Naura

43. Penasaran

Adam langsung pulang, bajunya masih basah. Dia membawa motor yang ada di hotel. Dia bergegas pergi ke rumahnya di kawasan perumahan. Rasa dingin masih tersisa menyergapnya.

Adam melepas pecinya yang sudah sempurna basah kuyup. Peci hitamnya pasti rusak kalau sudah terkena air. Harus beli lagi. Benar, peci hitam kalau sudah terkena air maka warnanya akan kusah keputih-putihan. Peci hitam memang tak boleh terkena air. Ya sudahlah! Nanti beli lagi, pikir Adam.

Seseorang memakai sebuah mobil melihat ke arah Adam dan mengikutinya. Itu adalah Rendra. Rendra sendiri merasa aneh dengan sosok pemuda desa yang sangat sederhana tersebut. Bagaimana Diandra bisa mencintai lelaki seperti itu?

Rendra pun penasaran dan mengikuti Adam dari belakang, dia harus bertemu dengannya dan melihat bagaimana sosok pemuda yang dicintai Diandra tersebut.

Sampai di sebuah rumah yang sederhana di perumahan tersebut. Adam menghentikan motornya dan mengamankannya. Dia pun masuk, saat memasuki rumah seorang wanita tua membuka pintu dan terlihat kaget melihat keadaan Adam itu. Pasti itu Ibunya.

”Kenapa bisa basah kuyup, Adam?” tanya wanita itu.

Adam pun menjelaskan apa yang terjadi dan mereka pun masuk ke dalam.

Rendra memarkir mobilnya di sudut depan rumah Adam. Dia turun dari mobil mewah tersebut. Dia jauh-jauh dari kota besar ibukota dan menyelidiki Diandra saat liburan. Dia selalu datang ke Mata Air Surga yang sedang dibangun sebuah kawasan yang di sekelilingnya dipenuhi suasana alam yang indah.

Rendra bahkan merasa tenang dan damai di kawasan tersebut. Berbeda dengan kawasan kota yang selalu ditemuinya setiap hari. Kali ini, dia sengaja datang untuk menyelidiki Diandra dan apa yang dilakukannya saat liburan.

Lelaki itu kemudian memasuki pelataran rumah Adam. Dia pun mengetuk pintu tersebut dan memberi salam.

”Assalamu’alaikum!”

Suara sahutan terdengar, dari wanita tua dan itu adalah Halimah. Halimah keluar dan membuka pintu. Seorang pemuda dengan baju yang terlihat mahal dan juga berkacamata. Halimah bingung, atau itu adalah tamu penting?

”Silakan masuk dulu, apakah anda mencari Adam?” tanya bu Halimah.

”Benar Bu.”

Rendra dipersilakan masuk, ruangan di ruang depan cukup bagus dan stylish. Itu adalah rumah yang didesain dengan baik. Ada tulisan kaligrafi Arab yang terlihat indah.

Bu Halimah masuk ke rumah dan mengatakan Adam masih bersih-bersih. Rendra pun mengatakan akan menunggu. Bu Halimah membawa minuman teh hangat untuk Rendra dan Rendra mengucapkan terima kasih.

Sesaat kemudian, Adam keluar dengan memakai baju kemeja dengan sarung dan peci hitam yang lain.

”Apakan Anda mencari saya?” tanya Adam setelah duduk.

Rendra tersenyum dan meminum teh yang sudah disediakan. Dia menaruhnya kembali.

”Saya datang dari Ibukota. Saya adalah ...,” Rendra sedikit bingung hendak mengatakan apa, ”Saya ...

Adam sepertinya mulai mengetahui apa yang dimaksud dengan arah pembicaraan lelaki itu.

”Siapa nama Anda? Nama saya, Adam,” Adam menghulurkan tangan kanannya.

Rendra sedikit gugup, dia biasanya adalah seorang Bos yang mewarisi perusahaan dari ayahnya. Tidak seperti biasanya, dia selalu berlagak dengan gaya seorang Bos. Dia sedikit ragu dan menjabat tangan Adam.

”Nama saya, Rendra.”

Adam tersenyum, ”Kita bicara di luar saja, saya akan mengajak anda ke tepian Danau. Di tempat spot paling indah yang ada di Danau Kenanga. Mari ...”

Rendra bingung dan mengikuti saja apa yang disebutkan Adam. Mereka pun menaiki mobil dan dalam waktu beberapa menit, mereka berada di dekat pohon jambu. Spot terindah yang selalu menjadi kenangan terindah antara Adam dan Naura. Kenangan paling indah dan paling menyakitkan.

”Duduklah!” Adam meminta Rendra untuk duduk di bawah pohon jambu dan menatap indahnya Danau Cinta, danau yang jernih airnya. Adam menyebutnya Danau Cinta.

”Apakah Anda datang kesini karena cinta?”

Rendra kaget mendengar hal itu. Dia sendiri datang untuk melihat dan memeriksa tentang Diandra. Hal itu karena dia diminta oleh keluarganya untuk berusaha mendekati Diandra. Diandra adalah anak kandung perempuan dari Tuan Hamid. Seorang yang memiliki tiga perusahaan besar dan semuanya masuk dalam Bursa Saham.

Pak Hamid adalah sosok pebisnis dan penguasaha yang sangat sukses. Keluarga Rendra berharap dia bisa mendekati Diandra dan dapat memikat hatinya. Setelah menikah dengan Diandra, maka dia akan mendapatkan kemudahan dalam bisnis dan bahkan mendapatkan warisan yang sangat banyak.

Rendra sendiri tertarik dengan kecantikan Diandra, ditambah dengan kekayaan keluarganya yang banyak. Dia pun terpancing untuk mengikuti Diandra saat liburan dan dia mengikuti hingga ke Mata Air Surga.

”Ehm ..., begini Mas, Adam.”

”Panggil saya Adam, kita adalah seorang teman.”

Rendra sedikit kaku, dia tak menyangka bahwa sosok pemuda sederhana itu adalah seorang yang sangat sopan dan bersahabat. Dia bahkan tak sungkan bicara dengan dirinya, seolah memang teman yang dekat. Rendra melihat usia Adam mungkin setara atau dia lebih tua sedikit.

”Hidup itu hanya sementara, Rendra. Saya dan Anda, hanya hidup untuk menimba bekal dan kita akan pergi dari dunia ini. Jadi, apa yang ada sekarang itu hanyalah titipan dari Allah. Jadi, sebisa mungkin. Nikmati saja sisa-sisa usia kita di dunia ini. Tidak perlu membuatnya menjadi beban.”

Dada Rendra seolah disirami air yang sangat jernih dan menyegarkan. Hatinya tiba-tiba tersadar, dia merasa hilang semua ambisi tentang dunia. Sosok di sampingnya itu bisa membuat dirinya menjadi tenang.

Rendra pun menunduk dan kemudian menatap air danau yang begitu indah dan jernih. Benar, dunia ini hanyalah tempat berteduh sejenak. Bahkan, tidak ada manusia yang abadi dan mereka akan mati pada saat gilirannya.

”Apakah kamu datang untuk Diandra?” Adam bertanya perlahan.

Rendra seolah kini menjadi orang yang penurut, dia menganggukkan kepalanya dan tidak bersuara.

”Apakah kamu ingin mendengar sebuah kisah tentang dua orang yang saling mencintai dan mereka tidak bersama?”

”Silakan, saya akan mendengarkannya,” masih ada cukup waktu untuk liburan kali ini. Rendra pun mencoba untuk mendengarkan cerita dari Adam tersebut.

Adam menceritakan soal kisah dirinya, cinta yang sudah mendarah daging. Cinta yang tak peduli harta atau apapun, cinta yang berasal dari kejernihan dan kesucian. Adam yang jatuh cinta pada Naura.

Adam tidak menutupi kisahnya, dia menceritakan kebahagiaan saat Ahad menyapa. Adam menceritakan indahnya cinta itu hingga Danau yang ada di depan mereka adalah sebuah surga.

Namun, cinta itu kandas dan lelaki itu hancur berkeping-keping karena cintanya. Adam telah bangkit dari rasa sakit yang luar biasa. Bangun dari ketidakberdayaan selama lebih dari tiga tahun menderita karena cinta itu.

”Hari ini, saya bangkit dari rasa sakit dan ketidakberdayaan itu. Jika kamu memiliki cinta yang sebesar itu, maka kamu harus sadar bahwa cinta itu adalah ilusi dan candu. Cinta sebenarnya adalah cinta kepada Allah, dan semua cinta manusia adalah pendukung untuk kita kembali kepada Allah.”

Bergetar hati Rendra, hati yang biasa dipenuhi dengan ketidaktenangan. Ibadah yang tak dipedulikan, harta yang menjadi pondasi hidup. Bermegah-megahan dan hidup foya-foya. Dia yang selalu terjerat cinta dengan banyak wanita.

Tiba-tiba mata Rendra menangis, airmatanya tak berhenti menetes. Lalu, cinta seperti apa yang membuat hati tenang?

 

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!