental mereka yang lemah akan langsung dikuasai oleh sifat serakah dan sifat iblis, pada setiap diri manusia yang memang sudah ada sejak mereka dilahirkan.
Dan, sedetik setelah hening, beberapa pendekar dari aliran putih tanpa merasa malu lagi. Mereka ada yang sudah melesat terlebih dahulu, dan menuju bukit dimana energi artefak itu terlihat. Dia pasti hendak memiliki sendiri artefak tersebut.
Itu adalah beberapa orang dari perguruan bela diri, entah perguruan mana namun baju mereka sama. Sepertinya mereka memang sejak awal mengincar artefak itu untuk mereka sendiri dan untuk perguruan bela diri mereka. Selama mereka memiliki artefak itu, maka ke depannya mereka tidak akan diprotes karena kekuatan mereka miliki.
Itu benar, di dunia ini, kekuatan adalah segalanya. Yang memiliki kekuatan akan dihormati dan yang lemah akan disingkirkan. Itulah hukum di dunia ini, meskipun mereka semua sama-sama pendekar dengan aliran putih sekalipun. Nafsu keserakahan akan membenarkan pemikiran mereka.
Saat beberapa orang itu melesat terbang dengan kekuatan mereka kearah Bunga Bulan, perguruan yang lain melesat pula dan mereka berebut untuk siapa yang lebih cepat. Hal itu langsung mempengaruhi para pendekar lainnya, semuanya bergerak untuk mencapai artefak itu duluan.
Mereka berebut kekuatan dan kecepatan. Mereka tidak saling menyerang terlebih dahulu karena itu akan memperburuk pandangan orang lain bahwa pasukan yang beraliansi pada kebaikan nyatanya memiliki keserakahan. Mereka masih malu, hanya saja mereka ingin mendapatkan artefak itu dan siapa yang duluan mereka akan mendapatkannya.
Para pendekar yang terlambat akhirnya menggunakan kekuatan mereka dengan kecepatan tinggi. Kini, hampir semua pendekar dari aliansi, pendekar dari perguruan bela diri yang ditugaskan oleh perguruan bela dirinya, semuanya menerjang ke depan. Semuanya menuju satu titik dan semuanya berharap mendapatkan artefak tersebut.
Ilusi akan kekuasaan, menjadi yang terkuat, dihormati oleh orang lain, memiliki semua hal dan bahkan bisa menjadi ketua aliansi bela diri. Semua hal mereka kumpulkan menjadi satu, dan mereka sudah dikuasai oleh keserakahan. Semuanya hanya memiliki satu tujuan, awalnya mereka tidak akan bertarung satu sama lain. Namun, akhirnya semua berbeda.
Ketika mereka semua semakin dekat cahaya kemilauan yang diciptakan oleh Bunga Bulan, keinginan untuk memilikinya semakin kuat dan semakin menguasai mereka. Ilusi menjadi terkuat semakin membutakan mata mereka, keserakahan semakin menyebar dalam diri mereka semua.
Dan.
Blaaaammm!
Boooommm!
Di antara mereka da yang menyerang dengan kekuatan energi yang menyingkirkan orang di depan mereka. Ada yang terjatuh karena energi tersebut. Menyadari adanya pertarungan energi. Mereka semua mengeluarkan energi mereka, energi defensi dan serangan mulai diciptakan dan ledakan energi serta pertarungan tak bisa lagi dihindari.
Dalam sekejap, mereka harus menyingkirkan satu sama lain. Mereka juga biasa bertanding dalam pertandingan antar perguruan bela diri yang diadakan oleh aliansi bela diri untuk melihat bakat setiap pendekar. Namun berbeda saat ini, semuanya melihat bahwa kekuatan ada di depan mereka dan artefak itu akan menjadi milik mereka yang dapat mengambilnya terlebih dahulu.
Pertarungan di udara awalnya hanya untuk menghalau dan membuat mereka menjauh dari artefak Bunga Bulan. Namun pada akhirnya, mereka yang terkena serangan tidak mau mengalah dan melaju kembali untuk terbang kearah Bunga Bulan.
Pertarungan lebih serius terjadi kembali, serangan energi kini berusaha untuk saling menjatuhkan sehingga kekuatan serangan semakin besar. Keserakahan sudah menguasai jiwa mereka dan pertarungan dengan energi besar sudah tidak bisa dihindari.
Pertarungan di segala sisi dan tak lagi peduli. Mereka hanya peduli dengan anggota sesama perguruan bela diri. Untuk pendekar lainnya, semua adalah musuh dan serangan senjata dan energi sudah saling berbenturan di semua sisi.
Pasukan pertahanan melihat itu semua, sebagai pasukan yang membela semua pendekar mereka mulai malu dengan kondisi di depan mereka. Ketua Yarko pun memerintahkan semua pasukan pertahanan untuk tidak silau terhadap kekuatan artefak Bunga Bulan, dan diperintahkan untuk menyadarkan para pendekar untuk berhenti memperebutkan Bunga Bulan.
Pasukan pertahanan bergerak cepat dan mencoba menyadarkan mereka di berbagai sisi pertempuran. Mereka mengatakan bahwa artefak Bunga Bulan akan diamankan oleh pihak aliansi pusat dari aliansi bela diri untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya, untuk kepentingan perdamaian seluruh pendekar.
Mereka, pasukan pertahanan yang bergerak ke semua sisi mencoba memisahkan para pendekar yang sudah bertarung. Bahkan ada yang terluka dalam maupun terluka karena senjata. Pasukan pertahanan pun sigap membantu yang terluka, dan menempatkan mereka di tempat yang aman yang agak jauh dari pertempuran.
Mereka terus mencoba memisahkan pertarungan gila itu, mereka semua seperti sudah dirasuki oleh kekuatan iblis, dan tak lagi peduli pada pasukan pertahanan yang mencoba melerai pertempuran para pendekar.
Para pendekar dari perguruan bela diri dan dari manapun yang datang, mereka bahkan menyerang pasukan pertahanan yang mencoba untuk menghentikan mereka. Dalam pikiran mereka saat ini yang sudah dikuasai ilusi dari Bunga Bulan. Mereka berpikir bahwa pasukan pertahanan mencoba melerai, dan menenangkan mereka dan akan menguasai artefak itu sendirian.
Para pendekar bahkan tidak percaya pada siapapun lagi, kecuali hanya kepada anggota perguruan bela dirinya saja. Semua hanya ingin bersiasat dan hanya ingin menguasai artefak itu sendirian.
Pasukan pertahanan pun demikian, itu yang dipahami oleh para pendekar saat ini. Mereka sebelumnya juga menguasai Heart Dragon sendiri dan selama berpuluh-puluh tahun menyimpannya untuk kepentingan mereka sendiri. Kali ini, mereka semua berpikir untuk tidak akan mengulangi hal yang sama.
Kali ini, artefak itu di depan mata mereka. Godaan kekuatan pasti juga dimiliki oleh pasukan pertahanan, untuk memperkuat kekuatan dan pengaruh mereka terhadap semua pendekar di seluruh benua.
Mereka kini menyerang para pasukan pertahanan dan tak lagi peduli dengan hukum yang sudah ditetapkan oleh para penasehat benua dan juga para pemimpin aliansi. Mereka semua dibutakan oleh kekuatan.
Pasukan Pertahanan pun malah menjadi sasaran dan mendapatkan serangan para pendekar. Kali ini, kondisi disana semakin tak terkendali dan ketua Yarko melihat hal itu. Dia harus ikut turun tangan, setidaknya dia harusnya dihormati oleh para pendekar sebagai seorang ketua dari pasukan pertahanan yang selalu menjaga perdamian di seluruh benua selama ini.
Melihat kondisi yang tak bisa dikendalikan. Ketua Yarko pun turun tangan dan masuk ke pertempuran, ketua Gonan tak bisa diam saja dia menyusul ketua Yarko.
Ketua Yarko mengangkat pedangnya ke atas, energi memancar dari pedangnya dan energinya mampu membuat perhatian para pendekar sedikit kehilangan konsentrasi, dan melihat arah energi besar dari ketua Yarko tersebut.
”Hentikan pertempuran tak berguna ini! Kalian semua harus sadar, para pendekar harus bersatu dan ancaman dari pasukan kegelapan sudah di depan mata!”
Ketua Yarko menggunakan energi untuk menyampaikan ucapannya. Semua pendekar pun mampu mendengar apa yang diteriakkan ketua Yarko. Selama ini, ketua Yarko selalu menunaikan tugasnya dengan baik sebagai ketua dari pasukan pertahanan.
Misi dari pasukan pertahanan bahkan menerima tugas dari lima benua, dari para perguruan bela diri yang mengalami masalah dan ketidakadilan dari perguruan lain yang lebih kuat dari mereka. Pasukan pertahanan selalu hadir dan menyelesaikan semua masalah dengan adil diantara perselihan-perselisihan.
Pasukan pertahanan juga membantu jika ada musuh yang mengacau di setiap tempat, para bandit, para perampok, musuh yang mengganggu penduduk yang tak bisa diselesaikan oleh perguruan bela diri disana. Pasukan pertahanan selalu hadir, dengan nama baik dan kinerja yang baik dari pasukan pertahanan, ketua Yarko berharap dia didengar dan pertarungan ini segera dihentikan.
Mulai sekarang, seharusnya para pendekar mendengar ucapan dari ketua Yarko. Mereka harus memahami siapa yang selama ini membantu mereka jika mereka memiliki masalah yang tidak bisa diselesaikan. Pasukan pertahanan selalu siap.
Namun, mereka hanya mendengarkan sebentar penjelasan dari ketua Yarko. Pada akhirnya, godaan terhadap kekuatan telah menghalangi hati mereka untuk menerima kebenaran. Mereka sudah diliputi dengan keserakahan dan nafsu untuk menjadi kuat dan dihormati oleh para pendekar. Bahkan mereka akan dipuji oleh pendekar yang lain karena kekuatan mereka.
Mereka pun segera melesat kembali menuju arah artefak Bunga Bulan, dan tetap saja ingin menguasai arfeak itu sendiri. Semua berebut kembali dan mereka melesat untuk menggapai Bunga Bulan.
Splash! Wuuusshhh!
Ketua Yarko menyabetkan pedangnya, dia ikut marah karena dia bahkan tak dianggap. Energi pedangnya menghalangi mereka dengan energi besar yang mampu membelah pandangan mereka dari artefak Bunga Bulan.