Pasukan Langit
Full Transform Iblis
”Pemimpin Dasatama!” Lao tersenyum, bantuan sudah tiba, artinya penghalang sudah dihancurkan sehingga banyak pendekar saat ini pasti sudah keluar dari hutan.
”Kalian berjuang dengan baik, saatnya kita hancurkan kekuatan pasukan kegelapan! Kalau tidak sekarang, kapan lagi!”
Senyuman dari Dasatama itu mengalirkan semangat baru pada Pasukan Langit. Energi mereka pun meluap kembali, dan mereka menyatukan energi alam dengan mereka. Kontrol yang baik dan mereka sudah siap bertempur kembali.
25 pasukan khusus datang menerjang dan membantu Pasukan Langit, mereka kini tambah bersemangat dan membuat pasukan kegelapan kalang kabut. Pertempuran bertambah seru, pejuang Jiro memohon izin pada Dasatama untuk membantu tim yang lain.
Dasatama melesat dengan pedangnya, dia ingin membantu Barsha yang sendirian melawan pemimpin dari tim pasukan kegelapan tersebut, yaitu Samoa.
Seorang pemimpin aliansi pendekar seluruh benua bekerjasama dengan ketua dari Pasukan Langit untuk melawan satu dari Lima Gerbang, Samoa. Ini akan menjadi sejarah baru bagi dunia bela diri, dan membuat dunia membuka mata mereka bahwa Pasukan Langit sudah memberikan kontribusi besar bagi pemberantasan kejahatan dan menumpas pasukan Lord Demon.
Namun, musuh mereka kali ini adalah salah satu dari Lima Gerbang, mereka harus waspada. Rumor yang menyebutkan bahwa kekuatan dari Lima Gerbang, sama dengan kekuatan dari Lord Demon itu sendiri.
Barsha masih menggunakan kekuatan Ghost Speednya, dia menghindari serangan dari Samoa dan pedang kegelapannya. Barsha terlihat terdesak meskipun dia dapat menghindari serangan, tapi efek dari serangan Samoa mampu membuatnya harus mengeluarkan energi defensif untuk mengurangi efek serangan tersebut.
Pedang Samoa mendorong demikian kuat pada dua belati Barsha, Barsha menahannya sambil terus menyerap energi alam dalam tubuhnya. Meskipun energinya meluap tapi energi kegelapan dari Samoa seolah juga tidak ada henti-hentinya dan terus bertambah.
Barsha harus mundur karena energi Samoa terlalu besar, dia mundur dengan cepat. Pedang Samoa seperti energi kegelapan yang sangat panjang dan mengarah pada Barsha. Secepat kilat, Dasatama masuk ke pertempuran dan menghadang pedang Samoa dengan pedangnya, yang berkilauan karena ditempa dengan besi paling kuat di seluruh benua.
Klang!
Benturan terjadi, ledakan energi sangat besar menghempas apa saja yang ada di sekitar mereka. Barsha pun merasakan energi yang meledak-ledak, sangat luar biasa.
Samoa terus menekan dengan energi kegelapannya, dia mengeluarkan kekuatan kegelapannya hingga mencapai batas tertinggi. Dasatama pun melakukan hal yang sama dia memang membuat pedang dengan kemampuan menyerap energi dengan baik, dan bahkan mampu menampung energi besar tanpa takut hancur karena energi tersebut.
Keduanya saling mendorong dengan energi terbesar mereka.
”Jadi kaukah orang terkuat di seluruh aliansi para pendekar, sang God of War!” senyuman Samoa tampak menyeringai, ”Kali ini, kamu akan pulang dan tinggal nama yang tersisa! Kau memilih musuh yang salah!”
Klang! Klang! Klang!
Energi kekuatan dari Samoa tiba-tiba terlepas. Barsha sudah menyerang lewat belakangnya cukup jauh dengan tubuh Samoa. Namun, energi dari kilatan ribuan belati dengan energi yang terarah pada tubuh Samoa membuatnya harus merasakan sakit dari damage yang kuat.
Tubuh Samoa terluka dan tersayat disana-sini karena gempuran energi dari belati tersebut. Namun, kekuatan regenerasi dari selnya terus mengalami pemulihan seperti ulat-ulat yang saling menyambung kembali. Namun, rasa sakitnya tetap saja membuat Samoa harus menghentikan dorongan energinya pada Dasatama dan tidak fokus para pertarungannya.
Dasatama melihat peluang tersebut dengan baik. Sebagai veteran yang sudah bertarung dengan banyak penjahat dan pasukan kegelapan yang ditemuinya, dia paham bahwa setiap detik peluang adalah kesempatan untuk menang.
Peluang sekecil apapun baginya adalah peluang emas yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Saat energi musuh mengendur saat baginya untuk menyergap.
Dasatama memegang pedangnya dengan kuat dan berpusat dengan kekuatan energi seperti torpedo dan mendesak Samoa. Samoa yang masih kaget dengan kecepatan serangan Barsha, dan sekarang dari arah lain Dasatama mendesak dengan kekuatan penuh.
Konsentrasi Samoa yang pecah itu dimanfaatkan oleh Dasatama. Pedangnya sudah teraliri energi yang meledak dari alam dan internalnya. Angin energi yang berputar seperti ingin mengahancurkan segala yang ditemuinya. Berputar mendesak Samoa, Samoa menahan kembali dengan kekuatannya.
Namun karena kekuatan Samoa terpecah, dia dapat didesak oleh gerakan berputar kuat karena sebatan pedang Dasatama amat kuat hingga berputar dan melewati tubuhnya. Serangan itu menembus pertahanan Samoa.
Kraakk!
Sring!
Sabetan pedang dari Dasatama menembus tubuh Samoa, hingga membelahnya menjadi dua di perut Samoa. Serangan pedang berputar kuat itu telah membelah tubuh Samoa. Namun, Samoa masih bisa mengontrol kekuatannya, dan berusaha menyambungkannya dengan regenerasi Blood Black yang sudah lazim ada pada kekuatan kegelapan.
Kekuatan itu mampu merekatkan bagian-bagian yang rusak dan terluka. Itulah kelebihan yang dimiliki oleh kekuatan kegelapan. Dari tubuh yang terbelah, muncul seperti ulat atau ular yang bergerak-gerak, dan kemudian saling menyambung kembali untuk bersatu dan memulihkan diri.
Namun, rasa sakit karena terluka tetap saja Samoa Rasakan. Saat hendak regenerasi dengan cepat itu, Barsha kembali menyerang dengan tusukan dua belatinya. Kecepatan yang dilakukan Barsha memang kecepatan yang sudah dikuasai mendekati kemampuan saint Ganada. Bahkan, Dasatama harus mengakui kekuatan dari Barsha tersebut.
Akan tiba masanya para pemuda akan menggantikan orang tua, salah satunya Barsha menjadi bukti bahwa kekuatan pemuda memang seperti rumor bagi kakeknya, Ganada. Belati milik Barsha seperti ribuan serangan, dan tusukan yang terus menghunjam tubuh Samoa hingga regenerasinya terhambat.
Saat akan menyambung antara satu sel dengan sel lainnya, seperti ular-ular yang bergerak kesana kemari dan hampir menyatu. Serangan Barsha terus bertubi-tubi dengan damage serangan yang besar sehingga sel-sel seperti ulat besar itu tercabik-cabik kembali.
”Ahhhhhhhh!”
Samoa pun berteriak karena marahnya dan sakitnya menjadi satu. Serangan Barsha semakin kencang dan kuat, dia melihat kesempatan itu tidak akan datang kedua kalinya. Dia terus memborbardir dengan meliuk ke segala arah dari arah kanan dan kiri, atas dan bawah dan terus menyerang sambil menyerap energi alam. Kilatan gerakannya seperti membaginya menjadi ribuan Barsha dan menyerang dengan berbagai sisi dan seluruh sudut.
Tring!
Sring!
Slurp!
”HIIIIIAAAA!”
Barsha tak membiarkan sekejap pun waktu bagi Samoa untuk pulih kembali. Dia menyerap energi alam secara berlebihan, dan energi yang dilepaskan juga sangat besar. Jika buka karena latihan neraka dan juga artefak Heart Dragon, pasti dia sudah kehabisan energi yang begitu banyak keluar dari kekuatannya.
Dasatama masih saja melihat bahwa kekuatan Barsha mencengangkannya. Dia seperti melihat sosok Ganada muncul dari diri Barsha. Dia pernah bertemu dan menyaksikan sendiri bagaimana Ganada mampu menciptakan ilusi seolah seluruh tempat diisi oleh dirinya. Dia seperti terbagi menjadi ribuan orang, itu semua karena kecepatannya dan itu adalah kekuatan dari Ghost Speed tertinggi seorang asasin.
”Kamu harus bangga wahai saint Ganada, kamu telah menurunkan kekuatanmu pada cucumu, dan dia telah menjadi sosok yang kuat dan mampu bertarung dengan gagah berani!” Dasatama melihat pertunjukan itu dan kagum pada sosok ketua dari Pasukan Langit tersebut.
Saatnya ikut membantu, dia juga memahami bahwa Lima Gerbang bukanlah musuh yang mudah dikalahkan. Dia pasti sedang mengumpulkan energi kegelapannya kembali. Tubuh yang sekuat baja dan regenerasi yang melebihi kata normal. Meski dihancurkan dengan serangan yang cepat dan dahsyat, tapi kecepatan regenerasi Samoa memang mengerikan dan terus menyatu meskipun percikan dari tubuhnya terbang dan hancur disana-sini.
Regenerasi iblis!
Dasatama tak bisa tinggal diam, dia mengangkat pedangnya kembali. Energi yang meluap muncul di ujung pedangnya. Seperti menyedot kekuatan halilintar dari langit dan pedangnya semakin bercahaya dan penuh dengan kemilau membuat mata silau menatapnya.
”Sun Break!”
Dasatama memegang pedang dengan kedua tangannya, energi seperti meledak-ledak dan tak bisa ditahan lagi olehnya. Dia mengayunkan dengan pedang di samping kanannya, dan bergerak cepat sambil bersiap mengayunkan pedang yang sudah dialiri dengan kekuatan terkuatnya. Aliran energi internal dan alam telah menyatu dan menghasilkan damage super.
”Rasakan ini Samoa!”
Dasatama menerjang dan bersiap menghancurkan tubuh Samoa, ini kesempatan saat Barsha juga sudah menyerangnya dengan kecepatan yang luar biasa. Kini tiba saatnya kekuatan besar untuk menghancurkan tubuh Samoa dengan berkeping-keping!
Saat semakin dekat dan hanya berjarak dua meter saja. Dasatama mengarahkan pedangnya dengan damage yang super kuat, bahkan jika itu dihempaskan pada sebuah gunung, pasti gunung itu hancur menjadi debu.
Kekuatan yang dahsyat itu mendekati tubuh Samoa yang masih meregenerasi tubuh monsternya.
Blaarrr!
Wuuuussshhhhh!
Booooommmm!
Tubuh yang terkena pedang dari Dasatama hancur menjadi debu. Sayangnya itu bukan tubuh Samoa, melainkan tubuh Emas yang melihat Tuannya hampir saja dikalahkan oleh dua pendekar kuat. Dia melesat dan meninggalkan pertempurannya dengan Lao dan para pasukan dari Dasatama.
Emas meninggalkan Perak dan Perunggu, dia lebih melihat pada Samoa yang hampir saja dikalahkan. Dia melesat demikian cepat dan menghadang serangan pedang dari Dasatama hingga tubuhnya hancur. Kegelapan menyelimuti tubuh Emas hingga terakhir kali yang dilihatnya adalah cahaya yang berpendar-pendar dan semuanya hilang dalam pandangan terakhirnya.
Tubuh Emas hancur dan hanya menyisakan debu kegelapan dan itu semua tidak bisa menyatu kembali dengan regenerasi Blood Black. Hal itu karena untuk melakukan Blood Black, tubuhnya masih bisa dikontrol dengan baik. Namun, serangan dari Dasatama yang begitu kuat tadi sudah menghancurkan tubuhnya sebelum bisa dikontrol.
Tubuhnya pecah hingga menyisakan abu hitam dan uap yang menghilang. Di belakangnya, Samoa sudah sempurna melakukan regenerasi dan tubuhnya sudah kembali.
Mata Samoa menyala merah dan kekuatan hitam mengelilinginya, kekuatan gelap dan kemerahan sudah menjadi kekuatan barunya.
Dia melihat anak buah paling dekat dengannya mengorbankan dirinya, agar dia bisa melakukan regenerasi dan selamat dari pertarungan tersebut.
”HIIIIAAAA!”
Energi semakin meluap, energi hitam pecah. Samoa tidak lagi peduli, dia mengeluarkan kartu terakhirnya sebagai Lima Gerbang.
Demon Full Transform. Kekuatannya berlipat ganda, dia berubah lebih besar dan lebih besar lagi. Tanduknya berjumlah delapan dan tangannya membesar serta tubuhnya ikut membengkak. Kakinya berubah semakin panjang dan meninggi.
Pedang besar muncul di tangannya.
Wajah Samoa penuh dengan sisik, dia seperti kadal raksasa dengan kedua tangan dan kedua kaki yang bersisik pula. Tubuhnya jadi tebal seperti besi baja terkuat di dunia, napasnya menyemburkan uap panas dan energi kegelapan menyelimutinya.
Jika sudah berubah seperti ini, maka dia tidak bisa berubah menjadi manusia lagi, kecuali memakan waktu ratusan tahun.
”Kalian semua akan mati hari ini!” teriakan Samoa yang kini setinggi pohon besar itu, mampu menggetarkan siapa saja yang berada di sekitarnya. Benar-benar monster!
Barsha dan Dasatama mundur cukup jauh ke belakang sisi mereka masing-masing. Mereka pun bersiap kembali sambil mengumpulkan energi alam.