Pasukan Langit
Kebulatan Hati Raja
Paman Toda marah besar, ledakan energi pekat menyelubungi tubuhnya. Dia mengeluarkan soul transform. Masih kurang, dia meledakkan dirinya dengan kepekatan energi yang melimpah dalam tubuhnya.
Dia tak peduli lagi apakah fisiknya kuat atau tidak menampung kekuatan kegelapan dalam dirinya. Namun, dia mengingat bahwa Drakos sebelumnya sudah dikalahkan oleh Pasukan Langit. Tidak ada jalan kembali, jika dia kembali dan menyerahkan diri mungkin hanya nyawanya saja yang akan menjadi akibat dari pengkhianatannya pada aliansi bela diri.
Sudah tak ada lagi harapan!
HIIIIAAAAA!
Kekuatan gelap menyelimuti tubuh Toda, suasana pagi hari itu seperti malam di sekitar mereka. Kabut pekat sungguh membuat suasana merinding dan juga angin yang kencang menerpa apa saja seolah marah.
”Hentikan Toda! Semuanya masih bisa diperbaiki!”
Yomura berteriak kencang. Meskipun dia marah karena dikhianati adiknya itu, tapi kenangan bersama adiknya cukup menjadi pengingat baginya. Adiknya yang sejak kecil selalu bersaing dengannya. Meskipun begitu, Yomura sangat menyayanginya.
Hanya saja, sifat iri dan tamaknya memang selalu mencoba mencelakainya. Tak bisa dielakkan, penyesalan selalu terjadi di akhir kisah. Namun, saat ini, Yomura merasa bahwa jalan kembali untuk adiknya masih terbuka jika dia menyerahkan diri.
”Sudahi semua ini, Toda! Tubuhmu tak akan bisa menguasai kekuatan sebesar itu!”
Angin berputar mengelilingi Toda, angin itu pekat dan gelap. Wajah Toda diselimuti kesumat yang membara, dan sebesar itukah kebenciannya pada raja Hanusan yang merupakan kakaknya itu?
”Aku selalu diremehkan dan tidak pernah dihargai!” suara Toda berubah total, suaranya menjadi berat dan mengerikan. Suaranya bahkan sangat menyeramkan. Apakah Toda sudah kehilangan kendali pada tubuhnya sendiri.
Toda melihat kakaknya itu mencoba menghentikannya, tangannya terulur. Saat terakhir itulah, Toda masih bisa melihat cinta dan sayang dari Yomura untuknya. Tapi untuk apa? Semuanya sudah berakhir!
Toda sempat mengingat masa-masa kecilnya, meskipun usianya sudah tua. Hal yang paling indah adalah ketika berlatih bela diri dengan seorang guru. Mereka bertiga; Yomura, Toda dan Nadi. Nadi adalah adik paling kecil.
Mereka selalu riang dan bahagia. Di bawah terik mentari, mereka berlatih tak mau menyerah dan terus berusaha ingin menjadi kuat. Untuk menjaga perdamaian di kerajaan Hanusan. Mereka menerima hukuman ketika membolos berlatih dan tersenyum bersama.
Itu adalah saat-saat indah bagi Toda. Namun, waktu tidak bisa diputar kembali. Kenangan indah hanya bisa dikenang.
”Maafkan aku..., Kakak.”
Diantara pekatnya kabut hitam dan angin yang mendesis-desis. Ada airmata yang hampir saja jatuh dari pipi Toda yang sudah sepenuhnya mengubah tubuhnya menjadi mengerikan, dan diselimuti bayangan.
Sisik-sisik kuat muncul di seluruh tubuhnya, termasuk wajahnya. Ledakan energi terjadi dan kedua sayap kehitaman disertai tulang tajam menyembul dari lipatan-lipatan sayap gelap itu. Sayap itu mengepak mengerikan seperti kelelawar. Kaki Toda berubah seperti kaki panjang dengan cakar yang tajam berkilauan.
”Toda! Hentikan!”
Toda tak lagi mendengar. Dia sudah kehilangan kendali atas tubuhnya. Energi gelap seperti hendak menyerang dan melesat dari arah terbang Toda.
Woossshhhh!
Benar saja, Toda dari atas melesat kearah Yomura. Kecepatan itu tinggi, cakar-cakar tajam milik Toda kuat mencengkeram pedang hitam. Dia mengarahkan pedangnya pada Yomura.
Klang!
Benturan energi terjadi. Di atas Yomura, Nagada sudah bergerak sangat cepat dan menangkis sabetan pedang Toda. Kekuatan yang bertemu itu saling mendorong antara energi terang dan gelap.
Nagada merasa kalau ayahnya belum pulih benar, kekuatan Toda sudah mencapai kekuatan klimaks dari pecahnya kendali atas tubuhnya. Dia sudah seperti makhluk gelap yang mengerikan. Tenaga energi yang dihasilkan juga sangat kuat. Nagada berusaha sekuat tenaga menahan serangan itu.
Nagada terdorong ke belakang sedikit demi sedikit. Benar-benar kekuatan yang sangat besar untuk dapat ditahan oleh Nagada.
”Menyingkir Ayah!” Nagada merasa tenaganya tak mampu lagi menahan desakan energi hitam milik pamannya itu. Dia menahan agar ayahnya segera menyingkir. Dia tak bisa menahan energi itu terus dan dia harus mengumpulkan energi kembali.
Yomura masih diam menatap ke atas, anaknya melindungi dirinya. Dia kini mulai sadar, adiknya Toda sudah tidak bisa kembali lagi akibat keserakahannya dan dia menyatu dengan energi kegelapan. Yomura harus bertindak sebagai seorang raja dan ayah, dia tidak ingin terpaku pada perasaannya lagi.
Sekarang, dia harus melindungi kerajaan, rakyat dan keluarganya. Tidak ada keraguan sebagai seseorang yang menjadi panutan dan raja. Bahkan, dia harus dilindungi sendiri oleh anaknya. Tangan Yomura bergetar, pedangnya ikut bergetar dan energi pun mulai menyelimuti seluruh tubuh Yomura.
Entah kenapa, dia seperti berada dalam sebuah lautan yang luas dan dirinya berdiri mengambang di tengah laut itu. Ada setetes cahaya dari langit yang bersinar terang dan jauh menetes pada lautan luas di bawah kaki Yomura.
Saat air itu menetes dan menyatu dengan lautan di bawah Yomura.
Splash!
Mata Yomura, Raja Hanusan itu terbuka dan matanya menampakkan cahaya yang terang. Energi meledak dari tubuh Yomura, dan bahkan seperti kejut energi yang pecah dari tubuh Yomura berkali-kali.
Siapapun yang berada di sekitar Yomura akan merasakan energi yang terus meledak-ledak dari tubuh Yomura tersebut.
Tubuh hitam Toda bahkan sampai terdorong ke belakang, dan serangannya pada Nagada kendur sehingga membaut Nagada dapat menangkal serangan itu dan membalik keadaan. Nagada dapat menarik pedangnya dan mundur karena tidak ada lagi tekanan dari Toda kepadanya.
Itu semua efek dari kekuatan ledakan dari Yomura, kekuatan ayah! Nagada kaget dan melihat ayahnya yang kini terlihat sedang mempersiapkan diri untuk menyerang balik pada Toda.
”Mundur Nagada! Biarkan Ayah yang menyelesaikannya!” energi tipis mulai menyelubungi seluruh tubuh Yomura.
Nagada tak berani membantah. Sepertinya, ayahnya akan serius dalam pertarungan ini dan mempertaruhkan kehormatannya sebagai seorang raja dan kepala keluarga. Nagada sangat paham watak ayahnya, jika dia sudah mengambil keputusan dan memutuskan sesuatu, maka dia tidak akan tergoyahkan lagi.
Nagada mundur dan turun ke tanah dan mendekati dua rekannya; Sanjo dan Yara.
Mereka kini percaya untuk menyerahkan urusan terakhir pada raja Hanusan, Yomura. Kekuatannya juga sudah disiapkan. Mereka memahami bahwa ledakan kekuatan yang sebelumnya itu merupakan kekuatan yang cukup untuk menghadapi Toda.
Pertanyaannya, itu adalah kekuatan yang besar dari seorang yang sudah dua tahun tak sadarkan diri.
Atau memang benar, kekuatan itu dari air pemurni jiwa yang dapat membuka segel kekuatan jiwa seseorang. Air itu? Darimana air pemurni jiwa yang sebelumnya dibicarakan oleh raja Yomura tersebut?
Sungguh air yang hebat jika memang benar efeknya bisa membuka kekuatan seseorang lebih dalam lagi. Artinya, jika memang ada air yang memiliki efek luar biasa seperti itu, seharusnya itu menjadi rebutan para seniman bela diri. Dan, bagaimana Aji memilikinya dan memberikannya cuma-cuma kepada Nagada?