Pasukan Langit
Alex Tak Punya Kehendak Sendiri
Malam hari, sebelum tiga anggota Pasukan Langit pergi dari kediaman penasehat Alex.
Dua sosok yang menutupi wajah mereka keluar. Kemampuan Stealth mereka aktifkan sehingga tidak ada yang menyadari keberadaan mereka. Mereka mengendap dan mengikuti sebuah bayangan, yang baru saja menyelidiki tempat tidur tamu dari Pasukan Langit.
Kedua bayangan itu adalah Aji dan Barsha yang sudah mengenakan penutup kepala. Mereka langsung keluar, mengikuti bayangan yang baru saja mengintai kamar mereka. Barsha sangat mahir menggunakan kemampuan shadow stealth, itu adalah kemampuan untuk menyembunyikan diri sepenuhnya.
Keduanya terus mengikuti arah pergerakan dari sosok hitam tersebut. Itu pasti adalah salah satu dari pasukan kegelapan. Aji sangat memahami bagaimana energi dari setiap orang yang menggunakan energi kegelapan. Aji dan Barsha mengikuti dari balik pohon, mereka terus melewati beberapa rumah, hingga mereka sampai di sebuah kediaman di pinggir sebuah sungai.
Sosok yang diikuti oleh Aji dan Barsha turun di depan kediaman itu dan dia mengetuk pintu. Beberapa saat kemudian pintu terbuka dan sosok itu pun masuk.
Barsha dan Aji saling mengangguk dan melompat kearah genting rumah itu dan memastikan, kenapa sosok itu sebelumnya harus mengawasi mereka. Pasti ada sesuatu dan itu pasti berhubungan dengan penyelidikan mereka saat ini.
Kemampuan stealth mereka sangat sempurna, kemampuan menyembunyikan diri bahkan mereka pun sama dengan sebuah bayangan semata. Barsha tentu lebih heran, Aji mampu menggunakan kemampuan seperti seorang assassin.
Barsha merasa bahwa Aji memang sangat misterius, mulai dari kemampuan hingga asal-usulnya. Meskipun dia pernah mengatakan kepada beberapa anggota Pasukan Langit yang lain, bahwa dirinya adalah murid dari Tiga Legenda. Apakah hal itu masih bisa untuk dipercaya?
Melihat kemampuan dari tingkat assassin kali ini pun, membuat Barsha kembali mulai percaya jika Aji memang pernah menjadi murid dari Ganada, kakeknya.
Mereka pun mengintip dari atas rumah, mereka masuk dan melesat dan meneliti setiap ruang di dalam kediaman itu. Hingga, mereka menemukan sebuah ruangan di mana ada dua orang wanita yang berbaring. Dan, satu orang lelaki yang menjaga mereka dan tertidur sambil duduk di dekat ranjang wanita yang tengah berbaring.
Bukankah itu?
Keduanya, Aji dan Barsha terkejut. Dua wanita yang terbaring di kamar tidur itu adalah Morina dan Nurma. Bagaimana bisa? Barsha sendiri masih penasaran dengan teka-teki di depannya ini. Namun bagi Aji, dia sudah memahami situasi itu sekarang.
Energi gelap yang tadi siang dirasakannya, memang berasal dari wanita yang menjadi isteri dari penasehat Alex dan juga puterinya yang bernama Naura.
Artinya, dua wanita yang selama ini selalu berad di samping penasehat Alex, adalah sosok yang menyamar menjadi mereka. Mereka pasti sedang memainkan peran mereka dan ada tujuan di balik itu semua. Data senjata yang dipesan melalui Nasura menjadi hal yang bisa diungkap, bahwa ada keterlibatan penasehat Alex pada pasukan kegelapan Lord Demon.
Namun, belum bisa dipastikan kerja sama dalam bentuk apa hubugan mereka.
Aji memberi tanda pada Barsha untuk pergi meninggalkan tempat itu. Barsha pun mengerti, mereka melesat di kegelapan malam. Barsha yang masih penasaran akhirnya bertanya pada Aji.
”Menurutmu, apa yang terjadi sebenarnya Aji,” Barsha bertanya setelah keduanya berada di kediaman mereka. Sebelum berpisah di kamar mereka masing-masing.
”Dua orang keluarga penasehat Alex yang terus bersamanya sepanjang hari ini adalah palsu. Mereka berasal dari pasukan kegelapan.”
Barsha pun merasakan hal itu, tapi belum berani memastikannya.
”Lalu..., bagaimana besok kita akan mengungkap hal itu?” Barsha bertanya pada Aji.
”Jika kamu memang ingin mengungkapnya, maka besok saat kita akan berangkat. Pisahkan cucu dari penasehat Alex dari kedua wanita yang menyamar itu. Selanjutnya, aku akan menyerang mereka.”
Penjelasan Aji itu cukup bisa dipahami oleh Barsha. Artinya, jika dia harus memutuskannya. Jika mau mengungkap rahasia dari penasehat Alex, maka keputusan harus dibuat oleh Barsha. Dia akan mengambil cucu Alex dari tangan wanita yang menyamar menjadi puteri dari Alex. Jika Barsha melakukan hal itu, maka Aji akan mengikuti arahannya.
”Keputusannya ada di tanganmu Ketua, aku akan mengikuti apa yang menjadi keputusanmu.”
Aji pun berpamitan. Barsha pun akhirnya masuk ke kamarnya, dia berpikir jernih untuk beberapa lama. Dan, dia pun mengambil keputusan esok hari untuk melakukan apa. Di sisi lain, Aji masuk ke kamar dan dia tidak tidur. Dia duduk bersemedi mengumpulkan energi dan menciptakan kedamaian di dalam pikiran dan hatinya, di dalam raga dan jiwanya. Hal itu penting bagi seorang seniman beladiri.
Besok, pertarungan akan dimulai.
***
”Apa yang kamu lakukan Aji?” Nora ikut mengangkat pedang besarnya. Dia bukannya membela Aji melainkan berada di sisi penasehat Alex. Dia bersiap menghadapi Aji, dia tak peduli lagi dengan statusnya sebagai Pasukan Langit.
Dia ingin berjuang bersama dengan orang yang sudah memberinya kehidupan baru saat kecil. Itu adalah semangat baginya untuk terus berjuang.
”Aku akan berjuang bersamamu Tuan Penasehat,” kata Nora sambil menyalurkan energinya pada pedang besar yang digenggamnya dengan kuat.
Aji pun tak memiliki ekspresi ragu, di tangan kirinya tongkat diputar dan dia maju menyerang. Nora menangkis pukulan tongkat Aji dengan pedang besarnya.
Klaanngg!
Suara pedang dan ujung tongkat berbenturan, energi terpencar. Penasehat Alex juga menyerang pada Aji dengan pukulan kuatnya. Tangan kanan Aji ditarik dan dia pun menahan serangan pukulan dari penasehat Alex. Energi tertahan dan mereka saling mendorong. Aji menahan dua kekuatan dorongan energi sekaligus.
Namun, Aji tidak mundur sama sekali.
Aji tidak menjelaskan apapun pada Nora, dan membiarkan lelaki dengan pedang besar itu menyerangnya bersama-sama dengan penasehat Alex. Aji sendiri ingin melihat perkembangan yang sudah dikembangkan oleh Nora.
Aji berputar dengan tongkatnya, dia menghindari kedua serangan pedang dan mempercepat putaran gerakannya. Ada celah terbuka yang akhirnya bisa membuat Aji memukul punggung Nora dengan ujung tongkatnya.
Bug!
Energi yang dikeluarkan Aji tidak terlalu besar tapi mampu membuat Nora tersungkur ke tanah. Nora pun menahan rasa sakit. Penasehat Alex pun menyadari bahwa pemuda bernama Aji memang bukan pemuda sembarangan. Dia melihat gerakannya yang gesit, mungkin benar bahwa para pemuda akan menggantikan orangtua. Alex pun mampu tersenyum di sela pertarungan ini, karena melihat kemampuan Aji yang potensial.
Tidak menyesal baginya jika dia meninggal, dan meninggalkan para pemuda yang kuat untuk melindungi kebenaran. Sepertinya, para Pasukan Langit sudah mencium kecurigaan sehingga penasehat Alex menyadari kenapa mereka bertiga harus datang ke kediamannya. Itu semua tak lain untuk menyelidiki hal itu.
Soal pemesanan senjata olehnya kepada Nasura.
Penasehat Alex bangga akan kerja keras para Pasukan Langit. Mereka sangat sigap dan tak peduli siapapun yang terlibat Mondu, pada akhirnya dirinya sendiri sampai menjadi target mereka. Namun, Alex juga berpikir bahwa mereka belum tahu masalah yang menimpanya. Mereka hanya tahu bahwa dirinya akan membantu pasukan kegelapan.
Bagi penasehat Alex, ini semua seperti dilema. Dia seolah seperti fisik yang tak punya kehendak dan terpaksa menuruti kemauan para pasukan kegelapan. Kini, dia pun harus bertarung dengan para Pasukan Langit. Mau tak mau, dia harus mengikuti perintah itu.
”Sword Dragon!”
Pedang penasehat Alex memancarkan energi yang pekat, dua sayap energi muncul di punggungnya. Itu tandanya, penasehat Alex akan serius menghadapi Aji.