Merhaba Aisyah

Akhirnya Kumpul Lagi

Setelah siap Aisyah turun ke bawah untuk bertemu sahabatnya, dia melihat ada Raya, Fatimah dan Hawa di sana.

 

"Hay guys!" sapa Aisyah sambil tersenyum lebar.

 

"Syah, ikut kita yuk ke keluar sebentar ada yang mau kita bicarakan," kata Fatimah to the point

 

"Iyah Syah, aku juga lagi bete nih butuh hiburan bareng kalian biar gak galau terus," sahut Raya.

 

Saat ini Raya memang sedang didekati oleh seorang pria tampan dan kaya namun ada suatu hal yang gak bisa buat Raya mau menerima cowok itu meski dia mencintainya.

 

"Iya hayu, aku sudah siap nih tadi udah izin juga sama Bunda," kata Aisyah sambil membetulkan tas miliknya.

 

"Kakak mu mana katanya sudah pulang?" tanya Hawa penasaran karena tidak melihat sosok Katya di rumah Aisyah.

 

"Gak tau, mungkin lagi keluar juga." Aisyah menggelengkan kepalanya dia tidak mengetahui kemana perginya sang kakak.

 

"Yaudah yuk pergi!" ajak Raya dengan antusias.

 

Mereka pun pergi dengan menggunakan mobil Fatimah, padahal Hawa membawa motor tapi mereka memutuskan untuk berada dalam satu kendaraan saja untungnya Fatimah bawa mobil.

 

"Semakin lancar ya bawa mobilnya," goda Aisyah yang duduk di samping Fatimah.

 

"Lo harus tahu Syah, semenjak Fatimah dibolehin bawa mobil dia jadi sombong lihat saja status instagramnya foto-foto lagi naik mobil terus," timpal Hawa si paling update.

 

"Astaga kalian tuh ya julid-julid banget deh kayak mak-mak rempong," sahut Fatimah.

 

"Ya kita kan calon emak-emak apa salahnya?" ujar Raya dengan wajah polosnya.

 

"Hahahaha betul juga tuh." Hawa tertawa karena mendengar ucapan Raya yang benar meski demikian.

 

Setelah sekian lama akhirnya mereka bisa kumpul kembali, terlihat wajah-wajah mereka yang begitu ceria saat bertemu, seketika semua masalah dan beban yang ada pada diri ke empat anak remaja ini hilang begitu saja.

 

Mereka telah sampai di sebuah cafe yang tampak begitu ramai, maka mereka harus naik ke lantai dua atau tiga untuk mencari tempat yang sepi.

 

"Biar aku saja yang periksa!" ujar Raya mengalah dia langsung beranjak menaiki anak tangga satu persatu.

 

"Gays, lantai dua sepi cuma ada sepasang kekasih di sana," kata Raya memberitahu.

 

Aisyah menoleh ke arah lantai dua, "Sepertinya memang sepi sih, yaudah ke atas aja kali yuk?"

 

"Duhh kalau ada orang pacaran mah nanti keganggu kitanya, mending ke lantai tiga aja deh sekalian," usul Hawa, dia menolak jika ada di dalam satu ruangan yang sama dengan orang yang sedang pacaran, yang ada nanti dia teringat sama Raka terus.

 

"Udah tidak apa-apa hayu kita mah jomblo-jomblo geh banyak yang ngantri," celetuk Fatimah yang langsung naik ke lantai dua.

 

Ketika Fatimah sudah memutuskan maka semuanya beres karena hari ini Fatimah yang akan traktir mereka dan otomatis mereka harus mengikutinya.

 

"Kalian mau pesan apa?" tanya Fatimah seraya menyodorkan menu makanan.

 

Aisyah meraih dan membaca sekilas menu makanan dan minuman yang tersedia di cafe ini, "Gays, kita gak usah makan ya jadi pesan minuman aja."

 

"Iya tidak apa-apa lagipula saya sudah kenyang," sahut Hawa sambil mengulum bibirnya ke dalam.

 

"Oke kita memesan minuman aja ya." Akhirnya Fatimah pun memesan 4 minuman untuk Hawa, Raya, Aisyah dan dirinya.

 

"Gimana Ray, hubungan kamu sama Rafael?" Tiba-tiba Hawa bertanya kepada Raya yang sedang sibuk menatap layar ponselnya.

 

Raya kaget karena namanya dipanggil, "Hah, kenapa?" katanya kelagapan.

 

Aisyah sibuk menatap pemandangan di cafe ini, suasananya begitu bagus untuk tempat nongkrong bagi Fatimah mungkin udah biasa datang ke cafe mahal ini berbeda bagi sahabatnya yang lain.

 

Hangout atau nongkrong kini sudah menjadi lifestyle bagi anak muda, pelajar, mahasiswa hingga para pekerja. Tidak terkecuali bagi orang-orang yang hidup di Jakarta, hangout bisa untuk melepaskan kepenatan setelah seharian beraktivitas.

 

Cafe bisa dijadikan tempat yang asik selain menikmati makanan dan minumannya yang lezat, pastinya kamu mencari suasana yang nyaman, asik dan tempatnya yang unik. Selain itu biasanya mencari tempat yang bisa dijadikan spot foto OOTD yang kece

 

"Syah, kok bengong?" tegur Fatimah seraya menepuk bahu sahabatnya.

 

"Aku lagi memperhatikan pemandangan di cafe ini bagus banget loh," ungkap Aisyah dengan mata yang berbinar-binar.

 

Sungguh hati Aisyah merasa damai dan tenang berada di caffe ini bersama para sahabatnya yang siap menghiburnya.

 

"Apalagi kalau siang Syah lebih bagus, kamu lihat di sana!" Fatimah menunjukkan tempat duduk lesehan. "Biasanya banyak para tiktokers yang datang ke sini untuk bikin konten."

 

"Oh ya? Coba dong kita foto disini tapi pakai kamera kamu ya Fat," ujar Raya dengan heboh.

 

Mereka pun akhirnya foto-foto untuk mendokumentasikan semua kenangan kebersamaan mereka, dan perlu kalian ketahui di antara empat sahabat ini yang paling suka mengoleksi foto-foto adalah Fatimah dan Hawa jika Aisyah dia sedikit sama seperti Raya juga paling cuma dua foto yang terpajang di kamarnya.

 

Kalau Fatimah jangan ditanya semua foto Oppa Korea juga di rumahnya udah banyak banget, makanya Aisyah kadang diajak main ke rumah Fatimah tuh cuma mau bahas koleksi album atau foto idol K-Pop terbaru yang baru saja dia beli.

 

Setelah foto-foto Hawa mengantar Raya ke kamar mandi, Fatimah juga sedang memesan kentang goreng dan bakso bakar untuk cemilan karena dia lapar, sedangkan Aisyah masih sibuk dengan pikirannya sendiri.

 

"Apa aku bisa ya memenangkan perlombaan ini?" gumam Aisyah bingung tangannya memangku dagunya.

 

"Dorr!!" Fatimah mengagetkan Aisyah dari belakang lalu mengambil duduk di dekat Aisyah.

 

"Melamun terus mikirin apaan sih?" tanya Fatimah kepada Aisyah wajah sahabatnya itu sungguh tidak enak dipandang saat ini. "Ada apa hah?" lanjutnya.

 

"Aku bingung Fat besok adalah batas waktu pengumpulan cerpen aku jadi takut kalau karyaku jelek dan tidak menang," keluh Aisyah tanpa menoleh dia masih fokus memandang jalanan yang tampak sepi.

 

Fatimah merangkul bahu sahabatnya itu. "Syah, kalah menang itu biasa dan menyerah sebelum pertandingan dimulai itu adalah pengecut kamu ingin menjadi pengecut hah?" ujarnya dengan sarkastik.

 

Seketika itu pula Aisyah menoleh kepada sang sahabat, "Aku bukan pengecut Fat, aku hanya tidak yakin dengan kemampuanku ini."

 

"Maka dari itu kamu harus mencoba Syah, percayalah dengan mengikuti perlombaan ini kamu akan menjadi lebih percaya diri dan bisa tumbuh berkembang dengan bakat-bakat yang kamu miliki," kata Fatimah dengan tegas sambil menatap Aisyah dalam.

 

"Selama ini kan aku selalu bercerita tentang kisah nyata dan tulisanku agak kurang nyambung gitu Fat aku malu," keluh Aisyah lagi dengan menekuk wajah cantiknya.

 

"Sini berikan bukunya kepadaku biar kubaca dulu lalu jika memang menurutku ceritamu tidak nyambung aku akan mengalah dan tidak memaksamu untuk mengikuti perlombaan ini." Bukan Fatimah namanya jika tidak mempunyai solusi dia selalu pandai mencari solusi yang tepat dalam sebuah masalah.

Pengaturan

Pengaturan

#fff #EAE6E4 #6E7075 #333

Font

Roboto Merriweather Rubik Lora

Ukuran huruf

- 18 +

Jarak

- 36 +
Episode sebelumnya
Episode berikutnya
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!
Novel Religi dan Anak-anak menunggu untuk anda baca! Juga ada konten Genre lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!