Kembalinya Magic Assassin
Penghapusan Black Monster
Peluru menyerempet di lengan Bagas, dia berada di balik tiang. Dia menguatkan dirinya, luka tersebut tidak ada apa-apanya dibandingkan luka ibunya yang dijatuhkan dari jurang.
AAAAAAHHHHH
Bagas bergulingan, mencapai pinggir pagar tangga dan mengarahkan pistolnya pada Dekker.
DOR! DOR! DOR!
Peluru itu mengarah pada Dekker.
Klang! Klang!
Dekker kaget dan menyelinap di balik tiang, peluru itu mengenai tiang dan tempat kosong. Dekker tidak berani keluar dari tiang. Bagas melompat dari tangga dan menembaki Dekker terus-menerus. Bagas turun ke lantai, dia bergulingan dan mengambil sisi lain dari tiang. Tembakan terhenti, tiga orang tersisa dan semuanya bersembunyi di balik tiang.
Suasana cukup hening untuk beberapa detik, semuanya sedang mempersiapkan serangan. Bagas harus menghadapi dua sisi berbeda yang sedang mengincarnya.
[Health healing diaktifkan, menyembuhkan luka melalui proses ulang penguatan sel penyembuhan. Mampu meningkatkan proses penyembuhan 4 kali lipat dari proses penyembuhan normal]
Hal itu bagus! Bagas bisa tenang, lukanya akan sembuh lebih cepat. Namun, dia juga tidak punya waktu lebih. Dia harus menyelesaikan Black Monster malam ini juga, tidak ada waktu lain untuk misi ini. Waktunya tidak banyak.
Saatnya bergerak!
Wooossshh!
Bagas menendang tiang dengan kakinya, dia menggunakan punggungnya di lantai, dia membuka pistolnya di kedua samping. Dan, dia melewati dua tiang di mana Nova dan Dekker bersembunyi. Bagas terdorong dan dia melihat posisi kedua musuhnya.
Senapan di arahkan pada keduanya, kesempatan untuk menembak.
DOR! DOR! DOR!
Bagas menembak dengan ketepatannya sebagai pembunuh berpengalaman. Dia menembaki Dekker dan Nova, Dekker mampu menghindari tembakan Bagas dengan baik. Hal itu karena dia adalah seorang pembunuh terbaik di Black Monster. Dia sudah memiliki pengalaman sebagai pembunuh dan memiliki pengalaman bertarung yang sangat lama. Serangan Bagas, sudah mampu diprediksi oleh Dekker dan dia menghindarinya dengan cepat.
Berbeda dengan Nova, dia terkena tembakan di kakinya. Nova segera berbalik dan bersembunyi lagi di balik tiang. Meskipun, kaki kirinya tertembak, dia masih bisa menghindar dan segera berbalik ke sisi lain di belakang tiang. Dia bersandar dan merasakan kakinya sangat panas karena tembakan dari Bagas.
”Keluarlah sebagai seorang pembunuh sejati, Nova. Aku tahu, kamu hanya takut pada kematian. Bagaimana kamu bisa menjadi seorang pembunuh dan takut pada kematian, sedangkan kamu membunuh orang dengan mudah dan tega melemparkan seorang ibu ke dalam jurang!” teriak Bagas.
”Sial! Kamu benar-benar ingin mati!” suara teriakan dari balik tiang, itu adalah suara Nova.
Woosshh!
Nova sudah tidak tahan lagi pada rasa sakit di kakinya, kali ini dia sudah tidak peduli lagi. Dia harus bisa bertarung dengan pemuda itu. Seorang pembunuh pantang menolak jika sudah ditantang untuk melalukan duel senjata. Dan, Nova keluar dari tiang, dia tak peduli pada kakinya yang sakit. Mengerahkan pistolnya ke arah Bagas dan berdiri.
Keduanya saling melihat, dan bergeser ke samping. Peluru senapan dimuntahkan dari senjata keduanya, tembak-tembakan terjadi, keduanya menghindari sambil bergerak. Meliuk dan menyerang, mereka menghindari peluru dan juga saling menembak.
DOR! DOR! DOR!
Tembakan terdengar lagi, Bagas menghindari peluru dari tembakan beruntun Nova. Matanya menatap tajam dan melihat pergerakan dari setiap peluru yang mengarah padanya. Bagas memutar tubuhnya, pergerakan cepat seorang assassin ditunjukkan dengan kemampuan menghindar. Sekali lagi, Nova tidak menyangka. Target yang ditembak oleh Nova mampu menghindari semua tembakannya. Dan terakhir, setelah menghindari dua tembakan yang mengarah pada Nova.
DOR!
Pada akhirnya, setelah melewati dua tembakan. Satu tembakan tepat mengenai arah jantungnya.
Brush!
Nova terpental karena ledakan kuat, mendorong tubuh Nova ke belakang. Nova terseret di lantai, dia merasakan tubuhnya sangat dingin.
Bagas bergulingan mendekati tubuh Nova. Napas Nova memburu dan tubuhnya sudah mulai kaku.
”Siapa kamu sebenarnya, Bocah?”
HHHHHHHhhh!
Suara Nova tercekat, dia semakin sulit mengembalikan kesadarannya. Bagas duduk di sebelah Nova, dia menatap tajam pada mata Nova.
”Kamu telah memilih target yang salah, Nova! Karena, aku adalah Shadow Eagle yang lahir kembali dari tubuh anak ini. Jadi, istirahatlah dengan tenang dan minta maaflah pada Ibu anak ini.”
Kedua mata Nova tertutup, pada akhirnya dia tak mampu mengimbangi kecepatan assassin dari Bagas. Balas dendam sudah dilakukan, tersisa satu orang lagi dan itu adalah pemimpin dari Black Monster.
DOR!
Dekker melihat semua orang di organisasi Black Monster sudah berakhir, dia tak mau melihat hal itu. Dia memutar tubuhnya dari balik tiang. Mengarahkan tembakannya di punggung Bagas.
[Eye Assassin diaktifkan, kemampuan sense ditingkatkan]
Bagas berbalik dan menghindari peluru yang mencoba menergetkan dirinya, dia bergulingan dan rentetan peluru terus mengejarnya. Beberapa tembakan tak bisa mengenainya, Bagas pun berdiri dan mempersiapkan senapannya. Arah moncong senjata masih ke arah bawah. Di depan jaraknya yang jauh, Dekker juga mempersiapkan senapannya.
Mereka berdua, yang tersisa dari pertempuran. Keduanya berdiri tegak. Mereka menunggu siapa yang akan duluan menembak. Pertempuran seperti ini, hanya diketahui oleh mereka yang sudah berlatih bagaimana membunuh seorang musuh yang memiliki kemampuan tinggi dalam pertempuran satu lawan satu. Seorang pembunuh yang harus membunuh pembunuh lainnya.
Ini adalah pertarungan penentuan, hidup dan mati ditentukan bagi siapa yang bertahan hingga akhir.
Pluk! Pluk!
Keduanya berlari, saling mendekat dan mengarahkan senapan yang mereka pegang. Angin berhembus bagaikan diperlambat dengan sangat pelan. Pistol saling mengarah, mereka berlari dan tembakan kedunya dimuntahkan. Mencoba menjatuhkan lawan di depan mereka, pertarungan yang akan berakhir satu hidup dan satu mati.
Pertarungan antara pemimpin organisasi Black Monster melawan pembunuh assassin tercepat, yang dilahirkan kembali.
DOR!
DOR!
DOR!
[Ultimate Magic Assassin dimaksimalkan, ketajaman dan skill dipompa hingga tingkat maksimal]
Dekker menghindari peluru yang mengarah ke kepalanya, dia memutar sambil menembakkan peluru kepada Bagas. Bagas menghindari peluru dan merunduk, dia memutar tubuhnya. Tembakan balasan diberikan Bagas ke arah Dekker.
DOR!
Mereka semakin dekat, jarak mereka hanya dua meter. Kedua pistol di arahkan ke kepala lawan, kali ini mereka akan menemukan siapa yang akan dijatuhkan.
Cklik!
Cklik!
Angin berhembus di antara keduanya, peluru mereka sama-sama habis. Mata mereka saling menatap, dan benturan tangan mereka saling menyerang dengan cepat. Pukulan kuat mereka saling menyerang kepala, Bagas menggunakan kekuatan sense miliknya. Dia menunduk, membalas pukulan. Namun, Dekker juga memiliki insting sebagai pembunuh yang kuat.
Tangan mereka saling menyerang, saling menghadang, dan kaki mereka berbenturan.
Brush! Brak!
Mereka saling bergulingan, serangan demi serangan dengan kecepatan penuh digunakan. Tendangan kuat dari Bagas dari bawah, Dekker menggunakan tolakan dan melompat ke atas. Dekker memutar tubuhnya dan menghentakkan kakinya ke lantai, Bagas bergulingan. Bagas memutar tubuhnya, kakinya mampu mengenai kaki Dekker.
AAAAAAHHHHH!
Punggung Dekker membentur lantai, dan belum sempat dia bangun sebuah pukulan menghantam tubuhnya.
Brush!
Dekker merasakan sakit berlipat, tapi dia menggerakkan kedua kakinya itu memutar dan mencoba menendang Bagas yang berada di atasnya. Bagas mundur dan melompat ke belakang.
Woossshh!
Sring!
Dekker menarik dua gagang di sabuknya, dan saat menekan tombol. Dua senjata dengan bentuk belati panjang dia pedang di masing-masing tangannya. Dia tak peduli dengan rasa sakitnya dan menerjang ke arah Bagas.
Woosh! Woosh! Woosh!
Dekker menyerang terus-menerus, Bagas mundur dan menghindari semua serangan.
Srak!
[Eye assassin diaktifkan]
Crop!
Bagas menghindari satu tusukan, tapi pundaknya terserempet tusukan cukup dalam. Namun, hal itu digunakan sebagai umpan. Bagas memutar tangan kanannya, mengambil salah satu senjata di tangan kiri Dekker dengan cepat. Memutarnya dan menusuk Dekker dengan cepat di bagian vital. Bagian jantung Dekker.
Crop!
Bruk!
Lutut Dekker terjatuh ke lantai, tubuhnya mulai dingin. Dia telah kalah, dia terjebak dengan keberhasilan yang merupakan peluang lawannya untuk membuatnya lengah.
Kini, dia telah kalah. Black Monster jatuh, dan dia yang terakhir.
”Apakah kamu benar-benar Shadow Eagle?” suara terakhir dari Dekker, dan dia jatuh ke lantai bersama dengan napas terakhirnya.
Bagas berdiri, tangan kirinya terkena senjata. Dia mengambil sesuatu di saku jaketnya, sebuah tanda dan itu adalah ukiran kepala burung elang. Bagas melemparkannya dan menancap pada tubuh Dekker.
”Tentu saja! Akulah Shadow Eagle. Dan, ini adalah langkah pertama untuk membalaskan seluruh dendamku dan dendam Bagas!”
Selamat tinggal, Black Monster. Ini akan menjadi sejarah dengan hilangnya Black Monster, dan tunggulah Dark Head! Giliran kalian akan tiba!