Pasukan Langit
Keluarga Penasehat Alex
”Tolong jaga Nora dengan baik, dan latih dia agar lebih kuat,” penasehat Alex meminta hal itu pada Barsha dan Aji. Nora sendiri masih asyik bersenang-senang, dan bahkan berlatih tanding mainan dengan para murid-murid dari penasehat Alex.
”Tapi Tuan penasehat, kami...” suara Barsha seolah keberatan dengan hal itu.
”Kami akan menjaganya dengan baik, anda tidak perlu khawatir,” Aji memutus ucapan dari Barsha itu, ”Dia sangat ingin berjuang bersama anda, dia sangat mengidolakan anda. Semoga, anda selalu mengingat hal itu.”
Penasehat Alex agak terdiam sejenak, perkataan Aji barusan itu seolah adalah ultimatum dan perintah. Entah kenapa, penasehat Alex yang merasa sudah tua itu seolah menjadi seorang pemuda di hadapan Aji. Seolah, Aji adalah orang yang jauh lebih tua darinya.
”Akan saya ingat itu, Wakil ketua Pasukan Langit.”
Barsha tak mengerti, bagaimana bisa Aji seolah kurang hormat pada penasehat Alex. Namun, penasehat Alex juga tidak merasa canggung dan hormat pada Aji.
”Kami tahu anda mengalah tadi, hal itu agar Nora bisa bangga karena bisa menunjukkan kekuatannya pada anda. Saya mengapresiasi tindakan anda tersebut,” Aji kembali mengatakan hal yang tidak disangka oleh penasehat Alex.
Pemuda itu, Aji, dia benar-benar bukan orang biasa. Bahkan, kekuatan yang disembunyikannya mampu dibaca baik olehnya. Dia memang tak meneruskan latih tandingnya pada Nora tadi, dan dia memang belum mengeluarkan kemampuan terkuatnya.
”Pengamatanmu bagus juga, Aji. Kamu pemuda yang berbakat,” kata penasehat Alex.
Aji pun tersenyum, ”Perlu anda catat juga, Nora sudah jauh berbeda sebelum masuk ke Pasukan Langit. Dia tadi juga belum mengeluarkan kekuatan tertingginya. Dia sudah berkembang dengan pesat!”
Mereka pun tersenyum, Nora juga belum mengeluarkan kemampuannya. Itu hanyalah latih tanding biasa. Mereka menyimpan kekuatan mereka. Nora sendiri hanya ingin memastikan apakah ada kekuatan hitam dalam bela diri yang dikeluarkan penasehat Alex. Nyatanya hal itu tidak ada.
Berbeda dengan Aji, dia melihat bahwa penasehat Alex tidak memiliki energi kegelapan dalam dirinya, ketika dia melihat energi yang hidup dalam kekuatan Alex. Namun, dia merasakan ada energi kegelapan yang berada di sekeliling Alex.
Aji sendiri belum memastikan, pengaruh seperti apa yang ada pada diri penasehat Alex dari pasukan kegelapan. Aji masih mengamatinya terus.
Matahari sudah meninggi, saatnya makan siang.
Seorang wanita datang dengan pakaian sederhana, wanita yang sudah cukup tua. Wanita tua masih terlihat cantik, dia menggulung rambutnya ke belakang. Dia memakai pakaian yang sopan. Wanita itu memberi salam kepada Aji, Barsha dan juga Nora.
”Suamiku, saatnya makan siang. Ajak para tamu makan bersama sekalian.”
Kata wanita itu kepada penasehat Alex. Wanita itu pun pergi setelah berpamitan pada semuanya. Ada ekspresi yang berbeda dari wajah penasehat Alex, tapi tidak ada orang yang menangkap hal itu. Aji dapat melihat perbedaan wajah penasehat Alex tersebut.
Penasehat Alex seolah tak suka diganggu, ketika sedang mengobrol dengan tamu-tamunya.
Alex pun memperkenalkan bahwa wanita tadi adalah isterinya. Setelah itu, penasehat Alex meminta mereka untuk masuk bersama dan makan siang. Para murid-murid pun diminta oleh penasehat Alex, untuk makan di ruang belakang seperti biasanya. Kemudian setelah itu mereka bisa pulang untuk hari ini.
Murid-murid kecil itu menuruti perintah dari penasehat Alex, dan berpamitan pergi undur diri. Mereka juga berpamitan pada Pasukan Langit terutama Nora.
Mereka berjalan mengikuti penasehat Alex, ke arah ruang tengah dimana makanan sudah disiapkan untuk mereka makan bersama. Mereka melewati taman yang terawat dengan baik dan ada beberapa pohon besar yang juga dijaga kerapihannya.
Penasehat Alex termasuk orang yang rajin dalam hal menata ruangan di dalam kediamannya. Dia juga sudah jarang menjalankan tugas, kecuali jika memang ada hal mendesak dan membutuhkan bantuannya. Dia bertugas saat mendapatkan panggilan sebagai penasehat benua, untuk memutuskan dan memberi saran pada suatu hal, yang berhubungan dengan kebijakan di benua Emerald.
”Hari ini anda tidak ada tugas dari pemerintahan?” tanya Nora sambil berjalan bersejajar dengan penasehat Alex.
Alex pun menjawab hari ini tidak ada tugas, tidak ada panggilan dari kota Elenoir. Jadi, dia bisa bersantai dan mengajari anak-anak di sekitar kediamannya untuk berlatih bela diri.
Nora senang mendengar apapun yang diceritakan oleh penasehat Alex. Kehidupan yang damai dan dia juga terus bersemangat dalam hidupnya pasca tugasnya selesai di asosiasi bela diri. Alex selalu membela kebenaran di banyak tempat, dan menjalankan misi yang diberikan padanya semasa mudanya.
Sepanjang ini, Nora tidak menemukan apapun yang mencurigakan. Dan dia lega, karena dia kini yakin bahwa penasehat Alex, tidak terlibat sama sekali dengan pasukan kegelapan.
Di meja makan, mereka melihat ada dua orang wanita yang menungu disana. Saat mendekat, salah satu dari mereka adalah isteri dari penasehat Alex, yang tadi datang kepada mereka. Satunya lagi masih terlihat dewasa dan sedang menggendong anak kecil, anak perempuan.
Penasehat Alex memperkenalkan bahwa wanita yang menggendong anak adalah puterinya, dan anak yang digendongnya adalah cucu dari penasehat Alex.
Keduanya memberi salam, mereka nampak ramah dan menerima tamu dengan baik. Nora sangat senang karena dihormati dengan baik. Mereka berdua, isteri dan puteri dari penasehat Alex meminta mereka untuk makan bersama dengan penasehat Alex sekalian. Keduanya lalu undur diri dan pergi ke belakang.
Mereka kini hanya berempat. Mereka masing-masing mengambil kursi di meja makan itu. Penasehat Alex meminta mereka untuk makan dengan baik dan tidak perlu sungkan. Anggap saja rumah sendiri, begitu pesan penasehat Alex.
Ada banyak hidangan, Nora sangat senang. Dia sangat suka dengan makanan yang dihidangkan. Barsha sendiri menghadap piringnya dan mengambil beberapa makanan, penasehat Alex mulai makan dengan lahap.
Aji pun ikut makan dan mengambil beberapa makanan dan menikmatinya. Nora dan Aji bahkan menggelengkan kepalanya, karena Nora amat menikmati makanannya bahkan menambah beberapa kali. Penasehat Alex pun tak keberatan dan bahkan meminta Nora, untuk menghabiskan makanan disana kalau memang dia suka.
Nora semakin bahagia, dan tak ragu lagi mengambil dan memakan yang dia sukai.
Mereka pun selesai makan. Penasehat Alex meminta mereka untuk menginap barang semalam di kediamannya. Nora pun tak menolak hal itu, tapi dia meminta persetujuan dari ketua dan wakil ketua Pasukan Langit.
Barsha dan Aji pun tak keberatan dengan alasan memberikan waktu yang cukup kepada Nora, untuk bisa bersama dengan penasehat Alex. Mereka sudah lama tidak bertemu, Nora sendiri hanya berlatih dan berlatih, untuk bisa membanggakan kekuatannya pada penasehat Alex.
Mereka pun memutuskan untuk menginap semalam, dan akan pergi besok siang untuk kembali melanjutkan tugas mereka kembali sebagai Pasukan Langit.
Mereka juga menyampaikan bahwa tujuan utama selain untuk mengantarkan Nora bertemu penasehat Alex. Mereka juga akan menjalin kerja sama yang baik di masa depan kepada semua penasehat, karena mereka tidak akan bisa bekerja sendiri. Mereka atau Pasukan Langit membutuhkan nasehat dari para penasehat di seluruh benua.
Kerja sama dengan semua penasehat di seluruh benua, akan membuat kerja dari Pasukan Langit akan mendapatkan dukungan manakala mereka melaksanakan tugas di semua tempat. Penasehat Alex pun menerima permintaan itu, dan siap untuk membantu semua kerja dari Pasukan Langit.
Malam harinya.
Sesosok bayangan dengan kemampuan stealth yang tinggi dan tidak terlacak oleh energi mengendap. Dia melihat dari atap dan mengintip dua kamar yang ditempati oleh tiga anggota Pasukan Langit. Kamar mereka bersebelahan dengan dipisahkan tembok. Mereka semua sedang tidur dan menggunakan selimut.
Wanita di kamar satunya sendirian dan di kamar sebelahnya, Aji dan Nora sudah terlelap tidur. Sosok itu kemudian melesat lagi dan pergi.
Seperginya sosok dengan kemampuan bayangan hitam itu pergi. Aji membuka matanya, dia bangun dan mengganti dirinya dengan bantal dan menutupinya dengan selimut. Dia keluar dan mendekati pintu kamar Barsha. Dia mengetuk pelan.
Sebentar kemudian, Barsha keluar, dia sudah bersiap dari tadi. Mereka saling mengangguk dan melompat dan menghilang di kegelapan. Mereka menggunakan kemampuan tertinggi seorang assassin, stelth dan menghilangkan energi serta keberadaan mereka.