Pasukan Langit

Pedang yang Menyatu dengan Jiwa

Yara meliuk dengan kecepatan tinggi, dua orang menghadangnya karena melihat arah gerakannya. Yara menerjang dan menurunkan tubuhnya ke bawah, hal itu tak diduga oleh kedua prajurit yang menghadangnya.

Yara segara melesat sambil menunduk dan pedangnya menebas kedua perut prajurit itu, dan melewati celah kedunya. Saat melewati keduanya sudah roboh ke tanah.

Para prajurit yang lain mulai gemetar melihat kekuatan dan kecepatan Yara. Dia seperti penari yang licin lagi mengerikan.

Mereka mengeluarkan energi hitam meskipun kecil, hal itu membuat mata Yara menyala dan dia pun mengangkat pedang tipis panjangnya ke atas. Tujuh prajurit inti yang tersisa yang melawan Yara, mereka seperti kerasukan dan mata mereka bersinar pekat.

Para prajurit itu maju, Yara memundurkan satu kaki kananya ke belakang. Dia menggenggam pedang tipisnya dengan kuat. Dia berputar ke depan sembil melesat.

”Shadow Dance Ultimate!”

Entah apa yang terjadi, gerakan meliuk Yara seperti memenuhi tempat. Semua sisi seolah terisi dengan kecepatan tubuh Yara, kilatan cahaya seperti retakan halilintar yang menciptakan aliran saling tersambung.

Yara memenuhi tempat dan melewati tujuh pasukan inti dari Toda itu, dan sudah berada di belakang tujuh prajurit itu dan pedangnya sudah luruh ke samping kanan bawah. Pedang tipis itu bergoyang dan menguapkan air hitam dan asap tipis hitam.

Saat asap hitam itu mulai hilang, tujuh orang prajurit inti berjatuhan satu persatu. Dan mereka semua tak lagi bergerak.

Bruukkk!

Sraaakkk!

Mata Yara melirik sejenak, dia pun menggerakkan pedangnya dan menyarungkannya kembali dalam sarung pedangnya.

Di sisi lain, Sanjo sudah bergerak dan memutar di udara, empat orang sudah diselesaikan dengan dua trisulanya bergantian dengan cepat. Sanjo terkenal dengan kelincahan tendangan dan pukulannya. Karena melihat hal itu, pejuang Jiro menyarankannya untuk memakai trisula karena gagang dari trisula itu menyatu dengan pergelangan tangan Sanjo saat bertarung.

Hal itu sangat efektif, pukulan Sanjo jadi memiliki damage kuat karena bisa langsung melumpuhkan musuh. Apalagi, bahan yang digunakan untuk membuat trisula saat di perguruan Bangau Emas dan dirancang oleh Rakuta saat itu memiliki tingkat logam terkuat dan juga elemen sihir di dalamnya.

Pembuatan senjata yang dimiliki para Pasukan Langit saat ini, memang sudah dibuat dengan motode khusus untuk menghadapi pasukan kegelapan. Elemen sihir di dalamnya juga memperkuat kekuatan dan menekan kekuatan sihir kegelapan.

Enam orang prajurit tersisa dan ada kabut pekat hitam di tubuh mereka. Mereka menyerang dengan pedang dan tombak mereka. Sanjo maju dan menendang dua tombak untuk memperpendek jarak serangannya. Dia adalah tipe serangan jarak pendek, damage serangannya yang kuat adalah kelemahan bagi mereka yang sudah berada dalam jangkauannya.

Saat dua tombak melayang, jarak Sanjo dan para prajurit itu sangat dekat. Mereka segera melihat jarak yang dekat dan mengayunkan pedang-pedang para prajurit itu kepada Sanjo dan mencoba menghadangnya.

Saat pedang bersiap menghadang terjangan dari Sanjo, mereka semua terlambat karena dalam hitungan sekejap. Sanjo mengerahkan kekuatan kecepatannya dan ledakan energi seperti membuat mata mereka buyar dan gerakan mereka menjadi lambat.

”Ultimate Cross Speed!”

Tubuh Sanjo berputar bagai putaran, angin meledak dan serangan trisula di kedua tangan Sanjo menghancurkan apapun di sekitarnya dengan damage besar. Enam orang terpelanting ke segala penjuru dengan luka serangan energi yang besar.

Semuanya terpental dan tak bangun lagi, ada yang menabrak dan terbang ke atas, ada yang terserat di tanah dan ada yang membentur dinding. Semuanya tak bangun lagi dan menyisakan energi tipis gelap yang menyisa keluar dari tubuh mereka.

Sanjo menatap ke atas sejenak, sudah selesai? Sanjo pun memutar dua trisula di tangannya dan memasukkan ke persilangan di punggungnya. Di sana, ada tempat wadah yang sangat dia hapal untuk tepat memasukkan kedua trisulanya.

Klap!

Kedua trisulanya sudah masuk ke wadahnya, dan dia pun duduk sejenak dan memperhatikan perang di ujung sana antara rekannya, Nagada dengan lima penasehat yang sepertinya juga hampir berakhir.

Benar saja, di ujung sana para penasehat semakin brutal menyerang Nagada. Dia sedang terdesak dari berbagai sudut dan dia mengeluarkan tameng energi, untuk menghalau serangan bertubi-tubi dari lima penasehat yang sudah menunjukkan kekuatan hitam pada diri mereka.

Ada satu hal rahasia dimana pelatihan yang dilakukan oleh pejuang Jiro pada Nagada. Dia adalah seorang yang sangat menyukai pedang, meskipun begitu. Kekuatan sihir dari Nagada sangat kuat.

Pejuang Jiro pun memberinya latihan khusus untuk menyatukan pedang menjadi dirinya sendiri. Itu adalah teknik tinggi dalam pedang. Pedang yang menyatu dengan jiwa kita sebagai orang yang menggunakan pedang.

Saat pedang sudah menjadi bagian dari jiwa kita, saat itulah kekuatan pedang menjadi tidak lagi bisa dikendalikan dengan tangan atau tubuh fisik. Melainkan dikendalikan sebagai bagian dari organ tubuh kita.

Latihan keras yang sudah dilatih oleh Nagada, sudah saatnya menunjukkannya pada pasukan kegelapan. Betapa mengerikannya kekuatan aliran putih yang didapatkan dengan kerja keras dan latihan tanpa henti. Mereka bisa jauh lebih kuat ketimbang kekuatan kegelapan yang didapatkan dengan jalan pintas dan menghalalkan semua jalan kotor.

”Sword Soul Destroy!”

Mata Nagada bercahaya dan ada sorot kecil-kecil cahaya yang keluar dari tubuh Nagada. Seperti ada sorot matahari yang menyala dari tubuh Nagada. Sorot cahaya itu menembus setiap celah yang menyeruak diantara lima serangan dari para penasehat yang terus memborbardir Nagada.

Sorot cahaya itu semakin banyak, tubuh dan pedang Nagada bercahaya dan menyilaukan pandangan. Dari jauh, Yomura melihat hal itu meskipun sedang bertarung dengan Toda. Dia bangga bahwa anaknya sudah mengalami peningkatan yang sangat besar.

Bahkan, bertarung dengan seimbang dengan lima penasehat sudah merupakan prestasi yang besar di usianya yang masih muda.

Ledakan energi yang kuat itu bahkan mementalkan kelima penasehat, yang bahkan sudah menggunakan Soul Transform. Ledakan energi itu sangat besar, para penasehat bahkan sudah bertahan tapi mereka masih terpental karena dorongan energi besar itu.

Saat kelima tubuh para penasehat yang berjumlah lima itu terpental, tiga orang terpental ke sisi masing-masing namun ke atas. Sementara dua lainnya terpental ke samping sejajar dan kaki mereka kesulitan untuk menahan dan menginjak tanah, tetap saja tubuh mereka terdorong ke belakang.

Melihat hal itu, Nagada melepaskan pedangnya dari genggaman. Pedang itu terbang perlahan melayang ke udara. Mata Nagada pun terlihat bercahaya. Nagada memejamkan matanya sejenak dan melihat ke lima penasehat yang tepental dengan jarak dan posisi yang sudah dikonfirmasi olehnya.

Pedang Nagada pun memancarkan cahaya, saat itu, Nagada menggerakkan kedua tangannya cepat dan seperti bergerak kesana kemari. Seperti sedang memainkan sebuah permainan dengan mengontrol sesuatu dari jarak jauh. Saat selesai.

Wuuusshhh! Srriinnnnnggg!

Dengingan pedang melesat dengan sangat cepat ke seluruh penjuru tempat. Pedang terus melayang dengan kecepatan tinggi, menciptakan bayangan. Pedang terus melayang, dan Nagada menghilangkan pecahan cahaya dan kilatan senjata bertubi-tubi meledak di udara dan di samping Nagada. Kelima penasehat mendapatkan serangan pedang dari seluruh penjuru, dan menembus seluruh tubuh mereka dan juga diiringi sabetan pedang.

Klang!

Sriiingg!

Kilatan pedang dan cahaya yang berpendar-pendar memenuhi sekeliling Nagada. Dan tangan kanan Nagada ditarik, cahaya pun kembali dan itu adalah pedang yang sempurna kembali ke genggaman tangan Nagada. Dan sekejap ledakan berbarengan di seluruh tempat dan terutama di tubuh setiap dari para penasehat.

Mereka semua jatuh dan roboh diiringi dengan Nagada yang memutar pedangnya, dan menyarungkannya kembali ke wadahnya.

Selesai. Nagada melihat para penasehat jatuh dan percikan energi memenuhi pandangan, serta asap kehitaman keluar perlahan hingga menghilang dari tubuh-tubuh para penasehat. Mereka semua sudah dijatuhkan dan terkulai di tanah tanpa bergerak lagi.

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!