Pasukan Langit

Aji Menyerang Tiba-tiba

Pagi hari setelah sarapan, ketiga Pasukan Langit bermaksud pamit pada penasehat Alex untuk kembali ke kantor mereka, dan menjalankan tugas kembali. Mereka di ruang besar sebelum keluar dari gerbang.

Penasehat Alex mengantarkan mereka. Sebelum sampai di gerbang mereka sempat berbincang.

”Terima kasih atas penghormatan dari tuan Penasehat. Saya dan Pasukan Langit akan selalu mengingatnya,” Nora memberi salam dan menangkupkan kedua tangannya dengan baik.

”Saya senang bisa melayani Pasukan Langit, kapan saja kalian berkenan untuk mampir maka pintu kami selalu terbuka untuk kalian,” penasehat Alex juga memberi salam penghormatan balik pada Nora, dan juga pada Barsha dan Aji.

Pasukan Langit masih belum pergi, hingga dua orang dari dalam kediaman muncul dan berjalan kearah mereka. Anak perempuan kecil masih digendong oleh wanita, wanita yang merupakan puteri dari penasehat Alex.

Mereka bertiga mendekati penasehat Alex dan juga para anggota Pasukan Langit untuk mengantar mereka kembali bertugas. Anak perempuan dalam gendongan Nurma itu menangis. Cucu dari penasehat Alex mungkin lelah atau mengantuk.

Penasehat Alex berusaha untuk menggendong cucunya itu, tapi Nurma menolaknya dan mengatakan bisa menenangkannya. Ada kekecewaan sejenak dalam wajah penasehat Alex yang cukup terlihat.

Saat anak perempuan itu semakin kuat menangis, Barsha maju ke depan dan memajukan kedua tangannya untuk mencoba menenangkan anak perempuan itu. Si ibu, atau Nurma agak ragu tapi Barsha semakin mendekat. Anak perempuan itu pun seolah menghulurkan kedua tangannya ingin diajak oleh Barsha.

”Anak cantik, ayo ikut Bibimu,” senyum Barsha nampak tulus dan dia terlihat sangat gemas pada anak perempuan itu.

”Biarkan dia bermain sejenak dengan bibinya Nurma,” Morina yang merupakan Ibu dari Nurma itu seolah mengizinkan hal itu. Gadis itu mungkin sangat ingin menggendongnya sejenak, sebelum kembali ke kantor Pasukan Langit.

Nurma pun menyerahkan puterinya yang masih menangis itu pada Barsha, saat Barsha menggendongnya dan menaruhnya di dekapannya. Anak perempuan kecil itu tiba-tiba berhenti menangis. Barsha pun merasa dekat dengan anak kecil itu dan membawanya berjalan, sambil berbicara kepada anak itu dan memberi sebuah cerita.

Barsha berjalan agak menjauh, dan menunjukkan pepohonan dan burung yang berada di udara kepada anak perempuan itu. Mereka pun terlihat akrab dan anak perempuan itu sudah berhenti menangis.

Di saat Barsha menjauh dengan anak perempuan itu, Aji menggunakan kekuatannya dengan cepat dan melesat ke arah penasehat Alex. Ada apa dengan Aji, dia menggunakan kekuatan yang menyelimuti tubuhnya. Energi meluap dengan daya serangannya yang cukup kuat.

Nora sendiri kaget dan tak menyangka bahwa dari sampingnya tadi, Aji melesat dan menyerang tiba-tiba. Dia bingung apa yang dilakukan oleh Aji. Aji melesat, dan penasehat Alex pun kaget dan langsung bersiaga dan bersiap menahan serangan dari Aji tersebut.

Saat Aji mulai mendekat, dia tidak menyerang penasehat Alex melainkan kedua perempuan yang merupakan isteri dan puteri dari penasehat Alex. Ada apa sebenarnya? Nora sendiri tak habis pikir apa Aji sudah gila!

Pukulan Aji mengarah pada Morina, Morina pun menahan pukulan Aji dengan kedua tangannya yang membuka ke depan. Namun, serangan Aji cukup kuat sehingga Morina terpental beberapa meter, meskipun sudah menggunakan energi defense yang kuat.

Saat Morina dapat dipentalkan, Aji mengayunkan tangan kirinya dan membuat gerakan tolakan sehingga dia bisa melesat menuju Nurma, yang merupakan puteri dari penasehat Alex. Gerakan itu cepat dan penuh energi, Aji menarik tangan kanannya ke belakang dan menyerang Nurma dengan kepalan energinya.

Wooosssshhhhh! Duag!

Nurma menyilangkan kedua tangannya ke depan untuk menghadang serangan dari Aji. Serangan pukulan Aji pun tertahan, tapi Aji segera menambah daya ledak energi pukulannya dan Aji menekan energi kembali hingga membuat Nurma kewalahan.

Blaaaaarrrrr!

Ledakan terjadi, Nurma mundur dan terpental sehingga jatuh di tanah.

”Apa yang kamu lakukan Aji! Kamu menyerang wanita dan mereka adalah keluarga dari seorang penasehat Benua. Jelaskan alasanmu!” Nora tak terima dan marah pada Aji.

Morina memulihkan energinya dan berdiri, ”Apa yang kamu lakukan penasehat Alex. Jika kamu diam saja dan tidak membunuh mereka maka, nyawa mereka....”

Penasehat Alex seolah sedang dimarahi. Dia mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan pedangnya itu kepada Aji dan Nora. Nora semakin bingung, apa yang terjadi. Hal ini semua karena Aji telah menyulut amarah dari penasehat Alex. Aji memang gila, menurut Nora kenapa dia tiba-tiba menyerang wanita?

”Maafkan aku wahai Pasukan Langit, aku akan menghentikan kalian mulai dari sekarang!” cahaya energi nampak berkilauan di pedang penasehat Alex. Aji pun mengeluarkan tongkat dari balik punggungnya. Keduanya bersiap, pedang dan tongkat akan bertemu sebentar lagi.

”Kerahkan kemampuanmu Penasehat Alex. Kita akan tahu siapa yang akan kalah hari ini,” ucap Aji dengan nada dingin.

Aliran energi mulai membuat sekeliling mereka terpengaruh, Aji melesat dan penasehat Alex menghadangnya. Benturan terjadi, dentuman energi pedang dan tongkat bertemu di segala sisi dan mencoba mendesak lawan.

Aji memutar tongkatnya, penasehat Alex menangkis setiap kali ujung tongkat Aji berusaha mengenai tubuhnya.

Klang!

Kling!

Klang!

Nora yang masih menyaksikan mereka bertarung masih belum bisa percaya dengan apa yang terjadi. Meskipun angin energi membuat tubuhnya bergetar karena efek pertempuran itu, dia masih bingung hendak melakukan apa.

Nora pun melihat ke sisi dimana ketua Pasukan Langit, atau Barsha masih menggendong anak perempuan kecil dalam dekapannya. Dia juga diam saja dan malah mencabut salah satu belatinya, Barsha mau apa dengan mengeluarkan belatinya itu?

Dua wanita; isteri dan puteri dari penasehat Alex mengeluarkan senjata dari balik punggung mereka, pedang yang berukuran pendek. Mereka bersiap untuk maju dan melawan Barsha. Apa-apaan sebenarnya ini? Kenapa Barsha menculik anak perempuan itu dari ibu dan neneknya. Kini, mereka berdua pasti ingin menyerang Barsha dan merebut anak itu kembali.

Sial!

Nora benar-benar kebingungan. Apa yang sebenarnya terjadi? Dua orang wanita, Morina dan Nurma menyerbu Barsha. Mereka menyerang dengan pedang pendek mereka, dan menerjang kanan dan kiri dari Barsha.

Barsha sangat gesit, meskipun sambil menggendong anak perempuan, namun gerakannya hanya sedikit terhambat dan masih bisa menghindari serangan-serangan itu dengan mudah. Salah satu penjaga masuk dan mendekati pertarungan itu. Dia heran kenapa terjadi keributan seperti ada pertarungan.

Barsha melihat hal itu, dia melompat terbang ke atas dan langsung menuju penjaga itu. Dia memberikan anak perempuan itu ke dekapan penjaga itu.

”Tolong jaga dia baik-baik, di sini berbahaya!”

Penjaga itu pun bingung, dia hanya langsung refleks menjaga anak perempuan yang merupakan cucu dari penasehat Alex yang menjadi tuannya. Dia pun mundur dan menjaga anak perempuan itu baik-baik.

Barsha berbalik dan menerjang kedua wanita yang kembali menyerang kearahnya.

Syuuuuuuuunggggg! Brush!

Pertarungan sengit di dua sisi, dan Nora masih belum bisa berpikir jernih. Apa yang terjadi saat mereka hendak berpamitan?

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!