Pasukan Langit

Zagar yang Terkuat?

Ledakan besar terjadi.

Blaaaaarrr!

Serangan dari kakek Jinho bertubi-tubi mengenai Zagar. Serangan berhenti dan asap menghilang. Tubuh Zagar hanya seperti berasap di setiap bagiannya, tapi dia terlihat menggerakkan kepalanya.

”Kalian pikir, serangan seperti itu mampu membuatku tergores? Menggelikan sekali!”

Boooommmm!

Ledakan energi kegelapan terjadi. Zagar mengeluarkan kekuatan besar yang mampu mementalkan tiga orang sekaligus; kekak Jinho, Astro dan Domar. Mereka semua terpental jauh, karena mereka tidak siap dan kaget karena mengira serangan dari kakek Jinho setidaknya berefek pada Zagar. Nyatanya tidak, Zagar malah bertambah hebat dalam mengeluarkan energinya.

Astro berputar sambil terpental dan mendorong dengan pedangnya agar tidak terlalu jauh, Domar pun demikian menahan dengan dua tombaknya dan bersiap kembali. Kakek Jinho dengan mudah menahan diri sehingga tidak terlalu jauh ketika terpental.

Zagar adalah salah satu dari Lima Gerbang, yang tidak membutuhkan seorang pengikut setia atau prajurit pilihan yang dekat dengannya. Dia selalu bekerja sendiri dan bertindak sendiri, maka dari itu hanya prajurit biasa yang selalu menemaninya.

Tidak seperti Samoa yang memiliki Emas, Perak dan Perunggu. Atau Denta yang memiliki Jasum, Mora dan lainnya. Dia suka kesendirian dan tak memerlukan orang lain, karena dia merasa sudah kuat dan tidak butuh pertolongan anak buah khusus. Dia merasa bahwa dirinya yang paling kuat diantara Lima Gerbang.

Dan, Zagar sangat percaya diri dengan kekuatannya. Dia mengeluarkan kekuatan besar lagi dari tubuhnya, dan mementalkan serangan dari kakek Jinho dan juga Pasukan Langit yang lain.

”Domar! Hati-hati, kekuatannya meningkat drastis,” Astro memberi peringatan pada Domar. Domar pun paham dan menyerap energi alam dan menyatukannya dengan energi internalnya.

Kakek Jinho membuka kekuatan elemen, angin berputar meraung ke tongkatnya dengan cepat. Kakek Jinho membuat gerakan mengayun sambil maju kearah Zagar dengan kekuatan angin yang kuat.

”Wind Blast!”

Angin yang pekat membentuk konfigurasi energi yang menggumpal dan penuh energi. Zagar seorang warior dari dunia kegelapan. Kedua tangannya berselimutkan kegelapan dan menahan serangan dari kakek Jinho dan menepisnya. Seolah sebuah bola saja, kekuatan itu benar-benar ditepis dengan tangannya yang diselimuti defensif kuat.

Klang!

Energi dari Jinho itu terpental ke samping kanan Zagar dan mengarah pada Astro. Astro pun dengan cepat menghindarinya, dan ledakan besar terjadi di belakangnya. Ledakan yang sangat besar dan bahkan bisa menghancurkan ratusan pohon sehingga hancur berkeping-keping pada appun yang dilewatinya.

Kekuatan luar biasa seperti itu bahkan ditepis oleh Zagar dengan mudah, reputasi Lima Gerbang memang luar biasa.

Energi seperti sayap booster muncul dari punggung Astro. Sayap cahaya dan juga energi pendorong muncul di belakangnya. Kecepatan dari Astro meningkat pesat ditambah damage-nya juga bertambah berkali lipat. Astro mampu menyatukan kekuatan internalnya dengan kekuatan alam sehingga kekuatannya juga terus berlipat.

Meskipun dari kejauhan Zagar menyadari kalau para pendekar itu mampu menyerap energi alam, dan menyadari kekuatan mereka semakin kuat. Dia pun tak gentar karena sudah mengetahui bahwa kekuatan Pasukan Langit dikabarkan oleh Nesia sangat besar, dan mereka kini sudah dibekali dengan pecahan dari artefak Blood Supreme milik Lord Demon.

Zagar tidak takut dan membuat gumpalan energi pekat hitam di tangan kanannya dan menyambut serangan dari Astro. Gumpalan energi gelap dan pedang Astro berbenturan, Astro merasakan menabrak dinding energi yang kuat. Dia mengerahkan kekuatan sambil terus menyedot energi alam hingga berlebihan.

Sayang! Kekuatan dari Zagar benar-benar seperti dinding yang tak bisa ditembus. Astro terdorong mundur bahkan hampir terpental. Saat itu, Domar datang dengan putaran dua tombak pendek di kedua tangannya. Bagai angin topan berputar dan menimbulkan gerakan meliuk seperti ular dibarengi desingan energi di sekelilingnya.

”Wind Break!”

Domar mengumpulkan energi alam, dan memfokuskan dalam satu titik seperti sebuah bor yang terus berputar. Fokusnya adalah tusukan yang mengerucutkan semua energi dari dua tombaknya.

Berbahaya!

Serangan itu penuh dengan fokus dan konsentrasi tinggi. Fokus serangan merupakan kekuatan besar yang difokuskan pada satu titik. Zagar melihat hal itu dan menghindarinya dengan kecepatan penuhnya. Asap mengepul hitam, serangan dari Domar menyerang tempat kosong dan Zagar sudah melesat ke belakang cukup jauh.

Domar meliuk lagi keatas, dan terus berputar menciptakan ilusi seperti bor terbang yang terus menghancurkan apapun yang ditemuinya. Pohon-pohon hancur dan pecah saat bertemu dengan ujung putarannya. Dia keatas lagi dan meliuk, dia konsentrasi kembali dan menyerang Zagar kembali. Zagar menghilang lagi bagai kabut dan menghilang. Dia muncul lagi dari sisi yang lain.

Klik!

Zagar menyadari sesuatu, tubuhnya seperti tak bisa bergerak. Sebuah rantai energi muncul dari tanah, dan menahan kedua kakinya. Itu adalah kekuatan support dari kakek Jinho yang melihat peluang dengan baik saat Zagar kembali ke sisi yang lain, menghindari serangan dari Domar.

Melihat Zagar tak bisa bergerak lagi, Domar langsung menyerap energi dan fokus pada putarannya, dia yakin kali ini akan kena dengan bantuan dari kakek Jinho.

 Dia menyerang dan menderu putaran energinya semakin kencang dan ujungnya semakin pekat energinya. Dia habis-habisan dan ingin menghancurkan tubuh Zagar. Peluang itu juga tak ditinggalkan oleh Astro. Astro mengangkat pedang, energi dari langit menyelimuti pedangnya dan dia mengibaskan kekuatan besar sebagai kekuatan dari pedang sihir dengan serangan energi yang besar menyerang kearah Zagar.

Dari atas serangan putaran dari Domar, dan dari samping serangan energi pedang keahlian dari Astro mengarah padanya sambil ledakan energi seperti sabit yang bisa menghancurkan apapun.

Zagar berusaha keluar dari kondisi terjebaknya. Tiga serangan dari orang kuat dan mereka semua bekerjasama dengan baik.

”Apakah kalian pikir aku ini lemah! Kalian salah! Di seluruh penjuru benua, akulah orang terkuat setelah Lord Demon! Haaaaaa!!!!!!”

Sekian detik sebelum energi Domar dan Astro pecah mengenai tubuh Zagar. Ledakan besar terjadi dan menyebaban serangan mereka patah dan terpental. Tubuh Domar terpelanting karena ledakan energi kegelapan yang menyelimuti tubuh Zagar.

Prang!

Rantai energi milik kakek Jinho pecah, dan dia sambil harus mundur tiga langkah karena menahan serangan balik energi besar dari Zagar tersebut.

Benar-benar satu dari Lima Gerbang! Bahkan ketika mereka bertiga sudah habis-habisan dan mengeluarkan kekuatan maksimal mereka tetap saja, mereka harus terpental karena energi yang besar dari kemarahan Zagar.

Asap mengepul hitam pekat dan terus melebar, semuanya mundur dan mencoba menghindari asap hitam pekat yang diselingi dengan cahaya halilintar yang seolah berkerlap-kerlip di dalam kabut hitam itu. Kerlip di dalam kabut menandakan bahwa ada sekumpulan energi yang terbentuk.

”Kalian telah berhasil membuatku marah! Kali ini, kalian akan hancur!” sebuah suara berat dan mengerikan terdengar membahana. Asap semakin menghilang dan nampaklah tubuh raksasa di depan mereka.

”Itu....” kakek Jinho kaget luar biasa, ”Perubahan Iblis yang melegenda. Dia telah mengorbankan jiwanya untuk iblis! Demi sebuah kekuatan!” penjelasan kakek Jinho membuat Pasukan Langit yang sudah dapat mengatasi keadaan seluruhnya di sekitar mereka kaget.

Mereka sudah berhasil mengalahkan para pasukan kegelapan, ketua Gonan juga sudah memegang tongkatnya dan beralih melihat kearah makhluk besar yang mengerikan yang merupakan perwujudan terakhir dari kekuatan terbesar Zagar.

Kakinya menjadi besar seperti kaki seekor kanguru yang besar, dan, tangannya ada enam yang tiga di sisi kiri dan tiga lagi di sisi kanan. Tubuhnya sangat besar dan mengerikan, dia menjadi setinggi 15 an meter dan setinggi pepohonan yang sudah habis di sekitarnya akibat benturan energi besar sebelumnya.

Semuanya tercengang dan merasakan ancaman energi pekat yang dikeluarkan dari tubuh Zagar.

”HAAAAAAAAAA!”

Zagar membuka mulutnya, giginya mengerikan dengan taring panjang dan tubuh bersisik besar-besar. Teriakannya bahkan mampu membuat tekanan kuat, dan membuat tujuh Pasukan Langit harus menahan dengan kekuatan energi defensif mereka.

Saat pasukan kegelapan yang ada sudah musnah, kini Zagar di depan mereka semua sudah menjadi monster yang siap melumat apapun.

Kakek Jinho bahkan merasakan kengerian tersendiri. Zagar sudah menggunakan Blood Supreme dan juga kekuatan Full Demon Transform sesuai dengan keadaan maksimal. Entah bagaimana Zagar bisa pulih nantinya, dia didesak untuk menggunakan kekuatan terbesarnya.

Pasukan Langit memulihkan diri dengan waktu yang masih ada, dan juga penyerapan energi alam yang mereka lakukan agar bisa mempersiapkan pertarungan di depan mereka.

Kecepatan penyatuan energi dengan alam sudah mencapai puncak, energi mereka juga sudah meluap. Artefak Heart Dragon ada pada diri mereka meskipun hanya pecahan dan dibagi banyak orang. Kekuatan mereka seharusnya bisa membuat perbedaan meskipun Zagar sudah menggunakan kekuatan maksimalnya.

Beda dengan Kakek Jinho, dia merasakan aura kekuatan dari Zagar sangat besar. Dan dia mengingat bahwa dua puluh tahun yang lalu. Tiga Legenda berjuang melawan Lima Gerbang dan Lord Demon serta ratusan ribu pasukannya yang tidak terkalahkan. Mereka pasti berjuang habis-habisan.

Kali ini, tugas mereka harus digantikan oleh para penerusnya. Meskipun Zagar sudah pada puncaknya. Namun, Jinho tersenyum dan bangga pada generasi muda yang tidak takut apapun demi keadilan. Dan, Jinho merasakan bahwa para Pasukan Langit dan pasukan pertahanan telah mewarisi semangat dari Tiga Legenda.

Meskipun harus mati,  kakek Jinho tidak akan menyesal kali ini.

Zagar menggerakkan kepalanya yang kini mirip dengan kepala kuda, karena sudah sepenuhnya berubah menjadi monster besar dan tinggi. Pukulan dengan cakar-cakar yang tajam langsung bergerak mengarah pada Astro dan Domar yang berada di sisi yang lebih dekat dengannya.

Dengan tubuh besar tersebut, gerakan cepat Zagar bahkan tidak menjadi lambat bahkan bertambah cepat saja. Saat cakar dengan energi kegelapan yang melimpah mendekati keduanya, Kakek Jinho melesat dan menahan sekuat tenaga dengan kekuatan array penghalang yang diciptakannya sekaligus dengan cepat.

Sempat menahan serangan yang seperti ribuan halilintar itu, kakek Jinho hanya mampu bertahan tiga detik dan penghalangnya retak

Crak!

Prang!

Energi itu pecah, energi gelap tangan Zagar mendekati tubuh kakek Jinho. Kakek Jinho melihat siluet energi yang akan membuat tubuhnya hancur.

Inilah akhirnya? Kakek Jinho tersenyum, mungkin ini akhirnya! Sudah saatnya para penerus yang akan berjuang. Aku akan menyusulmu, saint Yonan! Pikir kakek Jinho sepersekian detik saat energi gelap hendak menelannya.

Splash!

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!